Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 : SANG PENGUASA
Malam pun tiba
Mahendra yang sedang di marah oleh Evelyn karna memperlihat kan hal hal pertarungan yang kejam kepada putri mereka hanya bisa diam dan tidak berani untuk menjawab
Sedangkan Friska sendiri dia sedang menahan tawa melihat ayah nya yang dimarahi dan sama sekali tidak bisa membantah ibu nya, Namun beberapa saat kemudian sebuah pesan teks pun langsung muncul begitu saja dari ponsel nya
Adik ke 3: kak apa kau belum kembali ke universitas..?
Friska yang melihat pesan teks itu pun langsung duduk dengan tegak dan setelah itu dia pun langsung membalas pesan teks nya
Friska: Ya kakak masih berada di rumah, adik apa kamu butuh sesuatu yang bisa kubantu..?
Friska pun langsung bertanya dengan secara langsung lewat pesan teks kepada adik adik nya
Adik ketiga: kak apa kau memiliki beberapa ratus ribu..?, sepeda listrik ku sudah rusak dan aku ingin memperbaiki nya
Friska yang mendekatkan pesan teks dari adik sulung nya itu pun langsung terdiam dan kemudian dia pun langsung menatap ke arah ayah nya dan menunjukan ponsel ke arah Mahendra
Mahendra yang memiliki pandangan tajam pun langsung tertegun ternyata itu adalah percakapan putri pertama nya dan putri ke tiga nya
“sistem belikan aku toko mobil terbaik di negara ini dan berikan nama putri ke tiga ku sebagai pemilik nya.." gumam Mahendra dalam benak nya
Ding Dong
[ Toko mobil terbesar di negara Phoenix telah dibeli dan 45.000.000.000 telah di kurangi dari kartu bank milik tuan..]
Ding Dong!!
[ Sertifikat kepemilikan atas nama Vivian telah di simpan di ruang sistem..]
saat mendengar itu Mahendra pun hanya mengangguk dan kemudian dia pun menatap ke arah Evelyn yang sedang menatap ke arah laptop milik nya dan secara perlahan lahan dia berjalan ke arah putri nya
"Jangan mengatakan kekerasan lagi kepada putri kita.." namun saat itu juga dia pun langsung bergidik saat mendengar suara Evelyn
“sayang kau tenang saja, aku hanya membahas sedikit masalah dengan putri kita.." ucap Mahendra dengan senyum di wajah nya
Evelyn yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan kemudian dia kembali fokus dengan data data yang di terima di laptop milik nya
Mahendra pun secara perlahan berjalan bersama Friska dan kemudian dia menatap ke arah putri nya itu
"Friska ayah berutang kepada kalian semua namun apa kau bisa membantu ayah..?" tanya Mahendra dengan tatapan yang penuh harap
Friska yang mendengar itu pun langsung menatap aneh ke arah ayah nya dan setelah itu dia pun hanya mengangguk
"Ayah telah membeli sebuah toko mobil di negara ini dan ayah mengatas nama kan adik ketiga mu..” Mahendra pun meletakan dokumen penting tentang kepemilikan toko kendaraan itu
"Ingat untuk tidak memberitahu nya kepada ibu mu, Jika dia tahu pasti dia akan marah dan menceramahi ku karna terlalu boros.." ucap Mahendra yang tidak memperhatikan Friska yang sedang membaca dokumen dokumen itu
"Ayah kau bilang hanya sebuah toko...?, ini adalah showroom terbesar di negara Phoenix dan mengakses kendaraan di seluruh dunia dan kau bahkan membelinya dengan harga empat puluh lima miliar??.." ucap Friska dengan tidak percaya
Mahendra yang mendengar itu pun menatap ke arah putrinya dan mengisyaratkan agar putrinya tidak berbicara dengan keras
“apa uang empat puluh lima miliar itu begitu banyak, jika dunia ini di jual ayah akan membeli untuk kalian.." ucap Mahendra dengan tenang
Mendengar kata hanya empat puluh lima miliar, Friska merasa dunia nya seakan akan terbalik dan bertanya tanya sekaya apa ayah nya yang sebenar nya
"Oh yah apa kau tahu soal keberatan adik kedua mu..?" tanya Mahendra dengan penasaran
Friska yang mendengar itu pun menatap ke arah pria tampan dewasa yang berada di depan nya itu
"Adik tristan, ku dengar dia satu tahun lalu masuk ke dalam akademi militer dan setelah itu dia belum memiliki kabar.." ucap friska dengan ringan
saat mendengar itu Mahendra pun hanya bisa menghela nafas dan kemudian dia pun langsung meminta kontak Vivian kepada Friska
setelah mendapatkan kontak Vivian Mahendra pun langsung berjalan memasuki kamarnya dan dia terlihat sedang melihat ruang hampa, yang berada di depan nya
“ternyata putra ku juga sangat jenius.." ucap Mahendra
Ding Dong!!
[ Tuan, tuan muda tentu saja mewarisi gen dari tuan namun itu sepenuh nya belum terbuka seperti kedua putrimu yang gen nya masih terkunci..]
Mahendra yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan kemudian dia pun memainkan ponsel nya beberapa saat, Kembali ke sisi friska dia kini sedang memegang ponsel nya dan tampak nya dia sedikit tidak senang
Guru beladiri: Friska apa kau memiliki waktu besok..?, jika ada apa kau ingin makan bersama dengan guru mu ini..?, dan jika bisa ajak lah ibumu dan kita akan makan di sebuah restoran yang terkenal besok
Guru beladiri: Friska guru mu ini tidak bermaksud apa apa, aku hanya ingin lebih mengenal murid berprestasi seperti mu
Friska yang melihat semua isi chat itu pun langsung mengedus dengan jijik dan jelas jelas dia tahu bahwa pria ini sedang mengincar ibu nya
Friska: maaf pak aku besok memiliki urusan dengan ibu ku dan kami sama sekali tidak memiliki waktu untuk melakukan hal yang tidak berarti...
Friska pun langsung menolak nya secara terang terangan, namun pihak lain yang melihat itu pun langsung melihat kesempatan
Guru beladiri: sangat disayangkan, Jika kamu memiliki seorang ayah pasti kau dan ibumu tidak akan kesulitan dalam krisis ekonomi dan membuat ibu mu dan kau tidak perlu bekerja terlalu keras..
saat melihat itu rasa jijik pun semakin dalam di mata Friska dan kemudian dia pun langsung melempar ponsel nya begitu saya di samping nya
"Ingin merebut ibu dari ayah melalui diri ku..?, aku ingin lihat apa kau sanggup bersaing dengan ayah ku, bahkan dia membeli showroom harga empat puluh lima miliar begitu saja untuk adik ke tiga ku dan ayah juga sangat hebat beladiri dan jika dibandingkan dengan ketampanan ayah ku bagai kan langit yang sama sekali tidak bisa di jangkau oleh nya.." ucap Friska dengan tenang
setelah mengatakan itu dia pun perlahan lahan memejamkan kedua matanya dan dia pun langsung tertidur dengan lelap
Tengah malam pun berlalu
Mahendra yang sedang bermain dengan ponsel nya pun secara tidak sengaja melihat sebuah video yang di mana terdapat putri nya yang sedang menjadi salah satu cosplayer
Xiao Wu dan putri nya sangat lah cantik dengan dua telinga kelinci nya dan bukan hanya satu karakter dia juga melihat lihat karakter lain nya seperti medusa dan lain lain nya
Mahendra yang penasaran dengan tokoh tokoh itu pun langsung mencari putri nya sedang menjadi tokoh apa
setelah beberapa saat akhirnya Mahendra pun langsung tersenyum dan dia melihat bahwa cosplay yang dilakukannya adalah karakter karakter terpopuler di film tersebut