Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".
Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.
"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 : Kota Perbatasan Wushan
Kota Wushan berdiri di perbatasan tiga provinsi sekaligus. Letak yang unik itu membuat kota ini sulit berada di bawah kendali penuh satu kekuatan.
Selama ratusan tahun, kondisi tersebut menjadikan Wushan sebagai tempat berkumpulnya berbagai kalangan yang lebih menyukai kebebasan daripada aturan yang terlalu ketat.
Para pedagang datang dari berbagai arah. Kultivator pengembara lalu-lalang tanpa afiliasi yang jelas. Ada pula orang-orang yang sengaja berusaha tidak menarik perhatian, tetapi justru terlihat karena terlalu pandai menyembunyikan diri.
Di sudut-sudut tertentu, berbagai transaksi berlangsung tanpa ada yang terlalu peduli dari mana barang itu berasal.
Lin Chen langsung menyukai kota ini.
Bukan karena suasananya yang kacau, melainkan karena kota seperti ini memudahkan dua orang dengan identitas mencurigakan untuk berbaur di tengah keramaian.
Mereka tiba menjelang sore.
Begitu memasuki kota, Lin Chen langsung menetapkan tiga prioritas.
Mencari penginapan yang aman.
Mengumpulkan informasi tentang pergerakan Sekte Langit Besi.
Dan mendapatkan makanan yang layak setelah hampir dua minggu hidup dari persediaan selama perjalanan di Hutan Songhua.
Dua dari tiga tujuan itu berhasil dicapai dalam waktu kurang dari satu jam.
Penginapan yang mereka pilih berada di ujung jalan utama kota. Bangunannya sederhana, terdiri dari dua lantai dengan papan kayu tua yang mulai memudar warnanya. Tempat itu dikelola oleh seorang wanita tua bertubuh kecil.
Meski terlihat biasa saja, tatapannya tajam.
Hanya dalam sekali pandang, ia seolah mampu membedakan tamu yang sekadar membutuhkan tempat beristirahat dan tamu yang sedang membawa masalah besar.
"Berapa kamar?" tanyanya datar.
"Dua," jawab Lin Chen dan Huo Ling'er hampir bersamaan.
Keduanya terdiam sesaat.
Wanita tua itu menerima uang mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun, seolah sudah terlalu sering melihat situasi semacam itu.
Setelah mendapatkan kamar, mereka turun ke kedai makan yang berada di lantai bawah.
Informasi yang mereka cari ternyata datang lebih cepat dari perkiraan.
Di meja sebelah, dua pedagang logam kultivasi sedang berbincang sambil minum arak.
Nama Sekte Langit Besi muncul beberapa kali dalam percakapan mereka.
Lin Chen yang semula hanya menikmati makanannya perlahan mulai memperhatikan.
Dari potongan-potongan informasi yang ia dengar, ia berhasil menyusun gambaran yang cukup jelas.
Empat hari lalu, Sekte Langit Besi telah mengirim tim ke Kota Wushan.
Jumlah mereka tujuh orang.
Pemimpinnya adalah seorang Tetua bernama Shen Huoshi, yang dikenal dengan julukan Batu Api Shen.
Pria itu memiliki reputasi yang tidak menyenangkan.
Jika sudah menerima sebuah misi, ia tidak pernah kembali dengan tangan kosong.
Entah target berhasil ditangkap atau dihancurkan, hasil akhirnya selalu sama.
Misinya selesai.
Yang lebih mengkhawatirkan, mereka telah menempatkan pengawas di tiga jalur utama keluar-masuk kota.
Malam harinya, Lin Chen menyampaikan informasi itu kepada Huo Ling'er di lorong lantai dua penginapan.
"Mereka sudah tiba lebih dulu," kata Huo Ling'er sambil berdiri di depan pintu kamarnya.
"Empat hari lebih dulu," jawab Lin Chen.
Ia bersandar santai di dinding lorong.
"Mereka memperkirakan kita menggunakan jalur utama menuju utara. Perhitungan mereka dibuat berdasarkan rute itu."
"Hutan Songhua membuat kita terlambat dua minggu."
Lin Chen mengangguk.
"Dan keterlambatan itu membuat mereka kehilangan jejak."
Huo Ling'er menyilangkan tangannya.
"Berapa lama sampai mereka menyadarinya?"
"Besok mereka mulai curiga. Lusa mereka pasti mengubah perkiraan."
Keheningan sejenak menyelimuti lorong.
Kemudian Huo Ling'er bertanya,
"Jadi?"
"Kita pergi malam ini."
Jawabannya langsung dan tanpa ragu. "Sebelum mereka memperbarui jaringan pengawas."
Huo Ling'er mengangguk pelan. "Jalur mana?"
"Bukan tiga jalur yang mereka awasi." Ada senyum tipis di wajah Lin Chen.
"Masih ada jalur keempat."
"Jalur rahasia?"
"Bukan rahasia. Hanya tidak penting bagi kebanyakan orang." Lin Chen melanjutkan, "Penduduk desa, petani, dan pedagang lokal menggunakannya untuk mengangkut hasil panen. Jalurnya sempit dan tidak tercatat dalam peta resmi. Kelompok besar tidak mungkin melewatinya."
"Tapi kita bisa."
"Tepat."
Jalur itu langsung menuju wilayah utara dan keluar jauh dari titik pengawasan Sekte Langit Besi.
Huo Ling'er menatapnya beberapa saat. "Dari mana kau tahu jalur seperti itu?"
"Pemilik penginapan."
"Hanya dari percakapan singkat?"
Lin Chen mengangkat bahunya. "Dia menyebutnya saat menjelaskan lokasi sumber air bersih."
"Kebanyakan orang tidak akan menganggap itu informasi penting."
"Itulah sebabnya informasi itu berharga." Huo Ling'er terdiam.
Ia mulai memahami satu hal tentang Lin Chen.
Kemampuannya bukan hanya berasal dari kekuatan.
Ia selalu memperhatikan hal-hal kecil yang diabaikan orang lain.
Sering kali, informasi sederhana justru lebih berguna daripada teknik kultivasi yang hebat.
Lin Chen mendorong tubuhnya menjauh dari dinding. "Aku akan meninggalkan beberapa koin tambahan sebelum pergi."
Huo Ling'er menatapnya heran. "Untuk pemilik penginapan?"
Lin Chen mengangguk. "Dia membantu tanpa sadar."
"Itu tidak wajib."
"Memang tidak."
"Tapi tetap kau lakukan." Untuk beberapa saat Huo Ling'er hanya menatapnya.
Kemudian sudut bibirnya bergerak tipis.
Tanpa berkata apa-apa lagi, ia membuka pintu kamarnya. Sebelum masuk, ia sempat berkata pelan,
"Bangunkan aku satu jam setelah tengah malam."
"Tentu."
Pintu tertutup.
Lorong kembali sunyi.
Lin Chen berdiri beberapa saat, menatap jendela di ujung koridor.
Di luar sana, lampu-lampu Kota Wushan mulai menyala satu per satu.
Sementara itu, di berbagai sudut kota, orang-orang Sekte Langit Besi masih berjaga di jalur-jalur utama, menunggu target yang mereka yakini akan muncul.
Mereka tidak tahu bahwa orang yang mereka cari sudah menemukan jalan lain.
Dan ketika fajar tiba keesokan harinya, Lin Chen dan Huo Ling'er akan berada jauh di luar jangkauan pengepungan yang telah disiapkan dengan susah payah.
Perjalanan menuju wilayah utara terus berlanjut.
Dan semakin dekat mereka pada Domain Es Terlarang, semakin besar pula gelombang yang mulai mereka ciptakan di dunia kultivasi.