NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Para penjaga yang dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya, hingga tidak tahu Yasmin yang pergi malam-malam bahkan baru pulang lewat tengah malam, dikumpulkan dilapangan untuk diintrogasi sebelum dihukum berlari mengelilingi kompleks sampai 13 putaran.

Sementara pelayan pribadi dihukum berlutut selama mereka berlari, dan terkhusus bagian pengawal pribadi Yasmin- Rain. Ia diberi tambahan dengan pus-up seratus kali, hukuman yang diberikan tuan Vick umumnya hanya seperti itu. Tidak ketinggalan juga hukuman untuk Yasmin, gadis itu dijemur dibawah matahari yang terik selama para pelayan nya masih berlutut.

"Bagaimana anda bisa membantu saya lolos dari hukuman Nona? Sedangkan anda juga dihukum" ujar Rain.

Gadis itu mencebik pada pria yang telah berlalu,lari menjalankan hukuman nya. Hukuman yang diberikan menjadi kesempatan bagi Rain untuk melepaskan diri dari kedekatan nya dengan majikan yang genit, sekaligus olahraga karena tubuhnya cukup terasa kaku selama menjadi pengawal yang hanya menemani gadis manja itu, tanpa bisa bergerak dengan lincah seperti tugas biasanya di Rksabi.

Ditengah istirahat yang lainnya selepas dihukum, Rain masih melanjutkan hukuman berikutnya. Ia pus-up di dekat kolam berenang diawasi langsung tangan kanan Vick. "75, 76,77...." Pria berpotongan rambut cepak berhitung sambil sesekali menaikan kacamata nya.

Tidak berselang lama derap langkah kaki terdengar samar dari kejauhan, langkah nya setengah berlari. Rain menajamkan pendengaran nya kala menangkap suara nyanyian datang seirama dengan suara langkah. Lalu ia tanpa sadar mendengus saat mulai mengenali siapa yang mendekat.

"Hai Pak Tom, masih belum kelar juga tugas mengawasi?" Pria berkepala empat itu mengangguk dengan bibir yang Komat-kamit berhitung gerakan Rain.

"Lah cape dong, aku gantian aja gimana? Mumpung aku lagi bosan" mendengar usulan itu Rain lantas mempercepat, membuat Tom berkerut kening dan jadi keliru berhitung.

"Maaf Taka aku lupa hitungan nya, jadi tolong ulangi lagi" ucap Tom, lalu mengeryit melihat Rain malah berhenti dan bangkit berdiri.

"Itu sudah pas seratus, aku mau istirahat dulu"katanya buru-buru, begitupun tindakannya yang ingin segera pergi dari sana.

"Tidak bisa begitu Taka, anda harus mengulangi nya. Bagaimana pun, hukuman anda dianggap selesai jika saya yang menentukan nya. Bukan anda yang mengatur Taka" tangan Rain pun terkepal dikedua sisi badannya, dengan rahang mengeras ia menatap tajam Tom.

Lewat tatapan dan ekspresi yang berubah keras itu, Tom jadi gagap karena gugup. "Maaf Taka jika ucapan saya menyinggung, saya hanya ingin melaksanakan tugas dengan baik seperti itu sudah semboyan hidup saya" ucap Tom tertunduk.

"Ngga apa-apa Tom, kamu bisa pergi! Urusan Pak Taka biar aku tangani"

"Tapi Nona" Protes nya, melirik Yasmin.

"Jangan membantah ini tugas dari anak majikan kamu, seperti yang kamu bilang tadi kalau semboyan hidup kamu melaksanakan tugas dengan baik, jadi menurut dong" Tom menatap kedua orang itu secara bergantian, pada Rain yang membuatnya ngeri, lalu pada Yasmin yang melotot galak. Membuatnya berpikir harus merevisi semboyan hidupnya.

"Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu Pak Taka, Nona Yasmin"

Rain menghela napas sembari mengawasi langkah Tom yang berusaha ditahan agar tidak nampak buru-buru meninggalkan tempat itu. "Pak Taka cepat lanjutkan pus-up nya mulai dari hitungan 80, cepat mulai"titah nya dengan suara keras.

"Apa lihat-lihat, mau aku colok matamu itu." Katanya saat mendapati Rain menoleh padanya.

Rain Menghela napas dalam seolah menarik diri dari pikiran kejam yang hendak mematahkan leher gadis itu, jika ia hancur kan tulang gadis itu pastinya melawan arah dari tugas yang diemban. Bukan Rksabi sekali yang gagal menjalankan tugas, dengan demikian sepertinya ia memilih menguji kesabaran.

"Iya" kata Rain.

Sebelum melanjutkan hukuman nya yang di hitung Yasmin asal-asalan, sengaja memancing emosi pria itu. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Yasmin duduk dipunggung pria itu. "93, Hmm...93"sampai angka 100 baru lah dia bangkit.

"Kuat juga ya kamu Pak Taka, keren abis bisa nahan badan seksi ku juga." Puji nya memandang lekat wajah berkeringat Rain.

"Terima kasih Nona, hukuman saya sudah selesai. Jadi bolehkah saya pergi sekarang juga?"izin nya, lalu tanpa membuang waktu segera berlalu dari hadapan gadis itu yang masih terpaku ditempat nya.

Hingga setelah dua detik berlalu barulah Yasmin tersadar dari hayalan nya tentang tubuh setengah telanjang Rain, gadis itu menoleh dengan cepat pada Rain, sembari berteriak memanggil.

"Pak Taka, biarakan Aku bantu lap keringat kamu!"ia mengambil handuk kecil beserta sebotol air dari kursi sebelum membawa langkahnya menyusul punggung Rain.

Semua interaksi keduanya tertangkap pandangan Vick yang baru saja selesai menelepon istrinya, pria baya itu meremas ponselnya dengan tatapan tidak lepas dari Yasmin yang memeluk pinggang Rain. Dari lantai atas dibalik kaca jendela nya, kecemasan terlintas dari matanya. "Sejak kapan putriku yang ceria dan jarang dekat dengan orang asing bisa bersikap genit? Apa ini karena lelaki miskin itu yang mencuci otaknya" gumam nya.

Tok tok tok

Sampai suara Suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya dari Rain yang berusaha menghindari Yasmin. "Masuk" titah nya.

Nampak lah Tom dengan napas tersenggal menunduk padanya, "Maaf Tuan, sudah saatnya kita berangkat sekarang "

Vick mengangguk, pandangannya kembali pada Yasmin yang membuat pengawal nya nampak risih.

"Bagaimana kabar pria miskin itu, adakah dia menemui Yasmin lagi?"

"Setahu saya tidak Tuan, dia mendengarkan perintah dengan baik"

"Apa menurutmu benar keputusanku mempekerjakan pengawal bernama Petaka itu? Yasmin putriku besikap genit pada pengawal nya, apakah dia selalu bersikap murahan pada semua pria?"

"Maaf Tuan, tapi menurut pengawasan, mereka berhasil menjauhi Nona dari laki-laki manapun. Yang berarti dapat dipastikan Nona terjaga dengan baik, masalah kedekatan Nona dengan pengawal nya itu tidak lebih dari sikap ceria Nona yang jahil"

"Laporan yang bagus, pastikan tidak ada perubahan dimasa depan " katanya.

Matanya menyipit sambil mendengus kala Yasmin tertawa, nampak senang menggoda pengawal nya. Meskipun raut Rain tampak tidak suka, namun pria itu mampu tetap profesional. Tidak bertindak kasar tapi juga tidak tertarik dengan godaan dari putrinya.

Vick menghela napas, lalu senyum kecil terbit diwajahnya melihat putrinya bisa tertawa sepuas itu setelah kemarahan besarnya pada Vick setahun yang lalu. "Ayo kita berangkat Tom, karena sepertinya tidak ada yang perlu aku khawatir kan"

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!