NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

    Eli hanya berdiri terdiam kaku di depan pintu melihat papan nama bertuliskan Kamar mayat..

"Ayo suster lisa... " Ajaknya

"Eh.. iya". Dengan langkah berat untuk memasuki pintu di sertai gemetar ketakutan__

    Di dalam kamar mayat wajah Eli berkeringat dingin melihat beberapa mayat terbaring di atas ranjang berjejeran dengan menutup kain putih menutup seluruh badan tidak memperlihatkan wajah mereka. Terkukuh kaku dengan tatapan gemetar bau meyan menyegat di hidung Eli bagitu kuat seisi ruangan mayat.

"Ok, kamu lihat wajah mereka satu persatu cek wajahnya sama kan dengan orang ini, bisa!? ". suster ini menunjukkan sebuah data seorang pria yang baru meninggal dunia mengalami kecelakaan beruntun.

     Permintaan suster ini membuat Eli senyum berat merasa ragu untuk melakukan pengecekan. hal tidak mungkin ia lakukan. Yang awalnya ingin lebih dekat dengan Cherly, Eli berakhir di kamar mayat dirinya pun menyesal seharusnya jangan jadi suster mungkin menyamar hal lain jauh lebih baik. Dengan perasaan berat untuk melakukan pengecekan pada akhirnya Eli memilih_____

"Aaargggghh!! ". Seketika Eli berlari keluar dari kamar mayat dengan ekpresi ketakutan dengan kencang.

    Cherly tidak sengaja melihat seorang suster berlari ketakutan, tidak ada rasa curiga terhadap suster yang baru saja lari melewati dirinya hanya ekpresi heran. pikir Cherly mungkin suster itu orang baru dan mungkin pertama kalinya dapat tugas mengurus mayat.

    Di halaman rumah sakit terlihat Eli terengah-engah dengan nafas pendek dengan kedua tangan pegang kedua lutut kaki membungkuk

"Agh... agh... kapok... aku, sial... ".

    Ia berdiri tegak sambil melepaskan masker di mulutnya

" Jadi suster pun gagal. " Guma Eli menengok ke arah samping saat melihat petugas kebersihan di sana terlintas ia memiliki ide.

    Kemudian beberapa menit kini Eli menjadi petugas kebersihan berjalan di lorong rumah sakit layaknya petugas kebersihan ia mengantongi sampah di tong dengan plastik hitam, dengan kedua tangan pakai sarung tangan memakai topi biru dan masker untuk membuang sampah. Eli sudah terbiasa dengan hal berbau kotor apa lagi sampah tidak merasa jijik. dengan tenang Eli mengambil sampah di tong masuk ke dalam plastik hitam.

    Tidak jauh dari pantauan Cherly merasa aneh melihat struktur tubuh seorang petugas kebersihan yang sedang mengantongi di sana. entah mengapa dari yang ia lihat mirip Eli walaupun wajahnya tertutup masker dan makai topi di kepalanya. tapi struktur badannya mirip Eli. Rasa curiga dan aneh membuat Cherly terasa tidak tenang.

    Cherly tahu Eli seperti apa, dia tidak akan pernah berhenti mengejar terus mengikuti sama seperti sekolah dulu. Saat petugas kebersihan itu selesai mengantongi sampah ke dalam plastik hitam, dia melangkah membawa keluar. Cherly pun mengikuti dari belakang rasa penasaran dengan orang itu harus ia tahu siapa dia____

    Eli memberikan sampah plastik hitam pada seorang pria petugas kebersihan lain, setelah ia selesai melepas topi dengan perasaan lega.

"Aaah... rasanya lebih menyenangkan berkerja jadi petugas kebersihan ketimbang kerja di kantor". Guma Eli sambil melepaskan sarung tangan di telapak tangannya, lalu melepaskan masker terasa engap sulit untuk bernafas. Ternyata tidak bisa bertahan lama kalau pakai masker.

    Eli tidak menyadari dari tadi Cherly ada di belakangnya berdiri terdiam dengan kedua tangan melipat di bawah dadanya. Sudah ia duga kecurigaan Cherly benar ternyata Eli masih saja tidak pernah berhenti mengejar terus mengikuti sampai-sampai menyamar menjadi petugas kebersihan.

"Bisakah kamu berhenti melakukan ini!? ".

    Sontak Eli terkejut mendengar suara yang tidak asing baginya langsung ia berbalik menegok.

" Eh... Cherly, hallo ". Sapa Eli ekpresi senyum sumringah dengan tangan kanan melambai kan

    Cherly menggeleng kepala heran semakin di larang untuk tidak mendekat akan semakin dekat. ia tahu Eli tidak pernah mau menyerah atau berhenti ini yang Cherly takutkan akan jadi masalah. Sebagai seorang dokter harus menjaga wibawa dan menjaga nama baik keluarga bagaimana pun caranya agar Eli menjauh darinya.

******

******

******

     Langit berubah malam dingin suasana yang sejuk menyegarkan di halaman rumah sakit, Tampak Eli duduk sendirian di kursi panku menunggu Cherly keluar dari dalam rumah sakit. entah berapa lama dirinya menunggu yang pasti ia hanya terdiam duduk sambil melihat indahnya langit malam dengan bintang-bintang kecil bersama sinar bulan di sana. Tidak lama berselang____

    Tampak Cherly melangkah keluar dari dalam rumah sakit dengan pakaian gaun mini sexy berwarna coklat dan rambut terurai panjang sangat elegant.

   Eli yang terdiam duduk sendirian masih mengenakan seragam petugas kebersihan merasa Cherly sudah keluar ia menoleh. dan bener saja. bergegas berjalan cepat mengejar Cherly yang akan masuk ke dalam mobil hitam mewahnya itu.

   Saat Cherly menyalakan mesin mobil

Bung

     Seketika dirinya terkejut melihat Eli tiba-tiba ada di depan mobil mencegahnya, Tampak Eli melangkah menghampiri dirinya membuka pintu mobil duduk di samping dirinya.

    Cherly sempat heran yang tiba-tiba saja dia muncul lalu masuk kedalam mobil begitu saja.

"Untuk apa kamu masuk kedalam mobil. Turun! ". Ucap Cherly tegas

" Tidak mau, Ini udah malam. boleh aku menginap ".

" Tidak, Tidak, tidak, tidak boleh. keluar ". minta Cherly dengan nada tegas.

" Tapi mobil taksi enggak ada, takut nanti aku di kejar orang jahat lagi, lalu ketabrak mobil ". Eli pun memberikan alasan agar Cherly mengizinkan tinggal di tempatnya.

     Dengan lirih hati yang berat mau tidak mau Cherly pun mengajak Eli ikut ke tempatnya, ia pun menyetir mobil berjalan pergi meninggalkan rumah sakit.

     Eli tersenyum senang akhirnya dirinya bisa pergi ke tempatnya.

    Beberapa menit kemudian, kini sampai di apartemen mewah tempat tinggal Cherly, Eli Terperangah kemewahan yang di miliki Cherly ternyata Cherly benar-benar anak orang kaya. ia melihat piano terpajang dekat jendela kaca di sana, melangkah jalan menghampiri dengan lirih hati yang senang.

    Cherly yang sedang meletakkan ponsel di atas meja makan, menegok ke samping dengan terkejut melihat Eli seenaknya yang akan menyentuh piano kesayangannya.

"Berhenti!!! ". Sentak tegas Cherly bergegas menghampiri

  belum juga menyentuh, Eli kebingungan melihat sikap Cherly berubah marah

" Jangan sentuh beda ini. sedikit pun jangan " Tegas Cherly

    Eli heran apa segitu berharganya piano besar ini sampai menyentuh pun tidak boleh.

   Cherly berbalik melangkah

"kamu boleh tinggal disini dengan satu syarat jangan sentuh beda apa pun di sini".Tegas Cherly berbalik tunjuk jari depan wajah Eli.

     Eli hanya terdiam terkukuh kaku sebuah peringatan itu melontar dengan tegas, pertama kalinya bagi Eli melihat Cherly marah   

"terus aku tidur berdiri, minum berdiri makan berdiri dan duduk pun berdiri!? ".

    Cherly menghela nafas tenggorokannya tercekat terdiam sejenak.

" Bukan itu yang saya maksud kan. Jangan sentuh barang penting di ruangan ini. soal tidur, minum, makan dan duduk silahkan saja.. sesuka hatimu. tapi... jangan sentuh piano ku... ".

" Iya ok aku mengerti " Eli pun menganggukkan kepala

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!