Kehidupan Bryan Lionel Woodrow (30) yang penuh misteri. Pemuda tampan menawan memiliki sejuta pesona dan misteri. Bahkan di setiap langkah pemuda ini selalu menebar senyum tipis menawan, tetapi palsu.
Bryan sendiri adalah seorang Komisaris di Woodrow Corporations sekaligus Dosen baik hati serta jadi idola kaum hawa. Dia adalah sosok sempurna bagi semua orang, tetapi siapa tahu kalau dirinya adalah psychopath sejati yang menakutkan.
Angelica Sonja Cornelius (20) mahasiswa populer, primadona kampus. Gadis baik hati, polos dan ramah. Dia juga memiliki segudang prestasi membuatnya menjadi idol para Mahasiswa.
Siapa sangka Angel sangat mengidolakan sang Dosen (Bryan), hingga suatu hari mengetahui rahasia sang Dosen. Angelica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Dosen favoritnya adalah seorang psychopath.
Mampukah Bryan melabuhkan hati serta menjadikan Mahasiswinya sebagai tambatan hati?
Rahasia kelam membuat Bryan menjadi iblis berkedok malaikat. Akankah Angel bisa menerima Bryan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL – Angry!
"Mr Woodrow," panggil Steve.
"Iya, Mr Steve?"
"Sejujurnya aku ingin menanyakan ini. Apa hubungan Anda dengan adik saya?" tanya Steve hati-hati.
Senyum tampan merekah di bibir tipis itu, "Saya akan menjawab saat kedua orang tua Anda pulang," jawab Bryan kalem.
"Anda sangat sopan, Mr. Rasanya malu berhadapan langsung dengan orang besar seperti Anda," ucap Steve tidak enak.
"Anda biasa saja dengan saya. Lagian umur kita sejajar," sela Bryan sebaik mungkin.
"Saya tetap merasa tidak enak. Saya 31 tahu Mr Woodrow."
"Kalau begitu, panggil saya Bryan. Umur saya 30 tahun ini. Jangan formal begitu, Steve!" tegas Bryan seraya tersenyum kalem.
"Steve, saya suka mendengar panggilan non formal ini, Bryan!" sahut Steve bercanda.
"Kak Steve. Papa sama Mama sudah pulang. Emz, Pak Bryan, orang tua ku sudah pulang," ujar Angelica malu.
Bryan tersenyum tipis mendengar ucapan gadisnya. Ia mendekat ke arah Angelica, "Kamu tidak sabar untuk ku pinang, cintaku?" bisik Bryan menggoda.
Angelica merona mendengar ucapan kekasihnya itu. Ia menyikut pelan pinggang berotot Bryan.
Melihat interaksi antara adik dan orang yang dia kagumi, Steve merasa senang, "Kalian pacaran ya?" tanya Steve polos.
"Kami, itu emz.... Kami emz... "
"Tidak usah di bahas lagi ok. Ayo, Bryan kita menemui, Papa Mamaku!" ujar Steve jenaka.
***
Emily ibu dari 2 putra dan 3 putri ini sedang menunggu Putrinya. Jessica putri kedua, Angelica putri ketiga dan Kimberly puri keempat. Tidak lama yang ditunggu datang.
"Mama, Angel rindu." Angelica memberikan pelukan hangatnya. Terapi, tidak beberapa lama Mamanya melepas pelukannya. Selalu begini, 2 saudarinya tidak pernah suka padanya. Bahkan Ibunya terang-terangan tidak sayang padanya.
"Ngga usah peluk. Apa hubunganmu dengan Mr Woodrow?" tanya ibunya mengintimidasi.
"Beliau Dosen ku, Ma. Kami ...."
"Kamu tahu, pemuda tampan itu di sukai kakakmu, Jessica. Kamu harus membantunya bersatu. Karena ku lihat kalian dekat!" tegas Nyonya Emily.
Mata ash grey Angelica membulat sempurna mendengar ucapan Ibunya, "Kakak suka, Pak Bryan?" tanya Angelica menahan sakit.
"Hm, aku menyukainya. Dia kaya raya, tampan dan panas. Aku menginginkan, nya," jawab Jessica santai.
"Lagian, Kak Angel kan hanya Mahasiswinya. Harusnya membantu Kakak sendiri," celetuk Kimberly.
Angelica menahan sekuat tenaga air matanya yang siap mengucur deras, "Aku tidak bisa," tolak Angelica lirih.
"Why? Kamu menyukai Dosen mu itu?" tanya Jessica sengit.
"Aku tidak menyukainya," jawab Angelica tegas.
"Jadi siap membantu hubunganku. Akhirnya punya pacar komisaris," bangga Jessica.
"Kenapa kamu selalu mengambil milikku? Aku kuliah di Los Angeles hanya karena perintah kalian. Aku mengikhlaskan Mr Henry juga karena kamu dan itu juga perintah kalian...
... akan ku tegaskan, aku mencintainya dan tidak akan sudi melepasnya sampai mati. Karena bagiku dia adalah malaikatku. Jangan harap sekali ini aku menuruti keinginan kalian!" pungkas Angelica tegas. Mata indah itu menyorot tajam bak laser.
Mereka terperangah mendengar ucapan tegas Angelica. Biasanya Angelica akan pasrah menuruti keinginan mereka.
Emily berdiri, dia marah pada Angelica, "Dasar tidak punya otak ...! Harusnya kamu sadar diri, kalau kamu tidak pantas untuknya. Kamu hanya gadis lemah tidak punya malu. Aku jijik mengakui mu sebagai putri, dan ya, Mr Woodrow harus jadi milik putriku Jessica!" marah Nyonya Emily menyakiti hati Angelica.
"Aku tidak percaya, orang menjijikkan seperti mu mampu berbicara begitu. Dengar ya Mr Woodrow akan jadi milikku!" seru Jessica menusuk jantung.
"Aku tidak akan menyerah mempertahankan cinta ini. Mati pun aku tidak akan membiarkan mu menyentuh milikku!" balas Angelica tak kalah menusuk. Ia sudah habis kesabaran karena sering mengalah demi mereka.
"Kau ....!!!" raung Jessica murka. Dia nyaris menampar pipi gembil Angelica jika tidak ada tangan besar menghalanginya.
"jangan sentuh calon Istriku ...! Aku tidak sudi menikah dengan gadis bar-bar sepertimu. Lagian sebentar lagi marga Cornelius akan berubah menjadi Woodrow. Aku sudah meminta restu pada orang tua mu, beliau merestuinya. Dan untuk Anda Nyonya Emily, harusnya bersikap adil terhadap anak. Aku datang kesini guna meminta restu. Aku pikir gadisku di perlakukan baik, ternyata aku salah. Datang ke pesta pernikahan kami 1 bulan dari sekarang!" tegas Bryan dengan nada dingin bak kutup utara. Mata elang itu sekarang menyorot begitu tajam bak Dewa kematian.