NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Zhao Heng tidak mengatakan apa-apa. Entah ia ingin menunjukkan ekspresi lembut atau tidak, tidak ada yang tahu, karena otot-otot wajahnya sama sekali tidak bergerak.

"mana mungkin, kalau tidak percaya, tanya saja pada ayahmu." kata Wang chunniang dengan lembut pada A Bao, sambil melirik Zhao Heng dengan wajah tanpa ekspresi.

A Bao menatap Zhao Heng yang dingin. Ia juga tidak percaya, hanya mendengus keras, lalu memutar tubuhnya membelakangi Zhao Heng.

"xuan'er sebaiknya kamu bawa ayahmu dan A Bao turun gunung dulu. Ibu mau menggali lebih banyak tanaman obat lagi," ujar Wang chunniang. Ia merasa hasil galian hari ini tidak akan laku mahal, apalagi banyak diantaranya hanyalah bonggol akar tanaman yang digali oleh A Bao.

A Bao yang sedang bermanja-manja di pelukan Wang chunniang langsung panik mendengar ibunya mau menggali tanaman obat sendiri. Ia langsung melompat masuk kedalam keranjang obat, menggembungkan pipinya dan berkata,"ibu jangan pergi! Semua ini bisa dijual menjadi uang."

Melihat gadis itu marah sambil mengomel tidak jelas, Zhao Xuan membatin: si kecil gendut ini benar-benar pemarah. Teringat masih ada dua bakpao di sakunya,ia buru-buru mengeluarkan nya untuk diberikan pada A Bao. Namun begitu melihat bakpao,pipi A Bao semakin menggembung,"aku tidak mau makan lagi! Aku sudah kenyang! Aku bukan tong nasi!"

"baik,baik,baik, kita pulang,ayo pulang." bujuk Wang chunniang melihat wajah si kecil memerah karena marah. Ia pun segera menggendongnya turun gunung.

Dalam perjalanan turun, si kecil gendut masih terus mengoceh sambil menarik-narik telinga Zhao Xuan.

" Kalian.. Kalian tidak percaya padaku,Aku.. Aku ini sangat hebat."

Wang chunniang menahan tawa. Ia memang tidak menganggap anak ini sebagai anak ajaib atau dewa kecil, melainkan hanya bayi kecil yang menggemaskan.

"Ka.. Kalian lihat saja nanti.. " akhirnya A Bao melontarkan satu kalimat lagi.

Zhao Heng yang sedari tadi diam, tiba-tiba langsung menghentikan langkahnya. Dengan wajah datar ia bertanya, " apakah dia gagap?"

"Gagap itu apa?"

Satu keluarga terdiam:"..."

***

Sesampainya di rumah, Wang chunniang menyuruh Zhao Xuan menemani A Bao bermain. Sementara ia menimba air untuk mencuci tanaman-tanaman obat itu. Toko obat biasanya lebih suka yang bersih.

Namun saat keranjang obat ditumpahkan,sebagian besar isinya adalah bonggol akar tanaman tak dikenal yang digali oleh A Bao.

Ada juga tanaman yang disebut rumput mata harimau itu. Wang chunniang tidak tahu cara menggunakannya.

Saat ia hendak menoleh untuk bertanya pada A Bao tentang kegunaan rumput mata harimau,ia melihat A Bao sedang berkacak pinggang di depan Zhao Heng. "kenapa kamu tidak bekerja? Kamu harus membantu ibu bekerja!"

"A Bao, ayahmu...."

Kamu gali lubang disini,aku mau menanam rumput mata harimau. Nanti kalau sudah berbunga,bisa dipakai untuk menyembuhkan matamu," perintah A Bao pada Zhao Heng. Selesai bicara,ia bertindak sebagai tongkat kecil penuntun Zhao Heng,menariknya ke kebun sayur kecil di halaman,lalu dengan susah payah menyerahkan cangkul kepada Zhao Heng.

Dan kemudian.. Zhao Heng benar-benar mulai mencangkul tanah.

" ibu,jangan di cuci,itu bisa dijual mahal!" A Bao memberi tugas menyiram air pada Zhao Xuan,lalu bergegas mendekati Wang chunniang. Tubuh mungilnya berjongkok di samping ibunya sambil berkata.

Wang chunniang setengah percaya setengah ragu mendengar ucapan A Bao. Bukan karena ia tak percaya kepada anak kecil,hanya saja bonggol-bonggol akar berlumpur ini benar-benar jelek. Kalau bukan karena A Bao bilang ini tanaman obat, Wang chunniang mungkin tidak akan meliriknya sama sekali jika menemukan nya di jalan.

"baiklah,ibu akan pergi ke kota. Tapi mungkin baru pulang nanti malam. " xuan'er,jangan lupa masak untuk makan ayah dan A Bao,"kata Wang chunniang. Ia adalah wanita yang gesit dan tidak suka menunda-nunda. Ia segera berkemas untuk pergi ke kota kabupaten.

Untuk berjaga-jaga,ia tidak membawa semua bonggol akar berlumpur itu. Ia hanya membawa beberapa potong, beserta tanaman obat lain yang sudah dikumpulkan nya.

Saat ini Wang chunniang sama sekali tidak menduga keajaiban nasib apa yang menantinya hari ini.

***

Toko obat Ji shi,

Wang chunniang sudah langganan menjual tanaman obat disini. Jadi ia cukup akrab dengan pelayan toko. Setelah menimbang tanaman obat biasa, dengan hati-hati Wang chunniang mengeluarkan satu bonggol akar berlumpur dan berbisik pada pelayan toko,"ini kami gali di hutan dalam, sepertinya barang berharga. Tolong panggilkan tuan pemilik toko untuk memeriksanya."

Mungkin karena selama ini Wang chunniang memiliki reputasi yang baik di toko obat itu, pelayan menggambil bonggol akar itu dan menciumnya. Memang ada aroma yang khas. Ia pun meminta Wang chunniang untuk menunggu sebentar,lalu pergi ke belakang memanggil pemilik toko.

Seperempat jam kemudian,

Wang chunniang menatap uang kertas senilai lima puluh tail perak di tangannya. Butuh waktu lama baginya untuk sadar dari keterkejutannya.

Lima puluh tail,jumlah itu cukup untuk biaya hidup keluarga mereka selama dua tahun jika berhemat.

" Nyonya chunniang, kalau anda menemukan tanaman obat seperti ini lagi,pastikan anda membawanya ke sini lagi. Ini adalah akar obat tua yang sudah berumur, khasiat nya sangat besar," kata pemilik toko sambil tersenyum ramah pada Wang chunniang. Ia kemudian menoleh pada pelayannya,"Lin Sheng, bungkuskan juga kue-kue itu untuk dibawa pulang nyonya Wang."

"Anda datang sendiri ke kota kabupaten, membawa uang kertas besar terlalu mencolok. Bawalah uang perak receh ini juga,belikan makanan enak untuk anak anda," kata pemilik toko dengan penuh perhatian,lalu mengantar Wang chunniang keluar toko dengan senyum lebar.

Setelah Wang chunniang pergi, pelayan toko bernama Lin Sheng bertanya dengan heran," tuan,anda memberinya begitu banyak uang,apa kita tidak rugi?"

" Lin Sheng,apa kamu tahu berapa umur akar obat tua ini? Setidaknya dua puluh tahun."

"Bisnis kali ini kita untung besar."

***

Wang chunniang bukanlah orang yang berpandangan sempit. Ia menutupi sisa akar obat tua di dalam keranjangnya. Lalu membawa uang perak receh untuk berbelanja keperluan.

Membeli obat untuk Zhao Heng,kertas dan kuas untuk Zhao Xuan,serta kain untuk membuat baju A Bao.

Sementara Wang chunniang sibuk berbelanja di desa xixiang.

A Bao sedang sibuk memandoi ayah dan kakaknya, Zhao Heng dan Zhao Xuan untuk menanam rumput mata harimau. Setelah selesai,ia berlarian kesana kemari di halaman dengan langkah kecilnya.

Di jalan utama desa xixiang,Wang jinya sedang berjalan santai dengan tangan dibelakang punggung dan sebatang rumput di mulutnya. Pikirannya dipenuhi oleh urusan tuan Wang. Tiba-tiba ia melihat Zhang tie berjalan terburu-buru menuju ujung desa.

Mata Wang jinya berbinar. Sambil menyeringai miring,ia mempercepat langkah menghampiri Zhang tie,"Hei Zhang tie,istrimu baru saja melahirkan anak perempuan kan? Sudah berapa hari?"

"Untuk apa kamu tanya?" tanya Zhang tie dengan tatapan curiga.

"Jual saja padaku,lima tail perak, bagaimana? Lumayan kan,kamu bisa punya modal untuk bikin anak laki-laki gemuk lagi," kata Wang jinya sambil menaik turunkan alisnya.

Mendengar itu,suara Zhang tie meninggi,"lima tail? Benar kamu mau bayar segitu?"

"tentu saja,aku baru saja dapat proyek besar. Pikirkanlah baik-baik,tapi kalau kelamaan,aku tidak mau lagi" kata Wang jinya sambil membersihkan gigi dengan rumput di mulutnya.

Mata Zhang tie berputar licik,seolah tak percaya. Ia menoleh dan bertanya lagi," serius?"

Wang jinya mengangguk.

Tanpa ragu lagi,Zhang tie langsung berbalik arah dan menuju ujung timur desa.

Ia ingat,adiknya yang tinggal di desa sebelah baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang dianggap beban.

Karena tergiur uang,langkah kaki Zhang tie menjadi sangat cepat. Tepat ketika ia hampir sampai di pintu masuk desa, pandangannya menangkap sesosok bayi gemuk yang sedang merangkak keluar dari lubang di bawah pintu kayu rumah keluarga Zhao.

Keluarga Zhao mungkinkah ini anak perempuan yang katanya baru dipungut oleh si buta Zhao dari sungai?

Zhang tie tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia kemudian mengubah arah, selangkah demi selangkah mendekati bayi itu.

1
lin sya
aku suka karakter a bao peka trhdp tanaman dan tanah yg subur atau tdk, dan brsyukur a bao berada dkt kluarga angkat yg tulus, msih penasaran identitas a bao, 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!