NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:220
Nilai: 5
Nama Author: Arafi Arif Dwi Firmansyah

Kurza adalah vampir terkuat dimasa lalu, entah apa yang ada dipikiranya sehingga dia memutuskan untuk beristirhat/tidur di dalam sebuah goa . sebelum Putri Kerajaan Alabas tanpa sengaja membangunkan Kurza dari tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arafi Arif Dwi Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. Identitas Baru

Mereka berjalan menembus kerimbunan hutan dengan suasana yang jauh lebih ringan setelah kejadian di sungai tadi. Begitu sampai di mulut gua yang dingin dan lembap, bau tanah dan aroma kotoran kelawar langsung menyambut mereka. Cahaya obor yang dibawa Kurza menerangi langkah mereka menuju peti mati yang tertata rapi di dalam kegelapan.

‎Kurza melangkah mendekati peti mati pertama yang memiliki ukiran lebih halus dan artistik dibandingkan yang lain. Jari-jarinya menyentuh permukaan peti itu dengan lembut, seolah sedang menyapa seorang kawan lama yang sangat berharga. "Ini adalah Miyuki," ucap Kurza, suaranya menggema rendah di dinding gua. "Anggota pertamaku dari ras Elf. Kesetiaannya adalah yang tertua di ruangan ini."‎ Jelas Kurza sembari tangannya masih menyentuh permukaan peti itu. Khiya mendekat, memperhatikan detail peti tersebut. Ada nuansa magis yang terpancar darinya, sangat berbeda dari peti-peti lainnya. Penjelasan ini membuat Khiya tersadar bahwa kelompok yang dipimpin Kurza bukan hanya sekadar kumpulan vampir biasa, melainkan perpaduan dari berbagai ras yang di persatukan oleh satu sumpah dan kesetiaan.

"Seorang Elf?" tanya Khiya takjub." Bagaimana bisa seorang Elf yang mencintai hutan dan cahaya sepertinya memilih untuk menjadi vampir dan ikut bersamamu?" tanya Khiya sekali lagi denga nada penuh dengan rasa penasaran. Kurza menatap peti Miyuki dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dulu dia seorang budak, aku bebaskan dia dari dunia perbudakan. Dan dia memberikan segalanya padaku; tubuhnya, kesetiaannya, kekuatannya dan sebagai gantinya, aku memberikan tujuan hidup yang baru baginya."

‎Bayangan masa lalu mulai menyelimuti benak Kurza, membawa mereka kembali ke sebuah malam bertahun - tahun yang lalu, di bawah sinar rembulan yang pucat. Di hadapannya, seorang gadis Elf dengan telinga runcing yang indah tampak masih terengah, transisi dari mahluk hutan menjadi vampir baru saja usai. Kulitnya yang semula berwarna hangat kini sepucat salju, namun matanya memancarkan kehidupan baru yang abadi.

‎"Miyuki... itu nama barumu," seru Kurza saat itu, menatapnya dengan penuh otoritas namun ada sedikit rasa bangga di matanya. "Apa kamu menyukai nama barumu?" tanya Kurza, Miyuki perlahan mengangkat kepalanya, mencoba merasakan kekuatan asing yang kini mengalir deras di pembuluh darahnya. Ia menatap Kurza, sang pencipta yang baru saja memberikan identitas baru padanya.

‎"Miyuki..." ia mengulanginya dengan suara lembut yang terdengar seperti angin di antara pepohonan. "Indah sekali. Jauh lebih indah daripada nama yang aku miliki saat aku masih terikat oleh waktu." Miyuki menunduk hormat, rambut putihnya yang panjang menjuntai menutupi sebagian wajahnya yang kini sepucat rembulan. "Terima kasih, Tuan. Aku sangat menyukai nama yang Tuan berikan padaku. Nama ini akan menjadi identitas baruku selama bersamamu," ucapnya dengan nada tulus yang menggetarkan. Kurza tersenyum tipis, lalu melihat pakaian Miyuki yang hanya satu. "Sekarang, mari kita beli baju untukmu, Miyuki. Kau tidak bisa terus memakai pakaian lama itu di kehidupan barumu ini." Perintah Kurza sembari menarik tangan Miyuki.

‎Di tengah pasar yang riuh, Kurza memperhatikan Miyuki yang sedang mencoba beberapa pakaian santai. Bagi Miyuki, ini adalah pertama kalinya ia menyentuh kain sutra manusia setelah seumur hidupnya di hutan Elf.

"Miyuki, pilih baju santai yang kau suka," ujar Kurza. "Setelah itu, kita akan mencari senjata. Kau harus bersiap untuk pertempuran."

‎Namun, secara diam-diam, Kurza mendatangi seorang penjahit terbaik. Ia memesan sebuah pakaian khusus dengan aksen emas dan kain hitam yang kuat namun elegan. Kurza tahu, sebagai anggota pertamanya, Miyuki akan menjadi wakilnya. Pakaian itu dirancang bukan hanya untuk bertarung, tapi untuk menunjukkan martabatnya sebagai vampir yang akan terus setia berada di sisi Kurza nanti.

‎Kurza tidak hanya mencari pakaian yang fungsional. Sisi lain dari dirinya yang penuh dengan keinginan pribadi muncul saat ia berbicara dengan sang penjahit.

‎Kurza dengan sengaja memilih desain yang sedikit lebih berani. Ia meminta bagian bahu dan punggung yang terbuka, serta potongan yang menonjolkan dua gunung milik Miyuki. Ini adalah salah satu fantasi pribadinya; ia ingin melihat pengikut setianya itu tampil mempesona, memadukan keanggunan seorang Elf dengan daya tarik yang luar biasa. "Buat dengan bahan terbaik," perintah Kurza pada penjahit itu, sementara matanya melirik Miyuki dari kejauhan. Baginya, keindahan Miyuki adalah miliknya untuk dikagumi, dan pakaian itu adalah cara untuk mewujudkannya.

‎Setelah selesai dengan urusan baju fungsional, Kurza tidak segera meninggalkan toko penjahit tersebut. Ia memberikan isyarat agar Miyuki menunggu di depan, sementara ia kembali membisikkan instruksi tambahan yang jauh lebih spesifik kepada sang penjahit. "Satu lagi," ujar Kurza dengan nada rendah yang penuh otoritas. "Buatlah baju tidur dari sutra yang paling halus. Pastikan potongannya sangat tipis dan... sedikit terbuka. "Kurza memberikan gestur yang menunjukkan desain seksi yang ada dalam bayangannya. Ia membayangkan Miyuki, sang Elf yang dingin, mengenakan pakaian seminim itu saat mereka berada di dalam kamar kastel pribadi mereka. Itu adalah sisi posesif sekaligus fantasi liar Kurza yang ingin ia simpan sendiri. Ia ingin setiap inci keindahan pengikut pertamanya itu terpancar sempurna saat mereka beristirahat dari dunia luar.

‎Di dalam gua yang sunyi, penjelasan Kurza barusan membuat rahang Khiya hampir jatuh. Ia tidak menyangka bahwa sosok vampir yang ia anggap berwibawa ini ternyata memiliki rencana yang begitu terperinci soal pakaian dalam pengikutnya. ‎"Baju tidur seksi?!" seru Khiya, suaranya menggema di antara peti-peti mati. "Tuan, kau benar-benar keterlaluan! Jadi dia tidur satu kamar mengenakan pakaian seperti itu selama bersama tuan?" Khiya menatap peti Miyuki dengan rasa iba yang bercampur geli, lalu kembali menatap Kurza dengan pandangan menyelidik.

"Pantas saja tadi di sungai matamu hampir melompat keluar. Ternyata seleramu memang tidak berubah sejak dulu, ya!" seru Khiya sembari melipat tanganya di perut dengan wajah yang sedikit cemburu. Kurza berdeham keras, mencoba mencari wibawanya yang hilang. "Itu... itu hanya bagian dari apresiasi estetika, Khiya. Seorang pemimpin harus memastikan anggotanya memakai bahan terbaik." Alasan yang tidak masuk akal dari Kurza.

"Karena selanjutnya kamu Khiya, kamu akan ikut bersamaku ke kastel dan mulai tidur berasamaku" seru Kurza dengan tatapan perintahnya. "Tidur bersama? Heee,,,, apa maksud tuan?" Tanya Khiya yang sangat kaget mendengar pernyataan dari Kurza. "Selama Miyuki tertidur di dalam peti ini, kau Khiya yang akan menggantikan peran Miyuki." jawab Kurza tanpa keraguan. "Jadi apa tugas Miyuki di kastel? "tanya Khiya dengan harap - harap cemas karena masih memikirkan soal tidur bersama dalam satu kamar.

Tugas Miyuki di kastel......

1
T28J
hadiir kakak 🙏
Arafi Arif Dwi Firmansyah: Terima kasih bosku.
total 1 replies
putri kurnia
lanjutannya dooong, penasaran bgt ini 😍
putri kurnia
bikin penasaran kelanjutannya
Arafi Arif Dwi Firmansyah: sabar ya. malam ini bab 4 selesai.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!