NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Roslaniar

Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.

Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.

Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.

Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.

Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...

"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)

"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)

Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???

Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

Tak terasa sudah sebulan sejak tuan Anand Singh pulang kenegaranya, dan sejak saat itu kata-kata tuan Anand Singh bahwa akan melamar Hanum jika berkunjung kembali ke Indonesia jika Hanum masih sendiri terus terngiang-ngiang ditelinga Putra.

Sesuai dengan surat perjanjian yang mereka tanda tangani disepakati bersama bahwa setiap 3 bulan Anand Singh akan ke Indonesia meninjau langsung proyek yang mereka tangani bersama.

Diruangannya Putra tidak bisa fokus bekerja fikirannya kemana-mana. Lalu memutuskan untuk menghubungi papa Hanum "Assalamualaikum om,,,,,"

"Waalaikumsalam nak Putra,,,,tumben menghubungi om,,,"balas pak atma dari balik telpon

Putra cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "hehehe,,,,,iyya nih om,,,"

Pak Atma sebagai salah satu sesepuh di dunia bisnis bisa merasakan kegelisahan Putra yang juga merupakan anak dari rekan bisnisnya, kemudian bertanya "Ada apa, nak,,,jangan sungkan sama om".

Dengan senyum lebar meskipun tidak terlihat oleh lawan bicaranya Putra langsung berkata "maaf sebelumnya om, saya ingin bertemu dengan om untuk membicarakan sesuatu yang penting".

"Baiklah nak Putra,,,,atur saja tempatnya, nanti om ke sana". kata pak atma

"Putra aja yang ke rumah om sekarang, kalo om ada waktu".

"Om selalu ada waktu, nak,,,,om kan sekarang jadi pengangguran,,,," pak atma terdengar terkekeh

"Terima kasih om, saya berangkat sekarang, assalamualaikum,,,,"

"Waalaikumsalam...."

tuuuuutttt tuuuuutttt. tuuuuutttt

panggilan telpon berakhir.

Kemudian Putra keluar ruangan dan mencari Aditya diruanganya, karena sejak Hanum mengundurkan diri jadi sekretarisnya, Putra belum mencari sekertaris baru.

"Dit,,,,kamu handle semua pekerjaan dikantor, aku ada urusan penting diluar".

"Sendiri, boss????"tanya Adit

"Hmmmm,,,,,"jawab Putra sambil berjalan

Gini nih punya boss yang nggak peka, akhirnya kalang kabut sendiri kan???aku juga yang harus mengurus pekerjaannya. Semoga saja boss segera bersama dengan nona Hanum. batin adit penuh dengan doa.

Tak butuh waktu lama, akhirnya Putra tiba dikediaman Pak atma, yang oleh security didepan pagar langsung membukakan pintu pagar yang memang sudah mendapat pesan dari tuan besar mereka. Tak lupa Putra menurunkan kaca mobil yang disetir sendiri sambil bertanya "pak,,,,nona Hanum sudah berangkat kerja???"

Dengan ramah security itu menjawab "sudah sejak tadi, den..."

Putra lalu melajukan mobilnya pelan kemudian memarkirnya didepan teras rumah pak Atma, dimana nampak yang empunya rumah tersenyum menyambutnya.

Kemudian Putra bergegas turun dari mobilnya dan langsung bersalaman dengan mencium punggung tangan pak Atma dengan hormat. Mereka lalu masuk dan duduk di sofa ruang tamu yang mewah. Tak lama mereka duduk nampak dari dalam rumah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan tersenyum ramah menyapa Putra "ada angin apa nih,,,,orang sepenting nak Putra datang mengunjungi kami,,,,"

"Ada yang ingin Putra omongin sama om dan tante". kata putra dengan gugup

Kedua orang tua Hanum saling berpandangan dengan heran, karena mereka tidak pernah mendengar kabar apapun mengenai Putra dan orang tua Putra.

"ayolah anak muda,,,langsung saja, jangan membuat om dan tante menebak-nebak, kami sudah terlalu tua untuk itu". kata pak Atma bercanda.

Meskipun Putra merupakan orang yang handal dalam dunia bisnis akan tetapi kali ini perasaan gugupnya sulit untuk dia atasi. Dengan berdehem untuk mengatasi rasa gugupnya, lalu berkata "begini om, tante,,,,maksud kedatangan Putra kali ini, ingin membicarakan maslah Hanum".

Pak Atma dan bu Yana kompak berkata "ada apa dengan Hanum, nak,,,,bukankah kalian tidak ada kerjasama???"

kemudian bu yana bertanya lagi "ataukah Hanum membuat kesalahan pada nak Putra????"

Putra yang diberondong dengan pertanyaan tersenyum memaklumi tingkah kedua orang tua dihadapannya, lalu menjelaskan dengan masih gugup "bukan begitu tante, om,,,,saya sebenarnya bermaksud ingin melamar Hanum, kalo om dan tante berkenan".

Pak Atma dan bu Yana sangat senang mendengar keinginan Putra yang ingin melamar anak mereka.

"Tante dan om tidak ada masalah, nak Putra,,,akan tetapi sebaiknya nak Putra bicarakan dengan Hanum,,,"kata pak Atma dengan bijak

"Disitulah masalahnya om dan tante, Hanum tidak pernah ingin berbicara denganku". kata Putra lebih lanjut

Mama Hanum merasa penasaran dengan apa yang dikatakan Putra karena selama ini Hanum tidak pernah membenci siapapun meskipun dia dikatakan sebagai orang yang tak punya, dia tidak pernah peduli bahkan hanya dibalasnya dengan senyum. Kecuali jika harga dirinya dilukai maka dia akan marah bagaikan singa betina.

Berbeda dengan Pak Atma yang sudah mengetahui persoalan sejak awal, hanya bisa menarik nafas panjang dan meskipun dalam hati kecilnya pak Atma ragu, akan tetapi dengan melihat kesungguhan Putra dan demi kebahagiaan putri tunggalnya maka diapun berjanji akan berusaha berbicara dengan Hanum.

"Kalo om dan tante tidak keberatan, sebentar malam mama dan papa akan kemari bertemu dengan om dan tante". kata Putra menegaskan keseriusannya

"Biarkan om berbicara terlebih dahulu dengan Hanum, nak Putra,,,,menghindari kesalah pahaman lebih dalam lagi".kata pak Atma lagi

Bu Yana semakin bingung mendengar kata-kata suaminya tentang kesalah pahaman yang terjadi.

"Mengenai mama, papa saya sudah menanganinya dengan baik om". balas Putra meyakinkan pak Atma

Sambil tertawa mencoba menghilangkan kebingungan istrinya yang sudah terlihat berada dilevel tinggi, pak Atma berkata lagi"hahahaha...ternyata seorang Wiwaro Mandala masih berkuasa seperti dulu".

"Jadi kapan saya bisa membawa mama dan papa kemari om???"tanya putra tidak sabar

"Sebentar malam om dan tante berusaha bicara dengan Hanum, kamu tau sendiri kan, bagaiman kerasnya Hanum". kata pak Atma memberi pengertian pada Putra.

"Baik om, Putra mengerti. Kalo begitu Putra pamit dulu om". sambil mencium punggung tangan pak Atma dan bu Yana.

Setelah berada diteras rumah pak Atma, dengan menepuk-nepuk punggung putra, pak Atma berkata dan memberi harapan "insya Allah kabar baik secepatnya om berikan, salam sama mama dan papamu".

Kemudian Putra memasuki mobilnya dan membunyikan klaksonnya sebagai tanda pamit, lalu Putra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan senyum menghiasi bibirnya sepanjang perjalanan.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

**ceritanya hampir tamat nih readers,,,, difikiran author banyak ide-ide,,,,tapi untuk merangkainya menjadi satu cerita, terus terang author kesulitan😀😀😀😀

olehnya itu author minta jejak-jejak manisnya, ya,,,,biar idenya bisa maksimal😂😂😂**

1
Diana Berly
Luar biasa
irma hidayat
bagus ceritanya
irma hidayat
Buruk
Qilla
Ra genah
Qilla
pinter tapi gimana ya si Hanum ini
Lina Suwanti
mampir author,saya tertarik membaca karena lht babnya yg ga terlalu panjang...
Dewilakstri Astini
Luar biasa
fian widy
👍
Heryta Herman
hhuuuh...semudah itu??? masa bodoh laah...
Heryta Herman
gimana sih orru nya hanum ini...ibunya putra sdh menghina anakmunpak,bu...dan tdk ada permintan maaf atau niat baik daei mereka..untuk apa menerima putra jadi menantu?...aaah sdh laaah..terserah author
Heryta Herman
bodo amat lah...
Heryta Herman
terserah author lah...kita ga stuju dgn putra pun,bisa apa...males lah...kaya ga ada orang lain lagi selain putra...
Heryta Herman
yaaaahh..jngn semudah itu hanum menerima putra kembali...
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
Heryta Herman
hihihi...rasain lu putra..kelimpungan kan...makanya jngn sombong jadi orang....
Heryta Herman
dasar duda ga tau diri kau putra...
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
Heryta Herman
malas laaaah...semudah itu hanum melupakan kesilapan orang yg sdh menghina nya...dimana harga dirimu hanum...mana nyonya okta yg sombongnya ga ketulungan itu...kenapa tdk beeani minta maaf...hhuuuuhhh...malas malas malas baca
Heryta Herman
hamum...tegas jngn mau di lecehkan...mana harga dirimu hanum...ayoo semangat...hempaskan segala lalat" yg mengganggu..hehehe../Grin/
Heryta Herman
rasain lu nyonya okta dan putra yg terhormat....mana mau taroh tu muka ....
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic
Heryta Herman
kluarga putra ripikal orang kaya egois.. dia pikir,harta adalah segalanya...merwka lupa akan kuasa yg maha Esa...
lily
tidak membenarkan tindakan mamanya putra karna tiap ibu pasti ingin yg terbaik untuk anaknya ,, harusnya di terima dlu, trus di selidiki dlu calon menantunya itu seperti apa , tidak semua yg kaya itu menjamin akan hidup tanpa kekurangan dan tidak semua yg miskin itu morotin tpi emang ada tpi gk semua intinya selidiki dlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!