NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Palsu

Keuangan Dimas semakin carut marut, Hana tidak perduli hal itu. Dia tetap meminta nafkah bulanannya, dan ini bulan ke dua Hana mendapatkan haknya yang selama ini di tahan oleh Dimas.

" Uang bulananmu sudah mas transfer."Ucap Dimas dengan malas.

" Ok."Jawab Hana singkat

Hari ini adalah hari libur, Hana tidak ada acara kemana‑mana. Dia menghabiskan waktunya di taman belakang, merawat bunga‑bunganya yang mulai bermekaran.

" Hana, kamu merasa tidak sih kalau dalam 2 bulan ini hubungan kita itu hambar. Kamu begitu cuek dan seakan tidak perduli dengan suamimu ini. Apa begini yang dinamakan rumah tangga?."Seru Dimas memprotes sikap cuek Hana.

" Jangan tanyakan soal itu pada diriku, mas. Coba kamu tanya pada dirimu sendiri, apakah kamu sudah menjadi suami yang baik dan bijak. Kalau kamu merasa belum menjadi suami yang baik, jangan pernah menuntut aku menjadi istri yang baik. Aku bukan Hana yang dulu, yang mudah kamu manfaatkan dan dijadikan pembantu oleh keluargamu. Selama 3 tahun aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, tapi semua itu sia‑sia. "Ucap Hana bicara dengan pelan namun menusuk di hati.

Perkataan Hana tidak bisa dibantah, Dimas tidak bisa melakukan pembelaan diri. Sebab semua itu benar, selama ini Dimas sudah menjadi suami yang dzolim dan pelit dengan istrinya sendiri. Seakan menjadikan Hana sebagai sapi perah keluarganya.

" Apa kamu marah?."Tanya Dimas.

" Marah kenapa? Memangnya kamu sedang berbuat salah? Apa kesalahan kamu?."Tanya Hana penuh selidik, siapa tahu Dimas akan bicara jujur soal perselingkuhannya dengan Sintia.

Sintia.

" Oh tidak, aku tidak berbuat salah."Jawab Dimas cepat.

Saat Hana dan Dimas sedang mengobrol, tiba‑tiba Sintia datang dan ikut duduk di samping Dimas. Hana melirik malas melihat kedatangan Sintia yang tidak tahu malu.

" Dimas, antarkan aku belanja yuk. Ada barang yang ingin aku beli."Ucap Sintia dengan suara dibuat sehalus mungkin.

Apaan sih ini, Sintia? Kenapa dia malah kesini dan mengajak aku pergi, mana suaranya dibuat manja‑manja begitu. Apa dia ini buta, tidak bisa melihat ada Hana di depannya. Kalau Hana curiga kan gawat, padahal aku sedang memperbaiki hubunganku dengan Hana agar Hana bisa dimanfaatkan lagi.*Gumam Dimas dalam hatinya.

Bayu sendiri sudah 2 bulan ini tidak pulang. Sintia sama sekali tidak merindukan suaminya, hanya uangnya saja yang dia rindukan. Selama 2 bulan ini, Sintia mendapatkan jatah bulanan dari Bayu lewat transfer. Dan untuk jatah batin dia dapatkan dari Bayu, sampai dia lupa jika KB nya sudah habis dari bulan lalu.

" Kamu antarkan saja, Mas. Siapa tahu mbak Sintia memang lagi butuh kamu, pergilah."Ucap Hana sedikitpun tidak ada rasa cemburu.

Cintanya untuk Dimas benar‑benar sudah mati dan tidak akan mungkin untuk hidup kembali.

" Ayo Dim."Seru Sintia dengan manja.

Memangnya mau beli apa sih mbak? Harus gitu minta antar Dimas, padahal Lastri ada loh. Ini kan hari libur."Ucap Dimas yang sebenarnya malas sekali mengantar Sintia.

Harus sama kamu, karena aku pengennya memang di antar kamu. Lastri juga lagi molor tuh, biasa setiap hari libur dia akan bangun siang. Ayolah Dim."Seru Sintia lagi‑lagi dengan manja.

Hhhuuufffttt

Dimas sudah tidak bisa menolak lagi dan tidak ada alasan yang tepat untuk menolak ajakan Sintia. Akhirnya dengan terpaksa Dimas mengiyakan ajakan Sintia.

" Hana , mana kunci mobil? Aku sama Dimas mau pakai mobil saja, biar tidak kepanasan."Seru Sintia seenaknya meminta kunci mobil Hana.

" Tidak ada, aku mau pakai mobil itu."Seru Hana tidak meminjamkan mobilnya kepada Sintia.

" Pelit banget sih, cuma mobil gitu doang aku juga pasti bisa membelinya. Awas saja kamu !!."Seru Sintia dengan ketus.

" Jadi pergi tidak ini mbak, Sintia? Kalau tidak aku mau ngegame saja."Seru Dimas kesal karena Sintia justru mengulur‑ulur waktu.

Pasangan selingkuh itupun akhirnya berangkat dengan mengendarai motor. Tujuan mereka saat ini adalah toko kue yang tempatnya cukup jauh dari rumah. Harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam.

Sementara itu di tempat kerjanya, Bayu merasakan ada sesuatu yang tidak enak dihatinya. Tapi dia tidak tahu apa itu, akhir‑akhir ini perasaan dan fikirannya pun kalut.

Kamu kenapa, Bay? Kangen istri atau kangen ngecas?."Tanya Anton salah satu teman kerja Bayu.

Kedua nya sih."Jawab Bayu dengan senyum tipis.

" Padahal kalau cuma mau ngecas di sini tuh banyak loh, Bayu. Tinggal kamu datang ke daerah X itu di sana banyak pilihan, mau model yang bagaimana saja ada. Kamu terlalu setia sama istri, siapa tahu istrimu di sana tidak setia sama kamu."Ucap Anton.

Istriku itu setia, Ton. Dia bahkan sangat manja denganku. Aku tidak mau ngecas sembarangan, yang ada malah ketularan penyakit."Jawab Bayu dan di sambut tawa oleh teman yang lainnya.

Bayu tinggal di sebuak kontrakan yang di khususkan untuk para karyawan laki‑laki. Meskipun jabatan Bayu di perusahaan itu lebih tinggi dari teman‑temannya, Bayu sama sekali tidak menyombongkan diri. Terlebih, karyawan di sana rata‑rata memang orang perantauan yang jauh dari keluarga. Jadi teman atau karyawan itulah yang menjadi keluarganya saat berada di perantauan.

Sebulan lagi kamu pulang, kuat‑kuatin saja. Nanti saat sudah pulang baru di gaspol."Seru Anton sambil menepuk punggung Bayu.

Sialan loh, Ton."Seru Bayu lalu melempar Anton dengan sepatunya.

Bayu sebenarnya sangat menginginkan seorang anak, akan tetapi Sintia belum mau punya anak jika Bayu masih bekerja di luar kota. Dengan alasan Sintia tidak mau mengurus dan merawat anak sendiri atau berjauhan dengan suami. Jika Bayu harus meninggalkan pekerjaannya dan pulang, dia bingung mau bekerja di mana lagi.

Seandainya kami punya anak, aku pasti tidak akan seperti ini. Saat pulang kerja, ada anak dan istri yang menungguku, dan senyuman anak bisa mengobati rasa rindu dan lelahku. Ya Allah, izinkan aku segera mempunyai anak.*Gumam Bayu dalam hatinya.

Sepulang dari toko kue, Dimas dan Sintia pergi ke cafe untuk makan siang. Saat di cafe, Dimas bertemu dengam teman kerja satu kantornya. Mereka pun makan di meja yang sama, dan teman Dimas kebetulan juga membawa istrinya.

" Aku baru pertama kali ini loh Dim, lihat kamu jalan sama istri kamu."Seru Tama.

" Istri?."Seru Dimas dengan wajah keheranan.

Dimas pun tahu, pasti Tama mengira jika Sintia itu istrinya. Sebab selama ini Dimas tidak pernah memperkenalkan istrinya kepada teman‑temannya. Saat menikah dulu hanya ijab qabul di rumah orang tua Hana, yang sekarang sudah menjadi rumah kakak nya Hana, Farhan.

Iya saya istrinya mas Dimas. Saya memang jarang sekali keluar rumah, jadi teman‑teman mas Dimas tidak ada yang mengenali saya."Ucap Sintia dengan percaya diri dia mengenalkan dirinya sebagai istri Dimas.

Iya mbak Sintia, Dimas ini memang pelit. Masa iya setiap kali ada acara kantor tidak mau mengajak istrinya, istrinya di peram di rumah terus. Iya kan sayang?."Seru Tama sambil melirik ke arah istrinya, Mira.

Iya, Mas."Jawab Mira sekenanya.

Mira ingat betul dulu pernah bertemu dengan Dimas, dan wanita yang bersama Dimas bukanlah Sintia. Memang saat itu Mira melihat Dimas dan Hana sedang berbelanja, namun Mira tidak menyapa ataupun menghampiri Dimas. Tapi dia ingat betul, jika wanita yang sama Dimas bukan Sintia.

Atau jangan‑jangan yang aku lihat dulu itu selingkuhannya Dimas? Aahh masa bodo lah, aku kok malah mikirin rumah tangga orang.*Gumam Mira dalam hatinya.

Sintia sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya sebagai istri Dimas. Sudah terlanjur, Dimas pun hanya mengikuti alur yang sudah dimulai oleh Sintia.

Tama dan Mira pamit duluan, saat ini tinggal Dimas dan Sintia berdua saja.

" Kenapa pakai mengaku kalau kamu ini istriku? Nanti kalau Hana tahu bagaimana? Kamu ini kalau ngomong tidak difikir dulu, Sintia."Seru Dimas dengan kesal.

Sintia semakin hari semakin menyebalkan, dia suka bertindak sesuka hatinya dan bila di tegur akan marah serta mendiamkan Dimas. Sintia juga berubah menjadi manja dan posesif, suka marah tidak jelas.

Karena aku mau menjadi istrimu, makanya aku bilang kalau aku ini istrimu."Jawab Sintia dengan santainya.

Mana bisa begitu, Sintia. Aku ini sudah beristri dan kamu juga istri kakakku, jangan banyak mau deh. Kita cukup jalani saja hubungan kita tanpa ada siapa pun yang tahu. Tah selama 3 bulan ini kita baik‑baik saja kan."Seru Dimas sedikit berbisik agar tidak di dengar oleh pengunjung cafe yang lainnya.

Di meja yang tidak jauh dari mereka tepatnya di meja belakang Dimas, ada sepasang mata yang sedari tadi melihat ke arah Dimas dan Sintia. Orang itu juga menajamkan pendengarannya, lamat‑lamat dia bisa mendengar apa yang sedang Dimas dan Sintia katakan.

" Itukan suami Hana yang pernah bertemu dan marah‑marah saat aku ketemu Hana di minimarket? Jadi suaminya Hana selingkuh dengan istri kakaknya sendiri? Apa Hana tahu soal ini?."Ucap Aldo pelan.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!