NovelToon NovelToon
MENDADAK NIKAH

MENDADAK NIKAH

Status: tamat
Genre:Terpaksa Menikahi Murid / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: GuloJowo

BY : GULOJOWO NOVEL KE-8 😘

BRAAKK!!

Suara pintu yang di dobrak dengan keras membuat seorang laki-laki yang berprofesi sebagai guru BK itu membelalakkan matanya karena terkejut.

"APA YANG BAPAK LAKUKAN?!" Teriakan seorang kepala sekolah yang menjadi atasannya membuat laki-laki itu kesulitan menelan ludahnya.

"Ti-tidak pak, saya tidak melakukan apapun. Sumpah!" Laki-laki itu mengangkat kedua tangannya ke atas. Namun sayangnya tidak ada yang percaya dengan omongannya itu saat melihat seorang gadis yang tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi baju seragamnya yang sudah terbuka keseluruhan kancingnya.

Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk ikuti kelanjutannya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GuloJowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 21

Pak Ivan dan Vida terlihat berjalan beriringan menuju ke gedung bioskop. Vida sejak tadi nampak terus mengulum senyumnya. Untuk pertama kalinya hatinya merasa berdebar-debar sekaligus berbunga-bunga saat berada di dekat Pak Ivan. Vida yakin 100% bahwa dirinya saat ini sedang jatuh cinta. Ternyata begini ya rasanya jatuh cinta? Lagi, Vida tersenyum-senyum sendiri sepanjang jalan. Mungkin bagi mereka yang melihat Vida pasti akan mengira bahwa gadis itu setengah sinting.

Vida sesekali melirik tangan Pak Ivan yang menggantung di sisi tubuhnya. Ingin rasanya Vida meraih tangan itu dan menggenggamnya erat. Bahkan dirinya sudah membayangkan bagaimana jika mereka saling bergandengan tangan sepanjang jalan. Pasti rasanya uuhh sesuatu, hihi... Vida kembali cengar-cengir sendiri.

Dari kejauhan Pak Ivan dan Vida bisa melihat bahwa gedung bioskop itu sudah terbuka. Bahkan mereka berdua bisa melihat dengan jelas Bentari dan juga Daffa yang sudah berdiri di depan sana seraya menenteng minuman dan makanan ringan. Bentari nampak celingak-celinguk mengedarkan pandangannya. Mungkin Bentari sedang mencari keberadaan Vida yang tak kunjung balik.

"Hay!" Vida langsung menepuk bahu Bentari saat mereka berdua tiba di sana.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Vida itu membuat Bentari terkejut. Dan semakin bertambahlah keterkejutannya saat ia menoleh dan mendapati suaminya ada di belakang tubuhnya. Mata Bentari terlihat membulat sempurna begitu pula dengan Daffa.

"Pak Ivan!" Suara Daffa terasa tercekat di tenggorokan. Sedangkan Bentari sama sekali tidak mampu berkata-kata bahkan sekedar untuk menyapa suaminya. Daffa sudah seperti pembinor yang ketahuan oleh suami dari wanita yang dipacarinya. Mereka berdua diam membeku.

"Hehe, gue tadi nggak sengaja ketemu sama Kak Ivan pas dari toilet. Gue ajak gabung aja sekalian sama kalian biar gue nggak jadi obat nyamuk." Ujar Vida santai tanpa mengerti arti dari ekspresi ketiganya. Mungkin Vida pikir mereka hanya terkejut karena tidak menyangka akan bertemu di sini. "Kalian tadi beli tiket berapa?"

"Ti-tiga." Sahut Daffa terbata.

"Owh berarti kurang satu ya? Baiklah, biar gue yang beli." Vida hampir saja melangkah, namun tangannya keburu dicekal oleh Pak Ivan.

"Biar aku saja." Kali ini bukan sikap dingin dan ekspresi datar yang ditunjukkan oleh Pak Ivan, melainkan senyum ramah hingga membuat Vida semakin meleleh. Detak jantung Vida terasa kimbut-kimbut hingga dirinya hampir saja bersorak kegirangan. Namun Vida berusaha sekuat hati menahannya.

Pak Ivan langsung berlalu menuju ke tempat penjualan tiket setelah menatap ke arah istrinya dan juga Daffa.

Tak butuh waktu lama, Pak Ivan sudah kembali lagi dengan membawa selembar tiket. "Ayo!" Pak Ivan langsung meraih tangan Vida dan menggandengnya masuk ke dalam gedung bioskop. Vida yang terkejut hampir saja limbung kalau saja dirinya tidak segera mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Pak Ivan. Sedangkan Bentari dan Daffa dengan lesu mengikuti keduanya masuk ke dalam gedung bioskop.

Pak Ivan memilih duduk di bagian tengah atas. Gedung bioskop sudah nampak penuh, hanya tertinggal dua kursi yang ada di depan Pak Ivan dan juga Vida. Mau tak mau Bentari dan Daffa pun mendudukkan tubuhnya di sana.

Klik!

Tiba-tiba saja lampu padam pertanda bahwa film akan segera diputar. Jantung keempat orang itu sama-sama berdetak dengan kencang. Pak Ivan berdetak karena menahan amarah. Bentari berdetak karena takut, sebab ketahuan oleh suaminya. Begitu pula dengan Daffa. Jantung Daffa berdetak karena ketahuan berkencan dengan istri orang. Dan yang lebih parah mereka terciduk oleh suami si wanita sendiri. Sedangkan jantung Vida berdetak karena saat ini dirinya sedang berbunga-bunga.

Sepanjang film diputar, dua sejoli yang ada di depan Pak Ivan sama sekali tidak bisa berkutik. Mereka berdua benar-benar mati kutu. Sial sekali memang mereka hari ini. Padahal ini adalah kencan pertama mereka. Ya, walaupun mereka sering pergi berdua hanya sekedar mampir di cafe.

Byaaarr!

Lampu kembali menyala terang setelah film selesai diputar. Dua jam mereka berada di dalam gedung bioskop dengan suasana yang mencekam bagi Bentari dan juga Daffa. Hingga waktu dua jam itu bagi mereka terasa seperti satu hari penuh. Semua orang bangkit dari duduknya dan satu persatu keluar dari gedung bioskop tersebut.

Saat tiba di luar gedung bioskop, Pak Ivan langsung menarik tangan istrinya. "Biar Tari pulang sama aku saja. Kalian pulanglah sendiri." Ujar pak Ivan dengan suara beratnya. Membuat Bentari dan Daffa merinding ketakutan. Namun tidak bagi Vida. Suara Pak Ivan itu malah terdengar seksi di telinga Vida. Duh, emang ya orang kalau lagi jatuh cinta suka lupa daratan. Wkwkwk......

Pak Ivan langsung melangkah dengan menggandeng tangan istrinya. Mau tak mau Bentari pun mengikuti langkah suaminya. Dengan tertatih-tatih Bentari menyamakan langkahnya dengan langkah lebar sang suami.

Saat tiba di parkiran motor, Pak Ivan langsung memasangkan helm ke kepala istrinya tanpa sepatah kata pun. Kemudian lanjut memakai helmnya sendiri. Beruntung Pak Ivan selalu membawa dua helm kemanapun dirinya pergi. Pak Ivan mulai menstarter motornya kemudian melesat meninggalkan parkiran mall.

Sepanjang perjalanan pulang sama sekali tidak ada obrolan di antara keduanya. Keduanya sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Sesekali Pak Ivan membetulkan tangan istrinya yang melingkar di pinggangnya. Bukan Bentari, namun Pak Ivan sendiri yang melingkarkan kedua tangan istrinya tadi sebelum dirinya melesatkan motor.

Jantung keduanya sama-sama bergemuruh hebat. Bahkan Pak Ivan bisa merasakan detak jantung istrinya saat tiba-tiba saja dirinya mengerem mendadak dan dada istrinya itu menempel di punggungnya.

Hampir satu jam lamanya mereka berkendara karena sering terjebak macet di lampu merah, akhirnya mereka tiba di kediaman Papa Adrian. Maklum saja, hari libur pasti banyak orang-orang yang mempergunakan waktunya dengan sebaik mungkin bersama dengan keluarga tercintanya.

*****

*****

*****

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

1
Umi Syafaah
egois banget di tari
Umi Syafaah
Luar biasa
Umi Syafaah
kalo dilihat dari penulisan kata2nya, seperti nya ini kisahnya menarik,
Wiek Soen
😭😭😭😭 nyesek pasti ayo Syifa tolong ayah mu
Wiek Soen
akhirnya terungkap juga, berbohong demi kebaikan pk Ivan
Wiek Soen
innalilahi wa'inaillaihi roji'un bapak nya Syifa kecelakaan 😭😭😭
Wiek Soen
sami sami Thor, kayaknya kok sdh agak lama ya novel ini
Cahya Durrah
Luar biasa
Darmawangsya Darmawangsya
kapan up
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi8
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi
Darmawangsya Darmawangsya
munkin wanita bersuami maksudnya
Darmawangsya Darmawangsya
inimi yang ditunggu,dan penyesalan Tari nantinya
Darmawangsya Darmawangsya
jangan dipaksakan
Darmawangsya Darmawangsya
ngapain mencinrai istru sprti itu.udh tinggalin aja
Darmawangsya Darmawangsya
betul banget
Darmawangsya Darmawangsya
lumayan lah
Darmawangsya Darmawangsya
semoga ivan mengalah dan melepas Bentari
Darmawangsya Darmawangsya
emang belum ada pacarnya Vid .
ambil aja,biar Bentari nyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!