NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 Asisten Dosen

Keesokan harinya.

"Tuan Muda, malam nanti kita akan menghadiri acara peresmian hotel di luar kota," ucap Bimo membacakan jadwal Sean satu per satu.

"Katakan pada Frans bahwa dia juga akan ikut dengan kita malam ini, selain itu aku juga akan bertemu dengan beberapa teman kuliahku di acara itu, siapkan pakaianku," perintah Sean yang berjalan cepat menuju ruangannya.

Ting.

"Sayang!" pesan singkat Ara yang setiap pagi selalu chat Sean walaupun hanya sekadar sapaan.

"Selamat pagi, Baby, kamu sudah bangun?" ucap Sean mengetik pesan singkat.

"Bimo, bawa dokumen untuk meeting kita sebentar lagi," ucap Sean begitu sampai dalam ruangannya.

Sean duduk di kursinya memeriksa beberapa dokumen yang harus dia koreksi dan juga mempelajarinya.

"Selamat pagi, Tuan Muda, ini minumannya," ucap sekretaris Sean mengantarkan segelas kopi.

"Pagi," jawab Sean singkat tanpa menatap wanita seksi itu.

"Tuan Muda, tadi Nona Fallen menitipkan ini karena Tuan Muda datang sedikit terlambat dan dia sudah menunggu cukup lama," ucap sekretaris itu menaruh paper bag di meja kerja Sean.

Sean menatap paper bag itu sambil menarik napas panjang dan tanpa berniat membukanya, langsung menaruhnya di sisi kiri bawah meja, bergabung dengan beberapa hadiah-hadiah yang lain.

Menjadi seorang direktur membuat Sean bertemu banyak wanita karier yang sering mengiriminya hadiah.

"Ke mana Ara? Mengapa lama sekali membalas pesanku?" ucap Sean meletakkan dokumennya dan menelepon Ara dulu.

"Astaga, apa dia ketiduran lagi?" ucap Sean yang sudah menelepon sampai lima kali.

Tok

Tok

"Tuan Muda, sebentar lagi meeting akan dimulai," ucap Bimo memberitahu.

"Iya, aku ke sana, bawa dokumennya," ucap Sean segera berjalan menuju ruang meeting walaupun dalam pikirannya adalah Ara.

Sesampai di ruang meeting, Sean duduk dengan kening yang sedikit mengerut dan juga menatap ponselnya beberapa kali.

"Mulai meeting-nya," ucap Sean rada bad mood meletakkan ponselnya di meja, sedikit kesal melihat tanda online Ara, namun jangankan membalas chat, bahkan tidak mengangkat teleponnya.

Dua puluh menit berlalu.

Ting.

"Ayang, Ara baru selesai mandi," pap manis Ara dengan sweater pink-nya.

Sean langsung tersenyum menatap beberapa saat lalu mengetik pesan cinta untuk pacar kecilnya.

"Mmmh, ternyata pacar kecil Tuan Muda berpengaruh sekali bagi mood-nya," batin Bimo melihat mood Sean langsung membaik begitu dapat chat dari Ara.

Gadis yang awalnya Sean anggap pengganggu justru kini menempati posisi penting di hati tuan muda yang selama ini tidak percaya soal cinta.

***

"Haaaai, Melly!" sapa Ara dengan wajah cerianya begitu sampai di kampus, memeluk sahabatnya yang sudah menunggu di parkiran.

"Ara, kok lama banget, sih, sampai jamuran aku nunggu," ucap Melly dengan cemberut, kini berjalan beriringan dengan Ara.

"Iya, soalnya Kak Sean lagi rewel," tawa Ara berbisik ke dekat telinga Melly.

"Hahaha, dia minta apa?" tawa Melly langsung pecah ketika teringat pria dingin itu akhirnya tunduk juga di tangan Ara.

"Minta syusu," tawa petakilan Ara berlari kesenangan di sepanjang lorong kampus menuju kelasnya.

"Selamat pagi, Pak Arya," sapa Ara pada dosen muda yang terkenal sangat killer itu.

"Pagi," ucap dosen itu.

"Ara, Melly, tunggu," ucap dosen itu menghentikan langkah kedua sahabat karib itu.

"Ada apa, Pak?" tanya mereka serempak.

"Saya lagi butuh asisten, apakah salah satu dari kalian ada yang bisa menjadi asisten saya?" tawar dosen itu karena dua mahasiswi di hadapannya adalah yang paling pintar di kelas.

"Loh, bukannya udah mau libur, ya, Pak, kok butuh asisten sekarang?" tanya Ara karena mereka sudah selesai ujian dan tidak belajar lagi.

"Ya, justru itu makanya saya butuh asisten untuk membantu memeriksa hasil ujian dan menginput nilai," ucap dosen itu.

"Maaf sebelumnya, Pak, kalau Melly nggak bisa karena harus ke kantor, juga belajar sama Daddy," ucap Melly dengan sungkan menerima tawaran menarik itu.

Menjadi asisten dosen itu bagus, selain mendapatkan banyak relasi dan pengetahuan, juga dapat gaji.

"Ara mau, Pak," kata Ara yang kebetulan sedang cari kesibukan di waktu luang, semenjak kedua orang tuanya di luar negeri, Ara jadi kesepian.

Empat hari kemudian.

Mahasiswa yang lain sudah mulai libur panjang dan menikmati waktu libur, sementara Ara masih sibuk di kampus, namun walaupun begitu, Ara senang karena punya kesibukan.

"Ara, ayo kita makan dulu, nanti lanjutkan lagi," ucap Arya yang kasihan juga melihat Ara yang sedari pagi menginput data.

"Pak, Ara kan udah kerja dari pagi," kata Ara berdiri dengan kedua tangan ke belakang menghampiri Arya yang duduk di kursi kerjanya.

"Lalu?" tanya Arya mengangkat sebelah alisnya.

"Mau makan di luar," ucap Ara dengan ekspresi penuh harapannya.

"Keluarlah," jawab singkat Arya menunjuk pintu keluar dari ruangannya.

"Hwaaaa, mau makan di restoran, Pak," rengek Ara ketika Arya malah menyuruhnya makan di luar ruangan.

"Huh, kamu baru kerja empat hari udah banyak keinginannya," ucap Arya mematikan laptopnya dan segera memakai jaketnya.

"Tentu saja kerja maksimal berasal dari perut yang kondusif," kata Ara tersenyum senang karena Arya mau makan ke restoran.

Rupanya kebanyakan dosen killer pas lagi ngajar doang, kalau di lain waktu mereka sangat santai bahkan bersahabat.

Bisa diajak bercanda juga, itulah yang Ara tahu selama empat hari ini jadi asisten Pak Arya.

"Di restoran terdekat aja, ya," kata Arya ketika mereka berjalan beriringan.

"Iya," kata Ara yang sebenarnya mengajak Arya makan ke restoran karena ingin makan seafood hari ini, tapi menu yang diantarkan ke ruangan Pak Arya malah ayam goreng.

"Pak Arya jadi dosen, gajinya besar, nggak?" tanya Ara dengan serius ketika mereka sudah duduk setelah memesan.

"Kalau gajinya besar, saya sudah punya perusahaan seperti Daddy kamu," tawa Arya menatap putri konglomerat seperti Ara yang malah penasaran dengan gaji dosen.

"Kalau gajinya tidak sebesar Daddy, mengapa Pak Arya mau menggaji Ara?" tanya Ara karena Arya menjadikannya asisten.

"Kamu berharap gaji berapa dari saya?" tanya Arya menatap Ara yang bekerja sangat rajin.

"Tidak banyak, cukup nilai A," tawa cekikikan Ara.

"Sudah saya tebak," ucap Arya geleng kepala, mahasiswa sekarang tidak butuh uang, cuma ingin nilai A.

"Ara udah bantuin Pak Arya empat hari ini, pokoknya mau nilai A," kata Ara dengan senyum nakalnya.

"Kalau saya nggak ngasih?" tanya Arya mengangkat sebelah alisnya.

"Mmmmh, Ara kan udah bantuin, Pak, mau, ya, ya, Pak," bujuk Ara sampai memohon hingga Arya tertawa keras menatap ekspresi wajah Ara sampai beberapa orang menoleh menatapnya.

"Nilai A itu diberikan berdasarkan kemampuan, bukan seberapa banyak kamu membantu, dan satu lagi, penilaian itu sifatnya objektif," ucap Arya.

"Lah, emang Ara kurang apa lagi, kan udah sempurna semuanya, ayolah, Pak," kata Ara yang sudah memenuhi kriteria bahkan nilai ujiannya tidaklah begitu buruk juga.

"Ara," suara berat Sean menatap pacar kecilnya yang kedengaran sedang memaksa pria itu untuk menerimanya.

Sean yang hanya mendengar potongan ucapan Ara dengan pria itu menjadi salah paham.

1
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
Linda Ayu Tong-Tong
wawawawak.....nakal sih ara🤣🤣🤣
Arin
Kalau sudah tau kebenarannya, jangan sampai Ara meninggalkan Sean lagi. Jika sampai terjadi..... Sean gila beneran
Yel
ribet amat peraturan kek keluarga kerajaan aja ya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!