Hanna merupakan wanita dari kalangan biasa,ia harus bekerja giat mencari uang untuk menyembuhkan ibunya dari penyakit yang menyerangnya yaitu kangker darah.Karena keteledorannya Hanna di pecat dan kehilangan pekerjaannya.Hanna diharuskan menikah dengan seorang pria yang memiliki istri tiga dan menjadi istri ke empat.Bagaimana bisa Hanna menerima dirinya menjadi istri ke empat?dan alasan apa Gardapati menikahi Hanna sebagai istri ke empat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanda-tanda
Didy merasa sangat kesal,karena semalam Garda tidak datang ke kamarnya untuk tidur bersama.Semalam jadwal Gardapati tidur bersama istri keduanya,Didy.Didy menghampiri Isa yang berjemur di kolam renang pribadinya dengan bikini set berwarna hitam.Hanya pelayan wanita yang boleh memasuki kolam renang ini.Karena kolam tersebut adalah kolam para istri Gardapati.
"Adik,apa mas Gardapati semalam denganmu?"Ucap Didy dengan suara yang melembut.
"Bukankah semalam adalah jadwal mas Garda dengan kakak.Mana mungkin aku menggangunyanya,kakak."Ucap Isa santai sambil melihat katalog yang berada di tangannya.
"Tidak,semalam mas Garda tidak ke kamarku.Aku ingatkan dia bersamamu."Ucap Didy.
"Apa?Jangan-jangan dia bersama Hanna."Ucap Isa menerka-nerka ucapannya yang kemungkinan benar.
"Apa?mana mungkin?"Ucap Didy tidak percaya.
"Masalahnya semalam,mas Garda menyuruh Hanna untuk mengoles obat ruam."Jelas Isa jika pertanyaannya mungkin benar.
"Apa?jika sampai dia benar-benar mengganggu malamku dengan mas Garda,Argh..."Ucap Didy mengepal tangannya,tidak bisa menduga jika sampai Hanna berani merebut jadwal malam tidur bersama Gardapati.
***
Hanna yang berada di taman belakang seperti biasanya yaitu melihat bunga-bunga yang bermekaran.Dan terlihat kesedihan di wajah Hanna.Perkataan Gardapati sungguh tidak bisa terlepas dari benaknya.
"Dimana kau semalam?"Ucap Didy tiba-tiba berteriak mengajukan pertanyaan yang membuat Hanna terkejut.
"Hy,apa kau tuli?kau semalam dimana?"Tanya Didy merasa geram karena Hanna tidak segera menjawab pertanyaannya.
"Menemani tuan Gardapati yang sedang sakit!"Ucap Hanna.
"Apa?Kau...kau beraninya mengambil jadwal tidurku bersama Gardapati."Ucap Didy murka.
"Bukan salahku,Gardapati sendiri yang menginginkannya."Ucap Hanna tenang.
"Hy,Apa kau tidak mengaca?apa kau sudah amnesia.Ingat kau tidak setara dengan kami.Ingat kau berasal dari mana?kau hanya pelayan restauran yang di angkat menjadi istri sementara suami kita.Maksudku,Gardapati hanya menyewa rahimmu.Jadi jangan pernah merasa kau sudah naek pangkat.Darahmu tidak sebiru kami."Gertak Didy yang membuat Hanna terdiam tak berkutik.Pernyataan Didy bagi Hanna itu benar,Sehingga hati Hanna semakin sakit mendengarnya.Bahkan bibir Hanna mengatup.Hanna tidak bisa membela diri seperti biasanya.
"Cih,perempuan udik ini,rupanya tidak sadar diri."Ucap Isa memandang remeh dan bergegas pergi mengikuti Didy meninggalkan Hanna yang hanya diam membatu dan menunduk.
"Hiks...."Hanna menangis terduduk di kursi taman dengan menangkup wajahnya.
"Ya benar yang di katakan mereka..hiks..ibu..."Hanna menangis terisak-isak.Rasanya hatinya begitu hancur.Sangat hancur!
"Ibu,apakah aku di jadikan wanita untuk ini?apakah ibu baik-baik saja tanpa ayah?Apakah tidak ada pria yang seperti ayah,ibu?mengapa ayah secepat itu meninggalkan kita.Hiks..."Hanna menangis.Hatinya goyah,bahkan terombang-ambing.Rasanya begitu sesak.Andai saja ayahnya masih hidup,mungkin hidup Hanna tidak sesulit ini.Andai saja ayahnya masih hidup,Hanna tidak akan terjebak di tengah-tengah keluarga Gardapati.
Uek...U..ek...
Tiba-tiba perut Hanna merasa mual,Hanna membekap mulutnya sendiri.
Uek...
Hanna pun bergegas berlari menuju wastafel terdekat dengan taman belakang yaitu dapur.Hanna memuntahkan seluruh isi perutnya yang kosong,berupa cairan.Hanna tidak nafsu untuk makan saat ini.Hatinya sedang bergejolak.
"Non,ada apa?"Ucap beberapa pelayan yang langsung menghentikan aktivitasnya,merasa khawatir dengan majikannya yang mual-mual.
"Entahlah bibik,aku merasa sangat pusing."Ucap Hanna memegang pelipisnya setelah mengeluarkan isi perutnya.
"Apa nona sedang hamil?"Ucap para pelayan menduga-duga.
"Benar,nona sebaiknya anda memeriksakan diri."Ucap pelayan lainnya.
"Apa?"Ucap Hanna terkejut dan berusaha menelaah perkataan para pelayannya.
"Tidak bibik,tidak mungkin."Ucap Hanna mengelak pendapat para pelayan.
"Apa nona bulan ini atau sebelumnya sudah datang bulan?"Ucap salah satu pelayan.Pertanyaan pelayan tersebut berhasil membuat Hanna teringat dengan jadwal datang bulannya.Hanna benar-benar ingat terakhir ia datang bulan,itu sangat lama sekitar 1 bulan lalu.
"Bulan ini mungkin Hanna terlambat datang bulan bik.Bukankah biasa, jika terjadi tidak beraturnya datang bulan."Ucap Hanna.
"Benar nona,Apa salahnya nona periksa!Tuan pasti senang jika nona hamil seawal ini."Ucap Pelayan terlihat senang dengan kabar baik menurutnya.Tapi tidak bagi Hanna,Hanna merasa takut jika dirinya sampai hamil,takut karena belum pengalaman.Di tambah takut dengan jenis kelamin janin yang di kandungnya.Hanna merasa belum siap.
nasiib... nasiib
😆
kupikir Bapak²
kalo keysa bener keponakan adipati
kupikir gardapati sama dokternya aja
😅
kupikir baru selisih beberapa hari aja..
yg Hanna jemur sprei trus, ngobrol sama mb nisa, ulet ketemu ulet trus alergi...
berati saya kurang mendalami kl loncat beberapa waktu
😁