NovelToon NovelToon
Aku, Kamu,Dan Duniamu Yang Lain

Aku, Kamu,Dan Duniamu Yang Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:384
Nilai: 5
Nama Author: firsty aulia

Sora Kalani menghabiskan hidupnya di antara detak mesin jam, menunggu satu detik di mana Ezrael Vance akan menoleh ke arahnya. Namun bagi Ezra, Sora hanyalah pelabuhan tenang tempatnya bersandar sebelum ia kembali berlayar mengejar Liora—balerina yang menjadi pusat dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firsty aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Surat yang Tertinggal di Dasar Sungai ​

​Dua minggu setelah pengiriman jam bola langit ke Swiss, suasana di Atelier Kalani terasa begitu produktif. Sora mulai dikenal bukan hanya sebagai tukang jam, tetapi sebagai seniman horologi. Namun, ketenangan itu terusik saat seorang kurir resmi dari kantor hukum ternama datang membawa sebuah kotak kayu kecil yang permukaannya tampak pernah terendam air.

​"Nona Sora Kalani? Ini adalah amanat dari wasiat terakhir Nona Liora Thalassa yang baru bisa diproses setelah enam bulan dinyatakan hilang," ucap kurir itu dengan suara formal yang dingin.

​Sora menerima kotak itu dengan tangan yang mendadak dingin. Di sudut toko, Hael yang sedang memeriksa katalog lampu gantung kuno langsung menoleh. Ia merasakan perubahan aura di ruangan itu.

​"Apa itu, Sora?" tanya Hael sambil melangkah mendekat.

​Sora tidak menjawab. Ia membawa kotak itu ke meja kerjanya. Kotak itu terbuat dari kayu jati yang dilapisi pelindung kedap air, namun ada bekas goresan kasar di sisinya—seolah-olah pernah terbentur karang sungai. Saat Sora membukanya, aroma bunga lili yang layu menyeruak keluar, bercampur dengan bau logam kuningan.

​Di dalamnya terdapat sebuah jurnal kecil berkulit hitam dan sebuah jam tangan wanita yang hancur total—jam porselen yang dulu pernah Sora perbaiki dengan susah payah. Di selipan jurnal itu, ada selembar surat yang tintanya sedikit luntur namun masih bisa dibaca.

​"Sora, jika kamu membaca ini, artinya aku sudah berhasil menjadi hantu di hidup Ezra. Maafkan aku karena harus melibatkanmu dalam sandiwara di dermaga itu. Tapi ada satu hal yang Ezra sembunyikan darimu selama sepuluh tahun, sesuatu yang bahkan aku pun baru mengetahuinya secara tidak sengaja di Paris. Carilah bagian rahasia di dalam 'The Chronos Heart'. Ezra tidak mencurinya, Sora. Dia membelinya dengan sesuatu yang seharusnya menjadi milikmu."

​Sora merasakan bumi seakan berhenti berputar. Tangannya gemetar hebat hingga jurnal itu jatuh ke lantai.

​"Dia membelinya dengan sesuatu yang seharusnya menjadi milikku?" bisik Sora kosong.

​Hael memungut jurnal itu, matanya memindai tulisan Liora. "Apa maksudnya, Sora? Apa yang kamu miliki sepuluh tahun lalu yang bisa digunakan Ezra untuk membeli jam semahal The Chronos Heart?"

​Sora mencoba menggali ingatannya. Sepuluh tahun lalu, saat mereka masih remaja di akademi horologi, ayah Sora—seorang maestro jam yang bangkrut—meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan sebuah prototipe mesin jam revolusioner yang disebut The Infinite Spring. Mesin itu diklaim bisa bergerak selamanya tanpa perlu diputar ulang. Sora mengira prototipe itu hilang dalam kebakaran bengkel ayahnya tak lama setelah pemakaman.

​"Mesin ayahku..." Sora menutup mulutnya dengan tangan. "Ezra bilang mesin itu hangus terbakar. Dia yang menolongku keluar dari gedung yang terbakar hari itu. Dia bilang dia tidak sempat menyelamatkan apa pun kecuali aku."

​Hael menatap Sora dengan tatapan yang sangat tajam, penuh dengan kemarahan yang tertahan. "Jika apa yang ditulis Liora benar, maka Ezra tidak menyelamatkanmu karena cinta, Sora. Dia menyelamatkanmu agar tidak ada saksi saat dia mengambil karya ayahmu untuk dijual kepada keluarga Vance sebagai modal masuk ke kalangan elit mereka."

​Sora merasa mual yang luar biasa. Sepuluh tahun ia merasa berhutang nyawa pada Ezra. Sepuluh tahun ia merasa Ezra adalah pahlawan yang menyelamatkannya dari kemiskinan dan duka. Jika semua itu hanyalah sebuah perampokan yang terencana, maka seluruh hidupnya selama ini adalah sebuah kebohongan besar yang dikemas dalam bungkus kesetiaan.

​"Aku harus melihat jam itu lagi," ucap Sora, suaranya kini dipenuhi amarah yang membara. "Aku harus membedah The Chronos Heart sekali lagi. Aku tahu ada kompartemen rahasia di bawah pegas utamanya yang belum sempat aku periksa malam itu."

​"Tapi jam itu ada di tangan Ezra di Austria," sahut Hael. "Dan dia tidak akan memberikannya padamu secara sukarela jika dia tahu kamu sudah mengetahui rahasianya."

​Sora menatap Hael, matanya tidak lagi menunjukkan kerapuhan. Ada api dendam yang murni di sana. "Dia akan memberikannya, Hael. Karena aku akan memancingnya kembali ke kota ini dengan umpan yang tidak bisa dia tolak: sebuah pameran horologi internasional di mana dia harus menunjukkan The Chronos Heart sebagai bukti keagungan keluarganya."

​Hael tersenyum miring, sebuah senyum gelap yang mendukung rencana Sora. "Sepertinya kita akan melakukan lebih dari sekadar restorasi, Sora. Kita akan melakukan pengadilan waktu."

​Sora mengambil jam porselen Liora yang hancur itu dan menggenggamnya erat. "Liora memberikan detik terakhirnya untuk memberitahuku ini. Aku tidak akan membiarkan pengorbanannya sia-sia. Ezra Vance mungkin seorang konduktor, tapi kali ini, aku yang akan menentukan kapan musiknya harus berhenti."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!