NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Kekesalan Keandra

"Aditya." ucap Anjani. Terkejut melihat keberadaan orang, yang selama ini menjadi penyebab salah paham antara dirinya dan Keandra. Meskipun bukan sepenuhnya kesalahan laki-laki di depan matanya itu.

"Lama, kita tidak berjumpa. Kamu terlihat semakin cantik." ucap Aditya tersenyum. Tak memperdulikan kehadiran Keandra yang menatapnya dengan tajam. "Mari silahkan duduk!" ajaknya ramah.

Anjani mengangguk pelan. Mengikuti Keandra yang sudah duduk di tempatnya. Menarik kursi. Duduk di sampingnya.

Aditya tersenyum tipis, melihat kedekatan Anjani dan Keandra . Seketika ia teringat pada saat masa dulu. Dimana Keandra dan Anjani berpacaran.

"Baik, sekarang kita mulai meetingnya." ucap Keandra, yang terlihat tidak ingin berlama-lama di sana.

Aditya melirik sekilas. Tersenyum geli melihat sikap Keandra saat ini. "Baiklah. Kalau begitu kita mulai meeting nya."

Anjani menghela nafas. Tahu jika saat ini Keandra sedang kesal. Tapi apa boleh buat. Mereka harus profesional dalam mengerjakan pekerjaan. Tanpa melibatkan perasaan.

Tak banyak menunggu lama, mereka langsung membahas ke intinya. Meskipun sesekali, Keandra selalu berbicara dengan dingin dan terdengar nyolot. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Aditya. Baginya hal itu wajar, karena Keandra sangat mencintai Anjani.

Di sisi lain, Anjani merasa tidak enak hati atas sikap Keandra pada Aditya. Semua ini di karenakan konflik mereka di masa lalu.

Meeting berjalan dengan lancar. Keandra yang sudah tidak tahan berhadapan dengan Aditya, segera pergi dari hadapannya. Hal itu membuat Anjani, mau tidak mau langsung mengikutinya.

"Anjani." panggil Aditya. Mencekal tangan Anjani.

Anjani menatap tangannya yang di pegang oleh Aditya. "Aditya maaf. Aku harus pergi." ucapnya tegas.

"Aku dengar dari ibu mu. Kalau kamu sudah menikah dengan Keandra. Apa itu benar?" Aditya tidak menghiraukan ucapan Anjani. Memilih menanyakan hal yang selama ini mengganggu pikirannya.

Anjani terdiam. Raut wajahnya berubah. Tersirat kesedihan. Namun ia berusaha menyembunyikannya dari Aditya.

"Apa dia menyakiti kamu?" tanya Aditya. Seketika membuat Anjani menggeleng. "Apa kamu bahagia menikah dengannya?"

Anjani mengangguk cepat. Meskipun hatinya ragu, akankah ia bahagia bersama Keandra.

"Aku bahagia Aditya. Keandra suami terbaik. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan, ku. Dan terima kasih atas perhatiannya." ucap Anjani tegas. Ingin segera pergi dari hadapan Aditya. Khawatir Keandra melihatnya yang sedang berbincang hanya berdua.

Aditya terdiam. Tak lama kemudian memaksakan senyuman. Seolah ia ikut bahagia mendengar ungkapan Anjani. "Aku ikut senang mendengarnya, Anjani. Tapi perlu kamu tahu. Jika Keandra menyakiti, mu. Bilang pada ku. Ok!" ucapnya tegas. Namun siapa tahu, jika hati Aditya merasa tidak percaya dengan yang di ucapkan Anjani saat ini.

Anjani mengangguk pelan. Hatinya sedih harus membohongi Aditya. Sebab selama ini, Keandra belum bisa menerima Anjani sepenuh hati . Tanpa rasa dendam, benci dan kecewa .

Anjani pergi dari hadapan Aditya . Tidak ingin sampai Aditya, bertanya lebih lanjut tentang hubungannya dengan Keandra . Sebab tidak mungkin Anjani memberitahu Aditya tentang semuanya .

Tanpa Anjani dan Aditya sadari, rupanya Keandra dari kejauhan menguping semua obrolan mereka. Keandra mengeraskan rahangnya . Bukan tentang percakapan mereka. Tetapi merasa tidak terima, saat melihat Anjani berbicara berdua saja dengan Aditya . Ia mengepalkan tangan . Berjanji akan memberikan Anjani Pelajaran, setelah pulang nanti .

" Lihat saja nanti ! Sudah aku peringatkan , jangan bermain-main dengan seorang Keandra ." gumam Keandra penuh penekanan . Pergi dari sana, sebelum Anjani menyadari keberadaannya.

Parkiran

Anjani masuk ke dalam mobil Keandra. Duduk di kursi depan. Bersikap biasa saja, tidak ingin sampai Keandra curiga. Anjani melirik sekilas pada Keandra, yang berada di sampingnya hanya terdiam. Tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh, Keandra. Membuat Anjani sedikit kebingungan. Mencoba abai. Mungkin Keandra sedang kelelahan. Pikirnya.

Keandra menyalakan mesin mobil . Melajukan mobil. Meninggalkan tempat tersebut. Hingga tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Keandra .

Tanpa kata Keandra masuk ke dalam rumah . Hal itu membuat Anjani kembali kebingungan. "Ada apa dengan Keandra?" ucapnya dalam hati.

Anjani turun dari mobil. Mengikuti langkah Keandra, yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah. Sesampainya di depan kamar, Anjani terdiam . Perasaannya merasa tidak tenang. Merasa akan terjadi sesuatu setelah ini .

Ceklek

Anjani membuka pintu kamar. Matanya membulat seketika. Melihat keadaan kamar begitu berantakan .

" Ada apa ini ?" tanya Anjani. Masuk ke dalam kamar. Menyisir setiap sudut kamar yang benar-benar berantakan. " Ken, Ada apa ini ?" bertanya kembali, Meskipun tidak melihat keberadaan Keandra .

Memperhatikan satu persatu benda, yang tergeletak di bawah lantai . Namun kini tatapannya beralih pada Keandra, yang keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian santai .

" Ken. Kenapa kamar ini berantakan ?" tanya Anjani pelan .

Keandra tidak menjawab . Pergi begitu saja tanpa melihat ke arah Anjani .

" Ken." Panggil Anjani. Membuat Keandra menghentikan langkahnya. " Kamu mau pergi ke mana, Kean?"

" Bukan urusanmu! " jawab Keandra, dingin dan datar. Melangkahkan lagi kakinya dan pergi keluar kamar. Bahkan dengan keras, ia menutup pintu kamar. Membuat Anjani seketika memejamkan mata karena terkejut .

" Ada apa dengan, dia ? Tidak seperti biasanya sikap Keandra seperti ini ." gumam Anjani, tanpa menyadari sesuatu. Perubahan sikap Kendra saat ini karena dirinya .

Anjani memutuskan untuk tidak memikirkan terlebih dahulu perubahan sikap Kendra . Memilih membereskan kamarnya, yang berantakan seperti kapal pecah .

...----------------...

Di tempat lain, Keandra Tengah menikmati minuman beralkohol. Kemarahan dan kekesalannya pada Anjani dan Aditya, membuatnya lari pada minuman.

" Hai bro!" sapa seorang laki-laki, berbadan tinggi. Menepuk bahu Keandra pelan. " Tumben, lo ke sini." ucapnya tersenyum tipis .

Keandra mendelik . Niat ingin menenangkan diri, eh malah ketemu dengan temannya yang tidak diharapkan kehadirannya. "Berisik !" gumamnya datar.

Temannya yang bernama Leo tersenyum tipis . Melihat sikap Keandra saat ini . "Cewek mana lagi, yang udah buat lo Patah Hati ?"

Keandra menatap tajam Leo . " Sok tahu !"

" Itu memang kebiasaan, lo ." ucap Leo, sambil menaik turunkan kedua alisnya. " Kalau bukan karena cewek . Nggak mungkin lo datang ke sini . Secara gue tahu, Bagaimana sikap lo ."

Kandra mendengus . Kesal mendengar ocehan sahabatnya itu.

" Mau gue kenalin sama cewek lain ? Ya, siapa tahu lo bisa move on." ucap Leo dengan entengnya . Seketika membuat Keandra, memberikan tatapan tajam padanya . " Eitss. Santai bro !" Mengangkat kedua tangannya di udara . Cengengesan .

Keandra kembali meneguk minumannya, yang entah sudah berapa gelas. Baginya saat ini ,hanya ingin melupakan sejenak perasaannya yang memang sedang cemburu.

Pukul 23.00

Dengan jalan sempoyongan Keandra pulang ke rumah. Untung saja, ia masih bisa menyetir meskipun dalam keadaan mabuk.

Tok... Tok... Tok...

Keandra mengetuk pintu rumahnya dengan keras. Tidak peduli jika perbuatannya, mengganggu penghuni rumah yang merasa terusik.

"BUKA!" teriak Keandra, sambil menggedor kembali pintunya. "WOIII! CEPAT BUKA!!!"

Cklek...

Pintu rumah terbuka. Seseorang berdiri. Terlihat tidak percaya dengan apa, yang ia lihat saat ini. Keadaan Keandra kacau. Bau alkohol menyeruak dari mulutnya.

"KEAN." ucap Anjani, segera mendekati Keandra yang hampir terjatuh. "Kamu kenapa, Kean? Kamu... mabuk...?"

Anjani benar-benar tidak menyangka, jika Keandra melakukan hal yang tidak pernah ia sukai. Mabuk. Tapi kenapa?

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!