NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:606
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Arsen sadar diri, kini Aluna sudah dengan sahabatnya sendiri. Meski hatinya begitu berat melepaskan gadis yang begitu sangat dicintainya itu.

Ditempat lain di dalam sebuah mobil yang sedang melaju pelan dijalan yang begitu gelap, banyak pepohonan yang tinggi menjulang. Rumah rumah yang sebagian area perumahan menengah ke bawah dan rumah rumah bersubsidi.

Sebagian lagi ia melewati kawasan yang begitu kumuh tak terurus sama sekali. Melewati kawasan pemakaman yang terkenal begitu angker saat itu, seketika membuat bulu kuduk Arden merinding.

Akan tetapi terlepas dari rasa ketakutannya semua itu Arden, satu yang membuat Arden lebih takut dalam pikirannya itu, ia jauh lebih takut jika Lola kenapa napa.

Arden mengeratkan tangannya menggenggam setir mobil lebih erat, pikirannya hanya satu saat itu hanyalah LOLA.

"La, elo enggak boleh sendirian." gumam Arden. Mobilnya melaju semakin cepat dari biasanya dan untuk pertama kalinya Arden sebegitu pedulinya pada seseorang setelah nyebur semakin dalam ke masalah Aluna tempo hari. Kini ia dihadapkan dengan masalah Lola yang begitu membuatnya kepikiran sekaligus khawatir luar biasa dan membuatnya tidak tenang sama sekali.

Suasana kamar Aluna masihlah sama, koperpun masih terbuka dan sedikit berantakan. Pikirannya saat ini begitu berkecamuk hanya terbayang wajah kakaknya satu satunya yaitu Arden Maharana. Bukan memikirkan orang lain ataupun kekasihnya Prasha.

Prasha yang sempat menghilang beberapa saat karena harus mengantar kakeknya ke rumah salah satu kerabatnya karena ada urusan saat itu.

Dan ia barusan saja kembali dan langsung berlari menuju kamar Aluna dan membuka pintu kamar Aluna perlahan. Dan berjalan mendekat ke arah kekasihnya itu. Kini Prasha berada di belakang Aluna.

"Lun." panggilnya lembut.

Aluna langsung membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk Prasha dengan Isak tangis yang tak tertahankan meski berusaha sejak tadi ia tahan tapi pada akhirnya luruh juga membanjiri wajahnya saat ini.

"Mas, kak Arden semakin parah kondisinya." tangis Aluna semakin pecah saja, Prasha mengusap punggung Aluna dengan lembut didalam pelukannya itu.

"Kita berangkat sekarang ya, sini mas bantu packing."

"Enggak usah mas, biar sama Luna saja."

"sudah kamu duduk saja, kamu lagi kacau begitu mukanya, biar mas yang masukin semuanya ke koper." Prasha memaksa telak.

"Enggak mas, soalnya kan Anu."

"Kenapa?, namun seketika melihat benda yang membuatnya seketika membeku berubah menjadi ala patung Pancoran, tak lama mundur teratur dan lari ngibrit seketika saking malunya.

Aluna yang baru saja menangis malah dibuat tertawa campur tangis sekaligus. "Haish pake acara keliatan lagi, jadi malu kan pasti dia liat Daleman Luna hwaa maluuu."

Setelah selesai dengan packingan pakaiannya, kini Prasha dan Aluna berpamitan lebih dulu pada para sahabatnya penghuni rumah catur tersebut juga pada keluarganya yang tinggal dirumah itu.

Arden tidak ikut mengantar, karena saat ini sudah dibagi tugas, hanya Prasha dan Arsen juga Dartolah yang menemani keberangkatan Aluna saat itu.

awalnya Prasha hanya akan mengantarkan Aluna sampai bandara namun sang kakek bilang urusan perusahaan biar kakeknya dan juga Arsenlah yang akan menangani. Prasha cukup fokus menemani Aluna di Singapura saja katanya.

Pada akhirnya Prasha pun menurut patuh atas titah sang kakek. "Luna, yang sabar ya nak, insya Allah kakakmu akan baik baik saja kita bantu berdo'a saja sama sama ya, hati hati diperjalanan maaf kakek belum bisa antar kalian ke bandara."

"Iya kek makasih ya kek."

"Lun, sini peluk mama?."

"Jangan merasa sendiri ya nak, Prasha jaga Luna disana dengan baik ya nak, kabar kabari mama kalo disana kenapa napa ya."

"Iya mah pasti."

"Yuck bro takut telat."

"Oke,"

"Prasha sama Luna berangkat dulu ya ma, kek."

"hmm hati hati."

Mobil hitam pun melaju, namun baru juga lima menit perjalanan, suasana yang semula hening penuh kesedihan dan rasa cemas seketika mendadak pecah.

Semua ini gegara kelakuan Darto siapa lagi sehari tidak berulah sepertinya tidak bisa untuk sopir pribadinya Prasha saat ini yang absurd dan randomnya kelewat.

Darto berdeham panjang sekali seolah hendak memberikan pidato kenegaraan. "Saudara saudara penumpang yang saya cintai dan saya sayangi. ucapnya dengan suara berat ala pembawa acara berita. Harap dilihat dengan seksama bahwasanya disebelah kiri kita ada warung nasi uduk legendaris yang enaknya sudah viral sampai pelosok, walau pun saya sendiri belum pernah mencobanya. Tapi katanya sih enak." celetuk Darto. Membuat Prasha mendelik tajam.

"To, fokus nyetir!."

"Iya Mase,,.. Tapi Mase,..Darto lapar." seketika Arsen dan Aluna ngakak berjama'ah, "Elo kalo emang lapar bilang dari tadi gau sah panjang kali lebar Darto." timpal Arsen.

"Yaudah mas, kita turun aja dulu, kalian juga belum pada makan kan."

"Asik makasih loh mbak Luna." ucap Darto senang. Prasha hanya bisa menarik nafas pasrah. Mereka pun turun lebih dulu dan menikmati makan malam mereka. kemudian menyelesaikan makannya dengan cepat karena mengejar waktu ke bandara agar tidak sampai telat.

Namun tidak berulah sampai disitu saja, ketika didalam mobil dan ketika melewati jalanan sepi dan gelap dan banyak pepohonan yang tinggi menjulang, seketika matanya menyipit. Lalu sedikit melambatkan kendaraannya dan mencondongkan badannya ke depan seolah sedang mengintai sesuatu.

"To, kenapa lagi?." tanya Arsen menatap curiga.

"sebentar saya merasa ada yang ikutin kita Mase,..suasana langsung tegang, Aluna langsung otomatis dengan refleknya menggenggam tangan Prasha. Dan semua mulai waspada saat itu.

Darto menunjuk ke kaca dengan ekspresi serius. "Lihat tuh motor ngikutin kita terus dibelakang kita, dari tadi beloknya sama terus."

Semua langsung kompak pada menoleh ke belakang dengan perasaan deg degan. Darto langsung terdiam sesaat sampai pada akhirnya tawanya pecah juga,.."yaiyalah Mase kan ini jalanan satu arah mau belok kemana coba hahah."

"DARTOO!" ucap Arsen dan Prasha bersamaan. dan seketika semua tertawa berjama'ah hanya Prasha yang mencebik kesal, "Pak Darto bikin orang tegang aja ikh jangan gitu dong pak deg degan tau." ucap Aluna yang awalnya airmata terusa saja terjatuh memikirkan kakaknya kini airmatanya malah bersatu padu dengan tawa yang tak. Isa ia tahan lagi.

Ditegur seperti itu Darto malah terlihat bangga, "Saya kan hanya mencairkan suasana dari pada kita sedih dan cemas teruskan, intinya tuh kita pasrahin aja semuanya ke Tuhan gitu loh Mase mbae."

"dan kebetulan saya itu Mutli Tasekin Gito loh Mase mbae."

"heh elo ngomong aja masih belepotan sok English segala, multi tasking Darto."

"Iya Podo wae lah Mase, itu loh maksud saya."

"Bukan multi tasking tapi bikin orang stress To, haish." ucap Arsen, Prasha hanya geleng kepala dan menarik nafas pasrah.

Tidak sampai disitu hanya selang beberapa menit kemudian, ia malah menyalakan radio, bukan musik yang enak didengar melainkan suara horor misteri yang membuat bulu kuduk merinding, Arsen ya g sudah tidak tahan dengan kelakuan randomnya Darto pun Lang, sha elo aja yang setir deh, lama nyampenya kalo kayak gini."

pada akhirnya mereka pun bergantian menyetir, "Udah To, biar ga tambah ngaco, tidur dulu aja Sono, biar gue yang nyetir." titah Prasha.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!