NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Perburuan di Antara Pulau Bintang

Riu Han terdiam sejenak, membiarkan pemahaman tentang tingkatan kekuatan meresap sepenuhnya. Binatang Hunshuan tingkat tiga belas akhir — itu setara dengan seorang Raja Dewa tingkat akhir. Di hadapan sosok sekuat itu, seorang Dewa Kecil hanyalah semut yang bisa dihancurkan dengan satu jari. Ia menarik napas panjang, menyusun kembali gambaran tingkatan kekuatan di benaknya:

Tingkatan Dewa terbagi menjadi dua alam besar. Pertama, Dewa Kecil, yang mencakup tiga jenjang: Dewa Kecil Awal, Dewa Menengah, dan Dewa Besar. Di atasnya berdiri Dewa Sejati, yang juga terbagi tiga: Raja Dewa, Dewa Sejati, dan Kaisar Dewa. Dan di puncaknya, melampaui segala batas, berdiri tingkatan Abadi. Jarak antara Dewa Kecil dan Dewa Sejati bukan sekadar selisih angka — itu jurang yang lebar, tempat kekuatan biasa tak mampu menyeberanginya.

"Kalau begitu, kita bermain di bagian luar saja dulu," putus Riu Han dengan tegas namun tenang. "Ketika kekuatan kita sudah cukup, barulah kita menuju pusat alam semesta mini ini."

Genbu dan Bai Wing mengangguk setuju. Mereka pun memeriksa pulau batu tempat mereka mendarat. Permukaannya keras bagai baja, nyaris tak tertembus, dan tumbuh-tumbuhan di sana sangat jarang — hanya sejenis lumut berwarna abu-abu yang menempel di celah-celah batu. Luasnya melebihi sebuah kota besar; manusia biasa butuh berjam-jam untuk berjalan mengelilinginya. Setelah memastikan tak ada yang berharga di sana, mereka terbang menuju pulau berikutnya.

Dari kejauhan pulau itu tampak dekat, namun perjalanan memakan waktu dua puluh menit — jarak yang setara dengan perjalanan dari Kerajaan Jiang hingga Kerajaan Lin, tempat yang butuh waktu empat hari bagi seorang Semi-Dewa untuk menempuhnya. Pulau ini beberapa kali lipat lebih besar dari yang sebelumnya, dan di permukaannya tumbuh bunga-bunga aneh yang berkilauan lembut. Riu Han mengerutkan dahi; meski pengetahuannya tentang herbal sangat luas, ia tak mengenali satu pun tanaman di sini.

"Xiao Bai, maukah kau keluar?" panggilnya pelan. Ia menjentikkan jari, dan sosok bocah berusia sepuluh tahun muncul di sampingnya.

"Kakak Genbu! Kakak Bai Wing! Apa kabar?" Xiao Bai menyapa riang, lalu menatap sekeliling dengan keheranan. "Ah... sekarang aku paham. Pantas Kakak memanggilku," ucapnya tiba-tiba murung.

"Hei, apa kau tak senang bertemu kami? Kau lebih suka duduk tenang di taman herbal, bukan?" goda Genbu melihat ekspresinya.

"Bukan begitu! Tentu saja senang!" Xiao Bai menggeleng cepat. "Hanya saja... setiap kali Kakak Riu memanggilku, pasti soal tanaman saja. Huh, sialan..."

"Kalau begitu, lain kali aku tak akan memanggilmu lagi," ucap Riu Han sambil menahan senyum.

"Eh, tidak! Bukan begitu maksudku!" Xiao Bai mendekat memohon. "Aku mau kok ikut! Tapi... jangan cuma urusan tanaman saja, boleh?"

"Baiklah, janji," Riu Han tersenyum.

"Wah, hebat!" Xiao Bai menepuk dadanya dengan gagah. "Katakan saja apa yang kau butuhkan! Pasti beres!"

Genbu tertawa kecil. "Belum lama tak bertemu, kau makin sombong saja."

"Itu jurusmu sendiri, Kakak Genbu," jawab Xiao Bai santai.

"Sungguh?" Genbu menggaruk kepala, bingung sendiri. Benarkah? Kapan aku begitu? batinnya.

"Xiao Bai, apakah kau mengenali tanaman ini?" Riu Han menunjuk ke arah bunga yang memancarkan cahaya perak.

Xiao Bai menatapnya lekat-lekat. "Bentuknya mirip tanaman di alam kita, Kakak, namun energi di dalamnya berbeda. Ada kekuatan asing yang tak kukenal. Ini sejenis herbal, tapi sifatnya pasti berbeda dari yang kita kenal."

"Kalau begitu, mari kita petik semuanya," perintah Riu Han.

Xiao Bai bergerak lincah, memetik ratusan tanaman itu dengan cekatan. Riu Han menyimpannya ke dalam Cincin Ruang, lalu meminta Qin Siue menanamnya di tempat terpisah — agar tumbuh dan berkembang tanpa tercampur dengan tanaman lain.

"Baiklah, lanjutkan perjalanan," ajak Riu Han. Kali ini Xiao Bai ikut terbang bersama mereka, tampak riang bagai anak kecil yang memang sifat aslinya.

"Kakak," Bai Wing menunjuk ke arah pulau tak jauh dari sana, "di sana ada Binatang Hunshuan yang mirip rayap. Jumlahnya banyak, rata-rata berada di tingkat awal hingga akhir Dewa Kecil."

"Kalau begitu, mari kita berburu rayap," ucap Riu Han.

Mereka mendarat di pulau itu — luasnya beberapa kali lipat kota di Alam Bawah. Permukaannya tampak sepi, namun Bai Wing telah menjelaskan bahwa makhluk-makhluk itu bersembunyi di dalam tanah. Keempatnya melangkah maju, tingkat kekuatan mereka serupa — Dewa Kecil Awal. Xiao Bai pun telah naik ke tingkatan itu sejak tiba di Alam Empat Wilayah, namun sebagai tanaman yang berwujud manusia, ia tak diciptakan untuk bertarung. Di antara mereka, ia paling lemah.

"Xiao Bai, jika merasa tak sanggup, jangan memaksakan diri. Ingat itu," pesan Riu Han lembut.

Xiao Bai mengangguk mantap.

Mereka menyusuri permukaan pulau itu. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari bawah tanah — dam, dam, dam! Puluhan makhluk hitam muncul dari celah tanah, setinggi satu meter, bertubuh kokoh bagai anak kecil. Tanpa peringatan, mereka melesat menyerang.

Siut! Satu mendekat. Siut, siut! Yang lain menyusul. Keempatnya bergerak membalas — pukulan dan tendangan menghantam tubuh keras mereka. Kulit makhluk itu tebal dan keras, namun masih bisa dihancurkan oleh kekuatan mereka. Namun di tengah pertarungan, Xiao Bai mulai kesulitan. Seekor rayap berhasil menggigitnya, dan seketika itu juga makhluk itu mengeluarkan suara melengking yang memanggil kawan-kawannya. Puluhan makhluk lain bergegas mengeroyok bocah itu.

"Kakak! Tolong!" teriak Xiao Bai. Ia terhuyung-huyung, tubuhnya memar dan lecet. Tanpa kecepatan luar biasa dan kemampuan penyembuhan alaminya, ia pasti sudah terluka parah. Makhluk-makhluk itu merasa kekuatan mereka bertambah setelah menggigitnya, seakan darah Xiao Bai adalah sesuatu yang lezat dan berharga. Mereka makin berdatangan. Melawan satu atau dua mungkin masih bisa, melawan puluhan — ia hanyalah makanan empuk bagi mereka.

"Siut! Bam! Blam! Dam!"

Genbu dan Bai Wing bergerak secepat kilat, memukul dan melempar makhluk-makhluk itu hingga terpental dan hancur. Riu Han melirik sejenak, memastikan Xiao Bai selamat, lalu kembali menumpas rayap-rayap di hadapannya. Bagi kekuatannya saat ini, makhluk-makhluk itu tak berbeda dari semut — mudah dihancurkan dalam sekejap.

Setelah ancaman mereda, Genbu menatap Xiao Bai sambil menghela napas. "Kau ini merepotkan sekali, Xiao Bai. Terlalu lemah untuk bertarung seperti ini."

"Mereka curang, Kakak Genbu!" Xiao Bai membela diri sambil mengusap noda darah di pipinya. "Satu lawan satu aku pasti menang! Tapi mereka memanggil teman dan mengeroyokku!"

"Sudahlah," Bai Wing tersenyum tipis. "Lebih baik kau masuk ke dalam Cincin Ruang Kakak Riu Han sebelum dijadikan makanan penambah tenaga mereka."

"Baiklah..." Xiao Bai melesat mendekati Riu Han, wajahnya masih cemberut. "Kakak Riu, aku lelah. Boleh aku istirahat dulu di taman herbal?"

Riu Han tersenyum. "Bukankah tadi kau bilang ingin ikut kami?"

"Hehehe... lain kali saja, Kakak. Kalau waktunya sudah tepat, aku akan keluar lagi. Sekarang ijinkan aku masuk dulu, ya?"

Riu Han mengangguk, dan Xiao Bai lenyap dari tempatnya, kembali ke tempat yang aman.

Tak lama kemudian, semua makhluk di pulau itu tewas. Ratusan tubuh tergeletak di tanah. Ketiganya mengumpulkan Kristal Roh — sumber energi murni yang paling berharga di tempat ini. Genbu dan Bai Wing semula membiarkan Riu Han menyimpannya seorang diri, namun Riu Han menolak.

"Mulai sekarang, masing-masing harus membawa sebagian," ucapnya tegas. "Belajar dari kesulitan kalian saat jauh dariku. Setiap orang wajib membawa harta sendiri — terutama batu roh dan bahan untuk berkultivasi."

Mereka pun membagi rata. Setelah yakin tak ada makhluk yang tersisa, ketiganya duduk beristirahat di atas batu yang hangat, mengobrol santai sambil menatap pulau-pulau lain yang berkelap-kelip di kejauhan. Perjalanan mereka baru saja dimulai, dan di tempat yang begitu luas, setiap pulau menyimpan rahasia, bahaya, serta harapan yang baru.

1
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han dialam atas makin mantap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!