NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cakrawala

Dua Wajah Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

SMA Cakrawala Bangsa mempunyai Dua Wajah yang berbeda. Di satu sisi, ada **Adrian**, sang Ketua OSIS "Paripurna" yang cerdas, berwibawa, dan menjadi standar kesempurnaan bagi setiap gadis di sekolah. Di sisi lain, ada **Askara**, si *troublemaker* penuh pesona yang tangguh di lapangan basket dan tak terkalahkan dalam karate. Namun, ketenangan sekolah terusik saat kedua idola ini mulai berputar di orbit yang sama: **Aruna**. Aruna hanyalah siswi sains yang cantik dan kalem, yang lebih suka tenggelam dalam dunianya sendiri daripada menjadi pusat perhatian. Ia tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang tenang akan mendadak riuh karena kejaran dua kutub yang bertolak belakang. Mengapa pangeran sekolah dan sang jagoan liar tiba-tiba mendekati gadis yang selama ini memilih untuk tidak dikenal? Di antara kepastian yang ditawarkan Adrian dan tantangan yang dibawa Askara, hati siapakah yang akhirnya akan Aruna pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Notifikasi yang Mengusik Malam

"Aduhh, Shasa! Ini beneran Adrian sama Aska udah liat?!" Aruna memekik, hampir saja menjatuhkan ponsel Shasa ke atas karpet bulu. Jantungnya berdegup kencang, membayangkan citra "siswi teladan" yang ia bangun bertahun-tahun runtuh dalam durasi *story* 15 detik.

Shasa malah tertawa makin kencang, sampai-sampai masker di dahinya rontok. "Ya biarin, Na! Lagian lo liat deh, si Aska malah nge-love *story*-nya! Kayaknya dia terpesona sama nyanyian 'Cinta Satu Malam' lo yang sangat estetik itu."

"Tapi ini Kak Adrian, Sha... Kak Adrian!" Aruna menutup wajahnya dengan bantal sofa. "Dia itu kaku banget. Besok di sekolah gue pasti diceramahin soal martabat dan integritas siswa berprestasi."

"Dih, emangnya dia bapak lo?" Lulu menimpali sambil mengunyah keripik kentang dengan santai. "Na, dengerin ya. Video itu nggak bakal bikin nilai biologi lo turun jadi nol. Itu cuma bukti kalau Aruna Aradhana itu orang beneran, bukan robot yang diprogram cuma buat ngerjain soal latihan."

Jelita ikut mendekat, merangkul bahu Aruna yang masih tegang. "Bener kata Lulu. Dan lo liat deh, lo nggak mau hapus kan? Ada perasaan lega dikit kan setelah itu ke-post?"

Aruna terdiam di balik bantal. Ia mengecek ponselnya sendiri. Benar saja, ada notifikasi masuk. Bukan dari Adrian—si ketua OSIS itu mungkin masih memproses apa yang baru saja ia saksikan—tapi dari Askara.

**Aska:** *Gue baru tau, selain jago baca manual book, lo juga jago jadi penyanyi latar dangdut ya? Besok konser di bengkel bisa kali.*

Aruna mendengus, tapi sudut bibirnya tidak bisa berhenti berkedut membentuk senyum. Ia tidak membalas pesan itu, tapi ia juga tidak menyuruh Shasa menghapus videonya. Ada semacam keberanian baru yang meletup-letup di dadanya.

"Ya udah... terserah deh," gumam Aruna akhirnya, melempar bantalnya kembali. "Kalau besok sekolah geger, gue tinggal bilang itu kembaran gue yang lepas dari RSJ."

"NAH! Gitu dong!" seru Shasa puas. Ia kembali menyambar *mic* karaoke. "Sekarang, karena narasumber podcast kita sudah mulai menerima kenyataan, mari kita lanjut ke lagu penutup!"

Malam itu berlanjut dengan sesi *deep talk* sambil menunggu masker mereka benar-benar kering. Mereka membicarakan banyak hal—tentang tekanan orang tua, tentang masa depan, dan tentu saja, tentang bagaimana Aska pelan-pelan mulai meruntuhkan tembok pertahanan Aruna.

"Gue ngerasa bebas banget malam ini," bisik Aruna saat mereka berempat sudah rebahan melingkar di atas karpet, menatap langit-langit kamar Shasa yang ditempeli stiker bintang *glow in the dark*.

"Itu karena lo emang harus bebas, Na," sahut Shasa lembut. "Jangan kasih kunci kebahagiaan lo ke Adrian, atau ke sekolah, atau ke siapa pun. Pegang sendiri kuncinya."

Aruna memejamkan mata, membiarkan kalimat Shasa meresap. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia tidak memikirkan soal peringkat simulasi. Ia hanya memikirkan betapa segarnya aroma pembersih wajah, hangatnya persahabatan mereka, dan... kejutan apa yang akan dibawa Askara besok pagi setelah melihat sisi "gila"-nya.

Malam itu ditutup dengan tawa pelan dan rencana-rencana konyol untuk bolos ke kantin belakang besok. Aruna tidur dengan perasaan penuh, tanpa sedikit pun niat untuk menarik kembali apa yang sudah terlanjur ia tunjukkan pada dunia—atau setidaknya, pada dua cowok yang sedang memperebutkan atensinya.

---

1
Eti Alifa
bacanya merinding thor....nano2 jg.
Alex
😭😭😭😭
nyesek didada rasanya
Alex
bawangnya terlalu banyak thor😭😭
lanjut thor
minttea_: hehehe, siappp tetep terus dukung author dan baca ceritanya ya😍
total 1 replies
Eti Alifa
bagus bngt ceritanya, sumpah authornya jenius.
👍🏻
minttea_: wow, makasih banyak kak💐✨
total 1 replies
Eti Alifa
asli ceritanya bagus banget👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!