NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Liam

Pagi-pagi sekali, Yura akhirnya membuka matanya setelah semalaman tertidur dengan lelapnya.

Hal yang pertama kali ia rasakan adalah sebuah genggaman tangan dari Liam. Ia juga melihat ujung rambut Liam yang sedang tertidur dikursi nya.

Kepala pria itu bertumpu pada pinggiran ranjang yang ditiduri oleh Yura.

"Padahal ada tempat tidur yang nyaman, mengapa memilih disini? "

Yura perlahan mengubah posisinya menjadi duduk, yang tentu nya membuat pria itu terbangun.

"Oh, kamu sudah bangun? " ucapnya.

Yura mengangguk lalu segera menyingkap selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Setelah semalaman tertidur, kandung kemih nya sudah terasa sangat penuh.

"Mau kemana? " Spontan Liam menahan tangan nya.

Gadis itu hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah karena Liam bukan hanya menahan tangannya. Pria itu juga menyentuh dahinya membuat hasrat ingin buang air kecilnya semakin tertahan lama.

"Bisa tidak, jangan terlalu berlebihan.. "

"Aku mau kekamar mandi, mau pipis... "

Akhirnya Liam menghentikan kesibukan nya, tanpa aba-aba langsung menggendong gadis itu kekamar mandi setelah sebelumnya selang infus di tangan gadis itu sudah dilepaskan.

Yura yang masih merasa sedikit sempoyongan hanya diam dan menerima semua perlakuan berlebihan dari Liam itu.

Rasanya akan sangat melelahkan jika harus adu mulut lagi. "pergilah, terima kasih... " ucapnya dengan singkat.

Setelah selesai menuntaskan keinginannya, yura tidak langsung keluar dari kamar mandi tersebut. ia mematut dirinya didepan kaca, terlihat wajah kusut dan kelelahan disana.

"mengapa harus seperti ini? "

Ia kemudian membasuh wajahnya untuk mengusir pikiran nya yang sangat melelahkan itu. Kembali dirinya teringat ciuman kurang ajar yang dilakukan Liam padanya.

"Aduh,,, tidak bisa lupa lagi... "

Setelah cuci muka, pikiran nya bukannya semakin jernih, malah semakin runyam saja. "Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? "

"Ra....? "

Tiba-tiba terdengar suara Liam yang memanggilnya. Pria itu merasa khawatir karena Yura yang tak kunjung keluar dari sana.

"Katanya cuma mau pipis,, "

Yura memilih tidak mendengarkan pria itu, ia malah semakin mengunci pintu nya dari dalam. Gadis itu pun memilih untuk sekalian membersihkan dirinya.

Sekitar dua puluh menit kemudian, ia keluar dengan jubah mandi yang membungkus rapat tubuhnya.

"Oh ternyata mandi.. " ucap pria itu. "

Sepertinya ia akan menerapkan gerakan tutup mulut mulai hari ini. Terlihat dari dirinya yang tak peduli akan kehadiran pria itu.

Hal itu lantas membuat perasaan Liam menjadi tidak enak. Bukan hanya Yura yang masih mengingat kejadian semalam, dirinya pun sama_masih tak bisa lepas dari kejadian memalukan itu.

Setelah Liam yang kini memasuki kamar mandi, Yura segera mencari ponselnya. Ia yakin pasti Yura a sudah mengiriminya banyak pesan.

Ada satu hal yang tidak Yura ketahui. Sebelum Liam menyusulnya kekota par, terlebih dahulu pria itu menghubungi Zura, mama Yura a untuk datang menjaga Yura.

Itu lah yang membuat Liam terlihat sangat tenang. Tapi ketenangan nya itu malah berbanding terbalik dengan perasaan Yura b. Ia malah merasa sangat bersalah untuk perasaan Yura a.

"Ra, nikmati waktu mu bersama Liam ya,, " Tak lupa disertai gambar emoji yang tersenyum lucu disamping kalimat nya.

Hanya itu pesan dari Yura a untuknya. Membuat dirinya kembali duduk dan memijit kepalanya yang terasa masih sakit itu.

"Jangan terlalu menyalahkan dirimu untuk setiap hal,, "

Ucapan Liam itu sontak membuat dirinya mengangkat kepalanya. "Benarkah? " Ia bertanya didalam hati nya.

"Ayo makan,,, " ucap Liam memecah keheningan saat makanan yang ia pesan telah tiba.

Kedua pasangan itu makan dalam diam. Yang terdengar hanya suara sendok yang bertabrakan dengan piring.

Saat sedang asyik makan, tiba-tiba sebuah pesan dari Kak Steven masuk. Disana ia berjanji akan datang menemui gadis itu saat libur semester nanti.

Yura tersenyum senang membaca pesan itu, walau waktu yang dijanjikan itu masih terbilang lama.

Senyuman itu tak lepas dari tatapan seorang Liam. Ia juga sama pusing nya dengan Yura perihal perasaan rumit ini.

Ia awalnya sangat berani menyukai gadis yang telah menghabiskan seluruh cinta nya pada pria lain itu. Namun melihat kenyataan bahwa ambisi yang ia bangun itu seperti tidak melihat harapan, akhirnya ia memilih melepaskan.

Setelah keduanya menyelesaikan sarapan pagi itu, Liam segera memberanikan diri untuk mengajak gadis itu untuk bicara serius.

"Ra, aku minta maaf untuk kejadian semalam. Mulai sekarang aku akan menuruti apa yang kamu inginkan, tapi kamu harus janji satu hal... "

Yura dapat melihat kesungguhan dimata pria itu setelah selama hampir tiga bulan ini mereka selalu bersama.

"Kau harus mencariku jika kau menghadapi kesulitan.. "

Yura dapat menangkap raut wajah itu, mata yang memerah dan berkilauan karena air mata menggenang disana.

Namun Yura memilih membuang pandangan nya sebagai bentuk pengabaian untuk membuat batasan dihatinya.

Akhirnya Kedua nya pun pulang dengan menaiki kereta. hening tanpa kalimat basa-basi dari Liam lagi.

"Aku benar-benar pria brengsek. Setelah menciumnya, aku malah membuat jarak. "

Liam melakukan ini demi membuat perasaan benci di hati Yura semakin besar padanya. itu pula yang membuat hatinya semakin memiliki alasan untuk menjauh.

Sepanjang perjalanan, Liam memilih pura-pura menutup matanya demi janji yang telah ia ucapkan.

Saat ini, hanya itu yang bisa ia lakukan demi membuat perasaan gadis disamping nya itu bisa tenang.

Walau ada rasa sakit yang perlahan menusuk-nusuk hatinya hingga menjalar ke seluruh sendi-sendinya. Ia akan melakukan apapun itu asal gadis itu bisa hidup dengan nyaman.

Yura yang menghabiskan waktu semalaman untuk tidur, membuat matanya menjadi cerah pada pagi ini.

Ia sejak tadi hanya fokus pada buku ditangannya. Kebiasaan yang selalu ia lakukan jika ada waktu, sama seperti waktu pertama kali ia datang ke kota ini.

Dirinya yang duduk dikursi paling dekat dengan jendela semakin membuat tubuhnya nyaman dengan perjalanan ini.

Satu masalah juga berhasil terlewati, membuat raut wajahnya kian cerah secerah matahari pagi yang malu-malu mengintip dari balik awan putih bersih itu.

Liam yang tidak sepenuhnya tidur sesekali mengintip dari tidurnya. Ia juga menyadari jika gadis yang membuat hatinya sakit itu dengan natural mencoba menutupi terik matahari yang mulai meninggi supaya tidak menyilaukan matanya.

Mungkin memang waktu yang terlalu cepat mempertemukan keduanya. Disaat masing-masing dari mereka masih memiliki fokus yang tak bisa diganggu gugat.

Yura adalah gadis lemah yang dipaksa kuat oleh keadaan. Ia juga telah memberikan seluruh hatinya pada Steven, pria yang mengisi setiap hari-harinya.

Sedangkan Liam juga adalah seorang pria kesepian yang tidak mampu mengenali wajah orang lain dengan jelas.

Ada sebuah kecacatan didalam motoriknya sehingga dirinya tidak bisa membedakan setiap wajah, kecuali wajah Yura. _Sungguh sebuah keajaiban.

Sampai saat ini, tidak ada orang yang mengetahui rahasianya itu, karena ia menjaga nya dengan sangat hati-hati.

Ia juga dipaksa kuat oleh sebuah tanggung jawab yang sejak awal seolah sudah ditakdirkan untuk nya.

Kehadiran Yura akhirnya membuat dirinya berhasil mengenali warna itu. Namun untuk menunjukkan perasaan itu ternyata sangat mustahil, bahkan mungkin tidak akan terjadi.

.

.

...

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!