NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Pada Brondong SMA

Jatuh Cinta Pada Brondong SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: yuni93

Aku pikir tidak akan pernah jatuh cinta lagi setelah dikhianati oleh orang yang paling kupercaya. Namun kehadiran Juvan, seorang siswa SMA yang sederhana dan selalu memperlakukanku dengan tulus, perlahan mengubah semuanya. Di saat aku berusaha menganggapnya hanya sebagai adik, dia justru membuat hatiku berdebar dengan cara yang tidak pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Dan untuk pertama kalinya, aku takut mengakui bahwa aku mulai jatuh cinta pada berondong SMA. 🤍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Juvan Mengetahui Kebenaran

Di hari minggu, Pagi itu udara masih terasa segar saat Juvan berjalan menuju bengkel tak jauh dari rumahnya. Langkahnya pelan, pikirannya melayang—sudah berminggu-minggu ia tak bertemu Yena, dan pesan-pesannya tak pernah lagi mendapat balasan. Setiap malam ia menatap layar ponselnya, berharap ada kabar dari wanita yang tak sengaja merenggut hatinya itu, namun layar itu selalu gelap dan sunyi. Apakah Kak Yena benar-benar tak ingin menemuiku lagi? batinnya perih, namun ia tak pernah berani memaksakan diri datang ke rumah atau toko kuenya.

Sesampainya di bengkel, Juvan berhenti di depan pintu, menunggu mekanik memeriksa motornya yang sejak beberapa hari lalu bermasalah. Saat itulah sebuah mobil berwarna putih berhenti tak jauh dari sana, dan seorang perempuan turun dengan langkah ringan—Vivien. Ia datang ke bengkel itu untuk mengganti oli mobilnya, dan saat matanya menyapu ke sekeliling, pandangannya langsung terpaku pada sosok remaja yang berdiri tak jauh dari sana.

Jantung Vivien seakan berhenti berdetak sejenak. Ia menatap lekat-lekat wajah itu, lalu seketika teringat cerita Yena di kafe tempo hari—tentang seorang anak laki-laki berusia tujuh belas tahun yang ia bawa ke pesta, yang ternyata menjadi alasan Arga begitu cemburu dan mengancam.

"Eh... ini kan cowok yang diceritakan Yena itu? Kalau tidak salah namanya Juvan ya?" batin Vivien matanya tak berkedip menatap sosok itu.

Juvan berdiri dengan tenang, memakai kaos putih,celana hitam dan sendal hitam.rambutnya yang tertata rapi berkilau terkena cahaya matahari pagi. Saat ia menoleh sekilas, wajahnya yang tampan dan matanya yang jernih membuat Vivien nyaris ternganga.

"Eehh buset..... pantas saja Yena tertarik sama brondong ini," pikir Vivien takjub menatapnya dari jarak dekat. "Ternyata dari dekat setampan ini ya... Tingggi, putih lagi, duhh tipe gue banget ini.. apa aku minta nomor WA-nya saja kali ya?

Vivien menepuk pelan dahinya sendiri, menyadari pikiran konyol yang tiba-tiba muncul.

"Eeh apasih Vivien! Jangan mikir yang aneh-aneh deh! Dia itu penting buat Yena, dan aku harus kasih tahu dia kebenaran yang sesungguhnya!"

Menarik napas dalam-dalam, Vivien melangkah mendekat dengan senyum ramah.

"Hai," sapa Vivien lembut. "Kamu Juvan, temannya Yena, kan?"

Juvan tersentak kaget. Matanya membelalak menatap perempuan asing yang tiba-tiba menyapanya dengan menyebut nama Kak Yena. Ia menatap Vivien dari atas ke bawah, mencoba mengingat-ingat apakah mereka pernah bertemu sebelumnya, namun tak ada bayangan wajah perempuan ini di kepalanya. Dengan canggung, Juvan hanya mengangguk pelan, bibirnya terkatup rapat tak tahu harus berkata apa.

"Iya... saya Juvan," jawabnya pelan, suaranya terdengar canggung.

"Kamu siapa? Kenapa tahu nama saya?"

Vivien tersenyum lembut, melihat betapa polos dan lugunya anak ini—betul-betul tipe yang bisa membuat siapa saja ingin melindunginya. Namun senyum itu perlahan memudar saat menyadari beban kebenaran yang harus ia sampaikan.

"Aku Vivien," ucapnya pelan namun jelas. "Aku sahabat dekat Yena. Dan aku sengaja menyapamu karena... ada hal penting yang harus aku ceritakan padamu, Juvan. Sesuatu yang mungkin selama ini kamu tidak ketahui,tentang yena."

Jantung Juvan seketika berdegup kencang. Ia merasakan firasat buruk yang tiba-tiba menyergapnya. Alisnya bertaut cemas, matanya menatap Vivien lekat-lekat.

"Hal penting?" tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar.

"Tentang Kak Yena? Apakah... apakah Kak Yena baik-baik saja? Kenapa dia tak pernah membalas pesanku? Kenapa dia tiba-tiba menjauhiku?"

Pertanyaan itu meluncur deras dari mulutnya—seolah semua kerinduan, kebingungan, dan rasa takut yang dipendamnya selama ini akhirnya menemukan jalan keluar. Vivien menatapnya dengan tatapan penuh simpati dan kepedihan. Ia bisa melihat betapa tulusnya perasaan anak ini terhadap Yena, dan betapa sakitnya ia harus mendengar kebenaran itu.

Vivien melirik sekeliling, memastikan tak ada yang mendengar, lalu menatap mata Juvan dengan serius.

"Juvan... dengar aku baik-baik," ucapnya rendah namun tegas. "Yena  menjauhimu bukan karena dia tidak menyukaimu. Dia melakukan itu justru karena dia peduli padamu—sangat peduli. Dia tak ingin kamu terluka. Dan semua ini... semua ini ulah mantan kekasihnya."

Setelah mendengar penjelasan itu tubuh Juvan menegang seketika. Rahangnya mengeras, tangannya terkepal erat di sisi tubuh.

"Mantan kekasih kak yena,siapa orangnya..." gumamnya penuh kebencian. "Apa yang dia lakukan?"

"Nama nya arga"

Vivien lalu menghela napas panjang, lalu menceritakan semuanya—mulai dari ancaman Arga kepada Yena, perintah Arga untuk mencelakai Juvan tempo hari, tekanan dari Papa Yena yang memaksa Yena kembali bersama Arga, hingga bagaimana Arga mengancam akan melakukan hal yang lebih buruk lagi jika Yena tak menjauhi Juvan.

"Dia memilih menjauhimu, Juvan," tutup Vivien dengan suara lirih,

"karena dia tak tahu cara lain untuk melindungimu. Dia takut kalau kamu tetap dekat dengannya, Arga akan benar-benar menyakitimu. Dan dia tak sanggup menanggung risiko itu."

Juvan berdiri mematung di tempat, seolah dunia di sekelilingnya runtuh seketika. Segala kebingungan dan kesedihan yang ia rasakan selama ini seketika terjawab—namun jawaban itu justru jauh lebih menyakitkan dari yang ia bayangkan. Rasa bersalah yang luar biasa menyergap hatinya. Yena menjauh bukan karena membencinya, tapi karena menyayanginya. Dan ia... ia justru menyalahkannya, bertanya-tanya kenapa dia begitu kejam padanya.

Wajah Juvan memucat, matanya berkaca-kaca menahan amarah yang meluap-luap—arah kepada Arga, dan kepada dirinya sendiri karena tak mampu melindungi wanita yang ia cintai.

"Kak Arga..." desisnya pelan namun penuh amarah yang membara, tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Beraninya dia. "

Vivien melihat perubahan drastis pada ekspresi Juvan—sosok yang tadi terlihat polos dan lugu kini memancarkan ketegasan dan kemarahan yang mendalam.

"Juvan..." panggil Vivien pelan. "Aku bilang ini bukan untuk membuatmu marah, tapi supaya kamu mengerti alasan Yena. Dia benar-benar berjuang sendirian, dan dia tak ingin kamu terseret ke dalam masalah ini."

"Dan ya,kau harus tau satu hal juvan. Sepertinya yena menyukaimu. "

Mendengar itu juvan setengah tak percaya jika yena juga menyukainya.

Juvan menatap Vivien dengan tatapan yang tak lagi sama—tatapan yang penuh tekad dan ketegasan yang tak tergoyahkan.

"Terima kasih sudah memberitahuku, Kak Vivien," ucapnya dengan suara yang rendah namun berwibawa, jauh lebih dewasa dari usianya.

"Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tidak akan membiarkan Kak Yena berjuang sendirian lagi."

Tanpa menunggu jawaban Vivien, Juvan berbalik berjalan cepat menuju motornya yang sedang di perbaiki, matanya menatap lurus ke depan dengan tekad yang membara. Motornya harus selesai secepat mungkin—karena ia tak akan membiarkan wanita yang ia cintai terperangkap dalam neraka itu sendirian.

"Anak ini ternyata umurnya saja yang kecil tapi keberaniannya gede juga ya" vivien membatin

"When ya,dapet cowok seperti juvan.gue yang jomblo dari lahir ini pengen banget punya pacar. Tuhan kapan aku punya pacar. Gerutu Vivien pada dirinya sendiri.

1
Visitor3579
Kagak perlu didengerin, klo udah ketahuan selingkuh ya ketahuan ajah. ga usah pake sok nyesal
Visitor3579
Cowok bloooon
Visitor3579
Gilak, dari sini Yena trauma sih buat jatuh cinta lagi. Plisss Yena kuat kan gak menye2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!