NovelToon NovelToon
Dendam Flora

Dendam Flora

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sayong

Flora, putri sulung keluarga Amor, kehilangan ibunya saat usianya baru 17 tahun—sebuah luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Kepergiannya ke luar negeri untuk kuliah menjadi pelarian, hingga tanpa ia sadari, hidupnya berubah.
Di sana, ia bertemu seorang pria yang membuatnya bisa melupakan kesedihan nya.

Namun kedua nya hanyalah hubungan Tampa status.lebih tepat nya keduanya hanya teman tidur saja.mereka tidak tahu identitas masing masing.
hubungan mereka berakhir dengan damai.
Flora kembali ke tanah air, bersiap mengambil alih perusahaan peninggalan ibunya. Tapi hidup tak pernah sesederhana rencana. Ayahnya telah menikah lagi, dan dunia yang ia tinggalkan kini terasa asing.
Di sisi lain, pria yang pernah mengisi malam-malamnya—Evan—terpaksa menerima perjodohan demi kepentingan politik keluarga.
Keduanya melangkah ke masa depan masing-masing… tanpa tahu bahwa takdir belum selesai mempermainkan mereka.
Karena ketika rahasia mulai terungkap, dan masa lalu kembali .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jumpa pers

Di dalam kamar Flora berdiri di depan jendela.

Ponselnya masih di tangan.Berita tentang dirinya terus bermunculan.Hujatan.Cibiran.

Fitnah.

Namun wajahnya tetap tenang.Seolah semua itu tidak berarti.Bukan opini orang yang ia pikirkan melainkan… perusahaan peninggalan ibunya.Tatapannya sedikit menggelap.

Tiba-tiba ponselnya berdering.Nama yang muncul:Garvin

Flora mengangkatnya.

“Flora… kamu baik-baik saja?” suara Garvin terdengar khawatir.

Flora bersandar santai.“Aku baik-baik saja.”

Nada suaranya ringan.“Aku tidak selemah itu.”

Di seberang Garvin terdiam sejenak.“Aku bisa membantumu.”

Flora tidak menjawab.Garvin melanjutkan—

“Bertunangan lah denganku.”

Flora sedikit mengernyit.

“Atau…” lanjutnya,“aku bisa mengaku kalau pria di foto itu adalah aku.Wajah ku dan Evan memiliki sedikit kemiripan.

Flora langsung menggeleng.Meski Garvin tidak bisa melihatnya.

“Aku tidak akan melibatkan mu.Suaranya tegas.

Namun Garvin tersenyum kecil di seberang.

“Aku rela dimanfaatkan olehmu.”

Flora terdiam sesaat.Ada sesuatu yang bergerak di hatinya.Namun ia menahannya.

“Terima kasih…Suaranya lebih pelan.“Aku akan memikirkannya.”

Garvin mengangguk.“Baik.”Apa pun keputusanmu… aku akan tetap di pihakmu.”

Telepon terputus.

Ruangan kembali sunyi.

Tok… tok… tok…

Suara ketukan pintu terdengar.

Flora menoleh.“Masuk.”

Pintu terbuka.

Agnes masuk.Dengan langkah percaya diri.

Wajahnya penuh kemenangan.

Tanpa basa-basi ia melemparkan sebuah kartu ke arah meja Flora.

“Lihat itu.”

Flora melirik.

Undangan pertunangan.Evan dan Agnes.

Tidak ada kejutan di wajahnya.Seolah ia sudah tahu.

Di dalam hatinya ada sedikit kekecewaan kepada Evan.Namun ia menahannya dengan sempurna.

Hubungan itu…memang sudah berakhir.Flora mengangkat pandangannya.Menatap Agnes dengan santai.

“Lalu?”

Agnes tersenyum sinis.“Aku menang.”

Flora terkekeh kecil.“Menang?”Ia mengulang pelan.Lalu ia berdiri.Langkahnya perlahan mendekat.“Aku tidak merasa kalah.”

Tatapannya tajam.“Silakan saja kamu jadi tunangannya.”Nada suaranya santai.“Tapi…”

Flora sedikit mendekat.Senyumnya tipis.

“Siapa yang benar-benar dia cari…”

Suaranya merendah.“…kamu pasti sudah tahu.”

Agnes langsung menegang.

Flora menarik sedikit kerah bajunya

sekadar memperlihatkan bekas samar di lehernya.

Tidak berlebihan.Namun cukup jelas.

Wajah Agnes langsung berubah.

Cemburu.Marah.“Kamu jalang!” bentaknya.

Flora hanya tersenyum.

Santai.“Jangan marah.”Suaranya pelan.“Kamu tidak tahu betapa ganas nya dia saat menekan ku di ranjang." flora melihat kecemburuan Dimata nya

Kalimat itu lebih menyakitkan dari hinaan.

Agnes mengepalkan tangan.Tubuhnya gemetar menahan emosi.

Sementara Flora tetap berdiri dengan tenang.

dia melanjutkan."Oh aku lupa.Evan bahkan tidak menyukai mu.dia hanya suka di sentuh oleh ku."

" Jangan berpuas diri.kita lihat saja nanti." Agnes marah niat hatinya ingin membuat Flora terluka.tapi malah sebalik nya.evan memang tidak suka padanya.dia pernah menggodanya namun Evan menolak nya kasar.

Flora dasar jalang."

“Kamu bilang aku jalang…”Suaranya pelan.

“Bukankah itu sama saja kamu sedang meneriaki ibumu sendiri?”

Agnes langsung terdiam.Wajahnya berubah.

Flora menatap nya tajam dan mendekatinya.

Tentu saja Agnes takut.suaranya menegang.

" Apa yang kamu lakukan."

Flora menatapnya tajam.Tanpa berkedip.

“Jangan lupa kamu ada di dunia ini karena ibu mu merangkak ke ranjang pria yang sudah beristri."

Mata Agnes membesar.“Kamu…” suaranya bergetar.

“Kamu tahu?” bukan itu poin utamanya. Tapi flora tahu bawah dia adalah anak Lemos.

Itu adalah rahasia.Rahasia yang selama ini disembunyikan rapat-rapat.Agnes adalah anak kandung Lemos. Namun statusnya tidak pernah diakui secara terbuka. Semua demi menjaga citra keluarga.

Itulah sebabnya meski ia punya darah yang sama ia tetap diposisikan sebagai “anak tiri”.

Dan itulah yang selama ini menjadi luka terbesarnya.

Tatapan Agnes berubah.Bukan hanya marah

tapi juga terluka.dia tidak suka di panggil putri tiri.hak nya sama dengan flora.

Flora melangkah mendekat.Tatapannya semakin tajam.

“Jadi jangan terlalu tinggi bermimpi. statusmu…akan tetap seperti sekarang.”

Setiap kata menusuk.“Anak tiri.”

Agnes mengepalkan tangan.

Tubuhnya gemetar.Namun sebelum ia bisa membalas Flora mendorong bahunya.

Tidak terlalu keras namun cukup membuat Agnes mundur keluar pintu.

BRAK!

Pintu tertutup keras.Hampir mengenai wajah Agnes.

Suasana di luar langsung sunyi.Agnes berdiri terpaku.Napasnya tidak teratur.Matanya memerah.

Lalu perlahan tatapannya berubah.menjadi kebencian.

“Flora…”gumamnya pelan.

“Aku tidak akan berhenti sampai menghancurkan mu.”

Keesokan harinya berita kembali meledak.

Di layar televisi Evan dan Agnes berdiri berdampingan dalam jumpa pers.

“Kami ingin menegaskan…”suara Agnes terdengar lembut.“bahwa wanita dalam foto itu adalah saya.”

Seorang wartawan bertanya dengan serius." Apakah kabar tentang pertunangan itu benar?"

Evan berdiri di sampingnya.Wajahnya dingin.

“Kami memang akan segera bertunangan,” lanjutnya singkat.

Pernyataan itu langsung meredam sebagian rumor.

Wartawan itu bertanya lagi." Apa hubungan Tuan Evan dengan flora Selaku kakak ipar anda?"

Eva berkata dengan dingin."Tidak ada." Evan pergi meninggalkan Agnes sendirian dirundung wartawan.tapi dia sangat senang.

Di kantor Flora duduk santai di kursinya.

Menatap layar tanpa ekspresi.Seolah semua itu tidak ada hubungannya dengannya.

Pintu terbuka.

Rosi masuk dengan wajah lega.“Nona, situasi perusahaan sudah mulai stabil.”

Flora mengangguk pelan.“Bagus.”

Belum sempat suasana tenang Pintu kembali terbuka.Kali ini Garvin masuk.

Flora langsung mengernyit.Wajah pria itu

bengkak di beberapa bagian.Sudut bibirnya bahkan sedikit robek.

“Apa yang terjadi?” tanya Flora.

Garvin tersenyum tipis.Seolah itu bukan masalah besar.

“Aku baru saja bertemu Evan.”

Flora terdiam.

Garvin menghela napas.Lalu berkata dengan nada kesal“Aku memukulnya.”

Rosi di samping langsung kaget.

Flora menatapnya tajam.“Kenapa?”

Garvin tertawa kecil.Namun tidak ada humor di dalamnya.“Karena dia bajingan.Dia menyakitimu.”

Tatapannya berubah serius.

“Di satu sisi dia bilang kamu miliknya…Di sisi lain dia bertunangan dengan wanita lain.”

Tangannya mengepal.“Aku tidak akan membiarkan nya menyakiti mu lagi."

Flora terdiam.

Garvin Ia menyentuh sudut bibirnya yang luka.“Tapi sepertinya… dia lebih parah.”

Flora menghela napas pelan.Tanpa berkata apa-apa ia berdiri.Mengambil kotak obat.

“Duduk.”

Garvin menurut.Flora mulai membersihkan lukanya.Begitu kapas menyentuh kulitnya

“Ah—” Garvin meringis.

Flora langsung menatapnya kesal.

“Baru sekarang kamu merasa sakit?” Tangannya tetap bekerja.“Masih berani berkelahi lain kali?”

Garvin tersenyum tipis.“Aku tidak menyesal.

Setidaknya… aku sudah memukulnya.” Dia sudah lama ingin memukulnya.

Flora berhenti sejenak.Lalu melanjutkan dengan lebih pelan.

“Bodoh.”gumamnya pelan.Namun kali ini

nada suaranya tidak marah.

"Flora apakah kamu sudah memikirkannya?menikahlah dengan ku.setidak nya aku tulus padamu."Garvin memainkan satu matanya menggoda flora.

Flora kesal dan menekan luka nya dengan sedikit tenaga.

" Aduh ...Pelan sedikit."

" luka nya sudah di obati.aku masih banyak urusan.pintu sebelah sana.jangan lupa tutup pintunya, terima kasih."

Mata Garvin melotot." Kamu mengusir ku dengan keadaan seperti ini.kamu sangat kejam." ucap Garvin dengan bertingkah sebagai korban.

Flora tidak merespon nya.Garvin terpaksa keluar dengan wajah sedih.

1
Himna Mohamad
lanjut kk,,ceritanya bagus👍👍👍👍👍
Laar Ani
cerita hebat
Fulayah Haddad
Good , keren & menarik alur ceritanya bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!