Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.
Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.
pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.
cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Pagi-pagi sekali Kemala terbangun dan pagi ini tampaknya wanita itu merasa lebih baik. Sakit di perutnya tidak terasa lagi dan mudah-mudahan untuk ke depannya juga tidak.
Lalu tatapan matanya teralih pada sosok yang berads tepat di depannya, tidak ada jarak yang begitu jauh, bahkan nafasnya masih bisa di rasakan oleh Kemala. Aroma tubuh serta rasa hangat dari tubuh mereka berdua yang berdempetan itu__ughhh, kedua pipinya terasa memanas dan mungkin sudah merona karena malu, apalagi mengingat kejadian kemarin, Dimana Kemala yang tidak mau melepaskan pelukan itu dan menangis terisak di dalam pelukan itu sampai Kemala tertidur.
Mungkin ungkapan tentang cinta habis hanya untuk satu orang dan sisanya melanjutkan hidup, ya. Kalimat itu sangat tepat untuk Kemala__sampai sejauh ini, Kemala bahkan merasa tidak ada yang lebih baik dari Fauzan. Kemala bahkan sempat tidak mau membuka hati untuk pria manapun, pertanyaannya apakah Kemala tidak mencoba? Tentu saja pernah, bagaimana pun Kemala tidak mau terus-terusan menderita dengan terus-terusan mencintai pria yang tidak akan bisa di gapainya. Namun percobaannya selalu gagal, berkali-kali Arumi sampai memarahi Kemala, sebab Kemala selalu memutuskam pria-pria yang coba di kenalkan Arumi padanya.
Tapi ya, mau bagaimana lagi, nyatanya memang hatinya belum bisa di masuki olleh pria lain.
“Sudah bangun?.“Ucap pria itu seraya mulai membuka perlahan-lahan kedua matanya, lalu senyum kecil terbit di sana. Kemala yang masih kesal pun hanya bisa bungkam dan memilih untuk melarikan tatapannya ke arah lain.
“Mala, kamu kenapa?.“Tanyanya yang seolah tak sadar atas apa yang di lakukannya pada Kemala. Hei, bagaimana pun Kemala istrinya dan saat ini sedang mengandung anaknya, tetapi pria yang ada di dekatnya ini sama sekali tidak merasa kalau dirinya bersalah karena sudah mengabaikan Kemala, bahkan tidak pernah mau menemuinya lagi ke rumahnya, padahal kondisi Kemala sedang hamil muda dan sangat menderita dengan morning sicness-nya.
Tangan Fauzan terulur lalu menyingkirkan anak rambut Kemala, begitu Fauzan mencoba memegang dagunya, dengan cepat Kemala menghempas tangan pria itu.
“Mas bangun, aku mau ke kamar mandi.“Tukasnya dengan nada bicara yang agak sedikit ketus. Fauzan mengerutkan keningnya tak mengerti lalu merasa tak membuat kesalahan apapun, tentu ia keheranan. Kemarin Kemala menangis terisak di pelukannya sampai tidur dan hari ini malah berbicara ketus padanya, kok bisa?
“Apa salah saya, Mala? Kenapa kamu begitu ketus sama saya?.“Tanya Fauzan yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, gerakan tangan Kemala terhenti. Wanita itu mengangkat wajahnya lalu menatap Fauzan tajam, sejenak wanita itu menahan nafasnya lalu menyunggingkan senyum getir.
“Mas gak salah, di sini saya yang terlaku bodoh.“Tukasnya, lalu Kemala pun berniat turun dari ranjang pesakitan, namun tangannya di tahan oleh Fauzan dan membuat Kemala menolehkan tatapannya pada pria itu.
“Aku mau ke kamar mandi.“Ujarnya seraya melirik tangannya. Fauzan menggeleng dan tetap menahan tangan Kemala membuat wanita itu menghela nafasnya panjang.
“Apa sih mau, kamu? Aku harus kerja, mas!!!.“
Cengkraman di tangannya terasa semakin ketat dan kali ini terdengar ringisan dari Kemala. Fauzan yang sadar pun lantas menarik tangannya.
Pria itu lupa, saat ini Kemala sedang hamil dan masih di trimester pertama, dokter Farah juga sudah mengingatkan supaya Fauzan tidak membuat Kemala stres. Apalagi setelah kejadian yang hampir saja membuat calon anaknya tiada.
“Maaf.“Ucap Fauzan dan membuat Kemala menatapnya tak percaya, pria itu meminta maaf? Demi apa?
“Tapi saya gak izinin kamu kerja untuk sekarang, Mala.“Tuturnya berusaha berbicara selembut mungkin. Walau nyatanya Fauzan gregetan sendiri. Andai Kemala tidak sedang hamil, mungkin Fauzan akan memikirkan 'cara yang lain' untuk membuat Kemala tidak kemana pun. Tetapi sayang istrinya itu sedang hamil dan tidak mungkin Fauzan menggunakan cara yang terbersit di kepalanya saat ini.
“Kerjaan aku__.“
“Tenang, saya yang akan ngasih kamu nafkah berapapun kamu mau.“Potong pria itu dan bukannya Kemala berubah senang, malah dengan jelas wajahnya menunjukan ketidak senangannya seraya mendengus kasar.
“Bukan begitu, bagaimana pun aku harus bertanggung jawab__.“
“Kamu masih di rawat dan masih harus berada di sini, Mala!.“Tekan Fauzan dan mengingatkan di mana Kemala berada sekarang. Wanita itu menghela nafasnya panjang tatkala sadar kalau dirinya masihlah berada di rumah sakit. Padahal hari ini harusnya Kemala bisa bekerja seperti biasa.
Tiba-tiba tangannya terulur ke arah perutnya lalu mengusapnya beberapa kali, Kemala mengangkat wajahnya dan seolah meminta jawaban lewat tatapan matanya pada Fauzan.
“Dia baik-baik aja dan dokter Farah juga sudah memberikan beberapa obat dan vitamin.“Sahut Fauzan yang membuat Kemala menghela nafasnya panjang.
“Untungnya saya tidak telat, coba kalau telat. Maka bisa di pastikan anak kita akan meninggal.“Tukas pria itu dan membuat Kemala mendelik kesal.
“Jadi kamu menyalahkan aku, mas?.“Tanya Kemala tak terima, nada bicaranya naim beberapa oktaf.
“Lho, enggak. Saya cuman__.“
“Harusnya kamu yang aku salahkan. Kemana kamu saat aku butuh kamu hah? Bukannya asik dengan istri pertama kamu, sampai lupa sama istri kedua kamu yang lagi ngandung anak kamu..“Tukas Kemala dengan melotot dan nafas tersenggal-senggal karena kesal bercampur marah pada sang suami, lalu Kemala pun memilih memalingkan wajahnya seraya mendengus”Kamu itu ya, cuman butuh buat having sex doang, giliran udah jadi. Nggak ada tuh mau bertanggung jawab, padahal ya. Yang ingin aku hamil dan anak ini adalah kamu dan istri kamu lho..“Lagi Kemala bersuara dan kali ini membuat Fauzan tak terima dengan tudingan itu, mata pria itu berkilat marah dengan urat-urat menonjok yang terlihat di lehernya, ucapan Kemala seakan menelanjanginya tentang fakta dan realita serta tuduhan tam berdasar.
“Apa kamu bilang, Kemala? Saya cuman mau having sex doang? Dan apa kamu bilang? Saya gak bertanggung jawab..“Tukasnya seraya terkekeuh hampa, Kemala menganghuk cepat dan ia tan gentar dengan tatapan menghunus tajam yang Fauzan lontarkan.
Pria itu menganggukan kepalanya seraya tersenyum getir”Benar, saya cuman mau having sex sama kamu dan perlu kamu tahu, keinginan saya sudah sangat lama, Mala! Dan ya.. bagaimana pun bukan salah saya dong, kamu sendiri yang menginginkan jadi istri kedua saya? Apa salah, jika saya meminta hak itu, sedangkan istri pertama saya sudah tidak sanggup memberikan hak saya?.“
PLAkkkkk
Bunyi tamparan itu cukup keras dan cukup membuat tubuh Fauzan tak bergeming beberapa saat. Dia tak percaya dengan Kemala lakukam padanya dan Kemala sendiri pun merasa tak percaya dengan gerakan refleks yang di buatnya. Tetapi ucapan Fauzan keterlaluan sekali menurutnya.
“Bahkan kamu nampar saya..“
“Kamu pantas sekali, mas. Harusnya aku mukul kamu setidaknya sampai pingsan.“Timpal Kemala menggebu, matanya sudah memanas dan air mata sudah mendesak di pelupuk matanya, namun Kemala dengan cepat mengangkat tatapannya ke atas sambil mengusapnya kasar, Kemala tak mau terlihat rapuh di depan Fauzan, cukup semalam saja. Kemala tak mau harga dirinya semakin di telanjangi oleh pria yang menjadi suaminya itu.
“Dan kamu cemburu, melihat saya dengan istri pertama saya Mala? Haha lucu sekali, ya?..“Ada rasa bangga sekaligus getir di rasaka. fauzan, setelah bertahun-tahun lamanya akhirnya ego wanita yang di cintainya pun turun, akan tetapi...
“Tentu saja tidak, lagian buat apa aku cemburu? Kamu hanya masa lalu aku dan aku juga tidak memiliki perasan untuk kamu, di masa lalu. Kita hanya teman, mas. Harusnya kamu ingat itu.. ah mungkin kamu yang berharap lebih, ya??.“Ujar Kemala dengan wajah yang terlihat meyakinkan, padahal perasannya hancur sekali, Kemala tam mau meruntuhkan egonya demi pria sialan di depannya ini.
“Oh ya, baguslah. Sebaiknya begitu. Supaya nanti ketika tugas kamu selesai, kamu bisa pergi dengan tenang Kemala.“
“Tentu saja.“Sahut Kemala seraya terkekeuh getir.
lanjut Thor 👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
lanjut 👍👍👍