NovelToon NovelToon
Bertemu, Bertamu, Bersatu

Bertemu, Bertamu, Bersatu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:412.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.

Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.

Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang sibuk mendekorasi ruangan yang hampir selesai, ada yang sibuk menyiapkan makanan, ada pula yang hanya diam saja melihat yang lain sedang berkerja ria. Hari ini tepat empat hari setelah acara pertunangan ku dengan Hamzah. Laki-laki yang hari ini akan mengucapkan janji suci di depan bundaku, tentunya papahku di alam sana meskipun tidak secara langsung. Aku sudah pasrah, dan hanya bisa menerima semua ini dengan hati yang seikhlas-ikhlasnya.

" Kak, sebentar lagi kak Renita akan di rias. Kakak ada baiknya makan dulu ya kak".

Aku melihat Adelia masuk kedalam kamarku yang sudah di dekorasi dengan beberapa bunga. Dia membawakan nampan yang penuh dengan makanan. Ada sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya, ada buah-buahan, ada juga segelas jus jambu kesukaanku. Benar saja, dari tadi aku bahkan tidak ingat, kalau seharian aku belum memasukan sesuap nasipun kedalam lambungku.

" Terimakasih Adel". Ucapku sembari menerima nampan yang tadi dibawakan oleh Adel. Meksipun Adel, mengetahui bahwa aku bukanlah kakak kandungnya, sikap dia padaku tidak ada yang berubah sedikitpun. Dia sangat dekat dan sangat baik padaku. Aku bersyukur atas hal itu. Setidaknya, aku memiliki keluarga yang benar-benar mencintai ku setelah ibu.

Pesta pernikahan ku dengan Hamzah dibuat dengan sangat sederhana. Karena memang, pernikahan ini bagiku sangat mendadak. Dalam waktu empat hari saja, semuanya harus beres dan selesai sesuai rencana. Aku tidak pernah memimpikan pesta pernikahan yang megah yang harus menyewa gedung-gedung mahal dan mewah. Bagiku, bagaimanapun pestanya, yang penting adalah kebahagiaan yang tercurah kan. Aku juga sudah melakukan shalat istikharah, aku sudah mencurahkan segala duka dan laraku pada Nya. Alhamdulillah, hari ini hatiku sedikit jauh lebih tenang dan ikhlas. Aku percaya, apa yang aku jalani saat ini, adalah hal terindah dan terbaik yang telah Allah gariskan untuk diriku. Menikah dengan laki-laki yang.bahkan aku sendiri tidak pernah mengenalnya sama sekali, adalah satu hal yang tidak pernah aku bayangkan. Tapi faktanya semua ini terjadi. Dan aku hanya bisa menjalankan skenario dari Tuhan yang telah di tuliskan untukku.

" Ayo mbak, saatnya di rias, karena sebentar lagi prosesi akad nikah akan dilaksanakan".

Aku melihat tukang rias pengantin yang sudah siap dengan beberapa gaun pengantin lengkap dengan alat tempurnya yang begitu banyak.

" Iya mbak, silahkan di mulai saja riasnya". Ujarku setelah menghabiskan beberapa sendok makanan.

Aku duduk menghadap kecermin, membiarkan mbak tukang rias itu memoles begitu banyak alat makeup di wajahku. Aku sendiri tidak tahu, apa guna dan fungsi dari masing-masing alat makeup itu. Walaupun perempuan, aku sangat jarang mengenakan make-up, aku lebih senang tampil natural. Aku tipe orang yang tidak ingin ribet. Paling-paling aku hanya menggunakan sedikit bedak dan lipsgloss tipis-tipis. Itupun tidak selalu aku lakukan, hanya saat sedang niat dan ingin saja. Selebihnya aku tampil polos, natural apa adanya.

" Mbak, sekarang pakai gaun ijab nya dulu yah. Biar nanti sekalian saya pakaikan hijab nya".

" Iya mbak ".

Aku menuruti perintah mbak tukang rias itu. Aku mengenakan gaun putih yang sangat cantik. Hiasan pernak pernik mutiara tertempel indah disana. Aku melihat pantulan tubuhku di cermin, benar-benar seperti seorang ratu. Aku bahkan sampai kaget melihat diriku dengan gaun pengantin. Aku tidak menyangka, bahwa aku akan bisa mengenakan gaun pengantin secepat ini. Bagaimana bisa aku terpikirkan akan mengenakan gaun pengantin indah seperti ini, sedang tidak ada laki-laki yang mau mendekati diriku. Wajahku pun sudah sangat berubah total, jauh lebih cantik dari aslinya. Hasil karya dari mbak tukang rias ini benar-benar sangat menakjubkan. Hasil riasannya tidak terlalu menor, sangat pas di wajahku.

" Silahkan duduk lagi mbak, saya akan menggarap bagian jilbab nya. Setelah itu, mbak bisa langsung ke tempat akad yah".

" Ba-baik mbak". Jawabku tergugup.

Aku masih tertegun melihat diriku sendiri. Secepat ini aku akan menjadi seorang istri ?. Secepat ini aku akan merasakan menjadi seorang ibu ?. Aku berusaha menahan air mataku, entahlah ini adalah air mata haru, sedih, senang, bahagia, dan kecewa menjadi satu. Hampir saja air mata ini terjatuh di wajahku yang sudah penuh dengan riasan.

" Mbak, maaf bisa minta tolong ambilkan tissue ?".

" Oh iya ini mbak".

" Terimakasih mbak".

Aku menyeka air mataku, yang sudah tidak mampu lagi ku bendung di kelopak mataku. Aku pelan-pelan menempel kan tissue itu, agar tidak merusak riasan di wajahku. Sekitar pukul 11:00 siang, aku sudah benar-benar selesai di rias. Aku memutar badanku berkali-kali di depan cermin, aku bahkan sampai kaget melihat diriku sendiri. Sangat cantik.

" MasyaAlloh, kak Reee !!".

Aku melirik ke arah Safira yang berteriak histeris melihat kakak tiri nya sudah berubah bak seorang ratu sehari. Aku melihat binar matanya dan mulutnya yang menganga.

" Kenapa dek ?, kak Renita cantik ngga ?".

" Cantik sekali kak, Safira sampai pangling dan kaget liat kak Renita pakai gaun pengantin seperti ini. Sangat cantik kak".

" Serius ?".

Aku langsung melihat ke arah cermin lagi, benar saja. Aku sangat berbeda, dan benar-benar berubah.

" Apa mempelai perempuan sudah siap ?".

Aku melihat salah satu ibu-ibu masuk kedalam kamarku. Seperti nya proses akad nikah akan segera dilaksanakan.

" Sudahhhh....!!". Teriak Safira kegirangan.

Bukan aku yang menjawab, tapi malah dia yang sangat bersemangat menjawabnya. Aku hanya tersenyum tipis melihat tingkah nya. Semua keluarga terlihat sangat bahagia hari ini. Mereka mengenakan baju seragam yang sudah di pesan jadi beberapa hari sebelum hari ini.

" Ayok kak, masuk ke tempat acara akad nikah".

Aku di tuntun dan diapit oleh ibu dan Adelia menuju tempat prosesi akad nikah. Sedang Safira membuntut di belakang ku, sembari membantu mengangkat gaunku yang terurai kelantai. Aku sangat gerogi, rasanya nano-nano. Sangat deg-degan sekali. Keringat dingin aku rasakan mulai bermunculan di tubuh ku. Acara akad nikah dilaksanakan di masjid Al-Mukarramah, salah satu masjid yang sangat indah yang ada di dekat rumah. Aku melihat wajah-wajah bahagia mengelilingi ku.

" Pengantin perempuan nya sangat cantik yaaa...".

" Iya cantik sekali..... Aku beru pertama kali melihat pengantin perempuan secantik ini..".

" Iya, ternyata Mbak Renita cantik nya tidak saat natural saja yah....".

Aku mendengar bisik-bisik dari para tetangga dan ibu-ibu yang mengiringiku ke tempat akad. Aku hanya diam, secantik itu kah aku ?. Hingga mereka sampai berbisik-bisik seperti itu. Ah, tapi lebih tepatnya tidak berbisik. Suara mereka sangat kencang, bahkan sampai terdengar ke arahku. Seandainya aku menikah dengan laki-laki pilihanku sendiri, dan antara aku dengannya juga sama-sama mencintai. Mungkin rasanya akan jauh lebih bahagia. Tapi yasudahlah, toh semuanya sudah terjadi. Aku harus apalagi selain pasrah dan mengikuti skenario yang ada.

Tidak terasa, terlalu asyik melamun membuatku tak sadar, bahwa ternyata aku dan rombongan sudah sampai di masjid Al-Mukarramah, rumah Allah yang akan menjadi saksi perjanjian suci antara laki-laki bernama Hamzah dengan Rabb Nya.

Aku melepaskan sepatu pengantin ku, dan mulai melangkahkan kaki menuju ke lantai atas. Masjid ini memang memiliki dua lantai. Lantai atas untuk jamaah perempuan, dan lantai bawah untuk jamaah laki-laki. Aku langsung menuju ke lantai atas, sembari menunggu acara akad nikah dilaksanakan. Dari atas aku melihat Hamzah calon suamiku hanya dari punggung belakang nya, pun aku juga melihat ayah dan bapak dari Hamzah mendampingi acara akad nikah tersebut.

" Baik, semua sudah siap. Mari kita laksanakan acara akad nikah nya ".

Ujar salah satu panitia pernikahan ku dengan Hamzah.

" Mari kita mulai acara akad nikah ananda Muhammad Hamzah dengan Renita Rakhmawati Putri, Bismillahirrahmanirrahim..."

" Saya Nikah, dan kawinkan. Putri sulung dari bapak Soleh Iskandar rahimakumullah, yaitu ananda Renita Rakhmawati Putri, dengan kamu ananda Muhammad Hamzah bin Hanggar Prayitno, dengan emas kawin sebesar 10 gram dan seperangkat alat shalat di bayar tunai "

" Saya Terima Nikah dan Kawinnya Renita Rakhmawati Putri binti Soleh Iskandar dengan mas kawin tersebut di bayar tunai "

" Bagaimana saksi ?"

" Sah..!!!, Sah....!!! ,Sah..!!! "

" Alhamdulillah, Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khairin (”Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”).

Air mataku menetes, hari ini aku sudah sah menjadi seorang istri dari laki-laki bernama Muhammad Hamzah. Laki-laki yang dengan sangat terpaksa aku harus menerimanya, hanya demi kebahagiaan adik tiri ku Zaskia dan permintaan ayah tiri ku. Ya Allah, semoga Hamzah adalah laki-laki baik, yang bisa menggantikan sosok papah yang telah lama aku rindukan.

" Papah..., sekarang putri papah sudah menikah pah. Putri papah sudah menjadi seorang istri. Semoga papah ridho dan bahagia di sana Pah. Renita rindu papah..". Ucapku lirih di sela tangisku.

" Selamat ya putriku, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri. Baktimu pada ibu sudah berpindah pada suamimu. Berbaktilah padanya nak, selama itu dalam ketaatan dan kebaikan. Ibu doakan, semoga kamu dan Hamzah bahagia selamanya, hiks... hiks... hiks... ".

Aku memeluk ibu dengan sangat erat, perempuan hebat yang telah melahirkan diriku. Aku sudah tidak tahan, mendengar ucapan ibu barusan. Rasanya sangat sedih. Tangisku dan tangis ibu pecah. Kami saling berpelukan sangat lama, seperti akan berpisah begitu jauh.

" Te-terimakasih ibu, untuk segalanya. Renita mencintaimu ibu, hiks... hiks...hiks...".

" Sama-sama anakku sayang. Terimakasih telah menjadi putri yang baik dan kuat nak. Maafkan ibu ... hiks... hiks.. hiks..".

" Ayo, silahkan untuk pengantin perempuan, sudah boleh turun untuk bertemu dengan suaminya ". Ucap salah seorang dari bawah Sanah.

Aku menyeka air mataku, dan menarik nafas panjang. Ini kali kedua aku akan melihat Hamzah yang kini berstatus menjadi suamiku. Jujur, aku agak sedikit gugup dan deg-degan. Aku harus terbiasa, dan harus membiasakannya. Bismillah, aku menuruin tangga demi tangga, hingga akhirnya aku di tuntun menuju ke tempat prosesi akad. Kini aku telah berhadapan dengan Hamzah, suamiku. Laki-laki itu menyentuh ubun-ubun ku dan berdoa.

" Bismillah ...

Allahumma barikly fiyha wa barik laha fiy

(“Ya Allah berkahilah dia untukku, dan berkahilah aku untuknya.”)

Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi

(Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.) ". Suamiku berdoa, doa yang dianjurkan ketika seusai akad.

Setelah berdoa, dia mencium keningku dengan sangat lembut. Jujur aku sangat kaget, ini sentuhan pertama ku dengannya. Dan ini kali pertama aku di cium oleh laki-laki. Aku dengan gugup memberanikan diri memandang wajah nya dan mencium punggung tangannya. Aku resmi menikah, aku benar-benar sudah menjadi seorang istri.

" Zaskia, pulang lah dek. Kak Renita sudah menikah, demi agar kamu bisa pulang dan bahagia. Agar kamu bisa menikah dengan laki-laki pilihan kamu yang sangat kamu cintai itu". Ucapku dalam hati.

Setelah acara akad nikah selesai, aku dan seluruh rombongan kembali ke rumah hajat. Untuk melanjutkan proses resepsi.

1
Mumy Zurai
Luar biasa
Yani
Harus Renita jujur biar Hamzah bisa lebih melindungi
Yani
Jahat banget
Belum apa" banyak bawangnya 😭
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Winda Yuslina
karyanya bagus bgt
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
Sitti Faikah
penulis masih perlu byk bljar, sana sini alur tokoh tak jelas. terkadang tokoh sy sebagai sazkia, terkadang sy sbgai hmzah, terkadang sbgai Renita.. membingungkan penyampaian alur ceritax.
Rahma Inayah
kok lgi2 renata yg di salhkan yg buat slah bpk dan ank nya renata yg di salhkan..sazkia dan bpk nya sdh geser otak nya kli ..mrk egois mlh kambing hitam kn org lain
Rahma Inayah
knp renata gk kbr aja dr rumh drpada tersiksa..oleh ayah tiri knp jg ibu kandung nya diem aja atau ngacem kek ditk akn pergi dr rumh klu mash jaht sma renata..
Rahma Inayah
sedih sekali nasib renata knp dia yg di salhkn klu mmg zaskia mau nikah y sdh nikah kan saja to .renata jg bkn ank kandung mu pak km jg gk berhak menikahkn renata nnti nya .hanya walu hakim nnt nya bs menikah kn renata...tiap2 menyukai ibu nya hrs 1 paket jg trm ank nya.mentg2 sdh pny ank drh daging sendri ank tri di bedabeda kan
Ocha Holidah
bagus,walaupun pas ditengH2 cerita nya membosankan,tetap semangat
Sus Susyla
zaskia cuma pura2 stres..biar dot hamzah
Sus Susyla
tokoh ya sangat bodohhhhhhh...mau ngalah mulu
Sus Susyla
suami idaman dokter hamzah
Sus Susyla
omongan y terlalu lebay..mnrt saya👏👏👏👏
Sus Susyla
kalo hidup di madu..emang selalu ada kebohobgan dan bohong y
Sus Susyla
gitu aja bingung..lebih baik jujur ndreee
Sus Susyla
suka aja lah perjodohan tp tidak saling mneyakiti...lanjut
Sus Susyla
rendi y dah tidak kuliah..tp dh lulus kale
Nuranie Bageur
terimakasih bay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!