NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Black Knight (1)

"Jika aku bisa membungkam sesuatu, bibirnya lah yang ingin aku tutup rapat-rapat."

~ Cassandra Aglenia.

.

.

.

Cassandra mencubit perut Xavier. Membuat lelaki itu meringis kesakitan.

"Aw! Apa yang kau?" Belum siap dia mengomel, Cassandra sudah memotong perkataannya.

"Jangan semudah itu memintaku jadi pacarmu!" seru Cassandra tertahan.

Dia tidak ingin orang-orang di sana mendengar percakapan mereka. Xavier melotot.

"Memangnya aku salah?" tanyanya cuek.

Cassandra melengos.

"Astaga. Kau pasti dengan mudahnya mengatakan hal itu pada setiap wanita," bisik gadis itu sambil menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Padamu saja," jawab Xavier cepat.

Cassandra tahu dia tidak ada gunanya meladeni pria ini. Xavier akan selalu acuh tak acuh seperti ini. Sepertinya memang telah jadi ciri khasnya demikian.

"Baiklah. Apakah kita masih lama?" bisik Cassandra lagi.

"Tentu. Aku ingin bersama denganmu malam ini." Xavier menarik tangan gadis itu, membawa dalam genggamannya. Cassandra tersentak sesaat.

"A ... apa?!" katanya tergagap. Kata 'malam ini' terdengar menyeramkan di telinganya, sekaligus penuh misteri.

Apa yang dimaksud lelaki itu dengan malam ini? Yang benar saja!

Xavier telah mengambil langkah. Menggandeng Cassandra yang mengikuti langkahnya tepat di belakang, meninggalkan meja prasmanan tadi untuk melanjutkan menikmati pesta. Dia menggengam erat tangan gadis itu, seolah menunjukkan pada semua orang yang berada di sana bahwa gadis itu adalah miliknya, kepunyaannya.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata terus menatap mereka tajam, penuh rasa tidak suka.

***

Xavier menghentikan mobilnya di pinggir jalan, tepat di depan halte dimana dia menjemput Cassandra beberapa jam lalu. Cassandra bersikeras untuk diturunkan di situ saja, sedang Xavier bersikeras untuk mengantarnya sampai rumah.

Cassandra membuka safety belt-nya, bersiap untuk turun saat tangan Xavier menahan pintunya.

"Tunggu," katanya.

Cassandra berbalik. Lelaki ini bertingkah aneh sejak tadi. Bukankah perjanjiannya hanya menjadi pacar sandiwara saja?

"Apa lagi?" tanya gadis itu ketus. Jam sudah hampir pukul sebelas malam, dan dia harus bergegas.

"Kau yakin itu cukup?" tanya Xavier ragu-ragu.

Xavier telah menyodorkan sebuah kartu debit pada Cassandra yang berisi puluhan juta rupiah beberapa saat lalu, namun gadis itu bersikeras menggeleng dan menolaknya.

"Berikan aku 500 ribu saja," katanya tadi sambil menolak dengan halus.

Xavier berusaha memaksa Cassandra untuk mengambil saja kartu itu, dan dia boleh menggunakannya sesuka hati. Namun lagi-lagi gadis itu menggeleng, kembali berkata bahwa dia hanya membutuhkan 500 ribu saja.

"Ini sudah cukup. Tenanglah, aku meminta bayaran sesuai dengan pekerjaanku," katanya kemudian, semakin membuat Xavier terperangah.

"Baiklah," balas Xavier, tidak ingin memaksa atau semakin membuat Cassandra ilfil padanya.

"Aku perg," pamit Cassandra cepat, meraih handle pintu dan membukanya, turun dari sana.

Xavier buru-buru membuka pintunya di sisi yang lain, berdiri di samping mobilnya dan menatap Cassandra di sisi lainnya.

"Pulanglah!" Cassandra sembat membalikkan badan, memberi tahu pada Xavier untuk pulang lebih dulu. Tetapi bukannya menurut, Xavier malah mendekati gadis itu.

"Izinkan aku mengantarmu pulang. Aku akan ikuti dari belakang saja." Xavier menatap manik bulat gadis itu.

Cassandra terdiam beberapa saat. Sesungguhnya dia juga merasa sedikit khawatir karena perjalanan ke rumahnya harus melewati gang sempit yang lumayan gelap. Dia berencana untuk berlari saja tadi setelah Xavier pergi, namun pria itu malah meminta untuk mengantarnya dengan berjalan kaki.

"Ayolah, kau akan kemalaman," kata Xavier kemudian, mempersilakan Cassandra untuk jalan lebih dulu.

Gadis itu terhimpit waktu dan dia tidak mau membuang-buang waktu lagi. Dengan sebuah senyuman, dia harap Xavier akan senantiasa di belakangnya, memberikan rasa aman setidaknya sampai dia tiba di rumah.

Mereka menyusuri gang sempit dengan temaram lampu yang tidak terang, berusaha mengusir rasa khawatir di antara keduanya.

Setelah beberapa menit berjalan, Cassandra berbalik. Mereka telah sampai pada sebuah taman yang kurang terawat, namun di sini lebih terang daripada di gang sempit tadi. Xavier menghentikan langkahnya saat melihat Cassandra berhenti berjalan, dan kini berbalik menghadapnya.

"Maaf sudah membuatmu sejauh ini," Cassandra memecah keheningan.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang. Rumahku sudah dekat. Hati-hati di jalan," lanjut gadis itu lagi. Dia sungguh tulus mengucapkan terima kasih.

Dalam hatinya berfikir ternyata Xavier tidak semenjengkelkan itu. Ternyata pria itu masih punya prikemanusiaan dan kepedulian terhadap dirinya.

Xavier mengangguk.

"Pulanglah dengan selamat. Kabari aku jika sudah sampai rumah," katanya pelan. Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, masih berdiri di sana menatap Cassandra.

Cassandra tertawa kecil.

"Hei, yang akan melewati gang menakutkan itu kau. Kenapa aku yang mengabari?" katanya mulai terkekeh.

Senyum Xavier merekah melihat gadis itu tertawa.

"Ah, iya juga ya ...," katanya sembari menggaruk kepala. Dia harus melewati gang gelap itu tadi untuk sampai kembali ke mobilnya.

Cassandra masih tersenyum lebar, mengamati lelaki itu.

Ternyata kau tampan juga, Xavier.

"Pulanglah. Sudah larut malam," katanya kemudian. Kali ini Xavier menurut.

"Aku akan kabari setelah aku sampai. Jangan khawatir. Berjalanlah lebih dulu," balasnya.

Cassandra tidak menjawab lagi. Dia menganggukkan kepalanya sekilas, berbalik badan untuk melanjutkan jalan. Meninggalkan Xavier yang masih mematung di sana, menatap pada punggung Cassandra yang perlahan menjauh.

Dia melihat gadis itu memasuki sebuah rumah dari tempatnya berdiri, lalu berbalik badan. Melangkah lebar menyusuri gang sempit tadi, hingga akhirnya sampai di mobil.

Lelaki itu masuk ke dalam mobil dengan cepat, memilih lalu menekan sebuah nomor di ponselnya. Menunggu beberapa saat.

"Halo Bos?" Sebuah suara di sebrang sana terdengar berat.

"Kau tidur?" tanya Xavier cepat.

"Hampir. Ada apa Bos?"

"Catat ini. Aku tidak akan mengulanginya!" perintah Xavier jelas.

"Baik, Bos. Apa yang harus aku lakukan?" Suara di sebrang sana langsung terdengar bersemangat.

"Pastikan semua lampu di gang menuju rumah gadis itu terpasang. Dan buat taman yang terbengkalai itu kembali bagus. Kenapa tidak kau katakan bahwa dia harus melalui gang itu setiap hari?!" seru Xavier meninggikan suaranya.

Hening sesaat. Sepertinya lawan bicara Xavier sedang mencerna apa yang baru saja bosnya itu katakan.

"Kau dengar aku?!" bentak Xavier lagi.

"Iya Bos! Siap!" jawab lelaki di sebrang telepon itu.

"Lakukan secepatnya. Jangan biarkan dia pulang dengan kegelapan seperti tadi!" racau Xavier kesal, sebelum kemudian mematikan panggilan itu, menyisakan banyak tanda tanya pada lawan bicaranya.

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Makasih untuk semua like, vote dan komennya ya kak.. selamat membaca 🙏

1
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
Jane Kumois
xaviier sama kaisar sdh jadi teman baik yaa thor❤
D'illah @ NS
alesha kamu masuk jerat si roman!😅😅😅
modusnya bisa aja bang roman!
D'illah @ NS
ending part mendadak eungap,,,🤣🤣🤣
D'illah @ NS
kiyowooo ramon!!😍😍😍🤩🤩🤩🥰🥰🥰
Sintha Zhenaque
si juna ama axel yg cekikikan ,gw jg jdi ikutan😅
Sintha Zhenaque
ya mau wikwik lah cass 🤭
Sintha Zhenaque
ajaran sesat si juna..
Sintha Zhenaque
kata"nya syahdu bgt..menyentuh,
Sintha Zhenaque
ngenesnya jdi sad boy😢
mis dona
baguus
thez_JRY
baca sesion 1 x dimana
atau gabungan di cerita cassandranya ya
I
apa ini akan ada lanjutannya Thor?
EndRu
serba salah klo belum bisa memutuskan pilihan yang sama-sama sulit
EndRu
ternyata sama sama terluka.. dan menjadi kesalahpahaman yang Mambawa luka
EndRu
aku lupa kisah lalu klo alesha pernah keguguran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!