Celine, seorang mahasiswi cantik yang kabur dari rumah karena ingin menghindari perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya. Selama pelariannya, ia bertemu dengan seorang laki-laki dengan tingkah laku yang nakal, bernama Raymond. Dan ternyata Ray adalah Dosennya dikampus.
"Kak Ray lo jangan berani macam-macam ya sama gue." Celine.
"Bibir lo itu selalu menggoda gue, tau nggak?" Raymond
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Labil
"Ya ampun, ribet banget sih lo, nyusahin tau nggak?" Tangan Ray mulai membuka kembali kemasan air mineral yang masih baru, "nih," menyodorkan ke Celine.
"Ya udah Kak, tenang aja... sabar sampe dua minggu lagi, lo nggak bakalan gue bikin susah lagi."
Celine meneguk minuman, memalingkan wajah ke sisi kirinya, tak mau melihat wajah Ray saat ini.
"Apa lo bilang barusan?" Ray menyentuh bahu kanan Celine agar ia berbalik menghdap kearahnya.
"Nggak, gue nggak bilang apa-apa," Celine masih tak ingin memalingkan wajahnya ke arah Ray. Entah mengapa hatinya sakit saat lelaki itu mengatakan bahwa ia menyusahkan Ray. Lagian siapa juga yang memulai seperti ini? andai Ray tidak memaksa Celine untuk tinggal di apartemennya, pasti tak akan menyusahkannya seperti hari ini.
"Gue dengar ya lo ngomong apa," Ray menarik pergelangan tangan Celine.
Terpaksa ia berbalik, "terus kalo dengar kenapa nanya lagi? sorry nih kalau selama ini gue nyusahin lo Kak," tangan Ray masih mencengrkeram erat pergelangan tangan Celine.
Mata Celine mulai berkaca-kaca, terlebih mendapat tatapan tajam dari lelaki itu. "Lepas Kak!" tak tertahan lagi akhirnya air matanya pun membasahi pipi.
"Lo nangis? baperan banget sih? lagi dapet?" dengan Ibu jarinya, Ray mengusap air mata Celine.
"Emang ya orang kalo mau berbuat baik itu jarang ada yang ikhlas, kenapa sih semua orang pada jahat sama gue?" Celine menutup wajah dengan kedua tangannya, menangis terisak.
"Gue capek hidup kayak gini," lanjutnya.
Tangan kiri Ray terangkat, untuk mengusap kepala gadis itu, namun ia urungkan.
"Boleh gue tau, alasan lo kabur dari rumah?" oke, sejenak Ray lupakan soal kesepakatan mereka yang tidak boleh mencampuri urusan pribadi.
"Gue mau dijodohin, sama cowok yang gue nggak tau gimana bentuknya dan..." Celine masih terisak, meraih tisu untuk mengusap wajahnya.
"Dan apa? ngomong jangan setengah-setengah."
"Bentar..."
sssrrllluuuuttt Celine mengeluarkan sesuatu, cairan bening dari hidungnya.
"Jorok banget lo jadi cewek," Ray bergidik geli melihat itu.
"Jadi mau lanjut dengerin nggak?" tangis Celine mulai mereda, sisa-sisa air bening di ujung matanya masih terlihat.
"Iya, gimana?" Ray menatap serius ke gadis itu. Tatapannya menunjukkan bahwa ia benar-benar penasaran.
"Ih, mulai kepo dia," wajah serius Ray malah menjadi bahan olokan Celine, seketika gadis itu menertawakannya. Tak pernah Celine melihat wajah Ray se-serius ini.
"Berapa umur lo sekarang?" tanya Ray.
"Dua puluh, bentar lagi dua satu," jawab Celine jujur.
"Pantesan, masih labil."
Oke kesabaran Ray diuji lagi. Ray mulai memaklumi, mungkin saat ini otak Celine sedang konslet karena baru beberapa detik yang lalu, tak sampai satu menit gadis itu menangis terisak dan sekarang tetawa. Apa Celine mulai gila? pikirnya.
"Dan cowok itu katanya usianya jauh banget ama gue, om-om kali. Jijik gue Kak bayanginnya," Celine menutup bagian dadanya dengan kedua tangan.
Melihat itu, Ray yang malah tertawa lepas. "Lo nggak mau main sama om-om?"
"Ya enggaklah, ih nggak rela banget gue kalau sampe itu beneran terjadi, tapi gue nggak punya pilihan Kak."
"Jadi maksud lo--"
"Iya gue balik aja kerumah dan nerima perjodohan itu, dari pada hidup gue nggak terarah kayak gini," Celine merogoh saku jeans nya. Meraih ikat rambut, dan menegakkan tubuhnya kemudian merapikan rambutnya yang berantakan, mengumpulkam menjadi satu dan mulai mengikatnya. Tanpa Celine sadari, gerakannya itu membuat dadanya membusung kedepan. Terlihat jelas bentuk tubuh Celine saat ini dibalik sweater rajut yang ia kenakan.
Ray yang melihat pemandangan itu ingin sekali menerkamnya saat ini, pikiran liarnya mulai muncul sepertinya melakukan sek* didalam mobil lebih menantang. Namun entah apa yang membuat Ray sampai saat ini belum berani meniduri Celine.
Untuk satu alasan, logikanya mungkin mengatakan bahwa ia tidak tega mengambil perawan gadis itu.
"Kita pulang sekarang," Ray mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
---------------------------
Dikit banget thor 🙄
tenang, hari ini lebih dari satu episode kok.
Jangan lupa pencet likenya ❤