NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ko Bisa?

Mereka yang mendengar nada dering Aretta mengangkat tak percaya sedangkan Aretta hanya acuh lalu mengangkat panggilan telponnya dengan santai.

"HALLO." Teriak Aretta yang membuat sang penelepon di sana terkejut.

Elvira refleks menjauhkan ponselnya dari telinganya. "Woy anj biasa aja kelesss gak usah teriak begitu pengen nih kuping gue bego." Marah Elvira di sebrang sana.

Aretta berdecak. "Woy GC lo mau ngomong apaan? Penting kaga? Awas lo kalo kaga penting gue cincang daging lo." Ketus Aretta dengan mata melotot.

Melihat Aretta melotot bukannya terlihat horor malah kelihatan gemas di mata Alex, Kaivan dan Navarez.

"Gemes banget anj." Ucap Alex menggigit² bibir bawahnya menahan kegemasannya melihat Aretta melotot.

"Kamu sangat menggemaskan baby dan seperti kucing imut." Batin Kaivan. Bukan hanya gemas karena Aretta melotot lucu tapi Kaivan juga gemas karena Aretta beberapa kali mencebikkan bibirnya menahan kekesalannya.

"Bar-bar tapi imut.' Batin Navarez.

Tidak, Aretta tidak sadar kalau dirinya lagi jadi bahan tontonan. Aretta itu terlalu fokus dengan telponannya dengan Vira sehingga dia tidak menyadarinya bahwa tiga manusia itu tengah memperhatikan dirinya.

"Santai² woy gue itu punya kabar terbaru, lo tau kalo ke tiga sahabatnya Aletta besok akan masuk sekolah di sekolah kita." Ucap Vira heboh.

Mendengar itu tubuh Aretta menegang dan ekspresinya terkejut lalu ia mengubahnya menjadi seperti biasa.

"Oh gak penting."

Tut

Aretta mematikan panggilannya secara sepihak ia tidak peduli kalau Vira akan marah-marah di sebrang sana.

Dan benar saja Vira sedangkan marah-marah di sebrang sana karena panggilannya di matikan secara sepihak oleh Aretta.

"Aretta setan awas aja lo besok." Ucapnya kesal.

Sedangkan di ruang rawat Kaivan setelah Aretta menerima telpon dari Vira dirinya tiba-tiba menjadi diam, ia memikirkan ucapan Vira kalau ke tiga sahabatnya akan masuk sekolah besok di tempat sekolahnya. Aretta sangat rindu para sahabatnya tapi ia bingung untuk jujur ke mereka bertiga kalau dirinya adalah Aletta sahabat mereka yang nyasar ke dalam tubuh gadis cupu ini. Memikirkannya saja sudah membuat Aretta pusing.

Alex, Navarez dan Kaivan yang melihat itu dibuat bingung dengan ekspresi Aretta. kenapa tiba-tiba bocah itu menjadi diam, perasaan tadi dia teriak-teriak lalu jadi diam kembali setelah teleponan dengan sahabatnya.

Alex menghampiri Aretta lalu merangkulnya. "Kenapa?" Tanyanya.

Aretta menghala nafas pandangannya beralih menetap Kaivan dan Navarez yang sedang menatapnya juga. "Apa ini saatnya gue cerita ke mereka berdua yah? Apalagi keknya si Kaivan suka sama Aretta, yah gue sih gak ke pedean ya tapi itu emang faktanya." Batin Aretta.

Aretta jadi terkekeh sendiri mengatakan hal itu dengan sangat pede. Ya tau, mau gimana lagi ia juga sangat yakin kalau Kaivan menyukai dirinya lebih tepatnya menyukai Aretta eh tapikan ia juga Aretta. Ahh pokonya Kaivan harus menjadi miliknya, eh.

Aretta berjalan pelan menghampiri Kaivan dan Navarez ia menatap ke dua makhluk yang ada di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ada yang mau gue omongin sama kalian berdua." Ucap Aretta pelan.

Dengan perasaan yang deg²an Aretta berusaha menguatkan dirinya, Aretta takut Kaivan dan Navarez tidak mempercayainya dan mengatakan dirinya gila setelah mendengar penjelasan Aretta.

Kaivan menaikkan sebelah alisnya. "Apa?"

Aretta masih diam ia bimbang harus kasih tau yang sebenarnya atau enggak kepada Kaivan dan Navarez.

"Keknya lebih baik gue kasih tau mereka berdua aja deh. Yah, gue akan kasih tau mereka berdua mau percaya atau enggaknya itu urusan belakangan yang penting gue udah bicara jujur." Batin Aretta yang sudah memutuskan untuk kasih tau yang sebenarnya.

Aretta menarik nafas panjang ia memantapkan dirinya untuk bicara jujur tentang siapa dia sebenarnya. "Perkenalkan nama gue Aretta Gabriela Wilson lebih tepatnya jiwa asli gua Aletta Xaviera Alexander yang bertransmigrasi ke dalam tubuh Aretta ini." Ucap Aretta tegas.

Kaivan dan Navarez yang mendengar ucapan Aretta saling lirik lalu mereka tersenyum aneh, tentu saja senyum itu hanya mereka berdua yang memahaminya.

"Aku tau baby." Jawab Kaivan santai.

"Gue juga udah tau." Timpal Navarez yang tak kalah santai.

Aretta yang mendengar jawaban mereka berdua tercengang, bagaimana bisa mereka tau kalau dirinya bukan jiwa Aretta? Dan sejak kapan mereka mengetahuinya? Hey, Aretta sudah deg²an dan panas dingin untuk memberitahu mereka siapa dirinya sebenarnya tapi mereka sudah mengetahui, bagaimana bisa?

Tak beda jauh Alex pun terkejut mendengar Kaivan dan Navarez mengetahui kalau yang ada di dalam tubuh Aretta bukan jiwa Aretta Gabriela Wilson melainkan Aletta Xaviera Alexander alias adik kembarnya seorang Alex Xavier Alexander.

"Ko bisa?" Pekik Aretta.

"Apa yang aku gak tau tentang kamu sayang." Goda Kaivan dengan senyum manis yang sangat menggoda.

Navarez dan Alex yang melihatnya mendelik sebal, ck si wajah datar mau jadi pria bucin tidak pantas monmaap pikir mereka.

Begitupun dengan Aretta yang mendelik horor melihat Kaivan menggodanya. "Heh gue gak akan baper sama senyum lo itu." Sinis ya.

"Masa?" Godanya dengan menaik turunkan alisnya.

Navarez yang jenggah melihatnya langsung menggeplak kepala Kaivan.

Plak

"Gak pantes bang lo kek gitu jatohnya horor." Julid Navarez.

Tentu saja Navarez langsung mendapatkan tatapan horor dari Abang sepupunya. "Ganggu." Ucapnya dingin.

"Gak pantes lo kek gitu bos." Nah kan Alex juga ikut julid.

"Bodo." Ucap Kaivan acuh.

"Woy woy woy woyyyyyyyy." Pekik Aretta histeris yang membuat mereka bertiga terkejut.

"Gue nanya astaga kenapa kalian jadi adu mulut sih." Kesal Aretta menghentak²kan kakinya kesal.

Kaivan terkekeh kecil melihatnya. "Aku tau dari awal jadi kamu gak perlu khawatir." Ucap Kaivan tenang.

Aretta berjalan mendekati Kaivan lalu ia duduk di bangku yang ada di samping brankar Kaivan. "Ko bisa?" Tanyanya yang penasaran.

"Kamu lupa sama aku hm?" Tanya Kaivan yang menatap Aretta secara intens.

Aretta juga menatap kedua bola mata Kaivan ia menyelami bola mata yang begitu indah menurutnya, bola mata yang sangat menenangkan dirinya dan yang sangat ia rindukan.

Deg

Jantung Aretta berpacu sangat cepat kilasan masa lalu tiba-tiba bermunculan di otaknya, Aretta memegang dadanya yang terasa nyeri.

"Hahaha ayo ayo kejar aku."

"Aku gak akan bisa kamu tanggap."

"Jangan lari nanti kamu jatuh."

"Apa kamu mau es krim?"

"Aku menang kamu kalah."

"Kamu selalu menang."

"Jangan nangis kamu jelek kali nangis."

"Aku gak bisa pisah dari kamu."

"Ayo kita berjanji."

"Aaaaaaaa tidakkkkkk."

"AAARRRRGGHHHHHH." Teriak Aretta histeris memukul²li kepalanya dengan nafas yang tidak beraturan.

"Dek." Panggil Alex panik. Ia merasa khawatir dengan Aretta yang tiba-tiba berteriak seperti itu.

Hiks

Hiks

Isak Aretta sambil memukul² dadanya yang begitu nyeri. Aretta mendongakkan kepalanya menatap Kaivan dengan tatapan datar sekaligus tatapan yang sulit di artikan.

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!