NovelToon NovelToon
SAJAK LUKA UNTUK MAS DEWANGGA

SAJAK LUKA UNTUK MAS DEWANGGA

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Siham tahu suaminya tidak pernah mencintainya. Dia tahu ada nama wanita lain yang masih bertahta di hati Dewangga. Namun, menemukan kotak berisi sajak-sajak cinta Dewangga untuk masa lalunya adalah luka yang tak bisa lagi ia toleransi. Siham memutuskan untuk pergi, tapi tidak dengan tangan kosong. Dia meninggalkan satu sajak luka setiap harinya sebagai 'hadiah' perpisahan. Saat Dewangga akhirnya mulai merasa kehilangan, Siham sudah menjadi puisi yang tak sanggup lagi ia baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAJAK LUKA UNTUK MAS DEWANGGA

​Malam pertama tahlilan di kediaman almarhum Ayah Siham terasa begitu menyesakkan. Suara lantunan doa-doa dan ayat suci memenuhi ruang tamu hingga meluap ke halaman rumah yang tertutup tenda. Di tengah kepulan asap dupa dan wangi minyak kayu putih, Siham duduk bersimpuh di atas hamparan karpet tipis. Kepalanya tertunduk, namun matanya tidak fokus pada buku Yasin di tangannya.

​Dada Siham terasa seperti dihimpit bongkahan batu besar. Kenyataan pahit yang datang bertubi-tubi vonis kanker, amukan Dewangga, dan kini kepergian Ayah membuatnya merasa benar-benar kehilangan pegangan. Ia seperti sebatang pohon yang akarnya baru saja dicabut paksa dari tanah. Tidak ada lagi sandaran. Tidak ada lagi tempat untuk mengadu saat dunia memperlakukannya dengan kejam.

​Ia melirik ke arah Dewangga yang duduk di barisan pria. Suaminya itu tampak mengikuti prosesi dengan wajah formal, sesekali melirik jam tangan, seolah waktu tujuh hari yang dijanjikan Siham adalah beban yang ingin segera ia selesaikan. Siham hanya bisa tersenyum getir sandaran yang seharusnya ada di sampingnya justru menjadi alasan ia ingin segera pergi.

​Selesai doa bersama, suasana berubah menjadi lebih riuh. Istri Pak Heru bersama tim katering yang dipilih Siham dan Mama mertuanya mulai menyajikan hidangan. Aroma gulai kambing, opor dan sambal goreng ati menyeruak, memenuhi ruangan. Masakan-masakan yang biasanya menjadi favorit Ayahnya dan selalu terlihat sangat enak saat sang Ayah masih ada, kini tampak biasa saja di mata Siham. Bahkan, melihat piring-piring itu hanya membuatnya teringat betapa kosongnya kursi di ujung meja makan.

​Mama mertuanya mendekat, membujuknya untuk makan. "Siham, sayang, ayo makan sedikit. Kamu harus kuat, tujuh hari ini akan melelahkan."

​"Iya, Mah. Sebentar lagi," jawab Siham pelan.

​Setelah tamu-tamu mulai pamit dan rumah perlahan sunyi hanya menyisakan Papa, Mama dan Dewangga yang sedang berbincang di ruang tengah, Siham melihat Pak RT hendak berpamitan di teras. Ini adalah kesempatannya.

​"Pak RT, bisa bicara sebentar di halaman?" tanya Siham.

​Mereka berdua berjalan menuju pojok halaman, di bawah pohon mangga yang gelap, jauh dari jangkauan pendengaran orang-orang di dalam rumah. Suasana malam desa yang dingin menusuk tulang, namun Siham merasa ini adalah waktu yang tepat.

​"Ada apa, Neng Siham? Sepertinya sangat penting," tanya Pak RT dengan nada kebapakan.

​Siham menatap ke arah nisan kayu yang terlihat samar di kejauhan dari balik tembok rumah. "Pak... tadi Bapak bilang soal Tabungan Masa Depan almarhum Ayah. Saya ingin melanjutkan tabungan itu, tapi untuk saya sendiri."

​Pak RT tersentak, matanya membelalak kaget. "Lho, Neng Siham? Neng kan masih muda, masih panjang perjalanannya. Kenapa bicara soal itu sekarang? Biasanya tabungan ini untuk orang-orang tua yang sudah... ya, sudah sepuh."

​Siham tersenyum tipis, sebuah senyuman yang mengandung rahasia yang teramat pedih. "Umur kan memang tidak ada yang tahu, Pak. Ayah saja yang terlihat sehat bisa dipanggil mendadak. Saya hanya ingin berjaga-jaga agar tidak merepotkan siapa pun nanti."

​Siham mengeluarkan ponselnya, seolah hendak melakukan transfer bank. "Saya akan mentransfer sejumlah uang secara penuh hari ini juga ke rekening tabungan warga itu, Pak. Saya ingin biaya kain kafan, pemandian, liang lahat, sampai tenda dan katering tahlilan saya nanti sudah lunas dibayar dari sekarang."

​"Neng Siham, jangan bicara begitu..." Pak RT merasa tidak enak hati.

​"Saya serius, Pak," potong Siham dengan suara yang sangat tenang namun berwibawa. "Dan satu permintaan saya, Pak. Jika saatnya tiba, saya ingin dikebumikan di samping Ayah dan Ibu. Tepat di samping Ayah. Tolong pastikan lahan itu tidak diambil orang lain. Ini amanah saya ya Pak. Tolong jangan beri tahu suami saya atau mertua saya tentang ini. Cukup Bapak dan saya yang tahu."

​Pak RT terdiam seribu bahasa. Ia melihat kesungguhan di mata Siham, sebuah kesungguhan yang bercampur dengan rasa lelah yang sangat dalam. Sebagai orang yang sering mengurus kematian warga, ia bisa merasakan bahwa permintaan Siham bukan sekadar iseng, melainkan sebuah persiapan perjalanan jauh.

​"Baik, Neng... kalau itu memang kemauan Neng Siham. Bapak akan jaga amanahnya," ucap Pak RT dengan suara bergetar.

​"Terima kasih, Pak. Saya transfer sekarang ya."

​Siham menekan tombol konfirmasi di ponselnya. Selesai. Satu beban besar baru saja ia lepaskan. Ia merasa lega mengetahui bahwa saat tubuhnya nanti menyerah pada kanker, ia tidak akan menjadi beban bagi Dewangga. Ia tidak butuh kemewahan pemakaman di San Diego Hills atau tempat elit lainnya. Ia hanya ingin pulang ke rumah ini, ke tanah yang sama dengan kedua orang tuanya.

​Saat Siham kembali masuk ke dalam rumah, ia mendapati Dewangga sedang berdiri di dekat pintu, menatapnya dengan tatapan penuh selidik.

​"Lama sekali bicara dengan Pak RT. Apa lagi yang kamu urus?" tanya Dewangga dingin.

​Siham berjalan melewati suaminya begitu saja menuju kamar lama. "Urusan masa depan, Mas. Sesuatu yang tidak akan pernah kamu mengerti."

​Dewangga tertegun. Ia merasa ada sesuatu yang besar sedang disembunyikan istrinya, namun ia tidak tahu bahwa yang sedang disiapkan Siham adalah sebuah perpisahan yang permanen perpisahan yang sudah lunas dibayar di dunia, agar di akhirat nanti, ia benar-benar bebas dari Dewangga.

1
Maya Lara Faderik
cerita yang memilukan penuh luka tak dapat dibayangkan kalau didunia nyata,kalau ia pun Kalian dijodohkan Dewangga jangan lah membenci siham , memarahi nya juga siham hanya dituntut oleh kedua orang tua kalian lagipun mantan mu yang mengkhinat meninggalkan dirimu tapi kenapa harus siham tempat kau melempias kemarahan dan kebencian,lelaki yang teregois,angkuh dan tersombong didunia novel ...adakah aku patut bersyukur itu hanya mimpi untuk menyedarkan Dewangga...tapi hatiku masih sakit kerana menangis terisak2 ,... hidung ku tersumbat banyak mengeluarkan air mata...Thor..karyamu sangat membuat ku terbawa perasaan ..terrrbaik thorr...
Maya Lara Faderik: Amin 🙏🙏🙏
total 4 replies
sukensri hardiati
sukaa....nggak nyangka klo dewangga cuma mimpi...tak kira ceritanya mengulang waktu....yaaah...efeknya sama sih...ngadih dewangga kesempatan buat memperbaiki semuanya ....
sukensri hardiati
aduuuh....tamatnya jangan begini laah....
sukensri hardiati
semoga bapak siham juga selamat....sehat sampai punya cucu
Sherly Neovita
🥰
Erna Nurwahyu
😭😭😭😭😭jahat banget sih Thor ini mata sampe bengkak karna nangis terus part ini😭😭😭😭
Erna Nurwahyu
aku nangis terus part ini😭😭😭😭
Mas Nunah
aku nangis nangis baca novel ini
Ainun Nasir
ya Ampun kaget banget pas di akhir ada tulisan tamat
blcak areng: Maaf Kak🙏
total 1 replies
Charlie Si Pendiam
kok tamat sih Thor, sudah melow berat🤭
blcak areng: Maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Uthie
Apakah Judul itu kelanjutannya????
Uthie: Yaaaa..😢😢😢
total 2 replies
Uthie
Yaaa...koq Tamat aja 😢😢😢😢
Bunga
sedih banget/Sob/
Uthie
Semoga masih ada kesempatan untuk kalian hidup bahagia yaaa.... not Sad Ending 👍👍👍
Uthie
💞💞💞💞
Haryati Atie
thoor ini ga ada cerita unboxing kli ya , ku kira cerita bakal bede sma mimpi dewangga .
Uthie
Masihkah mereka dapat bersatu dan mengubah takdir 😢
Uthie
Semoga di kesempatan kali ini, mereka bisa bersama selamanya 😢
Uthie
Nexxxttt.... lagiiii
Uthie
syukurlah...bisa kembali bersama merubah kejadian tragis di masa depan 👍👍😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!