kisah asmara antara Justine Anderson Smith di kehidupan sekolahnya dan juga kisah cinta Davin Anderson yang jatuh cinta pada seseorang yang tidak diduga, mereka berdua bersaudara dan saling mengejar cinta sejati mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
We are BROTHER 21
We are BROTHER 21
Kayla kini tengah sendirian, karena Jessy dan Leo sedang berbincang dengan seseorang yang jelas bukan orang biasa, sedangkan Davin, tiba-tiba dia harus meninggalkan nya sendiri, karena mendapat panggilan tiba-tiba dan harus mengangkat nya diluar karena disana sangat berisik
Sheryl tersenyum miring dan mendekati Kayla
"Nyonya Davin Anderson, kamu sendirian?" Tanya Sheryl ramah, kedua tangannya membawa gelas yang isinya berbeda warnanya, gadis yang kini sedang merayakan hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun itu mendekati Kayla
"Oh iya nona Sheryl, suamiku sedang mengangkat telfon diluar" jawab Kayla tidak kalah ramah
"Apa kamu sudah minum? Kebetulan aku membawa jus jeruk, karena kupikir anda tidak akan minum minuman beralkohol" Sheryl memberikan gelas berisi jus jeruk pada Kayla
Kayla berpikir sejenak sebelum menerima minuman itu.
'seandainya aku tolak, pasti dia merasa terhina, seandainya aku terima, aku takut jika ada sesuatu di minumnya, terima saja lah' pikir Kayla
Akhirnya, Kayla mengambil gelas dari tangan Sheryl, kemudian Sheryl memindahkan gelas yang berada di tangan kirinya ke tangan kanannya dan menyodorkannya kedepan Kayla
"Bersulang?" Ucapnya
Lagi-lagi Kayla tidak bisa menolaknya, dia mengikuti permintaan Sheryl, mereka bersulang dan Sheryl segera meneguk hingga tandas minumannya, yang lagi-lagi memaksa Kayla untuk mengikuti nya, meminum jus jeruk nya hingga tandas
"Baiklah, nikmati pestanya, aku akan menemui tamu yang lain, permisi Nyonya Davin Anderson" Sheryl meninggalkan Kayla dengan senyuman mengerikan yang terukir di wajahnya
Kayla masih menunggu Davin masih berada di luar untuk menelfon, sementara Jessy dan Leo juga masih berbicara dengan kenalan mereka
Tiba-tiba Kayla merasa sedikit agak pusing dan badannya terasa panas, dia mengipaskan clutch nya untuk mengurangi panas di tubuhnya yang semakin lama semakin terasa lebih panas
"Aku kenapa ya?" Ucap Kayla, kini pandangan nya sudah menjadi kabur, Sheryl melihat jika obat yang dia masukkan ke dalam minuman Kayla sudah mulai menunjukkan efeknya
Sheryl memberikan isyarat kepada orang suruhannya untuk mendekati Kayla, pria itu mendekati Kayla yang sudah mulai kehilangan kesadaran nya, dia menuntun Kayla untuk menurutinya
"Davin?" Ucapnya
"Iya ini aku Davin" ucap pria itu berbohong, dia segera membawa Kayla keluar dari sana dan membawa nya menuju kamar yang sudah Sheryl siapkan sebelumnya
"Bagus, sekarang tinggal mencari Davin dan menunjukkan semuanya, maka Davin akan segera menjadi milikku" Sheryl menelusuri setiap tempat namun dia tidak menjumpai Davin, dia hanya melihat Leo dan Jessy yang masih mengobrol dengan para tamunya
"Tidak masalah jika tidak ada Davin, biarkan Jessy dan Leo melihat nya,maka mereka juga akan membenci Kayla, tidak ada bedanya, dan Davin pun akan tetap menjadi milikku" ucap Sheryl dengan senyuman penuh kemenangan
"Permisi Nyonya Smith dan tuan Smith, tadi saya melihat nyonya Kayla, sepertinya dia kurang sehat, dia dipapah seseorang menuju kamar yang ada diluar sana" ucap Sheryl sembari menunjuk kearah yang dimaksudkan
"Sungguh?" Jessy terlihat khawatir, begitu juga dengan Leo
"Iya nyonya, sebaiknya kita melihat nya kesana" saran Sheryl
Jessy dan Leo mengikuti langkah Sheryl yang membawa nya menuju kamar yang dimaksud tadi, Sheryl dengan senyuman mengembang diwajahnya membuka pintu kamar itu
Semua mata orang yang ada disana terbelalak saat melihat apa yang terjadi didalam kamar itu, Jessy menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya
"Apa yang terjadi disini?" Tanya Jessy pada pria yang ada di hadapannya, pria itu yang tadi disuruh Sheryl untuk melecehkan Kayla ternyata kini tengah terikat kaki dan tangannya, dengan mulutnya yang di sumpal dengan kaos kaki, dan bahkan dia dalam keadaan t*lanjang, Sheryl sangat marah karena rencananya tidak berjalan dengan seharusnya
"Maaf kan saya nyonya, tadi kupikir nyonya Kayla ada bersamanya" ucap Sheryl menyesal
Leo melihat gelagat aneh pada Sheryl, dia menarik kaos kaki yang ada di mulut pria itu
"Katakan apa yang baru saja terjadi!! Semuanya!!!" Teriak Leo pada pria itu, teriakan Leo membuat semua para tamu berbondong-bondong menuju kamar itu dan melihat apa yang sedang terjadi disana, meret semua terkejut dengan apa yang tengah terjadi, seseorang memasuki kamar itu
"Vino... Kenapa kamu bisa seperti ini nak?" Tanya pria itu
"Kamu mengenalnya tuan Arya?" Tanya Leo pada pria yang tengah membuka ikatan pada pria itu
"Dia putraku tuan Smith, namanya vino
"Putramu? Kenapa dia ada disini dengan keadaan seperti ini?" tanya Leo lagi
"Aku juga tidak tahu tuan Smith" jawab Arya, pria yang usianya mungkin sama dengan Leo, sedang kan putranya berumur sama seperti Justine
"Maaf ayah, aku hanya disuruh oleh Sheryl, aku tidak melakukannya karena keinginan sendiri, Sheryl yang memaksaku" ucap Vino yang kini sudah terlepas dari ikatannya dan mulai memakai pakaian nya
"Omongan kosong!!! Apa maksudmu?!!"teriak Sheryl pada Vino, usia mereka sama Sheryl adalah teman Vino
"Kamu yang meminta ku untuk menjebak nyonya Kayla dengan obat perangsang, dan membawa nya kemari, untuk mempermalukannya!!" Teriak Vino yang tidak mau kalah
"Apa?!!!" Semua orang terkejut Mendengarnya
"Apa maksudmu Vino?" Tanya Arya pada putranya
"Sheryl memaksaku untuk mencari obat perangsang dan memberikannya pada istri Davin Anderson dan aku harus membawa nya ke kamar ini untuk melecehkannya, dan dia sengaja melakukannya agar tuan Davin meninggalkannya dan Sheryl yang nantinya akan menjadi nyonya Davin Anderson" jelas Vino
Semua orang yang ada disana sangat terkejut mendengar penjelasan Vino, Sheryl tidak bisa mengatakan apapun, ayahnya kini menatap tajam kearah nya, karena ketidak sabaran putrinya kini dia harus menanggung beban moral yang berat, bahkan bukan hanya itu, dia yakin jika Alex dan Davin to the akan melepaskan nya begitu saja
Arya segera memukuli putranya
"Dasar anak tidak berguna, kenapa kamu mau melakukan hal seperti itu!!!? Kalau pun kamu dipaksa, kamu juga bisa menolaknya, dasar b*doh!!!!" Arya benar-benar marah pada putranya, kini dia harus menanggung semua kehancuran akibat dari kebodohan putranya
"Tuan Smith, saya mohon maaf atas kebodohan putra saya" Arya memohon pada Leo
"Sekarang dimana Kayla?" Tanya Leo tanpa memperdulikan permohonan Arya.
"Dia sudah dibawa pergi oleh tuan Davin, dan tuan Davin lah yang mengikat saya tadi" jawab Vino dengan menundukkan kepalanya.
"Saya tidak tahu menahu tentang hal ini, biarkan ayah Alex dan adik ku Davin yang akan memutuskan hukuman apa yang akan kalian dapatkan" ucap Leo sebelum meninggalkan kamar itu, kemudian Leo menarik lengan Jessy keluar dari kamar itu dan kembali ke rumahnya.
.......
Di kediaman keluarga Anderson
Davin menggendong Kayla ala bridal style, dia meletakkan tubuh kayla diranjang nya dengan hati-hati, tubuhnya panas, badan nya berkeringat dan wajahnya memerah
"Davin.... Panas" ucap Kayla sembari menarik dress yang dia pakai
Davin mengerti apa yang Kayla rasakan, dia membuka semua gaun yang Kayla pakai, hingga tubuhnya kini benar-benar polos, Davin terkejut saat Kayla menarik tengkuk nya dan mencium bibirnya dengan sangat rakus
"Davin.... Aku mau.... Lakukanlah, aku tersiksa...." Bisik Kayla pada Davin
Davin tersenyum mendengar bisikan Kayla, dia kini membuka jas nya dan menarik dasinya menyisakan kemeja putihnya, Kayla dengan cepat membuka satu persatu kancing kemeja yang Davin pakai dan melepaskannya saat semua kancingnya sudah terlepas hingga hanya desahan dan lenguhan panjang yang terdengar dari ruangan itu.
Davin mengelus kepala Kayla yang masih berada di dadanya
"Terimakasih Kayla, aku mencintaimu" Davin mengecup puncak kepala Kayla dengan penuh kasih sayang
Kayla tersenyum mendengar ucapan Davin, namun matanya begitu berat untuk terbuka, dan mulutnya seolah terkunci untuk menjawabnya, dia kini telah melayang menuju alam mimpi.
Davin tersenyum mendengar nafas Kayla yang mulai teratur
"Kamu pasti kelelahan" ucapnya, dengan hati-hati Davin menggeser tubuh Kayla dari atasnya dan membaringkannya di sebelahnya, Davin menarik selimut untuk menutupinya, kemudian memeluknya dan segera menyusul Kayla menuju ke alam mimpi dengan senyuman mengembang di wajahnya.
-------------
Jomblo apa kabar??😝
Tap jempolnya 😉