"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua
"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu
"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen
Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.
Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.
Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBSK 21
"Mommy ... mana tikusnya? Biar Jun Jie saja yang mengusir tikus got itu." Tiba-tiba datanglah bocah laki-laki yang sudah berdiri di samping Lin Wu sambil membawa sapu yang siap menangkap tikus got.
"Mommy ...." Yanshen berkerut alis dalam, sorot matanya menatap lurus pada bocah laki-laki yang ada di hadapannya. Sungguh Yanshen dibuat terkejut melihat wajah yang persis dirinya pada bocah laki-laki itu.
Ya, bocah laki-laki itu sangat mirip dengannya, dari bentuk wajah, hingga warna matanya. Jelas, tidak mungkin dia tidak menyadari kemiripan itu.
Yanshen mendongakkan wajahnya menatap ke arah istrinya yang terlihat gugup.
"Lin Wu, siapa dia?" tanya Yanshen menatap penuh intimidasi pada sang istri.
Sementara Lin Wu masih terdiam mematung, susah payah perempuan itu menelan salivanya. Hingga akhirnya dia pun tersadar dari lamunannya, perlahan Lin Wu memutar tumitnya menatap pada Jun Jie, berusaha mensejajarkan tubuhnya dengan putranya.
"Sayang, kamu masuk dulu ya. Nanti Mommy menyusul," seru Lin Wu berusaha menampilkan senyumnya di depan putranya.
"Baik, Mom." Jun Jie mengangguk paham dengan ucapan Mommy nya, sebelum kemudian bocah laki-laki itu kembali masuk ke dalam rumah.
"Lin Wu, katakan padaku? Siapa dia?" Yanshen kembali melemparkan pertanyaan yang sama pada istrinya. Sorot matanya menatap intens pada perempuan cantik di hadapannya saat ini.
Sungguh lelaki itu dibuat geram melihat istrinya yang masih terdiam membisu. Rasa penasaran melanda dirinya, dia benar-benar tidak sabar mendengar jawaban dari sang istri karena saat ini dia butuh jawaban yang akurat untuk menjawab semua rasa penasaran yang membuncah di hatinya.
"Jawab aku Lin Wu! Kenapa kau diam saja, siapa dia?" tanya Yanshen sambil menggoyangkan kedua bahu istrinya itu.
"Dia anakku!" jawab Lin Wu tegas dengan sorot mata tajam menatap Yanshen.
Yanshen terkesiap mendengar jawaban istrinya barusan. Tanpa sadar bibir lelaki itu sedikit menganga, jujur saja dia masih belum percaya dengan fakta tersebut. Bagaimana bisa Lin Wu semudah itu melupakannya, lalu menikah lagi dan memiliki anak yang wajahnya sangat mirip dengannya.
Tidak, itu tidak benar! Dia tahu betul wajah bocah laki-laki itu merupakan fotokopi darinya. Jadi, sudah pasti bahwa bocah itu kemungkinan putranya. Sebenarnya, tanpa bertanya pun Yanshen cukup tahu dan yakin. Tapi, hatinya kembali ingin jawaban yang akurat atas pertanyaan nya itu. Namun, sayangnya justru Lin Wu tega berkata seperti itu.
"A- anakmu? Itu artinya, dia .... Yanshen kembali bertanya sambil berkerut alis dalam.
"Itu bukan urusanmu. Sekarang, lebih baik kau pulang, jangan ganggu aku!" seru Lin Wu ketus. Secepat kilat Lin Wu memutar tumitnya, saat hendak masuk ke dalam rumah tiba-tiba sebuah tangan besar melingkar di perutnya. Tentu saja hal itu mengejutkan sang empu.
GREP
"Sayang, aku mohon ... tolong jangan hukum aku lagi. Cukup hukum aku tujuh tahun dengan kepergianmu, jangan ditambah lagi. Aku bisa gila tanpamu Lin Wu," ucap Yanshen dengan suara seraknya.
"Jawab pertanyaanku, Lin Wu. Apa benar dia anakku?" Lanjutnya yang masih mendekap tubuh mungil istrinya itu.
"Sudah ku bilang dia anakku, bukan anakmu! Aku yang mengandungnya, aku pula yang melahirkan, dan aku juga yang membesarkan dan merawat mereka. Kau sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka. Tolong, jangan usik kehidupanku lagi. Sekarang kau sudah tahu jawabannya bukan? Jadi ... lebih baik kau pulanglah. Jangan pernah datang lagi kesini!" sahut Lin Wu dengan amarah yang meledak.
Yanshen menggelengkan kepalanya pelan, seketika matanya berkabut karena genangan air mata yang menumpuk di kelopak matanya. Sungguh dia tidak menyangka bahwa perempuan di hadapannya saat ini berubah menjadi kejam seolah dia tak mengenali istrinya lagi.
Perlahan Yanshen mengurai pelukannya, kemudian memutar tubuh istrinya menghadap ke arahnya.
"Aku tahu kau sangat membenciku, tapi kau tidak bisa membohongiku. Dia memiliki wajah yang sangat persis denganku, jadi ... bagaimana bisa kau bilang bahwa dia bukan anakku. Asal kau tahu, aku juga turut andil menyemaikan benihku di dalam rahim mu. Dan itu artinya ... dia adalah anakku," balas Yanshen tidak terima.
"Dan setelah kau tahu, apa kau ingin mengambilnya dariku?" Lin Wu menatap intens Yanshen dengan mata yang berkaca-kaca.
Mendadak perempuan itu menjadi lemah saat menyangkut kedua anaknya. Sungguh dia tidak bisa membayangkan bila dirinya harus berpisah dengan kedua anaknya. Entah bagaimana kehidupannya bila hal itu terjadi, karena dia sangat yakin bila Yanshen akan melakukan hal apapun demi melancarkan tujuannya. Mengingat Yanshen merupakan orang yang sangat berpengaruh dan memiliki kekuasaan penuh. Jadi, bisa saja Yanshen melakukan apa yang dia mau untuk mencapai tujuannya.
"Aku mohon, jangan ambil anakku. Mereka milikku, tolong jangan usik hidupku lagi. Biarkan aku hidup tenang bersama anak-anakku. Aku mohon Yanshen ... jangan pisahkan aku dari mereka. Tak apa jika aku harus berpisah darimu, asal jangan pisah dari mereka. Mereka segalanya untukku, aku mohon ...." Tak hentinya Lin Wu terus memohon dengan banjir air mata.
Seketika hati Yanshen berdenyut nyeri saat melihat sang istri berlinang air mata. Jujur dia tak suka dengan pemandangan seperti ini, sebelum akhirnya tangan besar Yanshen terulur mengusap kedua pipi Lin Wu dengan sangat lembut.
"Sayang, kamu ngomong apa? Siapa juga yang mau memisahkan kamu dari anak-anak? Dengarkan aku ... kedatanganku kesini hanya ingin kita bisa berkumpul bersama lagi. Aku, kamu, dan kedua anak kita," ucap Yanshen dengan lembut sambil menempelkan dahinya pada sang istri, sorot matanya menatap sayang pada Lin Wu sosok perempuan yang sangat dicintainya.
"Tidak Yanshen, dunia kita berbeda. Aku takut ...."
Sssst ....
Dengan cepat Yanshen menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir Lin Wu.
"Kamu tidak perlu takut lagi sayang, sekarang ada aku disini yang akan menjagamu dan juga menjaga anak-anak kita. Percayalah ... aku akan melindungi kalian sampai akhir hayatku. Aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti kalian."
"Aku mencintaimu, sayang. Sungguh ... aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan anak-anak, kalian adalah nyawaku." Imbuhnya dengan posisi yang sama sambil melayangkan kecupan bertubi-tubi di pucuk kepala istrinya. Sebelum kemudian Yanshen mendekap erat tubuh sang istri.
"Jadi ... apa kamu mau pulang bersamaku, hm? Kita akan tinggal bersama dengan keluarga kecil kita dan memulai semuanya dari nol. Aku berjanji akan membahagiakan kalian, tak kan ku biarkan air mata kembali menetes membasahi wajah cantikmu sayang." Kembali Yanshen menciumi wajah cantik istrinya itu sambil mendekap erat tubuh perempuan yang sangat dirindukannya.
"Doorrr! Hayo Mommy pacaran ya ... katanya bilang sebentar, eh gak tahunya pelukan di luar."
.
.
.
🥕Bersambung🥕
Hai ... jangan lupa like komen dan vote ya biar othor makin semangat nulisnya 😊🙏