kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.21
Duke morvain tampak murka saat usaha bisnis air nya terhambat. Dia langsung menyuruh para penjaga nya memukul orang orang yang bertugas.
"Bugh ...bugh....bugh...." pukulan begitu keras membuat para preman itu tak sanggup melawan. Pasukan Duke morvain begitu banyak, jadi Meraka hanya bisa pasrah saja.
"APAKAH KALIAN TAK BECUS DALAM BEKERJA HA!" murka nya dengan tatapan tajam memandang ke arah orang orang tersebut.
"Ampun tuan, ampun. maafkan kami. Ada yang berusaha menghalang-halangi usaha ini."
"Siapa dia?" pekik Duke morvain yang tampak murka.
"Sepertinya seorang bangsawan tuan. Kami sudah mengintrogasi para warga, dan menekan Mereka. Tapi beliau hanya mengatakan bahwa dia hanya seorang pedangan yang melintasi daerah Philadelphia ini."
"KURANG AJAR! BERANI BARANI NYA DIA MEMBUAT KEKACAUAN DISANA!"
Sudah susah payah dia merancang dan juga mengatur strategi untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah, malah ada orang yang mengusik jalan bisnis nya. Dia tak akan membiarkan ini terjadi, apapun cara nya bisnis air nya akan terus berkembang. Sampai nanti nya orang orang akan bergantung pada nya.
"PAKSA MEREKA MEMBELI, DAN KALAU TIDAK KASIH MEREKA PELAJARAN!"
"Baik tuan." ucap para preman yang bergetar ketakutan saat diancam seperti itu
setelah selesai menekan para preman tak berguna itu, Duke morvain terlihat mengatur strategi baru. Dia harus berhati hati mulai sekarang. jangan sampai pihak istana mencurigakan nya. sebab dia tau, bahwa air yang dikelola nya terdapat zat zat yang berbahaya. itulah sebab nya untuk mengatur ketahanan air yang di produksi agar lebih awet dalam waktu yang lama.
Sedangkan di istana, lili tampak akan menemui sang kaisar kian yang tampak nya memiliki waktu yang senggang.
Dia melihat selir ana tampak bergelut manja di lengan pria itu. jujur saja hal itu membuat lili merasa muak. Mengapa dia harus memiliki hubungan seperti ini. Kalau boleh memilih, dia ingin melepas pria itu sekarang juga. tapi menurut peraturan zaman ini, para kaisar boleh memiliki lebih dari satu istri. Dan itu disebut selir. Oleh sebab itu, kaisar bebas memilih beberapa banyak selir yang dibutuhkan.
"Cuh, melihat muka nya saja aku malas. Apa aku cerai saja ya dari pria seperti nya. Tapi gelar ratu ini sangat di sayangkan untuk dilepaskan. Apalagi beberapa orang sudah mulai tunduk dan berpihak pada ku." gumam lili tampak mengatur strategi.
"Salam yang mulia ratu lili, maafkan hamba yang tak melihat keberadaan yang mulia. Hamba hanya fokus kepada yang mulia kaisar tadi nya." ucap selir ana dengan sengaja membuat lili tampak muak.
"Dasar ular. Dia kira aku apaan, sampai tak melihat aku datang." gumam lili tampak begitu kesal. Tapi dia berusaha menahan diri untuk tetap bersikap anggun dan berkelas. Ingat dia adalah ratu di kerajaan PHILADELPHIA ini. Tak ada yang boleh menyakiti nya, termasuk selir ular itu.
"Tidak apa apa selir ana. Lagi pula kalian terlalu fokus tadi. Sampai tak menyadari kedatangan ku kesini." ucap lili tampak santai seolah tak ada beban.
"Duduklah ratu. Apa ada hal yang ingin kau sampaikan?" tanya kaisar kian yang menyadarkan lamunan mereka.
"Benar yang mulia, kedatangan hamba kesini untuk mendiskusikan sesuatu yang penting!" ucap lili dengan serius.
Kaisar yang tau tatapan lili tak seperti biasanya langsung merasa aneh. Dia melihat wajah lili tampak datar, dan seola tak cemburu dengan kedekatan nya dengan selir ana. biasanya lili akan berteriak keras, dan menunjukan permusuhan kepada selir nya itu. Tapi hari ini, lili tampak begitu tenang, dan tak ada rasa kesal di dalam diri wanita itu
"Apa yang terjadi dengan nya. Mengapa dia sama sekali tak cemburu. biasanya dia akan marah dan mengamuk sambil melempar barang barang di sekitar!" gumam nya yang tampak keheranan.
"Baiklah, kita akan berbicara di ruang kerja ku!"
"Yang mulia, boleh kah hamba juga ikut?" ucap selir ana dengan mata berkaca-kaca meminta untuk ikut.
Melihat pemandangan itu, lili merasa muak dan jijik menghadapi kedua pasangan ini. Kalau saja dia bukan ratu, sudah pasti akan menyingkirkan kedua orang orang ini.
"Jangan sampai dia ikut. Kalau dia tau, pasti dia akan membicarakan hal ini kepada Duke morvain." gumam lili tampak cemas kalau sampai rencana nya gagal gara gara selir ana ini.
"Yang mulia kaisar, ada hal penting yang tak bisa sembarangan orang tau. Jadi bisakah kita berbicara hanya berdua saja?" ucap lili dengan penuh penekanan.
Hal itu membuat selir ana tampak kesal. dia tak kan membiarkan itu terjadi. apapun yang diucapkan oleh ratu lili, jangan sampai kaisar terpengaruh nanti nya.
Kaisar kian melihat wajah lili yang tampak berbeda dari sebelumnya. Wanita itu tak lagi gendut seperti dulu. Kini badan nya cukup langsing walapun masih ada beberapa lemak di tubuh nya. Tapi tak membuat sang ratu tampak jelek. Bahkan wajah nya tampak cantik seperti bunga lili di halaman istana kerajaan.
"Baiklah, ayo kita ke ruangan kerja ku. selir sebaiknya kau beristirahat lah di paviliun mu. Jangan sampai terjadi sesuatu dengan kandungan mu ini."
"Tapi yang mulia_
"Pelayan, bawa selir ana ke paviliun nya. Pastikan kebutuhan nya terpenuhi."
"Baik yang mulia."
Selir ana memandang tajam ke arah lili yang tampak santai. Lili tampak puas melihat wajah selir ana yang begitu kesal terhadap nya.
"Bagus, kalau dia tak ada dia tak akan mengacaukan rencana rencana ku!"
Setelah sampai di ruangan kerja kaisar. Lili tampak mengangumi setiap detail di ruangan tersebut. sangat indah dan begitu menarik menurut nya
"Ratu, duduk lah. Pelayan hidangkan teh untuk ratu lili."
"Baiklah yang mulia."
Lili sebenarnya tampak canggung berhadapan dengan kaisar kian. walapun dia hanya jiwa asing, tetap saja merasa canggung.
"Jadi apa yang ingin kau bicara kan ratu?"
"Desa jamur. Desa yang ada di perbatasan pasar Philadelphia yang mulia. beberapa hari lalu, aku dan beberapa penjaga pergi ke sana. Kasim red juga ikut bersama ku menelusuri wilayah tersebut."
"Ada yang janggal dengan desa jamur itu yang mulia. beberapa dari mereka bergantung pada air yang dijual atas nama Duke kerajaan. Aku juga menyelediki beberapa hal yang lainnya, seperti penyakit yang ada pada warga di Sana yaitu masalah pencernaan yang terhambat. Aku sudah meminta tabib Zou menyelidiki air tersebut. dan terbukti bawah air itu mengandung zat yang berbahaya!"
Mendengar penuturan ratu lili, kaisar kian tampak kaget. Tak menyangka wanita yang selama ini mengejar ngejar nya, tampak berbeda dari sebelumnya. dulu mana mau ratu lili mengurusi hal hal seperti ini. Tapi kenapa sekarang tampak berbeda.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭