" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Asisten Dosen
Keesokan harinya.
" Tuan muda malam nanti kita akan menghadiri acara peresmian hotel di luar kota" ucap Bimo membacakan jadwal Sean satu persatu .
" Katakan pada Frans bahwa dia juga akan ikut dengan kita malam ini, selain itu aku juga akan bertemu dengan beberapa teman kuliahku diacara itu, siapkan pakaianku " perintah Sean yang berjalan cepat menuju ruangan nya .
Ting .
" Sayang " pesan singkat Ara yang setiap pagi selalu chat Sean walaupun hanya sekedar sapaan .
" Selamat pagi Baby, kamu sudah bangun?" ucap Sean mengetik pesan singkat .
" Bimo bawa dokumen untuk meeting kita sebentar lagi " ucap Sean begitu sampai dalam ruangan nya .
Sean duduk dikursinya memeriksa beberapa dokumen yang harus dia koreksi dan juga mempelajari nya .
" Selamat pagi Tuan muda, ini minuman nya " ucap sekretaris Sean mengantarkan segelas kopi .
" Pagi " jawab Sean singkat tanpa menatap wanita sexy itu .
" Tuan muda, tadi Nona Fallen menitipkan ini karena tuan muda datang sedikit terlambat dan dia sudah menunggu cukup lama" ucap sekretaris itu menaruh paper bag dimeja kerja Sean .
Sean menatap paper bag itu sambil menarik nafas panjang dan tanpa berniat membukanya langsung menaruh disisi kiri bawah meja, bergabung dengan beberapa hadiah-hadiah yang lain .
Menjadi seorang direktur membuat Sean bertemu banyak wanita karir yang sering mengirimi nya hadiah .
" Kemana Ara, mengapa lama sekali membalas pesanku" ucap Sean meletakkan dokumennya dan menelfon Ara dulu .
" Astaga, apa dia ketiduran lagi" ucap Sean yang sudah menelfon sampai 5 kali.
Tok
Tok
" Tuan muda sebentar lagi meeting akan dimulai " ucap Bimo memberitahu.
" Iya aku kesana, bawa dokumen nya " ucap Sean segera berjalan menuju ruang meeting walaupun dalam pikirannya adalah Ara .
Sesampai diruang meeting Sean duduk dengan kening yang sedikit mengkerut dan juga menatap ponselnya beberapa kali .
" Mulai meeting nya " ucap Sean rada bad mood meletakkan ponselnya dimeja, jadi sedikit kesal melihat tanda online Ara namun jangankan membalas chat bahkan tidak mengangkat telfon nya .
20 menit berlalu .
Ting.
" Ayang, Ara baru selesai mandi" pap manis Ara dengan sweater pink nya .
Sean langsung tersenyum menatap beberapa saat lalu mengetik pesan cinta untuk pacar kecilnya.
" Mmmh, ternyata pacar kecil tuan muda seberpengaruh itu bagi mood nya " batin Bimo melihat mood Sean langsung membaik begitu dapat chat dari Ara .
Gadis yang awalnya Sean anggap pengganggu justru kini menempati posisi penting di hati tuan muda yang selama ini tidak percaya soal cinta .
.............
" Haaaa, Melly " sapa Ara dengan wajah cerianya begitu sampai di kampus memeluk sahabatnya yang sudah menunggu di parkiran.
" Ara kok lama banget sih, sampai jamuran aku nunggu" ucap Melly dengan cemberut kini berjalan beriringan dengan Ara.
" Iya, soalnya kak Sean lagi rewel" tawa Ara berbisik kedekat telinga Melly .
" Hahaha, Dia minta apa?" tawa Melly langsung pecah ketika teringat pria dingin itu akhirnya tunduk juga di tangan Ara .
" Minta syusu" tawa petakilan Ara berlari kesenangan di sepanjang lorong kampus menuju kelasnya .
" Selamat pagi Pak Arya" sapa Ara pada dosen muda yang terkenal sebagai killer itu .
" Pagi " ucap dosen itu .
" Ara, Melly tunggu " ucap dosen itu menghentikan langkah kedua sahabat karib itu .
" Ada apa Pak?" pertanyaan mereka serempak.
" Saya lagi butuh asisten, apakah salah satu dari kalian ada yang bisa menjadi asisten saya?" tawaran dosen itu karena dua mahasiswi dihadapan nya adalah yang paling pintar di kelas .
" Loh bukannya udah mau libur ya Pak, kok butuh asisten sekarang?" tanya Ara karena mereka sudah selesai ujian dan tidak belajar lagi .
" Ya justru itu makanya saya butuh asisten untuk membantu memeriksa hasil ujian dan menginput nilai" ucap dosen itu .
" Maaf sebelumnya pak, kalau Melly nggak bisa karena harus ke kantor juga belajar sama Daddy" ucap Melly dengan sungkan menerima tawaran menarik itu .
Menjadi asisten dosen itu bagus, selain mendapatkan banyak relasi dan pengetahuan juga dapat gaji .
" Ara mau Pak" kata Ara yang kebetulan sedang cari kesibukan di waktu luang, semenjak kedua orang tuanya diluar negeri Ara jadi kesepian .
Sean pun sibuk kerja .
...4 hari kemudian....
Mahasiswa yang lain sudah mulai libur panjang dan menikmati waktu libur sementara Ara masih sibuk di kampus, namun walaupun begitu Ara senang karena punya kesibukan .
" Ara ayo kita makan dulu, nanti lanjutkan lagi " ucap Arya yang kasihan juga melihat Ara yang sedari pagi menginput data.
" Pak, Ara kan udah kerja dari pagi" kata Ara berdiri dengan kedua tangan kebelakang menghampiri Arya yang duduk di kursi kerjanya .
" Lalu?" tanya Arya mengangkat sebelah alisnya.
" Mau makan diluar" ucap Ara dengan ekspresi penuh harapan nya .
" Keluarlah" jawaban singkat Arya menunjuk pintu keluar dari ruangan nya .
" Hwaaa, mau makan direstoran Pakkkkk" rengek Ara ketika Arya malah menyuruhnya makan diluar ruangan.
" Huhhh, kamu baru kerja empat hari udah banyak keinginan nya " ucap Arya mematikan laptopnya dan segera memakai jaketnya.
" Tentu saja, kerja maksimal berasal dari perut yang kondusif" kata Ara tersenyum senang karena Arya mau makan ke restoran.
Rupanya kebanyakan dosen killer pas lagi ngajar doang kalau di lain waktu mereka sangat santai bahkan bersahabat.
Bisa diajak becanda juga, itulah yang Ara tau selama empat hari ini jadi asisten pak Arya .
" Direstoran terdekat aja ya " kata Ayra ketika mereka berjalan beriringan.
" Iya " kata Ara yang sebenarnya mengajak Arya makan ke restoran karena ingin makan seafood hari ini tapi menu yang diantarkan keruangan pak Arya malah Ayam goreng.
" Pak Arya, jadi dosen gajinya besar nggak?" tanya Ara dengan serius ketika mereka sudah duduk setelah memesan .
" Kalau gajinya besar saya sudah punya perusahaan seperti Daddy kamu " tawa Arya menatap putri konglomerat seperti Ara yang malah penasaran dengan gaji dosen
" Kalau gajinya tidak sebesar Daddy mengapa pak Arya mau menggaji Ara?" pertanyaan Ara karena Arya menjadikan nya asisten.
" Kamu berharap gaji berapa dari Saya?" pertanyaan Arya menatap Ara yang bekerja sangat rajin .
" Tidak banyak, cukup nilai A" tawa cekikikan Ara .
" Sudah saya tebak" ucap Arya geleng kepala, mahasiswa sekarang tidak butuh uang cuma ingin nilai A .
" Ara udah bantuin Pak Arya empat hari ini, pokoknya mau nilai A" kata Ara dengan senyum nakal nya .
" Kalau Saya nggak ngasih?" pertanyaan Arya mengangkat sebelah alisnya.
" Mmmmh, Ara kan udah bantuin Pak, mau ya, ya , pak " bujuk Ara sampai memohon hingga Arya tertawa keras menatap ekspresi wajah Ara sampai beberapa orang menoleh menatap nya .
" Nilai A itu diberikan berdasarkan kemampuan bukan seberapa banyak kamu membantu dan satu lagi penilaian itu sifatnya objektif" pernyataan Arya .
" lah emang Ara kurang apa lagi, kan udah sempurna semua nya , ayolah pak " kata Ara yang sudah memenuhi kriteria bahkan nilai ujiannya tidaklah begitu buruk juga .
"Ara " suara berat Sean menatap pacar kecilnya yang kedengaran sedang memaksa pria itu untuk menerima nya .
Sean yang hanya mendengar potongan ucapan Ara dengan pria itu menjadi salah paham
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua