NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU PANGERAN ARNOLD

Setelah selesai berbincang lama, Akhirnya Arya dan Aluna berhasil mendapatkan sebuah tempat penginapan di desa Salim, Pak shan, Pria tua yang memberikan makanan gratis dan juga merekomendasikan penginapan ternyaman di sana.

Penginapan itu terlihat sederhana, Tetapi cukup nyaman, Di lantai atas hanya terdapat 5 kamar, Atapnya dari jerami. Tapi ada kasur dan selimut tebal, Di pojok kamar terdapat sebuah tungku kecil penghangat.

"Yang mulia, di sini hangat." Aluna mendekati tungku itu dengan wajah gembira, Ia mengusap kedua tangannya mengusir rasa dingin. "Kau kedinginan?" Tanya Arya, Aluna mengangguk. "Eum...tapi, Ini sudah hangat." Alih gadis itu, Kembali fokus pada tungku. "Kita hanya akan menginap satu malam saja, Besok kita harus meninggalkan tempat ini." Ucap Arya, Aluna menoleh dan mengangguk. "Baik."

Arya melepas jubah kusamnya, Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lama, Aluna datang dan menyerahkan botol obat pada Arya. "Jangan lupa minum obat, Tabib Julian bilang. Nadi yang mulia sudah mulia stabil. Umur yang mulia juga bertambah 10 tahun." Ucap Aluna, Arya tersenyum dan mengangguk. Sejak ia kecil, Raja Bastian selalu memanggil tabib yang di terkenal sangat hebat. Tetapi tak satu pun dari mereka berhasil menyembuhkan penyakitnya. Ada kalanya ia merasa bersyukur, Karna jatuh dari jurang. Ia bisa bertemu tabib sehebat Julian.

"Glek." Arya meminum obat itu dengan sekali tenggak. Rasa pahit obat sudah mulai membuatnya terbiasa. Tetapi, Ia juga bisa merasakan efek baiknya.

Tok! Tok!

"Permisi, Tuan dan nyonya. Di bawah ada pesta minum arak. Jika berkenan, Kalian bisa bergabung." Ucap seseorang di balik pintu, Arya berjalan pelan dan membuka pintu. Pria tua berjanggut putih itu tersenyum sopan. "Terima kasih tuan, Tetapi aku dan istriku. Tidak suka arak." Tolak Arya secara halus. Aluna berjalan dan menampakan wajahnya di balik pundak lebar Arya. "Arak? Apa itu enak?!" Aluna merasa penasaran.

"Setiap berhasil menjual beberapa senjata dan baju zirah. Beberapa penempa membuat acara pesta arak. Dan kebetulan, Tuan Ken. Penjaga penginapan ini baru saja menjual baju zirah tempaannya pada pasukan yang mulia pangeran Arnold. Itu sebabnya, Mereka merayakan hari ini." Ucap pria tua itu. Aluna tersenyum. "Boleh kami bergabung?" Tanya Aluna, Arya menahan tangan gadis itu. "Tidak boleh." Larangnya. Aluna memajukan bibirnya 5 inci. "Baiklah." Pasrah Aluna.

"Tuan tenang saja, Arak ini tidak sampai membuat orang mabuk. Kadar alkoholnya sangat tipis. Bisa di nikmati siapapun." Ucap pria tua itu. Arya terdiam dan menimang. Ia tak boleh lupa, Bahwa sekarang. Mereka di anggap buronan. Siapa saja bisa melaporkan keberadaan mereka pada raja Derry.

"Ayolah Arya, aku sangat ingin mencobanya." Rengek Aluna, Arya menghela nafas panjang. "Hanya satu gelas saja." Tegas Arya, Aluna tersenyum dan mengangguk.

"Baik pak, Kami akan segera turun." Ucap Arya, Pria tua itu mengangguk dan berjalan menuruni tangga. Arya membawa Aluna masuk. Ia memakaikan sebuah cadar pada gadis itu. "Pakai ini, Agar kau tetap aman." Perintah Arya. "Di bawah, Tidak boleh di lepas?" Tanya Aluna, Arya mengangguk pasti. "Lalu, Bagaimana aku minum arak?" heran Aluna, Arya menghela nafas berat. Ia tak suka bila wajah Aluna menjadi pusat perhatian. Apalagi pesta arak ini sudah pasti di penuhi oleh laki-laki seluruh kalangan usia.

"Yasudah, Tak usah pakai. Kau tak boleh jauh dariku." Kesal Arya, Aluna mengangguk cepat. "Terima kasih suamiku." Gadis itu memeluk Arya sebentar. Setelah itu, Keduanya pergi menuruni tangga untuk melihat beberapa pria meminum arak.

Terdapat beberapa meja panjang dengan banyak kursi, Semua hampir terisi penuh. Di atas meja, Terdapat gelas kayu tebal dan guci tanah liat berisi arak berusia 100 hari.

Pak shan melambai, Wajahnya tersenyum lebar menyambut Arya dan Aluna. Sepasang suami istri itu. Mereka duduk di bangku dan kursi paling ujung. Beberapa pria menatap Aluna dengan tertegun, Dan Arya menyadari hal itu. Ia mencoba menutupi Aluna di balik punggungnya. "Tenang saja, Mereka semua sudah memiliki seorang istri." Ucap pak shan menatap Arya yang berwajah masam. "Pak shan, Siapa mereka?" Tanya salah satu warga yang semeja dengan mereka. " Mereka itu kerabat tabib Julian, Dan kakek Lin. Dari desa Qing." Ucap pak shan.

"Woohh" Beberapa orang berseru heboh, Setelah Menyebut nama kakek Lin Dan tabib Julian, Beberapa orang yang awalnya berwajah datar dan acuh. Kini mulai tertarik dan berusaha ramah.

"Anda dan istri anda siapanya tabib Julian?" Tanya salah seorang pria berkumis tipis, Usianya kisaran 30 tahunan. "Aku anak dari adik kakek Lin." Karang Arya, Beberapa orang mengangguk antusias.

"Ayo kita bersulang!"

Teriakan itu menggema di bawah penginapan yang sederhana. Di luar terlihat dingin tetapi tak menakutkan. Gelas bambu itu bertos ria, Beberapa orang meminum arak dengan bahagia. Aluna mencobanya satu gelas, Sesuai janjinya pada Arya.

"Wahh...enak!" Gadis itu berbinar cerah, Arya memutar bola matanya malas. "Sedikit saja, Jangan sampai mabuk." Tegas Arya, Aluna mengangguk tanpa fokus pada Arya. Beberapa orang mengajaknya bersulang, Tetapi Arya menolaknya.

Tak lama, Beberapa orang masuk. Kedua mata Arya tak lepas dari 3 orang pria yang baru saja duduk di meja sebelah paling ujung. Mereka berpakaian seperti rakyat biasa, Tetapi pakaian itu terlalu bersih. Seperti menyamar.

"Arya, Ayo minum." Aluna menyodorkan gelasnya, Arya menatapnya dengan bingung. Salah satu dari pria itu menatap Arya dengan tajam, "Tidak, Kau saja." Tolak Arya. Aluna mengangguk dan tersenyum.

"Pangeran, Pria itu sudah pasti orang Dariyan." Bisik sang prajurit, Pangeran Arnold tersenyum sinis. "Aku pasti akan menangkapnya dan membawa kepalanya untuk ayahanda." Seringainya.

"Arya, Aku pusing." Eluh Aluna, Arya bangkit dan mengecek keadaan gadis itu. Ia lupa bahwa Aluna tak pernah meminum sesuatu yang beralkohol, Itu sebabnya dengan kadar sekecil ini saja ia bisa mabuk. "Ayo." Arya menggendong istrinya. "Pak shan, Kami akan naik duluan." Pamit Arya, Pria tua itu mengangguk.

Pangeran Arnold menatap Arya dengan wajah dingin, Lalu kedua matanya beralih pada seorang gadis di gendongan Arya. Gadis cantik berkulit putih bersih, Dengan kedua mata polos yang jernih. Wajah Arnold memerah, Jantungnya berdetak aneh.

Arya menatap tajam pangeran Arnold yang secara terang-terangan menatap istrinya. "Minum lagi, Kita minum lagi." Racau Aluna, Tubuh tegapnya semakin mendekap Aluna, Pria itu berjalan menaiki tangga. "Tunggu, Tuan!" Cegah Seseorang, Arya menghentikan langkahnya dengan pelan.

Pangeran arnold maju, Mendekati Arya yang berada di ambang tangga. "Bolehkah saya bersulang dengan anda?" Tanya pangeran Arnold, "Maaf tuan, Tapi...saya harus membawa istri saya yang mabuk untuk beristirahat." Tolak Arya tanpa menoleh, Pangeran Arnold menatap punggung Arya dengan senyuman licik.

"Boleh aku menghabiskan malam bersama istrimu? Akan aku bayar berapapun yang kau mau." Tubuh Arya menegang, Jari jemari dan uratnya mengetat. Suasana riuh mendadak sunyi, Terbalut atmosfir dingin yang menyelimuti tubuh Arya. Aura ini, Adalah aura seseorang yang pernah turun ke Medan perang, Membunuh lebih dari 1000 orang.

Hawa dingin membuat tubuh pangeran Arnold meremang, Merasakan lehernya bisa saja tertebas dalam hitungan detik. Tetapi, Ia tetap tersenyum senang, Seolah mendapatkan sebuah hiburan.

TBC

like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!