NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan di Gerbang Azure

Episode 26

Matahari pagi yang baru saja menyembul dari ufuk timur tidak membawa kehangatan yang biasa bagi penduduk Kota Azure. Cahaya emasnya justru menerangi sisa-sisa kehancuran di pusat kota, menyinari puing-puing Arena Agung yang kini tampak seperti taring-taring raksasa yang patah. Di atas jalanan batu yang masih basah oleh sisa hujan semalam, suasana begitu sunyi, seolah-olah seluruh kota sedang menahan napas untuk menyaksikan keberangkatan sang Iblis yang telah mengubah takdir mereka hanya dalam satu malam.

Di lantai atas Paviliun Seribu Harta, Gu Sheng berdiri di balkon menatap ke arah utara, ke arah barisan pegunungan yang tampak seperti punggung naga yang sedang tertidur di kejauhan. Di sanalah, jauh di balik awan dan kabut, terletak Sekte Pedang Langit yang sombong.

Ia mengenakan jubah hitam baru yang terbuat dari Sutra Laba-Laba Iblis, sebuah bahan yang sangat kuat namun ringan, yang diberikan oleh Su Mei. Di punggungnya, pedang Penebas Dosa yang kini tidak lagi dibungkus kain, menempel dengan gagah. Aura ungu yang sangat tipis sesekali berdenyut dari bilah pedang itu, bersinkronisasi dengan detak jantung Gu Sheng yang kini berirama dengan Qi Iblis Penghancur Bintang.

"Kau benar-benar akan pergi sekarang?"

Suara merdu Su Mei memecah keheningan di belakangnya. Wanita itu melangkah maju, mengenakan gaun merah sutra yang lebih bersahaja untuk perjalanan, namun tetap tidak bisa menyembunyikan daya tariknya yang mematikan. Di tangannya, ia memegang sebuah Cincin Ruang (Spatial Ring) tingkat menengah yang berwarna perak.

Gu Sheng tidak menoleh. "Tinggal di sini hanya akan membuat Dantian-ku menjadi tumpul. Kota Azure sudah tidak memiliki 'makanan' yang cukup kuat untuk pertumbuhanku. Aku butuh energi yang lebih liar, dan Sekte Pedang Langit memiliki banyak jenius yang Qi-nya sangat murni untuk kuserap."

Su Mei tersenyum kecil, sebuah senyuman yang mengandung kekhawatiran yang ia sembunyikan dengan sangat baik. Ia berjalan ke samping Gu Sheng dan menyerahkan cincin perak itu.

"Di dalam sini terdapat sepuluh ribu batu energi tingkat menengah, pil pemulih stamina, dan peta terperinci menuju Wilayah Sembilan Provinsi. Perjalanan menuju Sekte Pedang Langit akan memakan waktu setidaknya dua minggu jika kau melintasi jalur perdagangan biasa. Namun, aku tahu kau tidak akan memilih jalan yang mudah."

Gu Sheng mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari tengahnya, tepat di samping Cincin Iblis Penelan Langit yang kusam. "Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menstabilkan kota ini?"

"Berikan aku satu bulan," jawab Su Mei dengan nada penuh percaya diri sebagai seorang pengusaha ulung. "Keluarga Mu sudah musnah, dan klan-klan kecil lainnya sudah bersujud di bawah kakiku. Dengan sumber daya dari Paviliun Seribu Harta, aku akan menjadikan Kota Azure sebagai markas logistikmu di masa depan. Siapa pun yang berani membangkang saat kau tidak ada... mereka akan menyadari bahwa mawar merah tetap memiliki duri yang mematikan."

Gu Sheng melirik Su Mei sejenak. "Aku mempercayaimu, Su Mei. Jangan membuatku harus kembali hanya untuk membersihkan pengkhianatanmu."

Su Mei tertawa kecil, sedikit mendekatkan wajahnya ke arah telinga Gu Sheng. "Aku terlalu cerdas untuk mengkhianati pria yang mampu menelan Tulang Dewa, Tuan Muda Gu. Lagipula... aku masih menunggu hadiah yang kau janjikan setelah kau menjadi penguasa langit nanti."

Gu Sheng tidak menanggapi godaan itu. Ia berbalik dan melihat Qing Er yang sudah berdiri di pintu dengan ransel kecil di pundaknya. Gadis itu tampak sangat bersemangat namun juga waspada. Aura Phoenix di dalam dirinya kini telah ditekan sedalam mungkin oleh teknik yang diajarkan Gu Sheng, namun mata abu-abunya tetap memancarkan cahaya keteguhan yang luar biasa.

"Tuan Muda... Qing Er sudah siap," ucap gadis itu dengan mantap.

Gu Sheng mengangguk. "Ayo. Kita akan keluar melalui gerbang utara."

Keberangkatan mereka dilakukan tanpa iring-iringan mewah. Mereka turun ke aula bawah paviliun yang sudah dikosongkan. Penatua Agung Gu Yun sudah menunggu di sana. Pria tua itu tampak jauh lebih sehat setelah mengonsumsi beberapa obat pemulih dari Su Mei, namun matanya tetap dipenuhi oleh kesedihan saat melihat cucunya akan pergi menuju bahaya yang lebih besar.

"Sheng-er," panggil Gu Yun dengan suara serak. "Sekte Pedang Langit bukan hanya tentang Lin Tian atau Zhao Ruo. Mereka memiliki Penatua Penegak Hukum di tahap Spirit Sea Puncak dan seorang Pemimpin Sekte yang dikabarkan telah menyentuh tahap Origin Core. Jangan biarkan dendammu membuatmu buta akan perbedaan kekuatan."

Gu Sheng berhenti sejenak di depan kakek buyutnya. "Kakek Buyut, aku bukan lagi pemuda naif yang bisa ditipu dengan kata-kata. Jika mereka memiliki Origin Core, maka aku hanya perlu menelan sepuluh ribu praktisi Spirit Sea sampai aku sendiri menjadi Origin Core. Langit tidak akan bisa menghentikanku, apalagi sebuah sekte kecil di benua ini."

Gu Yun menghela napas panjang, ia tahu ia tidak bisa menahan naga ini di dalam kandang kecil selamanya. "Bawa ini. Ini adalah Lencana Giok Hitam milik ayahmu. Jika kau merasa terdesak di wilayah pusat, pergilah ke Hutan Kegelapan. Di sana ada seorang tua bernama Tuan Tua Han. Dia berhutang nyawa pada ayahmu."

Gu Sheng menerima lencana giok yang terasa dingin itu dan menyimpannya. Tanpa sepatah kata lagi, ia melangkah keluar dari paviliun, diikuti oleh Qing Er.

Mereka berjalan menyusuri jalanan utama Kota Azure. Penduduk kota yang melihat mereka segera menepi, bersujud di pinggir jalan dengan kepala menyentuh tanah. Tidak ada suara, hanya suara langkah kaki Gu Sheng yang mantap dan suara gesekan pedang Penebas Dosa di punggungnya. Suasana ini terasa seperti prosesi dewa kematian yang sedang meninggalkan wilayah kekuasaannya.

Saat mereka mencapai gerbang utara, gerbang kayu raksasa yang berat itu perlahan-lahan terbuka. Di depan mereka terbentang jalan setapak tanah yang menghilang ke dalam rimbunnya hutan liar yang berkabut.

Gu Sheng berhenti tepat di bawah bayang-bayang gerbang. Ia menoleh ke belakang sekali lagi, menatap menara Paviliun Seribu Harta yang menjulang tinggi, di mana ia tahu Su Mei sedang memperhatikannya dari balkon.

"Qing Er, perjalanan ini tidak akan semudah saat kita di kota," ucap Gu Sheng, suaranya terbawa angin pagi. "Kita akan melewati Hutan Binatang Buas tingkat menengah. Di sana, kau harus belajar membunuh dengan tanganmu sendiri. Jika kau ragu, monster-monster itu tidak akan ragu untuk merobek lehermu."

Qing Er mengepalkan tangannya, mata Phoenix-nya berkilat. "Qing Er mengerti, Tuan Muda. Qing Er tidak akan lagi menjadi beban bagi Anda."

“Hahaha! Bagus sekali, bocah!” suara Kaisar Iblis meledak di dalam batin Gu Sheng. “Petualangan yang sesungguhnya baru saja dimulai! Aku bisa merasakan aroma ribuan monster liar di depan sana. Energi mereka jauh lebih murni daripada praktisi sampah di kota ini. Ayo! Mari kita buat seluruh hutan itu gemetar oleh nama Iblis Penelan Langit!”

Gu Sheng melangkah keluar dari gerbang kota. Begitu kakinya menapak di tanah hutan yang lembap, ia memicu Qi ungu di dalam tubuhnya untuk menyebar ke sekeliling, menciptakan zona gravitasi tipis yang membuat dedaunan di sekitarnya hancur menjadi debu.

Langkah pertamanya menuju kehancuran Sekte Pedang Langit telah diambil.

Hari itu, Kota Azure secara resmi kehilangan seorang Sampah dan seorang Jenius, namun mereka mendapatkan seorang legenda yang akan menghantui setiap cerita rakyat mereka selama ribuan tahun ke depan. Di balik kabut hutan yang tebal, sosok Gu Sheng dan Qing Er perlahan-lahan menghilang, meninggalkan peradaban menuju kebiadaban yang akan menempa mereka menjadi lebih kuat.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!