NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:587
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (21)

Penulis: Linda Lubi

Hari mulai magrib. Abang Kunti merenung di atas pohon asam. Dia sendiri bingung, kenapa harus merenung.

Lazimnya setan kayak dia, lebih fokus menggoda manusia. Menakut-nakuti manusia. Bukan baperan kayak dia sekarang. Apa karena dulunya ia merasa paling keren. Bangga sebagai kuntilanang. Banyak dipuja-puja kuntilanak. Bisa tepe sesama kunti.

La...ini dia malah dicuekin. Diusir pula. Apa kata dunia? Jangan sampai ia diketawain mantan. Sementara mantannya have fun aja. Sudah move on. Emang sih dia juga nggak sedih-sedih amat sama mantan. Yang dia sedih jumpa kuntilanak baru tapi ia dicuekin. Kayak nggak punya harga diri aja.

Tadi Mbak Kunti mimpi apa ya? Kok sepertinya ia menikmati mimpi itu. Aku belum pernah mimpi. Aku kan nggak pernah tidur. Cuma rebahan aja kayak manusia. Biar naik level. Jangan cuma bisa gentayangan aja di dunia malam. Mana gelap lagi.

"Aku harus tidur biar bisa mimpi kayak Mbak Kunti. Siapa tau bisa mimpi berdua sama dia." Abang Kunti ngomong sendiri.

Abang Kunti rebahan di atas pohon asam. Ia mencoba untuk rilex. Tapi yang namanya pohon tidak senyaman dalam rumah. Belum lagi nanti kalau hujan. Ada geledek pula. Mana bisa Abang Kunti nyaman.

Abang Kunti kembali duduk. Ia lagi mikir mau tinggal di mana. Mau tinggal di rumah kosong angker yang ditempati Mbak Kunti, mana mungkin di-ijinin Mbak Kunti. Entar malah digusur sama Mbak Kunti pakai buldozer.

Apa mungkin ia tinggal di rumah orang kaya, di rumah Pak Rudi? Rumah mereka besar dan kamarnya banyak. Mending aku tinggal di sana saja. Aku tidur di kamar tamu. Aku nggak mau berbagi kamar dengan anak-anaknya yang suka reseh itu.

Riko dan Rendi itu bukan tipikal anak-anak yang soleh. Mereka juga suka judol. Kalau tidur di kamar mereka, yang ada aku nggak bisa tidur. Sebenarnya manusia-manusia seperti itu yang harus aku dukung. Mereka calon-calon penghunia neraka kayak aku. Ahahaha.....

Harusnya aku senang tinggal di kamar mereka tapi aku nggak tau entah kenapa aku berat tidur di kamar mereka. Aku mau ke sana ah. Cari kamar yang tak pernah ditempati. Ya...kamar tamu-lah. Ahahaha...

Aku mau ke sana ah. Daripada mikirin Mbak Kunti. Aku juga mau mandi. Mau keramas. Bila perlu luluran. Ihihihi.....

Abang Kunti terbang dengan suasana hati yang riang. Ia membayangkan tidur yang nyaman dan bermimpi indah. Abang Kunti merasakan sesuatu yang menghalangi ia terbang. Mana ada suara berisik lagi.

"Nah...netizen, malam ini kita sedang beruntung. Kami menangkap seekor kuntilanak bertubuh besar. Berbeda dengan kuntilanak-kuntilanak yang pernah kami viralkan." Ujar seorang konten kreator yang spesialis berburu hantu.

Yeee...yeee...teman-temannya pada bersuka ria karena berhasil menjaring kuntilanak. Mereka tidak tahu kalau yang mereka tangkap adalah kuntilanang.

Abang Kunti mulai beraksi biar para konten kreator songong itu kecewa. Belum tahu mereka, siapa dia. Dengan sihirnya, Abang Kunti berhasil menghilang.

Abang Kunti malah menyihir mereka dengan mulut yang disumpal lakban. Tangan mereka terikat. Abang Kunti memasukkan mereka ke dalam jaringan dan mempertontonkannya pada netizen.

"Jangan lupa tab-tab layarnya. Bagi yang ingin membeli kuntilanak ini, boleh tawarkan harga. Kami akan menjual dengan harga yang paling tinggi." Yanto belum tahu kalau teman-temannya sudah tak berdaya.

"Busyet...mau jual aku segala. Emang aku cilok, bisa dijual dan dimakan?" Abang Kunti bete.

Yanto heran dengan komen-komen netizen. Ia masih bingung.

[Wkwkwk.....]

[Huuuu.....]

[Kocakkk]

[Woi...liat teman-teman lo]

[Lol]

Yanto tak sanggup membaca komen-komen netizen. Begitu ia melihat ke belakang, Abang Kunti tertawa jahat dan menunjukkan jika teman-teman Yanto, cemen. Lalu ia terbang dengan tertawa jahat. Ahahaha.....

Yanto kaget dan pingsan dengan sukses. Jiah...bukan nolongin teman-temannya. Malah pingsan. Netizen ngakak bareng. Kamera tetap live walau Yanto sedang menikmati ke-pingsanan-nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!