NovelToon NovelToon
TERJERAT TAKDIR

TERJERAT TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Di mata keluarganya, Aira hanyalah seorang anak kedua yang tak pernah dianggap. Berbeda dari kakak dan adik bungsunya yang berpendidikan tinggi dan berkarier sukses, Aira hanya seorang lulusan SMA yang sehari-hari berjuang menjajakan kue keliling. Kasih sayang sang ayah menjadi satu-satunya alasan Aira bertahan di rumah yang penuh kepalsuan itu.
Namun, pertahanannya runtuh seketika saat pria yang ia cintai datang melamar. Bukan untuk dirinya, melainkan untuk sang adik. Pengkhianatan yang telah lama berjalan di belakangnya itu justru didukung penuh oleh ibu dan kakaknya.
Dalam hancurnya rasa kecewa, Aira melangkah pergi menembus derasnya hujan malam. Malang tak dapat ditolak, sebuah sepeda motor menyenggol tubuhnya yang ringkih. Sang pengendara yang merasa bersalah bermaksud membawanya ke rumah sakit, tetapi jalanan malam yang sepi dan hujan lebat memaksa mereka berteduh di sebuah gubuk tua.Siapa sangka, niat baik untuk berteduh justru berbuah petaka. Warga sekitar yang mengepung gubuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke rumah Oma

Pas sekali saat Aira selesai perawatan, Devan dan Aldi juga baru balik dari urusan meeting. Padahal Aira baru mau ambil ponsel buat menghubungi suaminya, tapi panjang umur, lelaki itu sudah muncul duluan di pintu masuk. Pandangan Devan yang tajam langsung mengunci sosok Aira. Langkah kakinya sempat tertahan sebentar, begitu melihat penampilan sang istri yang betul-betul beda dan makin cantik.

Aira pun sama terkejutnya. Pas pergi tadi, Devan cuma pakai kaus oblong dan celana jins santai. Tapi sekarang? Cowok itu sudah berganti pakaian rapi, celana kain, kemeja pas badan, plus setelan jas yang bikin aura berwibawanya langsung keluar. Penampilannya mendadak kelihatan makin gagah, tampan, dan bikin deg-degan! Rupanya sebelum meeting tadi, Devan sempat ganti baju dulu di dalam mobil.

Namun, rasa terpukau Aira tak bertahan lama. Saat sadar Devan malah diam saja menatapnya tanpa kedip, Aira malah jadi salah tingkah dan keburu *minsecure. Batinnya mulai panik, jangan-jangan ada yang aneh atau aneh banget dengan dandanannya? Aira sibuk memeriksa bajunya sendiri, takut kalau ada yang salah.

"Mbak... dandananku aneh, ya? Kok suamiku ngeliatinnya sampai kayak gitu banget?" bisik Aira agak panik pada staf salon yang menanganinya.

Karyawan salon itu tersenyum geli. "Bukan aneh, Nyonya. Tuan itu diam karena terpesona. Nyonya kelihatan cantik sekali hari ini."

Mendengar itu, pipi Aira langsung memerah panas. Ia memberanikan diri berjalan mendekati Devan yang masih berdiri kaku. Aldi yang berdiri di samping Devan sampai menyenggol lengan bosnya itu karena gemas melihat sang bos terbengong-bengong.

"Tuan, awas melamun terus, nanti kesambet lho." bisik Aldi pelan.

Bisa-bisanya bisikan Aldi baru berhasil menyentak Devan kembali ke realita.

"Baru aja aku mau telepon, Mas. Eh, kamu malah udah nyampe." kata Aira mencoba mencairkan rasa canggungnya.

Devan sama sekali tak merespons ucapan Aira. Tatapannya tetap mengunci wajah Aira, lalu terlontar pujian polos, "Kamu cantik banget, Sayang."

"Masa, sih? Aku aja tadi pas ngaca hampir nggak mengenali muka sendiri." sahut Aira salah tingkah.

Tanpa ba-bi-bu, Devan merangkul pinggang ramping Aira dengan protektif dan menariknya makin rapat. "Ayo, Sayang."

"Lho, Mas? Nggak dibayar dulu?" cegah Aira kebingungan.

"Udah diurus Aldi." jawab Devan santai.

Aira makin mengernyit heran. Katanya Aldi cuma teman, tapi kenapa dari tadi urusan bayar-membayar salon elit begini malah Aldi yang mengurus semuanya? Aira sebenarnya ingin bertanya, tapi karena ada Aldi di dekat mereka, ia menahan diri dan memilih diam.

Mobil mewah yang disetir Aldi melaju mulus menuju pusat kota, area perumahan tempat Devan tinggal.

"Mas, kok kamu bisa mendadak ganti baju rapi gini sih?" tanya Aira akhirnya memecah keheningan di dalam mobil.

"Iya, tadi kan mau meeting penting. Kebetulan Aldi bawain baju ganti di mobil" jawab Devan beralasan. Aira cuma manggut-manggut percaya.

"Tapi jujur ya, aku masih nggak nyangka. Baru sekali perawatan aja hasilnya udah kelihatan banget. Aku kirain harus berkali-kali dulu baru ada perubahan." ucap Aira masih kagum.

Devan tersenyum tipis. "Kalau perawatan langsung di salon kelas atas, hasilnya memang langsung kelihatan. Beda kalau cuma pakai skincare harian, butuh proses."

Aira mengangguk setuju. "Alat-alatnya canggih banget sih. Pulang-pulang tadi aku juga dikasih bekal skincare buat di rumah." Aira benar-benar norak sendiri. Maklumlah, ini pertama kalinya ia melangkah ke salon, dan tak tanggung-tanggung, Devan langsung membawanya ke salon sultan. Tempat murah mana bisa bikin transformasi se-mantul ini.

"Iya, itu udah sepaket sama perawatan kamu tadi." sahut Devan.

Tak lama kemudian, mobil melambat dan berhenti di depan gerbang besi yang menjulang tinggi. Begitu Aldi membunyikan klakson dua kali, seorang petugas keamanan berseragam lengkap langsung sigap membukakan gerbang. Namun saat masuk, bukannya rumah, yang terlihat malah jalanan aspal mulus berjarak cukup jauh dengan pepohonan rindang berjejer rapi di kiri dan kanan.

Setelah berkendara beberapa saat melewati pepohonan, barulah nampak sebuah bangunan megah dari kejauhan. Semakin dekat, kemewahannya bikin Aira sampai menahan napas. Rumah-rumah mewah yang sering ia lihat di sinetron TV jelas kalah kelas!

Halamannya luar biasa luas dengan taman asri dan air mancur megah di tengahnya. Di sebelah kiri, tampak garasi terbuka yang berjejer mobil serta motor mewah kelas atas mirip showroom kendaraan mahal.

"Wah... ini rumah atau istana, sih?" gumam Aira takjub tanpa sadar.

"Ayo turun, Sayang." panggil Devan. Aira bahkan tidak sadar kalau Aldi sudah berdiri di luar dan membukakan pintu mobil untuknya.

"Eh... iya, Mas. Tapi kita lagi di mana ini?" tanya Aira kebingungan sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling bangunan megah itu.

"Rumah Nenekku." jawab Devan santai.

*Jleg!* Jantung Aira serasa mau copot seketika.

'Rumah Neneknya? Seriusan ini rumah neneknya Mas Devan? Ah, paling Mas Devan cuma bercanda,' batin Aira mencoba menenangkan dirinya sendiri.

"Hahaha, Mas ini suka banget bercanda deh." kekeh Aira garing.

Devan tak membalas tawanya. Ia hanya tersenyum tipis lalu menggandeng erat jemari Aira, membawanya melangkah masuk. Sebenarnya, inilah alasan Devan ragu dan menahan diri untuk jujur tentang identitas aslinya. Ia takut Aira malah tidak percaya atau shock berat.

"Selamat datang, Tuan, Nyonya." sapa beberapa pelayan yang berbaris rapi dan langsung membungkuk hormat menyambut kedatangan Devan dan Aira.

"Oma ada di mana?" tanya Devan tegas.

"Ada, Tuan. Nyonya Besar ada di dalam. Mari, silakan masuk." jawab salah satu pelayan.

"Oke. Kenalkan, wanita di sampingku ini istri saya. Saya harap kalian semua memperlakukannya dengan sangat hormat, karena posisinya sama dengan majikan kalian." tegas Devan langsung memperkenalkan Aira di depan seluruh pelayan.

"Baik, Tuan. Kami akan menghormati Nyonya Muda sebagaimana kami menghormati Tuan." jawab para pelayan kompak.

Sebenarnya para pelayan itu sempat kaget setengah mati. Setahu mereka, tuan muda mereka ini belum menikah dan sama sekali tak pernah membawa wanita ke rumah. Tapi melihat ketegasan Devan, tak ada yang berani meragukannya.

Dengan santai tanpa beban, Devan langsung merangkul Aira dan membawanya melenggang masuk ke dalam istana itu.

Sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, Devan memang sempat mengabari Omanya kalau dia mau pulang. Masalahnya, Devan sama sekali tidak membocorkan kalau kali ini dia pulang membawa seorang istri. Setahu Nenek Maria, cucunya itu masih lajang ting-ting. Devan sengaja tidak memberi tahu lewat telepon karena dia paham betul, menjelaskan soal pernikahan mendadak ini pasti bakal memicu drama panjang yang ribet.

Sementara itu, Aira dibuat melongo untuk kesekian kalinya. Di depan pintu rumah yang megah itu, berjejer puluhan orang yang menyambut kedatangan mereka sambil menunduk penuh hormat.

"Mas... mereka itu siapa?" bisik Aira pelan. Dalam hati, kecurigaannya makin membumbung tinggi. Suaminya ini jelas bukan orang sembarangan!

"Mereka semua asisten di rumah ini." jawab Devan santai.

Jawaban itu makin sukses membuat mulut Aira menganga lebar. Gila, asisten rumah tangganya saja sebanyak ini!

"Sudah, nggak usah muka bingung begitu. Nanti juga kamu paham sendiri." kekeh Devan menenangkan.

Di saat yang sama, seorang wanita tua yang melihat cucu kesayangannya akhirnya menginjakkan kaki di rumah, langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menghampiri Devan.

"Devan! Kamu sudah pulang, Nak?" serunya girang sambil memeluk Devan erat-erat. Saking fokusnya melepas rindu pada sang cucu, beliau sama sekali belum menyadari kehadiran wanita cantik yang berdiri tepat di samping Devan.

"Oma itu kesepian banget kalau kamu nggak ada di rumah. Kamu nggak capek apa kerja terus-terusan? Kapan mau nikahnya kalau hidupmu cuma diisi sama urusan kantor? Umurmu itu sudah matang, Devan! Buruan nikah biar nggak jadi perjaka tua. Kalau kamu punya istri, kan Oma jadi ada temannya di rumah, nggak bakal kesepian lagi." cerocos Nenek Maria tanpa henti.

Devan hanya mampu memutar bola matanya malas. Omanya ini memang tidak ada kapoknya, tiap kali bertemu pasti piringan hitamnya diputar lagi, menyuruhnya cepat-cepat menikah. Selama ini Devan selalu memasang telinga tuli, secara dia memang belum menemukan calon istri yang pas.

Dan ya, alasan itu pulalah yang membuat Devan akhirnya nekat menikahi Aira beberapa waktu lalu. Selain agar Omanya berhenti cerewet menuntutnya menikah, Devan juga sudah mantap dan ikhlas menerima Aira. Dalam hatinya, Devan yakin Aira memang jodoh yang sudah ditakdirkan Tuhan untuknya.

"Oma nggak capek apa ngomel suruh Devan nikah melulu?" potong Devan sambil tersenyum tipis. "Padahal Devan ini sudah nikah loh, Oma. Pulang ke rumah juga sengaja mau ngenalin istri Devan ke Oma."

Greb! Dengan gerakan mantap, Devan merangkul pinggang langsing Aira yang sejak tadi cuma bisa menyimak diam-diam.

Nenek Maria yang bernama lengkap Maria Kusuma seketika terpaku. Pandangannya baru benar-benar tertuju pada sosok wanita berparas cantik di sebelah cucunya.

"Nih, kenalin. Istriku, namanya Aira." ujar Devan bangga.

Aira yang sadar giliran dia bersuara, langsung mengumbar senyum manis paling ramah lalu mengulurkan tangannya pada Nenek Maria. "Halo, Oma. Nama saya Aira... istrinya Mas Devan."

Nenek Maria membeku di tempat, matanya membelalak tak percaya. Bagaimana mungkin cucu kesayangannya tiba-tiba pulang membawa status suami orang tanpa ada angin tanpa ada hujan?!

**Bersambung.**

Bantu up yah teman-teman.

Mohon dukungannya.

1
Sri Supriatin
Wah senengnya Devan mau bikin pesta pernikahan... Rezeki Aira🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bener kt bp mu Karin, pasti bakal nyesel kan🤭🤭🤣🤣
Nenk Shila
knp nggk keluar aja sih, devan ajak istrimu tinggal d luar hadeuuh lemah
Sri Supriatin
Sorry Aira salah typo... Tks double upnya thor🙏🙏
Sri Supriatin
Biasa yg kaya setengah2 ngk ngehargai status, kel oma Devan mah luar biasa... Selamat Aria diterima tulus sm oma 🙏🙏💪💪
Sri Supriatin
Kereeen si Devan 👍👍💪💪
Sri Supriatin
Tambah seru thor, double up dong🙏🙏
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
semangat thor🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Bagus Aria keluar aja kan Devan sudah ngajak biar tau rasa kalau Devan mapan 👍😍😍😍
Tuty Yatun
sering2 up dong kak bagus ceritanya asal jgn terlalu bertele2 seperti sinetron ikan terbang🤭🤣
Noona Rara: Hehehe iyaa kak
total 1 replies
Cha Libra
thour ..novel mu masih bnyak yg On going npa udh nongol yg baru terus setiap cerita hampir Sma smua
Noona Rara: Iya kak. Untul novel sebelumnya itu udah stuck. Nggak bisa aku kembangin lagi.
Dan untuk kenapa ceritanya hampir sama karena memang aku fokusnya ke drama keluarga yah.
Jadi saat ini fokus aku kedua novel aja. Terjerat Takdir dan suksesnya istri yang tersakitii.
Makasih kak udah mau baca🙏🏽
total 1 replies
Sri Supriatin
Saya hadiir thor baru aja bc marathon n seryuuu👍🙏🙏🙏
Noona Rara: Makasih ya udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!