NovelToon NovelToon
Mafia Girls

Mafia Girls

Status: tamat
Genre:Fanfic / Mafia / Keluarga / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:21.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: lady nuree

Yuk follow dulu ig nya Othor
'@lady.nuree


__


RUBY ALDERIA SMITH, tak ada kebahagian dalam hidupnya

Di fitnah oleh saudara angkat memang tak akan pernah di hiraukannya, tapi sakit, sakit hati jika orang tuanya tak mempercayainya.

Hidup rumit seorang gadis membuatnya tegar menghadapinya, walau berat tapi tetap harus semangat demi kelanjutan hidup nya.

MARAH, tentu pasti marah ! ruby anak yang mandiri walaupun selalu manja kepada orangtua dan kaka nya, tapi Ruby tidak pernah menyusahkan keluarganya.

dengan mengingat masalalunya membuat Ruby ingin membalas perbuatan Agatha, tapi tidak untuk keluarganya karena Ruby terlalu menyanginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 20

" Halo ka !". Seru Ruby meletakan telpon nya ke daun telinga.

" By kemari lah ! dia sudah kita temukan". Ucap Kenzie di seberang sana.

" Kerja bagus, nanti siang aku ke sana sekalian belanja agar Ka Edward tidak curiga ". Puji Ruby senyum bangga dengan keberhasilan mereka.

Selesai ritual mandi paginya, Ruby turun ke lantai bawah karena merasakan perutnya begitu lapar. Saat sampai di sana terlihat Kakek Jakson dan Ka Edward sudah duduk siap dengan makan paginya.

" Pagi semua". Ucap tiba-tiba dari belakang.

Cupp, Ruby mencium pipi kakek jakson, dan terakhir menghampiri Edward yang sedari tadi menatap Ruby tak berkedip.

Cupp, Ruby mencium pipi kanan Milik edward, edward hanya duduk tegang di tempat karena ulah Ruby.

Ruby melihat ekspresi dari Edward tersenyum jail

Cupp,,,,,,Cupp,, Cuppp. Ruby menghujani kecupan di seluruh wajah Edward, Kakek jakson hanya menggeleng kan kepalanya dengan kejahilan Ruby.

Edward masih tak bergeming dengan kegiatan Ruby, tubuhnya masih menegang terkejut dengan itu.

Cupp,,, Ruby mengecup bibir ranum milik Edward, Tidak hanya kakek Jakson tapi semua yang sedang menyiapkan sarapan pagi di sana sangat terkejut dengan kelakuan Ruby.

Ruby terus menempelkan bibir nya, dia terus saja menggoda edward di pagi hari. Manis ! seru batin Ruby.

Ekheem

Ruby sadar dengan kelakuannya, dia langsung menarik kepalanya menjauh dari Edward tapi tangan kekar milik Edward dengan cepat menarik kembali tengkuk ruby dan tubuh Ruby ambruk dalam pelukannya seperti mendapatkan lampu hijau dari pemilik bibir, Edward langsung ******* bibir merah milik Ruby di hadapan semua orang.

Seringai kecil muncul dari bibir Edward.

" Baby kau manis sekali sayang, apa masih kurang ?". Goda Edward membuat pipi chuby milik Ruby begitu merah seperti kepiting rebus.

Ruby langsung bangun dari pangkuan Edward yang sedari tadi duduk di atas pahanya.

" Aahhh,, kakek lihatlah kak Ed nakal sekali ". Jerit Ruby berlari ke arah Jakson dan memeluknya membenamkan wajah merahnya di dada milik Jakson

"Nakal, kaka nakal ?". Tunjuk Edward ke wajahnya sendiri dengan jail.

" Kakek ". Rengek Ruby menahan malu.

Semua orang menahan tawa nya dengan kelakuan jail Ruby.

" hahahaha baby wajahmu kenapa jelek sekali seperti itu". Ledek Edward yang dengan tanpa dosanya nya makan roti isi coklat dalam genggaman tangannya.

" Sudah sudah ayo makan, orang kamu duluan yang jail kan by, kenapa malu hm ?". Tutur Jakson menambah Ruby malu dan manyun karena terus menggodanya.

" S udah lah sekarang makan lah nanti keburu basi, apa mau kaka cium lagi biar kenyang !". Ucap Edward sembari menggoda ruby yang sedang lahap memakan roti nya.

" DIAM ". Sentakan Ruby membuat kakek jakson tersedak dengan ulahnya.

" Ya ampun baby bisa tidak jangan keras-keras jika berteriak, lihat ada yang tersedak !. Seru Edward menuangkan minum untuk Jakson.

Ruby hanya melihat sekilas dan meneruskan sarapan paginya.

" Aku duluan ". Pamit Ruby dengan datarnya.

***

Di ruang makan masih betah dengan duduk nya, Edward duduk berhadapan dengan daddy nya mengobrol di pagi hari sembari menikmati sepotong sandwich kesukaan mereka.

" Bagaimana keadaan perusahaan mu Ed ". Tanya Jakson

" Masih bisa di pertahankan dad, aku akan berjuang demi jerih payah kedua orang tua ku dulu ". Tutur Edward sesekali mengingat kejadian tragis itu.

" Daddy mendukungmu dan jangan lupa, mari berjuang mencari keberadaan adikmu". Seru Jakson

" Dengarlah Ed, bangunlah dan berjuanglah dengan sekuat tenaga mu agar hasilnya memuaskan, bangkitkan lah lagi perusahaan LUCIFER dan buat mereka yang menjadikan keluarga mu seperti ini bertekuk lutut minta ampun kepadamu". Rahang mengeras dan gertakan gigi milik Edward mata yang mulai memerah menahan amarah karena mengingat perbuatan mereka yang begitu keji.

Edward bukan tidak bisa mengalahkan mereka di dunia bisnis hanya saja dia tidak mengetahui siapa yang mempunyai dendam begitu dalam kepada keluarganya.

Untuk menjadi kuat, Edward terus bekerja keras melatih dirinya dengan Ruby membantu nya, semangat membara berkobar dalam matanya. Selama di mansion abraham, Ruby mengajarkan berbagai keahlian yang ada pada dirinya sampai Edward mencapai semua yang di ajarkan oleh Ruby. Tapi tidak bisa di sangkal kalau Ruby tetap yang terkuat di atas semua orang termasuk Edward.

" Tapi dad, jika aku terlalu sibuk dengan itu, siapa kelak yang akan membantumu ". Tanya Edward menatap manik milik Jakson yang sudah terlihat lelah.

" hahahah tenanglah Ed, apa gunanya daddy memiliki dua anak laki-laki ?". Tawa Jakson membuat Edward bingung.

" Memang siapa lagi anak daddy ?". Tanya selidik Edward

" David Lucifer Abraham ". Nama yang terucap dari mulut Jakson seketika membuat Edward terus bertanya dalam dirinya.

" Setelah adikmu di temukan, aku akan menyerahkan semua padanya". Sambungnya

" Oh syukurlah jika begitu dad, aku lega mendengarnya". Ucap Edwar memegang dadanya yang terasa sesak. "aku akan terus berusaha mencarinya dad jangan khawatir". Lanjutnya lagi.

****

" Baby ". Panggil Edward mengetuk pintu kamar Ruby.

" Iya kenapa ka ?!". Pintu terbuka dengan lebar menunjukkan seorang gadis dengan kacamata bertengger di hidungnya.

" What are you doing inside baby ?". Tanya Edward yang sedari tadi menatap kedua mata Ruby.

" Tidak ada !". Ruby membalikan badannya masuk berjalan mendekati ranjangnya.

" Masih marah ?". Tanya Edward yang masih membuntuti Ruby dari belakang.

" Eum ". Jawaban Ruby hanya sebatas itu.

" Maaf, tidak ada lain kali lagi !". Seru Edward dengan kepala menunduk, dia paling tidak suka jika Ruby marah kepadanya, dan dia juga tidak pernah sekalipun membentak Ruby seberapapun dirinya sedang kesal.

" Eum , Pergilah !". Usir Ruby naik ke atas ranjangnya melanjutkan pekerjaan yang sedari tadi tertunda.

Edward masih menatap Ruby yang masih acuh kepadanya.

" Baby, sorry". Ucapnya lagi

" Pergilah Ed, kau mengganggu pekerjaan ku ". Tegas Ruby dengan mata yang menyalang.

" Tidak, aku akan tetap disini ". Jawab Edward dengan wajah penuh bersalahnya.

" Terserah !". Ucap Ruby tak peduli dengan apapun yang di lakukan Edward.

Jam menunjukan pukul satu siang, Ruby teringat akan mengunjungi markas hari ini.

Ruby segera membereskan semuanya pada tempat semula. Tidak peduli sama sekali dengan Edward yang masih setia dengan berdirinya, mungkin sudah empat jam dirinya tak bergeming.

Edward hanya menatap Ruby yang sibuk membereskan pekerjaannya dan kembali bersiap-siap seperti akan pergi keluar. Ruby dengan terburu-buru melangkahkan kaki nya keluar tanpa ingat ada Edward di dalam kamarnya.

Belum dua langkah Ruby keluar dari mansion, dia teringat akan Edward yang masih mematung di dalam kamarnya.

" Astaga aku lupa ". Ucapnya berlari kembali ke dalam rumah dan sesampainya di kamar, Ruby benar-benar melihat Edward yang masih mematung di tempat yang sama

" Baby ". Lirih Edward

Ruby langsung memeluk Edward dengan lumayan keras sampai badan Edward sedikit terhuyung.

" Maaf ". Suara Ruby di telinga Edward begitu terasa hangat.

Cuppp,, Ruby mengecup bibir Edward dan berlalu pergi.

Edward pun mengikuti Ruby yang sedang terburu-buru.

" Jangan menungguku, katakan pada Kakek jika aku akan pulang malam ". Izin Ruby kepada Edward dan langsung melajukan mobilnya.

" kenapa manis sekali, jika terus seperti ini rasa cinta yang selama ini terkubur akan terus muncul ". Lirih Edward dalam lamunannya.

1
Erlina Ibrik
betul ,Ruby mmng bodoh
🧟‍♂️🧟‍♂️
tch kata ini mengganggu sekali, entah kata2 dari mana ini
🧟‍♂️🧟‍♂️
lagian dari awal salah ruby sendiri yang seakan-akan kasih harapan ke leo, ngatain agatha jalang padahal dia juga bgtu, udah tau ada ed masih aja jalan sama leo menjijikkan sikap ruby
🧟‍♂️🧟‍♂️
cih si ruby jalanggg
🧟‍♂️🧟‍♂️
puki emang ruby jalanggggg
🧟‍♂️🧟‍♂️
ruby ini kek jalang, ada ed bukannya ajak malah ajak leo aneh bin mau jalang kek agatha
Sri Wahyuni
best
Ollin Versi
Menyenangkan, salah satu novel yg sering aku baca ulang/Drool/
Semangatt terus...
Kenangan
gak tau udah yg keberapa kali aku baca novel ini, tapi ttp aja selalu nagih. first time aku baca nomor ini tahun 2021, udah brpa tahun berlalu ttp gak bikin aku bosan🥺🥺
Kenangan: siapp akak, maaf yah baru notice soalnya sibuk persiapan natalan
total 3 replies
Harni Suleman
Kecewa
Harni Suleman
Buruk
Nania Nia
Luar biasa
Nameera
keren
Glauca
Luar biasa
ikatillah
luar biasa
Merry Tunggal Dewi
Luar biasa
Abd Rahman
ko sedih ya😭😭
amnyeshty
kurenggg
amnyeshty
suka bgt si ama ni novel
Abd Rahman
ini udh ke 3 kalinya aq baca novel ini,seruuuu
Abd Rahman: lanjut dong sama anak"
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!