Author update hari, SELASA dan KAMIS
Reyna Maureen Alexandria seorang gadis dingin tak tersentuh. dia juga seorang ketua Geng motor Black Rose.
Reyhan Saputra Smith adalah ketua OSIS sekaligus kapten basket disekolah TUNAS BANGSA. Reyhan adalah cowok dingin dan cuek dia terkenal di sekolah Tunas bangsa disebut Ketos kutub karena sifatnya yang dingin sama orang lain.
Reyhan juga adalah siswa paling pintar disekola Tunas bangsa. Setelah kedatangan siswi baru yang bernama Reyna, Reyhan menjadi pribadi banyak bicara.
Apakah mereka akan tumbuh benih-benih cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Kecemasan dan Kepastian
Di kantin sekolah, Reyna sedang menikmati makanannya dengan tenang. Namun ketenangan itu segera terganggu saat Salma dan gengnya datang. Dengan keras, Salma menggebrak meja hingga membuat suasana di sekitar berubah.
Brak
“Beraninya Lo mendekati Reyhan! Dia milikku, hanya milikku!” bentak Salma sambil menunjuk wajah Reyna.
Reyna hanya mendengus kesal, tetap duduk santai seolah tidak mendengar ocehan itu. “Sudah, pergilah dan jangan ganggu makanku. Jika tidak, kalian akan merasakan akibatnya,” jawab Reyna dengan nada dingin namun mengancam.
Mendengar ancaman tegas itu, geng Salma akhirnya mundur dan pergi dengan perasaan kesal.
Tak lama kemudian Reyhan datang menghampiri dengan wajah khawatir. “Kamu diganggu lagi oleh mereka?” tanyanya.
“Tidak perlu khawatir, aku bisa mengurus diriku sendiri. Aku pergi ke kelas dulu,” jawab Reyna singkat lalu berjalan keluar.
Ia menuju tempat sepi di belakang sekolah, memanjat pohon besar untuk menyendiri. Di sana ia menelepon seseorang. “Selidiki seseorang untukku, nanti aku kirim fotonya,” perintahnya sebelum mematikan telepon.
Sore harinya, Reyna sudah tiba di apartemen, sedangkan Reyhan masih sibuk di kantor ayahnya. Hari itu menjadi hari penting, karena Pak Dirly secara resmi memperkenalkan Reyhan sebagai CEO baru perusahaan Smith. Semua karyawan menyambutnya dengan antusias, terutama para karyawan wanita yang terpesona oleh ketampanan dan wibawanya.
Jam lima sore, Reyhan pulang ke apartemen. Ia tidak menemukan Reyna di ruang tengah maupun kamar. Baru saja ia hendak mandi, ia mendengar suara dari luar kamar. Saat keluar, ia melihat Reyna sedang menata Makanan di meja makan.
“Dari mana saja?” tanya Reyhan lembut.
“Baru beli makanan,” jawab Reyna singkat.
Saat makan, Reyhan memberanikan diri bertanya, “Ren, apakah kamu sudah mencintaiku?”
"Ren..."
Reyna terdiam, lalu memotong pembicaraan, “Makanlah, kita bicarakan nanti saja.” Suasana menjadi hening, hanya terdengar denting sendok dan piring.
Setelah selesai makan, Reyhan memegang tangan Reyna. Namun tiba-tiba air mata mengalir di pipi Reyna. Reyhan segera memeluk dan menggendongnya menuju kamar. “Kenapa menangis? Ada apa?” tanyanya cemas.
Reyna hanya memeluk erat tubuh suaminya. “Jangan pernah tinggalkan aku, Rey,” bisiknya lirih.
“Aku mencintaimu, dan tidak akan pernah pergi ke mana pun,” jawab Reyhan meyakinkan. Mereka pun berbaring bersama hingga tertidur.
Keesokan paginya, Reyna bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan sederhana. Reyhan terbangun dan memeluknya dari belakang.
“Terima kasih, sayang,” ucapnya senang. Setelah sarapan, untuk pertama kalinya mereka berangkat ke Sekolah bersama.
Kedatangan mereka langsung menjadi pusat perhatian. Sorak-sorai dan bisik-bisik terdengar di mana-mana. Salma yang melihat kebersamaan itu semakin geram dan bersumpah akan menghancurkan Reyna.
Semua siswa-siswi heboh melihat Cowok populer disekolah berangkat bersama dengan Reyna yang dijuluki Cewek Ice tidak tersentuh.
"Wo apa mereka jadian"
"Patah hati abang"
"Pasangan serasi"
"Brengsek, gue akan hancurkan lo Reyna." Ucap Salma sambil mengepalkan tangannya melihat kebersamaan Reyhan dan Reyna.
"Ayo, aku antar ke kelas." Ucap Reyhan.
"Gak usah Rey, aku sendiri aja." Jawab Reyna yang kemudian berjalan lebih dulu menuju kelasnya, namun Reyhan hanya menatap Reyna.
"Udah jauh orangnya bro" Ujar Dimas sambil merangkul Reyhan.
"Tidak usah diliatin terus." Timpal Brian. "Ayo kita kekelas." Ajak Brian berjalan lebih dulu dan diikuti kedua temannya.
"Lo benar-benar mencintai gadis dingin itu." Kata Dimas.
"Ya, gue benar-benar mencintainya, tapi..."
"Tapi apa, dia tidak membalas perasaanmu?" Kata Dimas dan memotong perkataan Reyhan.
Tak tak
Reyhan menjitak kepala Dimas. "Enak ajah, kita sudah jadian." Ucap Reyhan sambil tersenyum. "Padahal gue sendiri tidak tahu perasaan Reyna pada gue." Ucap Reyhan dalam hati.
Sedangkan Reyna dihadang oleh geng centil.
“Jangan mendekati Reyhan lagi! Dia milikku!” bentak Salma sambil mengangkat tangan hendak menampar.
Dengan gerakan cepat, Reyna menahan pergelangan tangan itu. “Reyhan bukan barang yang bisa diklaim. Dia bebas memilih. Dan ingat, jangan pernah menyentuhku lagi, atau kamu akan kembali ke rumah sakit dan dikeluarkan dari sekolah ini. Aku tahu semua rahasiamu,” ucap Reyna dengan tatapan tajam.
Salma tertegun ketakutan, tidak menyangka Reyna mengetahui hal-hal tersembunyi dirinya. Ia hanya bisa berdiri mematung melihat Reyna melangkah tenang menuju kelasnya.
bedahxbeda
kepalahxkepala
bedah, melongoh.,
wlpun reader tau mksudny tp kurang enk aja d bacanya.