NovelToon NovelToon
GADIS YANG TERBUANG

GADIS YANG TERBUANG

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Respati

Shen Yue yang seorang gadis Jenius di abad modern terbuang Dari keluarga yang semula menyayangi nya. Namun Karena perbuatan seorang wanita . Dan akhirnya dia jauh dari keluarga. lalu terbunuh Karena gadis itu pula . dan Dia terlahir kembali di tubuh anak seorang Perdana mentri yang juga di buang dan di abaikan Karena tidak memiliki kekuatan . Dia hidup Menderita seorang diri juga jauh dari keluarga. Dan kini Ada jiwa Shen Yue di dalam tubuh gadis yang Namanya sama. yaitu shen Yue .

"Trimakasih Kau telah memberikan tubuhmu padaku, jadi kini biarkan aku membalas sakit hatimu. akan Ku tunjukkan pada mereka kalau mereka akan menyesal telah membuangmu dari kehidupan Mereka, Yueyue..." ucap Shen Yue sambil tersenyum dingin.
Namun bertemu nya dia dengan Pria menyebalkan yang selalu ingin menempel padanya. hingga membuat dia kesal dan marah .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN PUTRA MAHKOTA

Putra Mahkota yang sejak pulang dari tempat Shan Yue tidak bisa tidur . Dia teringat gadis lusuh yang hampir mati di tangan para berandalan yang ingin mencelakainya . akhirnya saat menjelang pagi dia baru bisa tertidur walaupun hanya sebentar. Dan pagi ini dia harus menghadap Sang Ayah. Dia harus melaporkan hasil tugas bersama Jendral San Yuan.

"Jun , Lai ..kita pergi ke istana sekarang ..." ucap sang Putra Mahkota setelah para pelayan membatu dia memakai baju .

"Hamba yang Mulia..." jawab mereka berdua.

Tak lama terlihat ketiga orang itu keluar dari Istana Putra Mahkota. Ketika mereka sampai di istana, kebetulan Jendral San Yuan bersama Putranya San Rian berada di pintu masuk aula.

"Jendral San...anda juga baru datang...?" sapa Putra Mahkota. Jendral San Yuan dan putranya segera menatap ke arah suara orang yang menyapa. Ternyata Putra mahkota Yang menyapa mereka.

"Salam sejahtera Yang Mulia...benar , kami baru saja datang... " sapa Mereka berdua.

"Salam juga. Kalau begitu ayo kita masuk..." ajak Putra Mahkota. Mereka segera masuk setelah Kasim menyebutkan nama mereka. Saat mereka masuk, ternyata para Mentri sudah datang. Salah satunya Perdana Mentri Yuan . Wajah pria itu terlihat sedih . Mereka Berdua segera duduk di tempat mereka . Tak lama Raja Huang datang bersama sang Kasim . Mereka segera berdiri dam mengucap salam dam hormat.

"Salam sejahtera dan Panjang umur, semoga rahmat selalu bersama Yang Mulia. panjang umur, panjang umur yang Mulia...!" Seru merek bersamaan .

"Salam kalian aku terima duduklah... " ucap Kaisar. Mereka segera duduk kembali .

Selain membahas masalah di Perbatasan , Di dalam pertemuan itu, Kasar juga membahas tentang penyerangan yang terjadi saat penyambutan kedatangan Putra Mahkota dan Jendral yang terjadi di gerbang batas kota. Sekaligus menugaskan Jendral San Yuan untuk melakukan penyelidikan sampai di ketahui siapa di balik penyerangan itu . Mereka Juga membahas tentang bencana kelaparan di Desa Langsan. Namun solusinya belum mereka dapatkan . walaupun begitu Putra Mahkota akan berusaha mencari solusinya .

Setelah rapat putra Mahkota mendekati Jendral San Yuan yang sedang berbicara dengan Mentri Nan Huilan . Putra Mahkota juga melihat Perdana Mentri Shen Li Ran yang terliat pergi terburu -buru meninggalkan istana. Putra Mahkota bisa melihat kesedihan di wajah Pria yang masih terlihat tanpa di masa tuanya . wajah itu memang ada kemiripan dengan wajah Shen Yue maupun Shen Haoyi . Setelah tuan Shen keluar dari ruangan pertemuan, Putra Mahkota mendekati Jendral San Yuan. melihat kedatangan Putra mahkota, Jendral San Yuan dan Mentri Nan Huilan segera mengucap salam .

"Salam sejahtera Yang Mulia..." sapa Kedua nya.

"Salam juga paman..." jawab Putra Mahkota Huang Lian dengan ramah. Tentu saja keramahan Putra Mahkota yang terkenal dingin pada siapapun membuat mereka berdua tercengang .

"Oo ya Jendral Yuan.. Aku ingin menanyakan sesuatu padu boleh....?" kata Putra mahkota.

"Tentu saja Yang Mulia.. " jawab Jendral Yuan.

"Kalau begitu ikutlah Denganku...maaf Mentri Nan... kami tinggal tidak masalah kan..?" kata Putra Mahkota .

"Tidak masalah yang Mulia...silahkan..." ucap Mentri Nan.

Putra Mahkota membawa Jendral Nan Ke taman. Mereka duduk di Gasebo taman istana.

Setelah duduk Terlihat Putra Mahkota berkata.

"Maaf sebelumnya Jendral.. aku mendengar kalau keponakan Jendral Yuan ada yang hilang, apa benar Jendral...?" tanya Putra Mahkota Lian dengan wajah tanya , menatap pada Jendral Yuan. Mendengar pertanyaan sang Putra mahkota, Terlihat raut wajah Jendral Yuan sedih dan kecewa . Aada dula do wajah tamoan dam kekar Jendral Shen Yuan .

"Benar yang Mulia ..dia Putri dari adik hamba San Yuanli dengan Perdana Mentri Shan . gadis kecil itu bernama Shen Yue. Yang kami dengar dia pergi karena di usir Ayahnya...saat kami Mendengar masalah itu , Aku dan Istriku Segera datang kerumah mereka. Untuk menanyakan kebenaran berita itu . Saat itu Selir dan Ibu dari tuan Shen Li Ran lah yang menemui kami . mereka mengatakan kalau mereka memang telah mengusir Yueyue kami . Mereka mengatakan kalau Yueyue berusaha membunuh saudaranya sendiri . Putri dari selir itu dengan racun. Tapi aku merasa tidak mungkin Yueyue melakukan itu ...di sini aku merasa tidak wajar . mana mungkin Yue'er kecil kami bisa berfikir untuk meracuni orang...saat itu istri hamba sempat bertengkar dengan mereka . hingga karena masalah itu kami sekarang menjauh dari keluarga Perdana mentri.." ucap jendral Yuan denga wajah terlihat sedih.

"Apakah saat itu kalian tidak berusaha untuk mencari dia...?" tanya Putra Mahkota dengan wajah tanya .

"Sudah Yang Mulia ... kami sudah mencari Shen Yue.. Tapi sampai sekarang kami masih belum mendapatkan beritanya. Semoga saja dia masih hidup.." kata Jendral San Yuan dengan wajah terlihat Sedih dan kecewa.

"Umur berapa keponakan anda saat dia pergi dari rumahnya...?" tanya Putra Mahkota lagi.

"Umur dua belas atau tiga belas tahun yang Mulia..." jawa Jendral Yuan dengan wajah sedih.

"Anak sekecil itu harus berada di luar rumah. bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi dengannya....?" ucap Putra Mahkota .

Namun terlintas bayangan gadis remaja kecil yang terlihat berwajah kotor dengan tampilan mengenas kan yang hampir saja terbunuh oleh beberapa orang yang mengepung dia. Masih terbayang wajah penuh ketakutan dengan air mata mengalir di sudut jalan buntu. Andai saat itu Dia tidak lewat gang itu, entah apa yang akan terjadi dengan gadis itu. Mungkin dia sudah mati karena di aniaya atau mati karena bunuh diri karena merasa hidupnya kotor.

"Kami memang salah yang Mulia...kami tidak tahu kehidupan gadis kecil kami di keluarga Shan, Dia memang tidak pernah datang ke rumah kami . Yang sesekali datang hanya Hao'er saja. Tapi setiap kali kami bertanya oada Hao'er..dia hanya berkata kalau sang adik baik - baik saja . namun kami Tidak pernah bertanya kenapa dia tidak pernah mau datang ke tempat kami. Itulah kesalahan kami..." ucap Jendral Yuan dengan wajah kesal dan marah.

"Oh Ya Jendral...apakah anda tidak mendengar berita baru- baru ini tentang Keluarga Perdana Mentri Shen...?" kata Putra Mahkota .

"Berita baru...? tentang apa itu yang Mulia.. maaf hamba bertanya..." kata Jendral Sen Yuan.

"Oo..jadi anda benar- benar tidak tahu..?" ucap Putra mahkota . Terlihat gelengan kepala Jendral Yuan.

"Ternyata Selir Kin yang telah menyebabkan Shen Yue di usir dari rumah itu, telah berselingkuh. dan Dua putri Selin Kin itu bukan Putri Perdana Mentri . Dia Putri dari selingkuhan sang Selir...." kata Putra Mahkota.

"Apaaa... dasar wanita murahan... lalu di mana mereka sekarang...?" ucap Jendral San Yuan marah.

"Sudah Di usir dari kota ini..." ucap Putra mahkota . terlihat kelegahan dan kekecewaan di wajah Jendral San Yuan . Mereka terdiam. tak lama terdengar suara Jendral San Yuan.

"Lalu kenapa yang mulia menanyakan itu..?" kata Jendral Yuan,

"Aku mendengar seseorang yang membicarakan keponakan Jendral..jadi aku penasaran...." ucap Putra Mahkota.

Mendengar ucapan Putra mahkota , Jendral Yuan ingin rasanya bertanya, siapa yang telah membicarakan keponakan itu. Apakah mereka tahu di mana Yue'er nya berada..

Tapi karena tidak berani , akhirnya Jendral Yuan hanya diam saja.

"Salam Putra Mahkota...." sapa seseorang yang tina- tiba berada di dekat mereka . ternyata Putra Jendral Yuan Yaitu perwira muda San Rhian . putra pertama Jendral San Yuan . Putra Mahkota tersenyum saat melihat sang Sahabat datang .

"Aah...ternyata Ayah ada di Sini... " lanjut San Rhian.

"Dari mana saja kau.. Ayah menunggumu..." ucap sang Ayah.

"Aku bertemu dengan paman Shan Li Ran Yah... Dia berkata kalau Haoyi telah kembali satu bulan yang lalu..." ucap Rhian.

"Satu bulan yang lalu..? Dan kalian tidak bertemu sama sekali. .?" Tanya Tuan San Yuan heran.

"Tidak Yah.. Dia tidak datang kerumah kita . Katanya Dia sekarang sibuk mencari Yue'er... entah kapan kami akan menemukan dia..." ucap Rhian dengan nada sedih.

"Suatu saat kalian pasti akan bertemu dengan Dia..." kata Putra Mahkota .

"Benar yang Mulia...tapi kapan...? Entah dia masih hidup, atau dia sudah menyusul Bibi Yanli.. " ucap Rhian dengan nada semakin sedih. Melihat mereka bersedih ,sebenarnya Putra Mahkota tidak tega. tapi hak mereka bertemu ada pada gadis itu. Dia tidak ingin gadis itu kecewa padanya. andai mereka tidak bertemu dengan sendirinya , Putra Mahkota akan mencari cara mempertemukan mereka .

Mereka tidak yakin apakah Shen Yue masih hidup, karena sudah lima tahun anak itu pergi dari rumahnya dan tidak ada kabar berita la gi.

"Semoga saja doa bisa kembali..." ucap Putra mahkota.

Setelah berbicara sebentar, Putra Mahkota pamit kembali ke Istana Naga muda.

Sang Ayah (Raja) sudah kembali ke Istana Naga.

Sedangkan di tempat Shan Yue, terlihat kesibukan mereka menata kamar khusus untuk Putra Mahkota dan dua pengawalnya. Untung saja di rumah besar masih ada empat kamar besar di lantai dua. Sebenarnya kamar itu akan di pakai untuk Kamar Shen Yue Dan tiga wanita yang lain. Namun sekarang terpaksa harus di tunda dulu. karena Putra Mahkota ingin Tinggal bersama mereka.

"Dasar mencari masalah...untuk apa coba , Dia Ingin tinggal di sini . bukanya tinggal di istana lebih baik juga sangat enak . Lagian jarak istana dan tempat ini tidak terlalu jauh. Jika hanya untuk belajar tentang pertanian seperti kita ini, cukup setengah hari saja tinggal di sini , lalu Setelah itu kembali keistana, bukankah itu sangat muda...Dia belajar selama satu minggu sudah cukup, atau paling lama satu bulan bukankah itu cukup muda...dasar pembuat masalah...!" seru Shen Yue kesal. Saat ini Biangka, Ros Dan Naina ada bersama Shan Yue. Dan setelah mereka tahu Shan Yue seorang wanita, mereka semakin dekat dengan Shen Yue.

"Tuan...apakah Putra Mahkota tahu kalau tuan seorang wanita..?" tanya Biangka yang sedang membersihkan ranjang bersama Shan Yue . .

"Benar tuan...jangan- jangan putra Mahkota tahu kalau tuan seorang wanita muda...sebab Ros melihat tatapan Putra Mahkota sangat lembut pada Tuanku..itu tatapan seseorang yang sedang jatuh cinta..." ucap Ros dengan Wajah sungguh- sungguh .

"Tidak , itu tidak mungkin...sebat aku tidak pernah membuka topeng ini...sekarang aku tanya pada kalian, saat aku belum membuka topeng, apakah kalian menyadari atau curiga kalau aku seorang wanita... ?" Tanya Shen Yue sambil menatap mereka satu persatu. Dan mereka menggelengkan kepala serempak .

"Nach...kalian saja yang setiap hari hidup bersamaku, makan bersama bekerja bersama saja tidak menyadari kalau aku wanita, apalagi dia.. " ucap Shen Yue.

"Benar juga.. Tapi benar yang ku katakan, aku yakin tatapan Putra Mahkota sangat lembut kalau menatap tuanku..." ucap Ros lagi.

"Sudah, sudah jangan membicarakan Dia lagi. Yang penting sekarang kita harus menyiapkan kamar untuk mereka..." kata Shan Yue .

Mereka pun segera menyelesaikan Menyiapkan ruang kamar khusus untuk Putra mahkota. Sedang kan dua kamar yang lain, Di bersihkan oleh Kris , Pai ,Jiang Yu , Fong Yu dan Long Yan . sedangkan Yang lainnya , tetap bekerja di ladang untuk meneruskan menanam tanaman buah. Dan saat matahari ada di tengah, pekerjaan membereskan kamar Dan menata kamar itu agar layak untuk sang Penguasa ke dua kerajaan ini, akhirnya selesai . mereka segera berjalan ke ladang bersama - sama. Sebab mereka akan makan siang bersama para sahabat di ladang. Setelah ini mereka akan melanjutkan bekerja di ladang atau sawah mereka .

"Ding...apakah penanaman buah sudah selesai semua...?" tanya Shen Yue.

"Hanya tinggal lima pohon buah pir dan tiga pohon apel tuan..." kata Yu Ding pria kekar yang dulunya seorang budak yang di selamatkan dari ujung pedang sang pemilik. Saat itu Yu Ding di minta oleh sang majikan untuk menganiaya seorang Nenek yang kata nya tidak bisa membayar hutang pada majikan Yu Ding. Tapi Yu Ding tidak tega, Dia Langsung menolak .Karna penolaka itu, sang majikan merasa di remehkan. Dia menuduh Yu Ding tidak setia padanya . sang Majikan menuduh Yu Ding lebih membela orang lain dari pada sang Majikan. Karena itu Yu Ding pantas Di siksa dan di bunuh. Saat Yu Ding hampir mati di ujung pegang sang Majikan, Shan Yue segera menyelamatkan Yu Ding dan menebus dia dari sang majikan. Sejak saat itulah Yu Ding berada di tempat Shan Yue.

"Ya sudah setelah ini kita tanam delapan pohon itu. Dan Kalau nanti masih ada waktu. Ada beberapa pohon dedalu di belakang rumah yang Bisa kita tanam di pinggir Danau buatan..." ucap Shen Yue.

"Siap Tuan..." seru mereka serempak .

"Kak... Apakah aku boleh menanam bunga di halaman....?" tanya Si kecil Pingping.

"Boleh...memang nya bunga apa yang pingin kau tanam. ..?" tanya Shan Yue .

"Bunga anggrek..." ucap gadis kecil itu .

"Anggrek...?Memangnya kau dapat di mana bunga anggrek itu..?" tanya Shen Yue.

"Dari hutan di belakang kak..." jawab gadis kecil dan imut itu.

"Kau pergi ke hutan...?" tanya Shen Yue dengan wajah marah.

"Bukan aku kak...tapi Kak Ding yang kesana kemarin, Bukankah dia mencari kayu..." ucap gadis kecil ketakutan di depan Shen Yue. Seketika terlihat Shen Yue menghela nafas lega . Lalu dia melihat gadis kecil di depan nya terlihat ketakutan.

"Ping..sini..." panggil Shen Yue. Masih dengan perasaan takut gadis itu mendekat. Perlahan Shen Yue memeluk dia.

"Maafkan Kakak...kakak hanya takut kau akan celaka sayang ..." ucap Shen Yue.

"Iya kak... Ping tahu...ping tahu Kakak sayang Ping..." ucap gadis itu.

"Berlatihlah dengan tekun agar kakak tidak mencemaskan dirimu..." ucap Shen Yue lembur.

"Tidak...Ping suka kalau Kakak mencemaskan Ping. Karena dengan begitu, Kakak masih sayang Ping..." ucap gadis imut itu dengan. wajah lucu .

"Kau ini..." ucap Shen Yue sambil mengacak rambut lebat Ping ping dengan gemas .

"Apakah sekarang Ping sudah memaafkan Kakak...?" lanjut ShenYue sambil melepas pelukan nya.

"Hmm..'.Angguknya dengan cepat .

"Baiklah kau bisa menanam bunga apapun di halaman. Tapi kau harus menanam dengan benar, Ajak Ibu agar beliau bisa memberitahu tepat yang bagus untuk menanam bunga..." ucap Shen Yue.

"Trimakasih kak...!" seru Ping ping gembira. Dia segera berlari ke arah rumah.

"Ya Sudah ayo kita bekerja kembali ..." ajak Shen Yue. Ketika sore hari, semua pekerjaan sudah selesai. Begitu juga menabur bibit padi untuk di tanam beberapa minggu lagi . Seperti biasa, setelah menggarap sawah ,mereka akan berlatih ilmu beladiri. Dan mereka mendapatkan latihan Ilmu pedang yang Shen Yue pelajari dari dalam buku yang dia dapatkan saat dia baru bereinkarnasi kedalam tubuh ini. Ternyata ilmu pegang dan Ilmi silat yang ada di dalam buku itu, sangatlah bagus. Hingga tanpa mereka sadari kekuatan mereka sangatlah tinggi. Apalagi yang memiliki dasar ilmu bela diri atau sudah memiliki kultivasi tinggi Seperti Biangka ,dan Ros yang memang seorang ahli beladiri.

Keesokan paginya saat Shen Yue sedang berlatih bersama para sahabatnya, tiba- tiba tiga pria tampan datang ke tempat mereka .

Melihat kedatangan tiga Pria tampan itu , Mata Shen Yue terbelalak lebar .

"Kalian...!" seru Shan Yue kaget.

Sedangkan mereka bertiga terlihat sangat tenang .

"Pagi begini kalian sudah datang...?" kata Sham Yue dengan wajah cemberut.

"Tuan.. Sabar...dia itu putra Mahkota..." ucap Naina sambil mendekati Shan Yue.

"Memangnya aku takut..." ucap Shen Yue kesal .

"Untuk apa menunda waktu ..datang pagi atau pun Siang sama saja kan...?" ucap Putra mahkota dengan wajah riang.

'Tapi ini masih pagi yang mulia...!" seru Shen Yue dengan wajah kesal. Melihat wajah Shen Yue, Ingin rasanya Putra Mahkota memeluk dan menciumi pipi dan bibir yang sedang cemberut itu .

"Siapa bilang ini masih pagi, buktinya lihat itu...kalian sudah berkeringat..." ucapnya dengan santai.

" Ya ampun yang Mulia...bukanya kami tadi sudah bilang pada anda, kalau kita pergi sekarang Masih terlalu pagi...dan Di mana Pria tampan Dan dingin itu. Kenapa sekarang berubah menjadi pria tak tahu malu...." Kata pengawal Jun dalam hati.

Akhirnya Shen Yue terpaksa menghentikan Latihan nya. Dan membawa mereka masuk kedalam rumah tinggal untuk Putra Mahkota Dan Kedua pengawalnya . Dan saat Shen Yue memberitahukan tempat tinggal Putra Mahkota yang sudah di sulap menjadi kamar mewah. Sang Putra mahkota tidak mau tinggal di sana, alasannya terlalu mewah. Dan dia ingin tinggal di kamar Dong Yu yang tempatnya bersebelah dengan. Kamar Shen Yue.

Akhirnya dengan Terpaksa Dong Yu mengalah. Dia tinggal bersama pengawal sang Putra mahkota. Selama beberapa hari Putra mahkota benar- benar tinggal di tempat Shen Yue. Dia melihat cara kerja mereka dalam bercocok tanam, dan cara kerja irigasi pengairan di sawah.. Semua itu membuat Putra Mahkota semakin kagum pada gadis itu. Dan saat memanen Padi, Shen Yue ikut turun memanen padi. Dan Terkadang dia me lihat Shen Yue Sedang mengajari mereka di pinggiran sawah. Putra mahkota dengan. Setia berada di sebelah Shen Yue .

"Yang Mulia apakah anda tidak lelah mengikuti hamba..." kata Shen Yue dengan wajah kasihan juga kesal saat pria tampan itu selalu mengikuti dia.

Dari masuk Ke lahan perkebunan , Sampai masuk ke parit saat ada aliran air yang macet . atau masuk kedalam sawah saat harus tenam padi yang harus di pindahkan pada laham yang lebar dari tempat persemaian.

" Asal bersamamu kemanapun aku mau..." ucapnya lembut.

"Yang Mulia jangan mengatakan kalimat asal, jika ada yang mendengar , mereka akan salah paham..." ucap Shen Yue pelan sambil menatap Putra mahkota yang berada fi sampingnya .

"Jangan berfikiran macam- macam. Kau fikir aku tidak tahu siapa kamu Hmm..." ucap Putra mahkota sambil menyentil kening Shan Yue. Tentu saja Sham Yue tertegun dan kaget bukan main,

"Ma...maksud yang Mulia...?" tanya Shan Yue.

" Aku tahu kau Siapa Nona Shan Yue..." ucapnya semakin lembut. membuat Shen Yue hampir jatuh keair parit .

"Yang..yang Mulia tahu hamba..?" kata Shen Yue dengan wajah sangat kaget.

"Hmm...." angguk Putra Mahkota.

" Sejak kapan anda taju hamba ...?, Anda menyelidiki hamba..?" tanya Shan Yue.

" Aku sudah tahu kalau kau deorang wanita sejak pertama kali kau datang ke kota ini. Bukan Pertama kali sich...setelah beberapa hari kau tinggal di kota ini. Lalu kau pergi entah kemana aku tidak tahu. Aku mencarimu tapi kau tidak ada. Aku mencarimu sini pun kau juga tidak ada.. Akhirnya aku menemukan dirimu setelah beberapa bulan kemudian, saat kau ada di hutang itu..." ucap Putra mahkota.

"Jadi anda sudah tahu hamba sejak dulu...lalu untuk apa Yang Mulia mencari hamba...? Hamba rasa hamba tidak memiliki hutang atau kesalahan pada anda..." kata Shen Yue sambil menatap pada Putra mahkota.

" Kau memang tidak berhutang padaku, tapi kau telah mencuri hatiku, perasaanku , Cintaku..." ucap Putra mahkota dengan berani.

"Cukup yang Mulia... Hamba tidak ingin mendengar kalimat itu lagi,.." ucap Shen Yue dingin. Untunglah mereka jauh dari yang lain. Mereka kini sedang membetulkan perairan di bendungan atau danau buatan.

"Kenapa Yue'er...apakah ada Pria lain di hatimu..." kata Putra mahkota dengan perasaan kecewa .

"Tidak,.. tapi hamba tidak ingin memiliki hubungan dengan seorang pria . Apalagi dengan seorang Putra Mahkota yang kelak akan menjadi seorang Raja atau lebih tinggi lagi seorang Kaisar..." ucap Shan Yue sambil berjalan meninggalkan Putra Mahkota .

"Kenapa Yue'er...apa salah seorang Raja atau Kaisar..?" kata Putra mahkota.

"Kesetiaannya tidak dapat Di pegang. Aa..sudahkah , pokoknya hamba tidak mau..." ucap Shen Yue.

"Kau berkata kesetiaan seorang Raja tidak bisa di pegang...? Maksudmu...?" tanya Putra Mahkota sambil mensejajarkan langkahnya dengan Putri cantik di sebelahnya.

"Anda masih bertanya...?" kata Shen Yue dingin.

"Shen Yue tahu ,seorang Pria seperti seorang Kaisar, Raja ataupun bangsawan , mereka pasti memiliki Istri lebih dari satu orang . Apalagi seorang Kaisar atau pun Raja. Mereka memiliki berpuluh bahkan beratus selir di harim mereka. Mereka akan berdalih mereka menjaga kekuatan , kedudukan mereka. Cih ...alasan, bilang saja kesetiaan mereka yang memang rendah. mereka akan berkata kalau mereka menikah dengan Para selir, demi untuk kekuatan kerajaan mereka. dan untuk itu Shen Yue tidak akan pernah berkompromi. Shen Yue tidak ingin kehidupannya terganggu dengan intrik para penghuni harem . Dan akhirnya kebahagiaan dan ketentraman keluarga akan rusak karena intrik dan cara licik penghuni harim yang ingin saling menjatuh kan. Dan belakangan Anak yang akan menjadi sasaran ataupun korban . Tidak. tidak...Shen Yue tidak akan pernah menginginkan kehidupan seperti itu." ucap Shen Yue .

"Apakah kalau aku hanya memilihmu, kau mau jadi kekasihku...?" ucap Putra Mahkota.

"Cukup Yang Mulia... Hamba tahu itu tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi. Hamba tahu kehidupan masyarakat ini. Hamba mohon..." ucap Shan Yue tegas.

Dia tidak akan mencoba mencintai Seorang Putra Mahkota maupun pangeran. Kalau bisa Dia tidak akan pernah jatuh Cinta . tapi entah nanti kalau dia menemukan Pria yang akan Mencintai satu orang Saja , tampa selir ataupun gundik , tapi itu nanti, tidak sekarang..." batin Shen Yue.

"Baik. baik...aku tidak akan Mengatakan apapun lagi tentang perasaan . tapi boleh kan aku menjadi temanmu..?" ucapnya lembut.

"Hamba mau.. asal anda tidak membuat hamba marah..." jawab Shen Yue.

"Baik...aku akan menjadi temanmu yang baik.." ucap Putra mahkota dengan senyum liciknya. Membuat Shan Yue bertanya dalam hati. Apakah aku salah membuat Dia menjadi temanku..." batin Shan Yue.

"Aku akan membuat kau jatuh cinta pada diriku secara perlahan Nona cantik...lihat saja nanti. Wanita milikku tidak akan ku biarkan jatuh di tangan Pria lain.." ucap Putra mahkota dalam hati.

Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.

Jangan lupa like. Vote dan komennya aku tunggu.

Bersambung.

1
Erni andi arifuddin
kirana itu siapa yah🤔
Erni andi arifuddin
cie...cie...cie...yg cintanya terbalas😄
Rino Wengi
mampus saja kau nenek peot... menyesal kan
Rino Wengi
bukannya sudah 2 kali Shen Yue kerumah nenek, kok pertama kali?
Rino Wengi
padahal bisa bikin pil tapi kekuatannya masih rendah..
Rino Wengi
agak membingungkan
Rino Wengi
Yulia siapa?
Rino Wengi
awokawok... putra mahkota jatuh cinta.. padahal belum kenal
Rino Wengi
novelmu ceritanya mirip mirip semua Thor
Erni andi arifuddin
aku yakin pasti pangeran mahkota yg bertemu dgnnya 5 tahun yg lalu kl bukan pasti author nya yg salah 🤣🤣
Didik Munadi
berkarya terus semoga sukses,..
Didik Munadi
koq ceritanya.. putri iri lagi .cari tema lain Dong udah tiga kali yg kayak gini .saran aja,.
Suzanne Shine Cha
Thorrr 💝💝💝smua crita2muu bgsss bgtt tapi jujur otakku hrs kerja extra maunya relax calm baca seruu yaa tegang tapi muter2 typoooooneeee aduhhhhh biyooo ggg amsyiioooonggg tauu gaa😎😎😎😎😭😭😭😭😭😭🙈🙈🙈🙈🤠🤠🤠🤠🤠/Scream//Scream//Scream//Scream//Scream//Scream//Cry//Cry//Cry//Cry//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
Rach Liu
bagus
Chi Chichi
🤣🤣🤣🤣 typo nya malah bikin ngakak
Erna Masliana
Yue harusnya kamu serang sambil kasih racun
Erna Masliana
rumah Jin Kai yang di alam bawah harusnya ada yang menjaga
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kepasar.. ngapain
lagi serius tiba tiba lawak
Erna Masliana
lagi kurang
Erna Masliana
tentu selain cinta ada harga diri dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!