NovelToon NovelToon
Married The Boss

Married The Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:873.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Susi Rubianti

Terjebak menikah dengan Bos nya seorang tampan kaya raya, Ceo Persahaaan terbesar di Indonesia yang bernama Devian Emilio Alatas, membuat Amaora sang asistan bos mengalami hal hal yang diluar nalar. Sang bos yang Egois, Arogan dan sikapnya kepedean 1000% membuat Amaora tiap hari mengelus dada. Ternyata dibalik sifatnya, Devian Emilio Alatas memiliki hati yang tidak diketahui Amaora , yakni jatuh cinta terlalu dalam pada asisten nya tersebut. Akan kah Amaora sadar akan perasaan bosnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Rubianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

" Bukankah ini? "

" Ya, ini salah satu usahanya selain Pt Yunsa." Kata Devian memasuki cafe tersebut.

" Ya Tuhan, benar-benar. Kalau tau mereka akan bertemu lagi. Lebik baik aku di kantor saja." Desah Maora berjalan melambat memasuki cafetaria tersebut. Kedua mata Maora seakan tak berhenti berputar melihat seisi Cafetaria itu yang terbilang cukup bagus.

" Tak heran jika semua laki-laki melirik Sarah. Kaya, cantik semua ada padanya." Gerutu Maora dalam hati.

" Tapi kenapa dia ingin menunggu suamiku." Lirik Maora pada Devian yang terlihat begitu perfect saat presentasi dengan clien.

" Suamiku? Why? Ada apa denganku? Apa aku cemburu? Maora...." Desah Maora dalam hati. Devian melirik Maora yang tersenyum senyum sendiri sembari menepuk jidatnya.

" Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri." Bisik Devian yang mengagetkan Maora.

" Tidak. Tidak ada apa-apa." Maora tersipu malu. Seusai rapat Maora tersenyum sinis melihat Sarah yang menghampiri mereka. Senyum manisnya , jalannya yang seperti ratu membuat Maora mendesah kesal.

" Kau disini Dev?" Tanya Sarah tersenyum.

" Ya, kebetulan meeting dengan clien di cafetaria milikmu."

" Sudah waktunya makan siang, makan disini saja ya. Sekalian secretarismu juga." Ajak Sarah.

" Secretarismu? Heeh.... menyebalkan." Gerutu batin Maora.

"Bagaimana? Apa kau mau?" Tanya Devian yang membuat Sarah mengernyitkan dahinya melihat sahabatnya meminta ijin dengan secretarisnya.

" Dev, kenapa kau bertanya pada secretarismu?" Sarah.

"Iya, karena semua jadwal kerjaku dia yang mengatur." Kata Devian yang melihat Maora menjauh darinya karena ada telepon yang masuk.

" Berapa lama secretarismu bekerja denganmu?" Tanya Sarah penasaran sembari melihat Maora berjalan menuju mereka.

" Kalo tak salah delapan tahunan."

" Apa kau tertarik padanya? Dia cantik, umurnya di bawah kita, pintar. Apa kau menyukainya?" Tanya Sarah yang melihat Devian tersenyum ke arahnya.

" Maaf pak, saya harus pergi. Apa Bapak jadi makan disini atau bagaimana?" Tanya Maora.

" Kau pergi kemana?" Tanya Devian penasaran.

" Saya ada janji dengan seseorang Pak," kata Maora yang mengingatkan Devian tentang Vino.

" Baiklah, Aku akan makan siang dengan Sarah. Satu jam lagi kau bisa menjemputku." Kata Devian pergi dengan diikuti Sarah di sampingnya.

" Heh... kenapa dia malah makan siang dengan Sarah. Biasanya selalu makan siang di kantor. Kenapa juga aku harus menemui Pak Rizal di waktu makan siang." Gerutu Maora yang bergegas masuk ke mobil dan pergi begitu saja. Devian hanya memutar-mutar makanannya dengan garpu sembari memikirkan pertemuan Maora dengan Vino.

" Kenapa? Apa kau teringat dengan secretarismu itu?" Ledek Sarah.

" Apa menurutmu dia cocok untukku?" Tanya balik Devian yang membuat Sarah mendengus sebal.

" Aku sungguh iri dengan secretarismu itu." Ujar Sarah yang membuat Devian mengernyitkan alisnya.

"Hampir selama satu hari kau terus bersamanya. Dan bagaimana dengan istrimu kelak, jika kau terus bersama sekretarismu itu."

" Kenapa kau berpikir seperti itu, seakan-akan kau menjadi istiku kelak." Kata Devian tersenyum tipis.

" Emang aku ingin menjadi istrimu. Hanya kau saja yang selalu menolakku." Kata Sarah blak-blakan. Di kantor Maora menggerutu tiada henti sembari mengerjakan laporannya. Sampai- sampai teman sekantornya memandang Maora penuh dengan tanya.

" Ra, ini sudah jam setengah dua. Apa Pak Dev belum selesai makan siangnya?" Tanya Bondan menghampiri Maora.

"Kau saja yang jemput, aku banyak kerjaan." Kata Maora sewot sembari menyerahkan kunci mobil ke Bondan.

" Kau lagi dapet ya?" Bisik Bondan lari seketika karena takut kalo Maora akan menghajarnya.

" Awas kau gembul....." Teriak Maora yang membuat seisi ruang tertuju padanya.

" Maaf ya teman-teman." Ujar Maora tersenyum simpul untuk meminta maaf. Devian melihat Bondan menghampirinya dengan langkah cepat.

" Mana Maora?" Tanya Devian celingak-celinguk mencari Maora.

" Maaf Pak, banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan. Mari Pak!" Kata Bondan yang mempersilahkan atasannya untuk menuju mobil.

" Lain kali kita sambung lagi ya. Bye...." Kata Devian berpamitan dengan Sarah. Di mobil Bondan yang suka bergunjing menceritakan apa yang di lakukan oleh Maora di kantor.

" Benarkah? Apa yang terjadi?" Tanya Devian penasaran.

" Mungkin dia kelaparan pak, jadi dia selalu ingin memakan orang yang berbicara kepadanya." Kata Bondan meringis.

" Bukankah tadi ia sudah makan siang?"

" Sehabis bersama Bapak setahuku dia langsung menemui Pak Rizal untuk membicarakan proses pembuatan perpustakaan Pak."Cerita Bondan.

" Apa dia tidak jadi makan siang dengan Vino?" Tanya Devian dalam hati sembari mengusap-usap telunjuk ke dagunya. Sesampai di kantor langkah Devian terhenti melihat Maora yang sibuk dengan kerjaannya tanpa mempedulikan kedatangannya. Devian menghela nafas dan memasuki ruang kerjanya.

" Maora, apa kau bertengkar dengan Pak Dev?" Bisik Anis.

" Tidak," singkat Maora yang begitu sibuk dengan kerjaannya.

" Kenapa kau tak menoleh ke arahnya. Padahal Pak Dev memperhatikanmu."

" Apa dia sudah datang?" Tanya Maora terkejut sembari melihat Devian yang terlihat di jendela kaca.

" Tuh, kan dia menatapmu dengan tajam." Bisik Anis yang melirik bossnya menatap Maora. Maora menghela nafas ketika Devian memanggilnya lewat telpon kantor.

"Bersikap baiklah pada si boss, kami tak mau boss marah gara-gara ulahmu." Ujar Anis yang menasehati temannya itu. Dengan langkah hati-hati Maora menghampiri Devian yang duduk sembari menangkupkan kedua tangannya di dada. Devian menutup tirai otomatisnya dan membuat semua teman sekantor Maora bertanya-tanya.

" Boss marah besar nih, apa ada kesalahan pada kerja kita." Gerutu Wulan.

" Semoga baik-baik saja." Ujar semua orang berdoa. Di dalam ruang kerja Devian, Maora hanya terdiam duduk di depan Devian yang sedang berpikir.

" Ada apa?" Tanya Maora yang penasaran akan tingkah Devian kepadanya.

" Kau belum makan?" Tanya Devian yang tersenyum tipis dan sesaat mengernyitkan alisnya melihat istrinya mengelus dada seakan-akan tak ada masalah.

" Kenapa?"tanya Devian penasaran.

" Aku kira kau akan memarahiku."

"Kenapa aku harus memarahi istriku, itu takkan terjadi." Devian tersenyum senang melihat Maora tersipu malu.

" kau belum makan?" Tanya Devian yang melihat Maora menggelengkan kepalanya.

"Bukankah Vino mengajakmu makan siang?"

" Aku membatalkannya karena Pak Rizal memintaku untuk menemuinya."

" Ok, tunggulah sebentar lagi disini ."

" Tapi Pak Rizal menunggu laporannya." Kata Maora yang tak berani membantah Devian. Sesaat kemudian, Maora terkejut melihat seorang OB membawakan kotak nasi untuknya dan Devian.

" Kok dua? Apa kau juga belum makan? Bukankah tadi dengan Sarah?"

" Mungkin selera makanku bertambah jika aku makan bersamamu. Makanlah." Ujar Devian yang membuat Maora senang dan saking laparnya Maora makan begitu lahap. Seusai makan, Maora terkejut melihat semua teman sekantornya memiliki nasi kotak seperti dirinya.

" Kalian juga mendapatkannya?" Bisik Maora menghampiri Wulan.

"Apa kau lupa, hari ini kan ulang tahun Pak Dev." Kata Wulan yang mengagetkan Maora.

1
Aphry
isssss maora bkin naik darah
Aphry
maora cari masalah ajah, wlopun ga cinta sma suami harusnya tetap hargai sebuah pernikahan.asal jln cwo lain ajah tanpa menolak.kesannya murahan.
Kartika
seru ceritanya
emoon
ini mirrip drama KoreA sekrestaris kim kata2nya ada beberapa yg sama...heheehe
krisan
lanjut
Taurus Girl
kasian banget yang jadi bawahannya mike😭😭
sriwati sakalessy
nasibmu Mike😃😃😃
sriwati sakalessy
selalu saja kata Mike😃😃😃
Kokoy Yuhaikay
Maora peka dong , suamimu itu cemburu
Kokoy Yuhaikay
Mike kasihan sekali nasibmu,,,lihat terus yg lagi bucin pulang kerumah malah dicuekin istrimu
Kokoy Yuhaikay
Maora udah bucin ,hati Devana seneng sekali cintanya gak bertepuk sebelah tangan
Kokoy Yuhaikay
mike senengannya ganggu
Kokoy Yuhaikay
waah kena tuh Sarah...ternyata Devana udah jd milik yg lain
Kokoy Yuhaikay
bener tuh Vino jadian aja sama Dea,,, gimana rasanya Vino ditembak duluan sama cewe
Kokoy Yuhaikay
lanjuut
Kokoy Yuhaikay
lanjuut dong
Kokoy Yuhaikay
mora jangan bikin suamimu cemburu doong
Kokoy Yuhaikay
kok di skiiip sih thoor kan jd penasaran
Kokoy Yuhaikay
kok cuman mengingat kejadian tadi malam,,,emang apa yg terjadi thoor jangan di skep doong,,,jd kurang greget deh
Kokoy Yuhaikay
udah sedikit romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!