Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26.2: 13 Tuan & Nona muda generasi terbaik Clan Su
Biasanya, Su Meixue adalah yang paling muda dan paling lemah di antara mereka.
Di hadapan para saudara sepupu lain yang sudah lebih lama tumbuh di lingkungan utama Clan, posisinya tidak terlalu mencolok. Namun kini, dengan adanya Su Dingxuan yang lebih muda dan memiliki Realm lebih rendah, untuk pertama kalinya ia merasakan posisi seperti seorang senior.
Perasaan itu tidak terlalu besar, tetapi cukup membuat sikapnya menjadi sedikit lebih antusias.
“Kalau Saudara Su Dingxuan belum tahu, biar aku jelaskan. Kompetisi Clan dibagi menjadi dua jenis, yaitu kompetisi Foundation Establishment dan kompetisi Qi Refining. Arena hutan itu digunakan untuk kompetisi Qi Refining. Dari sana, seratus tempat teratas akan lanjut ke tahap kedua.”
Ia menunjuk ke arah arena, lalu melanjutkan, “Tahap kedua adalah kompetisi battle. Peserta akan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing lima puluh orang. Dari setiap kelompok, sepuluh orang yang masih bertahan akan lanjut ke tahap ketiga.”
“Tahap ketiga menggunakan undian,” tambahnya. “Dari sana akan ditentukan urutan peringkat satu sampai dua puluh.”
Su Dingxuan mengangguk perlahan.
“Lalu, bagaimana dengan kompetisi Foundation Establishment?”
Su Meixue baru saja hendak menjawab, tetapi Su Ziyu lebih dulu menghentikannya dengan halus.
Ia mengambil alih penjelasan.
“Kompetisi di level itu dilaksanakan secara tertutup. Hanya Pemimpin Clan dan para Pemimpin Cabang yang mengawasi.”
Su Dingxuan kembali mengangguk.
Ia tidak tahu pasti kenapa Su Ziyu menghentikan Su Meixue. Namun, dari tatapan dan caranya berbicara, Su Dingxuan bisa menangkap maksud yang cukup jelas.
Su Ziyu ingin memberi batas.
Lebih tepatnya, ia tidak ingin Su Meixue terlalu dekat dengannya.
Adapun alasannya, Su Dingxuan bisa menebak beberapa kemungkinan.
Setelah mengucapkan terima kasih, keduanya menuju kursi masing-masing. Su Meixue ternyata duduk tepat di sebelah Su Dingxuan.
Dari susunan itu saja, Su Dingxuan segera memahami sesuatu.
Posisi duduk mereka ditentukan berdasarkan kekuatan.
Dan ia adalah yang terlemah.
Jika diurutkan dari kanan hingga kiri sampai ke tempatnya, Su Dingxuan dapat menebak siapa saja yang akan duduk di sana. Ini juga berkat bantuan ibunya yang sebelumnya sudah memberikan beberapa informasi.
Su Tianheng, laki-laki, Foundation Establishment Tahap Akhir Tingkat 8.
Su Zhenyu, laki-laki, Foundation Establishment Tahap Akhir Tingkat 8.
Su Lianhua, perempuan, Foundation Establishment Tahap Akhir Tingkat 7.
Su Mingze, laki-laki, Foundation Establishment Tahap Akhir Tingkat 7.
Su Ruihan, laki-laki, Foundation Establishment Tahap Menengah Tingkat 5.
Su Xuanli, perempuan, Foundation Establishment Tahap Menengah Tingkat 5.
Su Beichen, laki-laki, Foundation Establishment Tahap Menengah Tingkat 4.
Su Yaoqing, perempuan, Foundation Establishment Tahap Awal Tingkat 2.
Su Ya, perempuan, Foundation Establishment Tahap Awal Tingkat 1.
Su Qingyue, perempuan, Foundation Establishment Tahap Awal Tingkat 1.
Su Ziyu, laki-laki, Qi Refining Tahap Puncak Tingkat 10.
Su Meixue, perempuan, Qi Refining Menengah Tingkat 9.
Su Dingxuan, laki-laki, Qi Refining Menengah Tingkat 5.
Bisa dikatakan, mereka semua adalah generasi penting masa depan Clan Su.
Walaupun begitu, jika berbicara tentang peluang mencapai Nascent Soul Realm, di antara mereka hanya Su Ya yang benar-benar memiliki kepastian paling besar. Adapun yang lain, jika mendapatkan peluang besar, mungkin saja bisa mencapainya. Namun jika hanya mengandalkan bakat, Core Formation kemungkinan sudah menjadi batas atas mereka.
Memikirkan hal itu, Su Dingxuan semakin yakin bahwa posisinya di antara mereka memang sangat rendah.
Bukan hanya dari sisi Realm, tetapi juga dari pengalaman, relasi, dan pemahaman tentang lingkungan Clan. Selama ini, ia lebih banyak hidup jauh dari pusat kekuasaan keluarga. Maka, ketika duduk di barisan generasi muda itu, ia seperti seseorang yang baru memasuki permainan lama yang aturannya sudah dipahami oleh semua orang kecuali dirinya.
Untungnya, Su Dingxuan sejak awal tidak berniat merebut perhatian siapa pun.
Bisa duduk diam dan mengamati sudah cukup baginya.
Beberapa saat kemudian, yang lain mulai berdatangan.
Su Dingxuan dan beberapa orang yang sudah hadir berdiri untuk memberi salam. Entah kebetulan atau memang sengaja, mereka datang sesuai urutan kursi masing-masing.
Sekilas, Su Dingxuan seperti menjadi orang yang diabaikan.
Kebanyakan dari mereka yang duduk di kursi kanan saling menyapa, lalu tidak lama kemudian mulai saling menyerang dengan kata-kata sindiran. Kalimat mereka terdengar sopan, tetapi maknanya jelas tidak ramah.
Sebagai pengamat, Su Dingxuan hampir bisa membayangkan percikan listrik di antara tatapan mereka.
Lalu, ia melihat sosok yang dikenalnya.
Siapa lagi kalau bukan Su Ya.
Bahkan Su Dingxuan sendiri sempat tertegun saat melihatnya.
Kecantikannya memang luar biasa. Ditambah ekspresi dingin dan aura bawaan yang terasa tenang namun jauh, ia benar-benar sesuai dengan Atribut Spirit Root-nya, yaitu Elemen Es.
Terakhir kali Su Dingxuan melihatnya adalah ketika mereka masih kecil, saat ujian Spirit Root cabang keempat. Gadis kecil saat itu kini sudah tumbuh dewasa. Penampilannya anggun, dingin, dan sulit didekati, seperti dewi Es.
Su Dingxuan juga memperhatikan dua saudara sepupu laki-lakinya di urutan kursi satu dan dua yang berusaha proaktif membuka percakapan dengan Su Ya.
Sayangnya, semua hanya dibalas dengan kata singkat atau anggukan kecil.
Sementara itu, beberapa saudara laki-laki dengan kultivasi lebih rendah hanya berani mencuri pandang. Ada kekaguman jelas di mata mereka, juga harapan samar untuk mendapat sedikit perhatian dari Su Ya.
Melihat itu, Su Dingxuan perlahan memahami situasinya.
‘Su Ya adalah calon Nascent Soul Realm. Selama ia tidak jatuh terlalu awal, Nascent Soul Realm hampir pasti berada dalam genggamannya.’
Ia melirik para sepupu laki-laki itu.
‘Sedangkan peluang Nascent Soul Realm bagi yang lain masih abu-abu. Wajar kalau mereka tertarik pada Su Ya. Apalagi dengan kecantikannya yang memang memikat.’
Saat Su Dingxuan diam-diam mengamati para sepupunya, tepat pada saat itu pula Su Ya menatap ke arahnya.
Setelah berkedip pelan, Su Ya mengangguk kepadanya.
Secara otomatis, Su Dingxuan membalas sapaan itu dengan anggukan juga.
Namun, begitu selesai melakukannya, ia langsung menyadari sesuatu.
‘Gawat! Sepupu yang lain pasti memperhatikan.’
Benar saja.
“Ohh, bukankah ini adik kecil kita yang baru bergabung dengan Clan?”
Su Dingxuan menoleh ke arah orang yang berbicara.
Dari urutan kursinya, ia tahu orang itu adalah Su Zhenyu.
Saat Su Dingxuan baru hendak membalas, suara lain sudah lebih dulu terdengar.
Su Tianheng menatapnya dengan dingin.
“Kenapa Adik Ke-13 tidak mengenalkan diri? Setidaknya biar saudara sepupu lain tahu siapa dirimu.”
Ia berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan senyum tipis.
“Atau karena terlalu lama tinggal di wilayah manusia fana, Adik Ke-13 sampai lupa tata krama Clan?”
Su Dingxuan terdiam.
Ia berkedip sekali, lalu sekali lagi. Ia terdiam bukan karena marah maupun sedih.
Ia hanya merasa... ini terlalu konyol.
Hanya karena satu anggukan dari wanita yang mereka kejar, permusuhan langsung diarahkan kepadanya?
Lalu bagaimana nanti jika Su Ya bertukar sapa dengan seseorang tak dikenal? Apakah orang itu akan langsung dibunuh?
Beberapa saudara lain tersenyum. Ada yang tampak meremehkan. Ada pula yang tidak peduli sama sekali, seolah kejadian kecil ini hanya hiburan pembuka sebelum kompetisi dimulai.
Lalu, di tengah tekanan tatapan itu, terdengar suara cekikikan.
Suara itu tidak keras, tetapi cukup untuk menarik perhatian semua orang.
End Chapter 26.2.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw