NovelToon NovelToon
Viral

Viral

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:648.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azura One

Anggrek Maharani mendapatkan kejutan yang menyakitkan pada hari ulang tahunnya ke -24.

Sebuah undangan pernikahan dari Kekasihnya dan sahabat Anggrek. Dua orang yang bermain api dibelakang Anggrek selama ini. Dua orang yang tega mengkhianati ketulusan Anggrek.

Anggrek tercampakkan oleh kekasihnya, dikhianati sahabatnya.

Mampukah Anggrek bangkit kembali dari kehancuran hatinya akibat pengkhianatan ini?

Ketika kesedihan dan rasa sakit 'diselamatkan' oleh sebuah video viral. Sebuah keberuntungan yang membuka jalan dalam penyembuhan sakit hati Anggrek.

Keberuntungan tidak terduga untuk Anggrek yang tidak pernah 'dianggap' karena tidak menarik dalam standar masyarakat.

Bisakah Anggrek membuka hati kembali..?

Ikuti kisah Anggrek dalam menjalani kehidupan setelah terpuruk akibat pengkhianatan.

IG : aksara_azuraone

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Dilema

Terkadang menepis rasa bahagia di hati untuk mencegah sakit hati karena kebahagiaan semu terasa begitu menyiksa..

***********

Aku menutup pintu kamar perlahan lalu menuju tempat tidur. Pernyataan Bian tadi siang kembali berputar dalam ingatan seperti film dimana Aku sebagai pemeran utama. Pipi terasa memanas terbayang wajah dan tatapan Bian.

Dia tampan, menarik dan dingin tapi jika Aku berjalan dengan Bian bagaimana dengan pandangan orang lain.

Aku menghembuskan napas kesal kadang ingin membuang hati saja agar tidak merasa sakit akan cemoohan dan sikap yang di berikan orang lain pada diriku.

Bagaimana tatapan SPG di toko kosmetik, butik atau tempat belanja ketika melayani Ku. Berbeda sikap saat bersama Cahya atau Natasha. Senyum penuh kepalsuan merebak walau tidak semua bersikap demikian tapi hal itulah yang membuat pilihan belanja online lebih menyenangkan.

Cukup sentuhan jari semua barang akan tiba berapa hari kemudian. Aku menuju meja rias menatap pantulan di cermin. Sebuah kejujuran didapatkan dari pantulan cermin. Bayangan seorang gadis tampak memenuhi cermin. Aku mendengus kesal sepertinya berat badan Ku kembali melonjak naik.

Bagaimana jika bersanding bersama Bian dengan tubuh membulat seperti ini. Aku berdiri melihat lemak di perut, pinggang, kaki yang membulat semua. Tubuh Ku seperti bola yang siap memantul.

Padahal Aku sudah mengurangi porsi makan dari biasanya kenapa masih gemuk juga. Ah bodoh lah yang penting sehat. Aku meraih gawai dan mencari foto yang telah di edit oleh Dewo. Sejujurnya Aku tidak pernah upload foto selfie yang di edit supaya cantik. Lebih baik edit foto dengan merubah tampilan warna menjadi hangat atau vintage.

Asyik berseluncur di dunia maya membuat mata Ku mengantuk. Aku segera menjemput mimpi.

*********

"Kak, bangun. Lari pagi yukkk". Teriakan Dewo membangunkan Ku tanpa ampun. Asem tuh anak. Segera ku buka pintu sebelum satu kampung terbangun oleh teriakannya.

Sepanjang jalan adikku Ku yang ganteng ini tebar pesona. Ampun deh narsis kali. Di jaman Aku masih ABG anak cowok jarang narsis biasanya mereka bersikap lebih cool. Apalagi untuk goyang tiktok tapi Jaman sudah berubah tentu tidak bisa disamakan lagi. Remaja sekarang lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri mereka.

"Dewo foto Kakak, ya". Aku segera mengambil posisi menyender pohon.

"kakak jangan menyender".

"Kenapa gak bagus ya?".

"Ntar pohonnya rebah". Dewo ngakak membuat bibir Ku manyun.

Pagi ini kami menghabiskan waktu dengan lari 20 menit, makan bubur ayam beserta cilok dan seblak 30 menit. Sisanya sesi dokumentasi tentunya. Begitulah yang penting bahagia.

Aku mengedit foto dengan caption 'olahraga pagi jangan lupa teman, jaga kesehatan selalu'. Lalu Aku dan Dewo pulang ke rumah.

**********

Siang ini Aku sedang di butik ketika sambil memeriksa instagram. Beberapa komentar pedas menarik atensi Ku.

"Olahraga terus biar gak kayak bola".

"Sok cakep amat sih".

"Idih bulat mending menggelinding daripada lari".

Sebenarnya sudah sering ada komentar seperti ini tapi biasanya tidak begitu Ku perdulikan.Seenaknya saja suruh menggelinding dipikirnya Aku bola bowling main gelinding saja.

Aku menghapus komentar yang membuat sakit hati tapi kembali lagi komentar dengan akun berbeda muncul. Segera Ku blokir akun dengan kalimat pedas seperti ini.

Apakah Aku mesti diet ketat kali ini. Aku lalu teringat dengan tawaran endorse dari obat pelangsing yang selalu Ku tolak. Aku tidak pernah berani mengambil resiko dengan endorse obat yang tidak jelas.

Aku segera mengecek akun yang menjual obat pelangsing tersebut di e-commerce. Bagaimana pun Aku sepertinya harus langsing kali ini.

*************

Obat pelangsing ini sudah ditangan. Teriakan Mama untuk sarapan Ku jawab dengan alasan terburu- buru ke butik dan Miepa. Aku tidak akan sarapan, makan siang dengan semangkok kecil nasi dan lauk, sore hari makan 5 sendok oatmeal dicampur susu. Malam makan buah ditambah pil pelangsing ini.

Seharian ini perut Ku terasa kenyang setelah mengonsumsi pil tersebut. Efek yang ditimbulkan membuat selera makan hilang. Begitu pula keesokan harinya. Aku kegirangan ini sesuai yang Ku inginkan. Berapa hari kemudian hal yang sama Aku lakukan.

Timbangan kali ini bersahabat angka digital yang tertera menunjukkan berat badan Ku turun dua kilogram dalam waktu seminggu. Rasanya pengen berteriak gembira. Besok Aku akan kembali melakukan hal yang sama.

Hari ini Aku mengambil foto seluruh tubuh karena senang banget akhirnya berat badan Ku turun. Foto tersebut segera Ku upload di instagram.

Diluar perkiraan Ku, komentar pedas mengenai berat badan tetap bermunculan. Kepala rasanya memanas apakah penurunan berat badan dua kilogram tidak begitu kelihatan. Aku mengepalkan tangan, kali ini sepertinya harus ditambah sedikit olahraga.

"Kak, beneran gak mau cilok?". Pegawai butik Ku menawarkan cilok pedas yang tampak menggiurkan di hari hujan seperti ini.

"Gak usah ah lagi diet".

"Cilok doang,Kak gak bakalan buat gemuk". Aku menggeleng tegas dan kembali asyik menghitung stok homedress yang baru datang tapi tiba-tiba Aku merasakan kepala pusing dan perut melilit. Keringat dingin keluar dari telapak tangan.

Aku mencoba berdiri dengan memegang rak lemari. Kepala Ku terasa berat, Kakiku terasa tidak memiliki tenaga menyangga tubuh. Aku ambruk ke lantai dan hal terakhir yang Aku dengar pegawai butik berteriak memanggil nama Ku.

********

Aroma essential oil lavender membangunkan Ku. Mama menyentuh telapak tangan tampak kekhawatiran di wajahnya. Sudah dua hari sejak pingsan kemarin Aku merasa lemas. Berat badan Ku memang turun dua kilo tapi tubuh berasa Squidward tanpa tulang di badan.

"Mama gak habis pikir tadi pegawai mu memberikan laporan kalo kamu tidak makan berapa hari ini makanya makan nasi biar sehat". Nasihat Mama membuat Ku menjadi geli. Makan nasi masih menjadi andalan Mama walaupun usia anaknya sekarang sudah 1/4 abad

"Anggrek gemukan,Ma makanya diet ketat".

"Kegemukan itu memang bisa memicu masalah kesehatan serta mengurangi keluwesan bergerak tapi kurus dengan dipaksakan juga tetap akan menimbulkan masalah kesehatan dan membuat tubuh loyo untuk beraktivitas".

"Iya, Anggrek tahu Mama". Aku menerawang mengingat satu minggu yang dilewati dengan menyiksa diri untuk tidak makan sesuai porsi kebutuhan.

"Sudah tahu masih saja melanggar".

Aku bangkit dari posisi baring ke posisi duduk. Mata Ku melotot ketika melihat nasi menggunung berserta lauk pauk yang membentuk anak gunung.

"Ma kalo orang baru kelaparan gak boleh langsung makan banyak. Ini kayak mau mubang saja Ma".

"Ini porsi sehat makan untuk nasi. Mau disuapin atau Mama yang nyuapin!".

"Anggrek makan sendiri Ma". Aku menyuap perlahan ke dalam mulut dibawah tatapan tajam Mama. Ampun dah Mama.

"Cepetan ntar makannya, ada Nat dan Gege barusan datang sebelum Mama masuk kamar. Doni sudah dari tadi sedang mengobrol bersama Papa dan Dewo?".

"Hah Doni tau dari mana dia?".

"Dari pegawaimu, dia sudah berapa hari menghubungimu tapi tidak ada jawaban jadi Doni mampir ke butik".

Aku menghela napas memang setelah pingsan kemarin Aku masih malas memegang handphone. Godaan untuk melihat sosial media pasti akan datang dan Aku belum siap menerima kata-kata pedas lagi. 'Gendut, bola, tumpukan lemak'. Kata-kata bagi yang mengucapkan terasa biasa tapi menyakitkan bagiku.

Kadang ketika ucapan itu dilontarkan circle friend atau saat digoda oleh Dewo rasanya memang biasa saja tapi ketika dilontarkan terus menerus seakan seperti bola salju. Sedikit demi sedikit menimbulkan rasa sakit lalu menumpuk sampai tak tertahankan.

Tidak lama kemudian Mama kembali masuk kamar padahal baru saja keluar.

"Anggrek ada teman mu satu lagi. Namanya Dian, Bian eh Tian ya. Pokoknya itu deh, mereka lagi besuk kamu. Kalau mau keluar dandan dulu ya tampangmu kucel banget".

"Jadi Bian diruang tamu bareng Doni?".

"Di teras tadi sudah di suruh masuk tapi dia gak mau".

Mama menutup pintu. Segera dengan tubuh lemas Aku menyeret diri ke meja hias. Alamak sudah dua hari tidak pakai mandi malah Bian dan Doni datang berbarengan pula.

Natasha masuk kedalam kamar dan melihat Ku. Ekspresi khawatir di campur dengan senyum menggoda membuat Ku ingin menyambitnya.

"Mandi dulu Nggrek, kucel parah.Ntar cowok diluar pada kabur".

"Ih apaan nanti kelamaan".

"Sudah mandi bentar saja". Natasha mendorong Ku sedetik kemudian wajahnya menampakkan kecemasan.

" Ya ampun Anggrek, tubuhmu sedikit dingin dan lemas. Udah deh jangan ulangi lagi, diet ekstrim kayak gini ".

" Iya.. iya ". Aku segera menuju kamar mandi sebelum petuah panjang lebar dari Nat keluar

Apa yang akan terjadi diruang tamu dan teras. Lha Aku duduk dimana kalau begini?. Masa di tengah pintu masuk antara teras dan ruang tamu. Aku juga malu nih ketauan sakit karena diet dengan Doni. Bukankah dia sudah tahu dari karyawan disana perihal pingsan Ku. Ah sudah Aku harus menghadapinya.

1
Yolla
kereeeen👍👍👍👍👍👍
Yolla
cerita novel mu ini keren thoorrrr.... sangat menginspirasi 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
indira kusuma wardani
Luar biasa
TongTji Tea
hahahah..
TongTji Tea
Mama kenapa siih? Keberhasilan anak bukan cuma menikah ,Ma .Faktor penentu bahagia juga bukan cuma menikah .Lihat aja banyak pernikahan yang tidak berjalan sesuai harapan Dan impian berakhir bubar .Lihat doong pencapaian anakmu Dan kerja keras nya .Mang susah sih ya kalo punya ortu Nggak open minded
TongTji Tea
aku jadi bingung sama 'sifat' anggrek ini .Terlalu naif kah sehingga ko kayaknya gampang banget 'silap' karena Cowok .atau umurnya seolah olah udah di kejar deadline banget buat kawin so siapa aja yang ngajak hayook aja , gitu kah?
TongTji Tea
sampek ambung2 an wae cek Kon onok persiapane sik ,Ken??? tinggal sosor-sosoran ajaaa ,Ken !!
TongTji Tea
hahaha...aku bayanginnya dramatis banget 🤣
TongTji Tea
bisa mati muda kalo punya suami kek kenzo Kali ya . perfectionist jodohnya orang ocd
TongTji Tea
ooh Nggak bisa mbak anggrek ...sebagai wanita yang lope language nya words of gombalism , kata-kata I lope you itu penting banget buat akuu .Mau di act of service apapun tapi belom di gombalin ,rasanya kek ada yg kurang .Masih belom nampol cinta nya kurasa
TongTji Tea
status jomblo mu itu kok seolah bebaaan banget sih ,nggreek .
plus lah enjoy , fokuss sama usaha .kalo udah ada mAh jodoh g kemanaaa
TongTji Tea
sueeeerrr Cowok yang koleksinya antik2 itu personality nya rata2 juga antik .kalo g koat ..jangaaan ..ngenesss bangeet
Sriza Juniarti
sangat kereenn novelnya..
good job👍👍
Sriza Juniarti
kerenn terus kan👍🥰
Sriza Juniarti
kereeennn ayo bangkit..
Yuliana Rahmawati
Luar biasa
Yuliana Rahmawati
Lumayan
Sri Purwati
keren👍👍👍👍
martina melati
terima kasih thor... alurny spt hidup (nyata) pdhl cuman dlm novel aja y.../Kiss/
martina melati
hahaha... sabar bun... nikmati masa batitany nti pas saatny tiba, moro2 sdh bsr dan mandiri... (merasa tua nih)/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!