NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHANGATAN FAJAR SETELAH BADAI.

Matahari pagi perlahan menyelinap masuk melalui celah-celah gorden kamar utama di lantai dua, membawa berkas cahaya keemasan yang menerangi kamar yang kini tampak berantakan. Di atas ranjang luas itu, selimut tebal berbahan katun lembut membungkus dua tubuh yang kini saling berpelukan erat tanpa jarak, seolah takut jika terpisahkan sedikit saja, kenyamanan ini akan menguap.

Damar perlahan membuka kelopak matanya, merasakan napas teratur dan hangat berembus di permukaan dada bidangnya yang polos. Saat ia menunduk, seulas senyuman paling tulus yang pernah ia miliki dalam dua tahun terakhir perlahan terukir di bibirnya. Kirana, istri kecilnya, masih tertidur sangat pulas dalam dekapannya dengan posisi kepala yang menjadikan lengan kokoh Damar sebagai bantalnya.

Damar menaikkan selimut hingga sebatas bahu Kirana yang terekspos. Jemari tangannya bergerak dengan sangat lembut, menyingkirkan beberapa helai rambut panjang Kirana yang menempel di pipinya yang merona alami. Mengingat peristiwa besar semalam dan setelah subuh tadi, ada rasa hangat sekaligus haru yang membuncah di dalam dada Damar. Wanita yang selama ini menjaga jarak karena trauma besar di masa lalu, justru menyerahkan seluruh jiwa dan raganya dengan begitu berani.

"Eungh..." sebuah lenguhan halus lolos dari bibir ranum Kirana saat tidurnya terusik.

Kelopak mata Kirana bergetar lembut sebelum akhirnya terbuka sepenuhnya, menampakkan sepasang manik mata indah yang langsung bersitatap dengan mata tajam nan lembut milik Damar. Menyadari posisi mereka yang sangat intim di balik selimut, ingatan tentang percintaan panas semalam dan tadi seketika berputar di kepala Kirana. Wajahnya dalam sekejap berubah menjadi semerah tomat.

Kirana buru-buru menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Damar karena rasa malu yang luar biasa mendera dirinya. "Kak Damar... jangan melihatku seperti itu."

Damar terkekeh rendah, suara baritonnya yang khas saat bangun tidur terdengar begitu seksi di telinga Kirana. Ia semakin mempererat pelukannya, mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.

"Kenapa harus malu, hm? Bukankah semalam ada gadis pemberani yang berteriak menuntut ingin menolongku dan menolak untuk kembali ke kamarnya?" goda Damar dengan nada suara yang sengaja diatur untuk menjahili istrinya.

Kirana mencubit pelan pinggang Damar di balik selimut, membuat pria itu sedikit meringis namun tetap tertawa. "Kakak, berhenti menggodaku! Aku melakukan itu karena aku... aku tidak mau Kakak sakit."

Damar merubah posisinya menjadi sedikit bertumpu pada satu sikut, menatap lekat wajah Kirana yang masih memerah. Kehangatan di matanya berganti menjadi tatapan yang sangat serius, sarat akan rasa terima kasih yang mendalam.

"Kiran, tatap aku," pinta Damar dengan lembut.

Kirana perlahan mendongak, memberanikan diri menatap manik mata suaminya.

"Terima kasih," ucap Damar tulus, jemarinya mengusap lembut rahang Kirana. "Terima kasih karena sudah berani melawan ketakutanmu demi aku. Aku tahu itu tidak mudah bagimu. Mulai hari ini, aku berjanji tidak akan pernah membiarkanmu merasa sendirian lagi. Dinding es di antara kita sudah runtuh, Kiran. Benar-benar runtuh semalam."

Air mata haru mendadak menggenang di sudut mata Kirana. Ia mengangguk mantap, lalu melingkarkan kedua tangan mungilnya di leher Damar, menarik suaminya kembali ke dalam pelukan yang hangat. Di dalam hatinya, Kirana bersorak lega. Traumanya terbukti bisa dikalahkan oleh besarnya rasa cintanya pada pria ini. Namun, di balik rasa bahagia yang membuncah, ingatan Kirana mendadak terlempar pada kalender fiktif di kepalanya. Tanggal 8 April sudah semakin dekat.

Setelah malam penyatuan mereka, atmosfer di rumah mewah itu berubah total seratus delapan puluh derajat. Tidak ada lagi keheningan yang mencekam atau sikap canggung yang membatasi. Pagi itu di meja makan, Kirana dengan telaten menyendokkan nasi goreng ke piring Damar, sementara Damar sesekali mencuri kecupan di pipi istrinya saat Kirana lengah, membuat suasana sarapan dipenuhi tawa kecil dan rona bahagia.

Namun, ketenangan itu terusik saat Damar memeriksa jam di pergelangan tangannya. "Kiran, hari ini aku harus pergi ke kantor sedikit lebih awal. Ada rapat pleno penting dengan beberapa investor utama terkait proyek pembangunan kawasan bisnis baru."

Mendengar kata proyek baru, sendok di tangan Kirana seketika terhenti. Detak jantungnya mendadak berdegup kencang secara konvulsif. Hari ini adalah tanggal 6 April, yang berarti hanya tersisa dua hari lagi sebelum tanggal 8 April, hari di mana perusahaan Damar akan diumumkan mendapatkan keuntungan finansial yang luar biasa besar, sekaligus hari di mana Damar akan terluka parah di tangan kanan akibat serangan orang yang iri.

Kirana langsung meletakkan sendoknya, menatap Damar dengan pandangan mata yang mendadak berubah menjadi sangat serius dan dipenuhi kecemasan yang pekat.

"Kak Damar, bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Kirana dengan nada suara yang sedikit bergetar.

Damar yang menyadari perubahan raut wajah istrinya langsung meraih jemari tangan Kirana di atas meja, mengusapnya menenangkan. "Ada apa, Sayang? Katakan saja, apa yang kamu inginkan?"

"Tolong mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan, jangan pernah berjalan sendirian saat berada di luar ruangan. Dan kalau bisa, perketat pengamanan di sekitar ruang rapat utama kantor," tutur Kirana dengan tatapan mata yang sangat memohon.

Damar tertegun sejenak. Ingatan tentang ramalan Kirana saat sesi terapi bersama Amara kembali terngiang jelas di kepalanya. Kirana pernah mengatakan bahwa di tanggal 8 April, ia akan terluka di bagian tangan kanannya.

Damar tidak lagi meremehkan ucapan istrinya. Setelah membuktikan kebenaran kasus Hendi dan Susan, ia tahu bahwa setiap kata yang keluar dari mulut Kirana adalah sebuah petunjuk berharga yang bisa menyelamatkan nyawa.

"Baik, Kiran. Aku akan mengingat dan melaksanakan ucapanmu. Aku akan menyuruh tim keamanan internal untuk memeriksa setiap sudut gedung kantor mulai hari ini," jawab Damar dengan tegas, memberikan rasa aman yang mutlak pada istrinya.

Kirana sedikit bernapas lega mendengarnya, namun rasa penasarannya tentang siapa dalang di balik semua kebencian ini masih menjadi misteri besar di kepalanya. Jika ia berhasil menggagalkan celaka di tanggal 8 April, maka benang merah takdir kematian Damar di tanggal 15 April pasti akan ikut terurai.

Begitu mobil Damar melaju pergi meninggalkan pekarangan rumah, Kirana segera mengambil ponselnya. Ia menghubungi Susan, sahabatnya.

"Halo, Susan? Bisakah kita bertemu di kafe dekat kampus siang ini? Ada sesuatu yang sangat penting terkait rekam jejak Hendi dan orang-orang di sekitarnya yang harus aku tanyakan padamu," ucap Kirana langsung saat sambungan telepon terhubung.

Di seberang telepon, suara Susan terdengar sedikit panik. "Kiran, kebetulan sekali kamu menelepon. Kamu tahu tidak? Sebelum Hendi ditangkap polisi kemarin, aku sempat melihat dia berdebat hebat di belakang gedung fakultas dengan seorang pria dewasa yang pakaiannya sangat rapi, seperti orang kantoran. Dan aku tidak sengaja mendengar mereka menyebut-nyebut nama suamimu, Damar!"

Deg!

Jantung Kirana serasa berhenti berdetak mendengar informasi tak terduga dari Susan. Matanya membelalak sempurna. Ternyata, Hendi hanyalah bagian kecil dari sebuah pion permainan yang jauh lebih besar. Ada sosok misterius dari dunia luar yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk menghancurkan Damar dari berbagai arah.

Kirana mengepalkan tangannya kuat-kuat, tatapan matanya berubah menjadi sangat tajam dan penuh keberanian. "Siapa sebenarnya pria kantoran itu? Aku harus mencari tahu sebelum tanggal delapan April tiba!"

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!