NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: ALAM SURGAWI DAN KOTA TULANG DEWA

​Setelah melewati terowongan cahaya yang seolah-olah memeras setiap tetes kekuatan dari tubuhnya, Ye Xuan mendarat di atas hamparan padang rumput berwarna perak. Udara di sini tidak terasa seperti oksigen biasa; setiap tarikan napas terasa seperti menelan jarum-jarum energi yang sangat murni.

​Inilah Alam Surgawi, wilayah di mana gravitasi sepuluh kali lebih kuat dan tekanan atmosfernya bisa menghancurkan seorang kultivator tingkat rendah dalam hitungan detik.

​[Ding! Selamat Datang di Alam Surgawi!]

[Peringatan Lingkungan: Tekanan Qi Tinggi Terdeteksi.]

[Sistem melakukan adaptasi otomatis pada Tubuh Kaisar Kekacauan... Selesai.]

[Status Baru: Kultivasi Inang telah stabil di Spirit Severing Tahap Awal, namun di sini, Anda hanyalah 'Prajurit Menengah'.]

​Ye Xuan berdiri, membersihkan debu dari bahunya. Di sampingnya, Mo Ran tampak sedikit pucat, berusaha menyesuaikan pernapasannya, sementara Ye Tian berdiri dengan tegak—matanya berkaca-kaca melihat tanah kelahirannya yang telah ia tinggalkan selama puluhan tahun.

​"Kita berada di pinggiran Wilayah Utara," bisik Ye Tian, suaranya parau. "Tak jauh dari sini ada Kota Tulang Dewa, sebuah kota perdagangan bebas yang berdiri di atas reruntuhan naga purba. Itu adalah tempat terbaik untuk mencari informasi tanpa terdeteksi oleh jaringan intelijen Klan Su secara langsung."

​Ye Xuan menatap ke kejauhan. Di cakrawala, ia melihat gunung-gunung melayang yang diikat oleh rantai energi raksasa, dan sungai-sungai yang mengalir di atas awan. Keindahannya luar biasa, namun bagi Ye Xuan, setiap inci keindahan ini berbau pengkhianatan.

​"Ayo," ajak Ye Xuan. "Kita perlu mengganti jubah ini dan mencari peta detail menuju Penjara Sembilan Kesengsaraan."

​Mereka tiba di gerbang Kota Tulang Dewa saat senja—jika bisa disebut senja, karena di Alam Surgawi terdapat tiga matahari yang jarang sekali terbenam sepenuhnya. Kota itu sangat megah, dengan bangunan yang terbuat dari tulang binatang purba yang telah membatu, memancarkan aura kuno yang berat.

​Di pintu masuk, Ye Xuan melihat sekelompok tentara penjaga kota. Mereka mengenakan baju zirah yang terbuat dari sisik naga tanah. Yang mengejutkan, penjaga pintu paling rendah pun berada di tingkat Nascent Soul puncak.

​"Alam Surgawi memang tidak bercanda," gumam Ye Xuan.

​[Ding! Misi Baru: Penyamaran di Kota Tulang Dewa.]

[Tujuan: Dapatkan 'Peta Aliran Qi Penjara Sembilan Kesengsaraan' dari Pelelangan Bawah Tanah.]

[Hadiah: Peningkatan Level Pedang Penghancur Surga & Teknik 'Langkah Cahaya Surgawi'.]

​Mereka masuk ke sebuah kedai minum bernama "Darah Naga" untuk beristirahat. Suasana di dalam sangat riuh; para pemburu hadiah, tentara bayaran, dan pelarian dari berbagai klan berkumpul di sana. Ye Xuan duduk di pojok gelap, menutupi wajahnya dengan tudung jubah.

​Tiba-tiba, percakapan di meja sebelah menarik perhatiannya.

​"Kau dengar? Klan Su sedang mengadakan sayembara besar-besaran," kata seorang pria bertubuh besar dengan bekas luka di wajahnya. "Siapa pun yang bisa memberikan informasi tentang pemuda pembawa Pedang Hitam dari dunia bawah akan diberi hadiah sepuluh ribu Batu Roh Tingkat Tinggi dan posisi sebagai Tetua Luar."

​"Sepuluh ribu Batu Roh?!" temannya terbelalak. "Gila! Apa yang dilakukan bocah itu sampai Klan Su semarah ini? Kabarnya kapal induk 'Surga Ketujuh' hancur berkeping-keping."

​Ye Xuan hanya tersenyum tipis di balik tudungnya. Ia menyesap teh pahitnya dengan tenang.

​Namun, ketenangannya terganggu ketika seorang wanita muda dengan pakaian petarung yang ketat dan compang-camping berlari masuk ke kedai, dikejar oleh lima pria berpakaian seragam Klan Bai—salah satu klan bawahan Klan Su.

​"Tangkap dia! Dia mencuri 'Kunci Roh' milik Tuan Muda!" teriak salah satu pengejar.

​Gadis itu terpojok tepat di depan meja Ye Xuan. Ia tampak ketakutan, tangannya memegang sebuah benda berbentuk kristal biru kecil. Matanya yang bulat bertemu dengan mata ungu Ye Xuan sejenak.

​"Tolong..." bisiknya sangat pelan, hampir tidak terdengar.

​Salah satu pria Klan Bai menendang meja Ye Xuan hingga hancur. "Minggir, gelandangan! Jangan menghalangi urusan Klan Bai!"

​Ye Xuan perlahan meletakkan cangkir tehnya di atas meja yang kini miring. Ia tidak berdiri, namun aura di sekitarnya mendadak menjadi sangat dingin.

​"Kau menghancurkan tehku," kata Ye Xuan datar.

​"Apa kau bilang? Aku bukan hanya menghancurkan tehmu, aku akan menghancurkan kepalamu jika kau tidak segera merangkak keluar!" pria itu mengangkat pedangnya.

​[Ding! Deteksi Target: Sampah Tingkat Spirit Severing Tahap Awal.]

[Saran: Habisi dalam 3 detik agar tidak menarik perhatian penjaga kota.]

​Ye Xuan bergerak. Tidak ada yang melihat bagaimana ia melakukannya, namun dalam sekejap, jari telunjuk dan tengah Ye Xuan sudah menjepit bilah pedang pria itu. Dengan satu sentikan ringan, pedang baja surgawi itu patah menjadi tujuh bagian.

​KRAK!

​Ye Xuan kemudian berdiri, dan dengan gerakan yang sangat halus, ia memberikan satu tamparan ringan ke wajah pria itu.

​BOOM!

​Pria itu terlempar menembus dinding kedai, mendarat di tengah jalan kota dalam keadaan pingsan dengan wajah yang bengkak seperti bakpao. Empat pengejar lainnya berdiri terpaku, tidak berani maju satu langkah pun.

​"Pergi," ujar Ye Xuan pendek.

​Melihat kengerian itu, keempat pria itu segera memungut rekan mereka dan lari tunggang langgang.

​Gadis yang melarikan diri tadi menatap Ye Xuan dengan takjub. Ia berlutut di depan Ye Xuan. "Terima kasih, Senior! Nama saya Xiao Xiao. Kristal yang saya bawa ini... ini bukan hasil curian. Ini adalah kunci menuju bagian rahasia dari Penjara Sembilan Kesengsaraan! Ayah saya adalah mantan sipir di sana sebelum dibunuh oleh Klan Su!"

​Ye Xuan tertegun. Kebetulan macam apa ini?

​[Ding! Keberuntungan Inang: +100!]

[Catatan Sistem: Sepertinya 'Plot Armor' Anda mulai bekerja secara aktif, Inang.]

​Ye Xuan menatap Xiao Xiao dengan serius. "Kau tahu jalan masuk ke penjara itu?"

​"Saya tahu jalan tikus yang tidak dijaga oleh formasi, Senior. Tapi kita butuh bantuan dari Klan Bayangan Perak untuk melewati lapisan luar," jawab Xiao Xiao dengan penuh harapan.

​Ye Xuan menoleh ke arah Ye Tian dan Mo Ran. "Sepertinya rencana kita baru saja dipercepat. Kita tidak perlu menunggu pelelangan."

​Namun, di kegelapan sudut kedai yang lain, sepasang mata merah sedang mengamati mereka. Sesosok makhluk yang dibalut bayangan mengeluarkan jimat transmisi. "Lapor... Target telah ditemukan di Kota Tulang Dewa. Dia bersama saksi kunci Xiao Xiao. Kirim pasukan pemusnah."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!