NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Bukan Untuku

Pernikahan Yang Bukan Untuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Lunaria Wulandari terpaksa menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahan. Demi menyelamatkan nama keluarga, ia harus menikah dengan Alex Lucas Dimitri—pria dingin dan penuh rahasia yang sejak awal tidak pernah menginginkan dirinya.

Awalnya Luna hanya dianggap pengganti. Namun semakin lama bersama, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Sayangnya, saat hati mulai saling menerima, masa lalu datang menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Kembali ke Jakarta

Pagi itu menjadi pagi terakhir mereka di Swiss.

Luna berdiri di depan jendela hotel sambil memandangi pegunungan Alpen yang tertutup salju.

Rasanya baru kemarin ia tiba di negara itu dengan perasaan canggung sebagai istri Alex.

Namun sekarang semuanya terasa berbeda.

Sangat berbeda.

"Masih nggak rela pulang?"

Suara Alex terdengar dari belakang.

Luna menoleh.

Pria itu sedang merapikan koper.

"Aku sedih."

Alex tersenyum tipis.

"Kamu bilang itu lima belas kali sejak kemarin."

"Tujuh belas kali."

Alex tertawa kecil.

"Berarti aku kurang menghitung."

Luna ikut tersenyum.

Dulu ia tidak pernah membayangkan Alex bisa tertawa sesering ini.

Bahkan sekarang pria itu terlihat jauh lebih santai dibanding saat pertama kali mereka bertemu.

Dan anehnya, Luna merasa senang menjadi salah satu alasan perubahan itu.

---

Perjalanan menuju bandara berlangsung lancar.

Namun kali ini suasananya berbeda.

Tidak ada lagi kecanggungan yang dulu selalu muncul saat mereka berdua.

Bahkan beberapa kali Luna tertidur di perjalanan dan tanpa sadar menyandarkan kepalanya ke bahu Alex.

Yang mengejutkan, Alex tidak menggesernya.

Pria itu justru membiarkan Luna tidur dengan nyaman selama perjalanan.

---

Belasan jam kemudian.

Pesawat akhirnya mendarat di Jakarta.

Begitu keluar dari bandara, Luna langsung menghela napas panjang.

"Panas."

Alex tersenyum.

"Baru beberapa menit."

"Aku kangen salju."

"Besok juga lupa."

"Nggak mungkin."

Alex menggeleng sambil tertawa kecil.

---

Saat mobil memasuki halaman rumah keluarga Dimitri, Luna langsung melihat seseorang berdiri di depan pintu utama.

"Kakek."

gumamnya.

Pria tua itu tampak menunggu sejak tadi.

Begitu mereka turun dari mobil, Kakek langsung menghampiri.

"Bagaimana?"

Alex menghela napas.

"Kami baru sampai."

"Itu bukan jawaban."

Luna langsung menahan tawa.

Alex terlihat pasrah.

"Kakek."

"Jadi bagaimana honeymoon kalian?"

Wajah Luna langsung memerah.

Sedangkan Alex memijat pelipisnya.

"Kakek terlalu penasaran."

"Tentu saja."

jawab pria tua itu santai.

"Kalian cucuku."

Luna akhirnya tertawa.

Ia mulai memahami kenapa Alex sering kewalahan menghadapi kakeknya.

Karena pria tua itu memang sulit dikalahkan.

---

Malam harinya.

Mereka makan malam bersama.

Suasananya hangat.

Sampai tiba-tiba Kakek kembali membuka topik yang membuat Luna hampir tersedak.

"Kalau tahun depan aku punya cicit, aku akan sangat senang."

"KEK!"

Alex langsung memprotes.

Kakek justru tertawa puas.

Sedangkan Luna berharap lantai bisa menelannya hidup-hidup.

---

Setelah makan malam selesai, Luna akhirnya berhasil kabur ke kamar.

Namun beberapa menit kemudian Alex masuk.

Pria itu masih terlihat kesal.

"Kakek memang nggak ada obat."

Luna tertawa kecil.

"Tapi lucu."

"Karena yang ditanya bukan kamu."

"Padahal aku juga malu."

Alex akhirnya ikut tersenyum.

---

Hari-hari berikutnya mulai kembali normal.

Alex kembali sibuk dengan pekerjaannya.

Sedangkan Luna mulai memikirkan langkah selanjutnya setelah lulus kuliah.

Namun ada satu hal yang berbeda.

Kini mereka benar-benar menjalani kehidupan sebagai pasangan.

Alex selalu menyempatkan sarapan bersama jika tidak ada rapat pagi.

Luna sering menunggu Alex pulang untuk makan malam.

Dan sesekali mereka menghabiskan waktu menonton film bersama di ruang keluarga.

Hal-hal sederhana.

Namun membuat rumah besar itu terasa jauh lebih hidup.

---

Suatu sore.

Luna sedang duduk di taman belakang sambil membaca buku ketika ponselnya bergetar.

Pesan dari Liana.

Kakaknya.

Luna terdiam cukup lama.

Sejak pernikahan itu terjadi, hubungannya dengan Liana memang tidak lagi sama.

Bukan karena benci.

Namun karena ada luka yang belum benar-benar sembuh.

Liana telah meninggalkan semuanya.

Dan Luna yang harus menanggung akibatnya.

Meski pada akhirnya Luna tidak menyesal menikah dengan Alex.

Tetap saja.

Apa yang terjadi dulu tidak mudah dilupakan.

"Kenapa?"

Suara Alex membuat Luna tersadar.

Pria itu baru pulang kerja.

Luna menunjukkan layar ponselnya.

Alex membaca pesan itu.

Lalu terdiam.

"Kamu mau balas?"

tanya Alex.

Luna menghela napas.

"Aku nggak tahu."

Isi pesannya sederhana.

Liana hanya menanyakan kabarnya.

Namun bagi Luna, itu terasa jauh lebih rumit.

---

Alex duduk di sampingnya.

"Kamu marah sama dia?"

Luna berpikir sejenak.

"Mungkin dulu iya."

"Sekarang?"

Luna menatap langit sore.

"Aku nggak tahu."

Alex mengangguk pelan.

Ia tidak memaksa.

Karena ia tahu beberapa luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

---

Malam itu Luna kembali membaca pesan dari kakaknya.

Berkali-kali.

Sampai akhirnya ia mengetik balasan singkat.

"Aku baik-baik saja."

Tidak lebih.

Tidak kurang.

Namun setidaknya itu adalah langkah pertama.

Langkah kecil menuju perdamaian.

---

Sementara itu di ruang kerja, Alex sedang menyelesaikan laporan perusahaan ketika Ryan menelepon.

"Halo."

"Alex."

Suara Ryan terdengar bersemangat.

"Ada kabar."

"Apa lagi?"

"Kita dapat proyek baru."

Alex mengangguk.

"Bagus."

"Tapi itu bukan kabar utamanya."

Alex mulai curiga.

"Lalu?"

Ryan tertawa.

"Besok aku datang ke rumah."

"Kenapa?"

"Aku mau lihat apakah Swiss berhasil mengubah kalian."

Alex langsung menutup telepon.

Membuat Ryan tertawa keras dari seberang sana.

---

Malam semakin larut.

Luna sudah tertidur ketika Alex masuk ke kamar.

Pria itu berdiri beberapa saat memperhatikan istrinya.

Kemudian tanpa sadar tersenyum.

Dulu ia mengira pernikahan ini hanya kewajiban.

Hanya cara memenuhi keinginan kakeknya.

Namun sekarang semuanya berubah.

Karena setiap kali pulang ke rumah, ada seseorang yang menunggunya.

Seseorang yang membuat rumah terasa hangat.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...

Alex benar-benar merasa bahagia.

Tanpa ia sadari, perjalanan mereka baru saja dimulai.

Karena setelah Swiss, setelah semua perasaan yang akhirnya terungkap, masih banyak hal yang akan mereka hadapi bersama.

Termasuk masa lalu yang perlahan mulai kembali menghampiri.

1
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat ✍️☺👈
wulaniii
gais like dan beri gift dungs biar semangat 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!