Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Dekati Dulu Ibunya Baru Anaknya
Tante Sophia menepuk Clarissa, hingga wanita cantik itu ter lonjak kaget, dan menatap takut tante Sophia. Kepanikan nampak jelas di wajahnya.
"Maaf Tadi tante bertanya. Tapi kamu justru melamun," ujar tante Sophia merasa tak enak.
Tante Sophia memperhatikan Clarissa yang seperti ketakutan, tante Sophia berpikir tidak mungkin 'kan jika Clarissa takut padanya. Wajahnya tidak menyeramkan, jadi kenapa harus takut.
"Tahu gak, kenapa Tante justru mengajak mu kerumah tante? " ujar tante Sophia berusaha mencairkan suasana. Ia tidak berniat menakuti Clarissa.
Clarissa menggeleng, tante Sophia kembali berkata, "Tante punya anak dua, yang pertama laki-laki ia sangat sibuk kerja, yang kedua perempuan, mungkin seumuran sama kamu Sa, ia sibuk kuliah, tante kesepian di rumah."
Clarissa menatap tante Sophia, tidak ada kebohongan di sana, jadi Clarissa merasa sedikit lega, nyawanya masih selamat.
"Tante di rumah cuma sama Bibi. Tapi kadang Tante pergi kerja juga sih, untuk menghilangkan kebosanan, " ujar tante Sophia, dengan senyum hangat, agar Clarissa tidak takut padanya.
Clarissa kembali mengangguk, ia pun melihat-lihat foto yang terpajang di sana, seorang gadis muda yang cantik dan tersenyum bahagia sedang berpose di sana.
Foto dengan bingkai besar terpajang di sana seperti merayakan kelulusan, di tengah pria mengenakan topi toga yang di apit oleh gadis cantik dan tante Sophia.
Clarissa terpaku pada gambar seorang gadis yang terlihat sangat bahagia, senyum yang tulus dan tidak ada beban di sana, Clarissa mengagumi wanita cantik itu.
"Nah itu foto anak perempuan tante, cantikkan? Nah kalau yang itu anak pertama tante, ganteng, juga masih lajang," ujar tante Sophia memperkenalkan anak-anaknya.
Clarissa tersenyum dan mengangguk. Namun ia sedikit penasaran saat melihat gambar seorang pria tampan yang sangat ia kenal, tanpa sadar Clarissa berjalan mendekati foto tersebut.
Tante Sophia tersenyum dan berjalan mengikuti Clarissa, yang kini tengah berdiri dan menatap foto anak pertamanya.
"Bagai mana? tampan 'kan anak Tante. " ujar Tante Sophia dengan bangga.
Clarissa tersadar dan tersenyum malu, ah hanya karena foto tersebut mirip dengan Zayn, Clarissa langsung lupa diri.
"Memang tampan. Siapa namanya? " ujar Clarissa yang kini jadi penasaran.
"Namanya Zayn Austin, Zayn sangat tampan, perhatian dan pekerjaan keras, tante sangat bangga padanya, " tante Sophia mempromosikan putranya dengan bangga.
Clarissa benar-benar terkejut, ternyata bukan hanya mirip. Tapi memang benar-benar Zayn Austin, Clarissa kembali menoleh pada foto yang paling besar di antara yang lain, foto Zayn Austin yang di apit oleh gadis cantik dan tante Sophia, "Kenapa tadi Aku tidak sadar... " gumam Clarissa.
Tante Sophia tidak mendengar gumaman Clarissa, tante Sophia justru memamerkan beberapa penghargaan putranya yang tersusun rapi di dalam lemari hias, begitu juga penghargaan anak perempuannya. Tapi tak sebanyak penghargaan milik Zayn Austin.
"Kebetulan macam apa ini...? " gumam Clarissa tiba-tiba merasa sangat beruntung, bukankah ini adalah jalan untuk mengejar pria dingin itu.
Clarissa kini tidak takut akan di jual, justru ia ingin berkenalan dengan tante Sophia, sang calon mertua.
"Zayn orangnya sangat bertanggung jawab, Tante sangat bangga padanya," ujar tante Sophia yang tak henti-hentinya memuji Zayn Austin.
Clarissa mengangguk, Clarissa benar-benar kagum pada Zayn Austin, raut wajah Clarissa yang mengagumi putranya tertangkap oleh tante Sophia, tante Sophia tersenyum senang.
Keduanya kembali duduk, Clarissa pun berkata, "Maaf tante, saat tante mengajakku makan di rumah, Aku sempat curiga jika Tante akan berniat jahat padaku," ujar Clarissa tersenyum malu.
"Owalah," tante Sophia tertawa, ternyata kebaikannya berlebihan hingga membuat Clarissa berpikir terlalu jauh, padahal ia tertarik pada Clarissa.
"Sebenarnya Sa, kita pernah bertemu dua atau tiga kali di caffe tempat mu bekerja. Tapi kamu pasti gak akan ingat Tante, maka dari itu Tante mau menunggu mu selama dua jam di rumah sakit tadi, " tante Sophia menjelaskan agar Clarissa tidak takut padanya.
"Oh seperti itu," ujar Clarissa tertawa kecil, ia sudah salah paham tadi.
"Dan soal Tante membawa kamu ke rumah, itu ya karena tante tahu kamu orang baik, tante merasa tertarik sama kamu Sa, mungkin kamu bisa berteman dengan anak-anak tante, atau dengan tante sendiri, karena tante kesepian," ujar tante Sophia yang menyembunyikan niat yang sebenarnya.
Clarissa merasa jalan untuk mendekati Zayn Austin semakin besar, karena calon mertuanya sendiri yang mengundangnya datang.
"Nanti Tante kenalin kamu sama anak tante ya, dari pada pacaran sama yang masih muda, dan masa depan pun belum pasti, mending pikirkan tentang anak Tante, Zayn itu dari segi umur sudah matang untuk berumah tangga, masa depannya cerah," ujar tante Sophia yang tidak tahan lagi justru menunjukkan niat tersembunyi nya.
"Dekati dulu ibunya baru anaknya, niscaya jalanmu menuju pelaminan akan mudah, " batin Clarissa.