NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21. Acuh tak acuh

Langkah kaki Gia dan Elkan bergema anggun di sepanjang selasar VK Group. Di balik balutan setelan jas putih gadingnya, dada Gia berdesir halus. Kesuksesan audit hari ini memang terasa bagai kemenangan mutlak, tetapi di sela-sela kebahagiaan itu, ada satu potongan teka-teki yang masih mengganjal benaknya: pesan terenkripsi dari Aldo semalam.

Pesan tentang sertifikat tanah asli milik almarhum ayahnya.

Meski di hadapan Elkan dan keluarga besar Kirana ia bersikap dingin serta berhasil memerintahkan pengisolasian Aldo, Gia sadar betul bahwa Aldo tidak cukup pintar untuk mengarang ancaman spesifik semacam itu. Tanah warisan ayahnya di desa bukan sekadar aset bernilai material, melainkan fondasi sejarah keluarga Kirana yang paling sakral tempat kenangan masa kecilnya terukir sebelum segala pengkhianatan terjadi.

Ketika mereka melangkah menuju lift pribadi, Gia menyentuh pelan lengan Elkan. "Elkan... kamu duluan ke mobil, ya. Ada satu berkas pribadi di ruang kerjaku yang tertinggal."

Elkan menatapnya lekat, mengamati pendar mata Gia yang tertutup ketenangan sempurna. "Perlu kuantar?"

"Tidak usah. Cuma sebentar, kok. Aku tidak mau membuat Mama dan Ibu menunggu lebih lama untuk *fitting* gaun," jawab Gia manis, menyunggingkan senyum hangat yang berhasil mencairkan kecurigaan di mata pria itu.

Elkan mengangguk, lalu mendaratkan kecupan lembut di dahi Gia sebelum melangkah menuju area parkir VIP. "Jangan lama-lama, Nona Kirana."

Begitu pintu lift tertutup rapat membawa Elkan turun, senyuman manis di wajah Gia memudar seketika. Ia berbalik tajam, melangkah cepat menuju ruang kerja eksekutifnya yang sepi. Begitu pintu kayu jati itu terkunci dari dalam, Gia merogoh gawai pribadinya. Layar menyala, menampilkan kembali pesan singkat dari nomor tak dikenal yang sempat ia baca semalam.

‘...kalau kamu mau tanah warisan ayahmu selamat, datang sendiri ke dermaga tua jam dua malam ini tanpa Elkan!’

Gia menyandarkan jemarinya yang lentik di atas meja marmer, matanya menyipit tajam. Aldo kini telah membusuk di sel isolasi ketat tanpa akses komunikasi sedikit pun. Namun, gertakan soal sertifikat tanah asli itu terlalu spesifik. Jika Aldo sudah dipenjara, siapa sebenarnya yang menguasai fisik dokumen tersebut saat ini? Apakah ada pihak ketiga yang memanfaatkan keputusasaan Aldo sejak awal? Atau justru... pengacara bayaran yang kabur dari ruang rapat tadi pagi yang memegang kartu AS itu?

Gia tidak bisa membiarkan tanah penuh kenangan milik almarhum ayahnya jatuh ke tangan yang salah, apalagi dijadikan alat pemerasan di kemudian hari. Gertakan Aldo memang gagal menghancurkan audit hari ini, tetapi potensi ancaman di balik dokumen itu bagaikan duri dalam daging yang harus ia cabut hingga ke akarnya.

Tanpa ragu, Gia menekan sebuah nomor di saluran terenkripsi kontak khusus kepala pengawal pribadi yang hanya tunduk pada perintah langsung darinya, tanpa sepengetahuan keluarga Vance maupun Elkan.

"Irsyad," panggil Gia dengan nada dingin yang menuntut kepatuhan mutlak. "Lacak posisi terakhir pengacara yang mendampingi Aldo kemarin. Dan siapkan tim bayangan untuk menyisir area dermaga tua nanti malam."

"Baik, Nona Gia. Apakah Perdana Menteri Vance perlu diberitahu?" tanya suara berat di ujung telepon.

"Tidak perlu," potong Gia tegas. "Ini urusan pribadi keluarga Kirana. Jangan sampai ada satu patah kata pun yang bocor pada Elkan. Aku akan menangani penyelesaian sertifikat ini dengan caraku sendiri."

Sore itu, di kediaman mewah Kirana, kemegahan gaun-gaun pertunangan bernilai miliaran rupiah menyambut kedatangan Gia. Tiga puluh busana adibusana berkilauan di bawah pendar lampu kristal, dikelilingi oleh Nyonya Sophia dan Mama Victoria yang antusias menyambut sang calon permaisuri. Gia tersenyum anggun, melakoni peran sebagai wanita paling bahagia di dunia, mencoba menyembunyikan rencana berbahaya yang telah ia rancang untuk tengah malam nanti.

Di balik tawa bahagianya bersama Elkan yang mendampinginya memilih gaun, pikiran Gia sudah melayang jauh ke dermaga tua yang gelap. Malam ini, ia tidak hanya akan mengambil kembali hak milik almarhum ayahnya, tetapi juga menumpas sisa-sisa benalu masa lalu sampai tak berbekas.

Tanpa ragu, Gia menekan sebuah nomor di saluran terenkripsi kontak khusus kepala pengawal pribadi yang hanya tunduk pada perintah langsung darinya, tanpa sepengetahuan keluarga Vance maupun Elkan.

"Irsyad," panggil Gia dengan nada dingin yang menuntut kepatuhan mutlak. "Lacak posisi terakhir pengacara yang mendampingi Aldo kemarin. Dan siapkan tim bayangan untuk menyisir area dermaga tua nanti malam."

"Baik, Nona Gia. Apakah Perdana Menteri Vance perlu diberitahu?" tanya suara berat di ujung telepon.

"Tidak perlu," potong Gia tegas. "Ini urusan pribadi keluarga Kirana. Jangan sampai ada satu patah kata pun yang bocor pada Elkan. Aku akan menangani penyelesaian sertifikat ini dengan caraku sendiri."

Sore itu, di kediaman mewah Kirana, kemegahan gaun-gaun pertunangan bernilai miliaran rupiah menyambut kedatangan Gia. Tiga puluh busana adibusana berkilauan di bawah pendar lampu kristal, dikelilingi oleh Nyonya Sophia dan Mama Victoria yang antusias menyambut sang calon permaisuri. Gia tersenyum anggun, melakoni peran sebagai wanita paling bahagia di dunia, mencoba menyembunyikan rencana berbahaya yang telah ia rancang untuk tengah malam nanti.

Di balik tawa bahagianya bersama Elkan yang mendampinginya memilih gaun, pikiran Gia sudah melayang jauh ke dermaga tua yang gelap. Malam ini, ia tidak hanya akan mengambil kembali hak milik almarhum ayahnya, tetapi juga menumpas sisa-sisa benalu masa lalu sampai tak berbekas.

Namun, ketika jarum jam menunjukkan pukul satu dini hari, sebelum Gia sempat menyelinap pergi keluar dari kediamannya, ponsel pribadinya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Irsyad beserta lampiran foto dan dokumen digital:

‘Nona Gia, tim kami sudah mencegat pengacara Aldo di batas kota saat dia mencoba kabur. Sertifikat tanah asli milik almarhum Ayah Anda berhasil diamankan tanpa perlawanan. Pengacara itu mengakui bahwa gertakan Aldo semalam hanyalah jebakan mentah untuk memancing Anda agar membatalkan pesta besok.’

Melihat sertifikat tanah yang sah dan aman di layar gawainya, Gia menghela napas lega yang begitu panjang. Ketegangan di bahunya mencair seketika. Duri terakhir dari masa lalunya kini benar-benar telah dicabut hingga ke akar.

Dua hari kemudian, keanggunan dan kemewahan mencapai puncaknya di Grand Ballroom hotel bintang lima milik VK Group. Malam pesta perayaan akuisisi sekaligus pengumuman resmi pertunangan Gia dan Elkan digelar dengan sangat megah. Para konglomerat, pejabat tinggi, hingga media massa papan atas berkumpul menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut.

Gia tampil bak ratu sejati dalam balutan gaun malam merah marun berlapis benang emas murni yang dipadukan dengan pashmina sutra polos yang terurai anggun. Di sampingnya, Elkan berdiri gagah dalam setelan tuxedo kustom, tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Gia.

Segalanya berjalan sempurna. Senyum kebahagiaan memancar dari wajah kedua keluarga besar yang menyatu. Namun, di tengah-tengah kehangatan acara, pintu ganda ballroom mendadak terdorong kasar dari luar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!