Dia menjadi pengganti posisi kakak nya untuk menikah dengan lelaki cacat. Lelaki cacat itu awal nya adalah pacar dari kakak nya sendiri. Sayang nya, karna kecelakaan yang membuat kaki lelaki itu lumpah. Itu menjadi penyebab kakak dari gadis itu memaksa adik nya menikah dengan pacar nya.
Bagai mana kisah gadis itu, setelah hidup sebagai pengganti pacar kakak nya. Ikuti terus kisah nya bersama Cahaya cibta pengganti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
R21
Rina terlihat sangat bingung, bagai mana buk Dara tahu apa yang keluarga nya rencana kan. Bukan keluarga nya, tapi kakak dan mama nya.
"Sudah lah Rina, jangan bingung kamu sama apa yang aku kata kan. Aku tidak menyalah kan kamu, karna kamu juga korban di sini. Tapi kayak nya, lebih bagus tuan Arjuna menikah dengan kamu dari pada dengan kakak mu." kata buk Dara.
"Maaf kan kakak dan mama ku, jangan salah kan mereka. Kak Indah itu terlalu di manja kan mama ku. Sedang kan mama ku, terlalu sayang pada kak Indah." kata Rina.
"Jangan kata kan maaf pada ku Rina, karna aku bukan lah anggota keluarga Respatih. Aku hanya orang kepercayaan keluarga Respatih saja." kata buk Dara.
"Buk, apa kah keluarga Respatih tidak setuju sama pertukaran ini." kata Rina cemas.
"Tidak, keluarga Respatih tidak keberatan jika calon nya di tukar dengan kamu. Hanya saja, tuan muda Arjuna terlihat sangat sedih dan tidak terima." kata buk Dara.
"Apa kah kak Arjuna tidak mau di ganti dengan aku." kata Rina.
"Kamu tidak perlu bertanya soal itu Rina. Jawaban nya di hati mu, bagai mana jika kamu sudah mencintai satu orang. Namun saat ingin menikah cinta mu malah di ganti dengan orang yang belum kamu kenal. Pasti rasa nya sakit dan tidak mau bukan." kata buk Dara.
"Maaf kan aku, dan maaf kan juga keluarga ku. Aku tidak berniat untuk membuat sakit hati orang lain." kata Rina.
"Kamu tidak berniat, tapi kakak mu bahkan sudah melaku kan nya." kata buk Dara.
Rina tidak dapat menjawab apa yang buk Dara kata kan. Benar juga, apa yang buk Dara kan itu. Tidak ada yang mau di ganti kan, saat kita punya seseorang yang kita cintai. Kita pasti ingin menikah dengan orang yang kita cintai kan. Bukan dengan orang lain yang bukan siapa-siapa.
Mobil pun berhenti di depan sebuah rumah yang sangat megah. Berdiri kokoh bagai kan istana saja di sana. Rina sedikit takjub melihat rumah yang sangat besar itu.
"Ayo Rina, kita sudah sampai di tempat tinggal keluarga Respatih." kata buk Dara.
Saat buk Dara dan Rina keluar dari mobil. Dan berjalan menuju pintu rumah keluarga Respatih. Penjaga pintu rumah membungkuk kan memberi hormat.
"Selamat datang di kediamanan keluarga Respatih." kata kedua penjaga pintu yang berpakaian serba hitam itu.
"Terima kasih." kata buk Dara sambil melewati pintu yang di buka oleh salah satu penjaga.
Sunguh luar biasa, rumah itu mirip sekali dengan istana. Karna di dalam nya sangat besar dan luas sekali.
Rumah itu banyak pembantu, mereka sibuk mengerja kan pekerjaan mereka masing-masing.
Tak lama, ada seorang lelaki yang lumayan muda mengahmpiri mereka. Tidak tahu siapa lelaki itu, namun terlihat sangat ramah orang nya.
"Selamat datang buk Dara, anda sudah di tunggu sama tuan Kusuma dan keluarga di ruang keluarga." kata lelaki itu.
"Terima kasih Ahnan, kamu boleh mengerja kan pekerjaan mu yang lain." kata buk Dara.
"Baik buk Dara, saya akan tunggu anda di ruang kita ya." kata orang yang di panggil Ahnan oleh buk Dara.
Rina tidak mengerti, begitu banyak orang yang bekerja di rumah itu.