NovelToon NovelToon
Dendam Berselimut Gairah

Dendam Berselimut Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Cinta Paksa / Menikah dengan Musuhku / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:261.7k
Nilai: 4.2
Nama Author: Meta Janush

Jaysen Avshallom seorang pria tampan dan kaya raya yang menjadi buta akibat kecelakaan yang menimpanya. Tragedi itu terjadi di malam saat dia memergoki kekasihnya sedang berselingkuh. Dia berniat membalas dendam pada wanita yg membuat dunianya kini menjadi gelap.

Emily Vionetta yang baru tiba di bandara, di culik dan ditawan oleh orang tak dikenal. Ternyata mereka telah salah menangkap orang. Mereka mengira Emily adalah Eleanor saudari kembarnya. Dia terpaksa menjalani hari-hari menyakitkan dan ketakutan.

Ternyata Jaysen adalah dalang penculikannya. Tanpa dia sadari, perasaan cintanya tumbuh. Dia tahu kalau gadis itu bukan Eleanor. Dia tak ingin melepaskannya. Tapi demi balas dendamnya, dia menjebak Emily dalam pernikahan.

Hingga suatu hari Eleanor kembali dan menyesal. Dia ingin kembali pada Jaysen sehingga mengancam Emily. Akankah Eleanor berhasil merebut kembali Jaysen? Benarkah Jaysen buta atau hanya pura-pura buta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. INGIN BAWA PULANG EMILY

“Bu, pelan-pelan jalannya. Kakiku sakit ngikutin ibu.” langkah Emily terburu-buru dengan susah payah mengikuti ibunya sementara Naura terus saja berjalan dengan cepat dan setengah menyeret putrinya itu. Tubuh gadis itu terasa lemas sementara pikirannya pun belum fokus pada apa yang terjadi. Membuatnya tidak bisa mencerna keadaan yang ada.

“Bu, apa yang aahhkkk.” teriak Emily saat Naura menghempaskan tangannya membuat gadis itu terjerembab. Tapi saat gadis itu terhuyung ke belakang, Titus yang tadi menyusul mereka dan baru sampai disana langsung menangkap putrinya sehingga tidak jadi terjatuh.

“Bu! Ada ap---.” tanya Emily yang masih kebingungan dengan sikap ibunya yang seperti itu.

PLAAAKK!!

Emily terpaku merasakan pipinya yang tiba-tiba panas terkena tamparan ibunya. Dia merasa pipinya itu sakit dan mungkin bengkak saking kerasnya tamparan sang ibu.

“Naura! Ada apa ini sebenarnya, hah? Kenapa kamu menamparnya?” seri Titus kaget karena tiba-tiba istrinya menampar putrinya dengan keras.

“Tanyakan saja pada putrimu itu! Tanyakan saja padanya apa yang sudah dilakukannya bersama lelaki iblis itu? Kamu itu tidak tahu malu! Memalukan!” balas Naura berteriak marah sembari menunjuk kearah Emily dengan jari telunjuknya.

Wajah wanita paruh baya itu memerah karena amarah dan dadanya naik turun menahan emosinya yang meluap setelah melihat apa yang dilakukan putrinya tadi.

DEG!

Tamparan Naura membuat pikiran Emily secara perlahan menjadi jernih kembali. Kepala gadis itu pusing dan telinganya berdenging, tapi ingatannya mulai memutar kembali semua kejadian yang sudah terjadi.

Dia mengingat Jaysen datang ke kamarnya lalu seorang pria paruh baya juga datang tak lama sesudahnya dan mereka berbicara sebentar. Tapi setelah itu raut wajah Jaysen berubah dan dia jadi terdiam tak banyak bicara lagi.

Kemudian dia mengajak Emily keluar, mereka berjalan-jalan ditaman lalu minum the di gazebo. Lalu---dia merasa sesuatu terjadi di tubuhnya setelahnya dia lupa diri.

Emily langsung jatuh terduduk setelah ingatannya kembali saat dia bermesraan dengan Jaysen memberinya hantaman keras. ‘Kenapa bisa begini? Apa yang terjadi padaku?’ bisiknya didalam hati.

“Nggak! Ngak! Ngak mungkin!” bisiknya sambil meremas rambutnya saking bingungnya. Emily memandangi sekujur tubuhnya dan bergidik ngeri. Sentuhan dan ciuman Jaysen seperti masih terasa diseluruh tubuhnya, tidak peduli sebanyak dan sekuat apa dia menggosok kulitnya. Tapi rasa itu masih saja melekat disana dan tubuhnya masih merasa panas bergelora.

Emily tiba-tiba merasa jijik pada dirinya sendiri. ‘Bagaimana bisa aku membiarkan lelaki itu menyentuhku? Ya ampun! Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa melakukan itu dengannya?’ geramnya didalam hati. Emily menggosok kulitnya semakin kuat untuk menghilangkan bekas sentuhan tangan lelaki iblis yang menjijikan itu.

Dia merasa kesal dan marah pada pria itu terutama pada dirinya sendiri yang bisa dengan mudahnya masuk dalam jebakan dan rayuan pria yang dibencinya itu.

“Hentikan!” seru Titus nyaris histeris saat melihat apa yang dilakukan putrinya. Gadis itu tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah sangat mendamba dan menikmati sentuhan Jaysen tadi.

“Ngak! Ini pasti ada yang salah, pasti ada yang salah! Ngak mungkin aku serendah itu! Dia itu lelaki kejam berhati iblis! Bagaimana bisa aku begitu bodohnya mendambakan sentuhannya? Cih!”

“Tidak ada yang salah!” tiba-tiba terdengar suara menyahut. Serempak Naura dan Titus menoleh sementara Emily masih terpaku ditempatnya. Tanpa perlu melihatpun dia sudah tahu siapa yang datang.

Tubuh gadis itu langsung menegang dan gemetar ketakutan, seolah bereaksi atas kedatangan orang yang paling dibencinya itu. Sementara tatapan mata Emily menampakkan rasa jijik dan amarah.

“Tidak ada yang salah.” ulang Jaysen sambil melangkah menghampiri, dia datang bersama seorang lelaki paruh baya yang tadi menemuinya dikamar Emily.

“Memangnya apa yang salah kalau sepasang kekasih saling bermesraan? Apakah kalian tidak pernah muda ya?” tanya Jaysen dengan suara dingin dan datar seperti biasanya.

Naura menatap pria buta itu dengan tatapan tajam penuh amarah. Pandangannya kemudian beralih kepada Emily yang masih termangu, duduk dilantai dengan tubuh gemetaran.

“Kalau Tuan dan Nyonya Maleakhi merasa tersinggung dengan apa yang kami lakukant tadi, maka saya minta maaf.” ujar Jaysen dengan eskpresi wajah dingin dan nyaris tanpa emosi itu tapi kali saat ini malah tersenyum puas.

“Tidak perlu! Kami datang kesini untuk menjemput putri kami.” sahut Titus lalu mendekati Emily dan merangkul bahunya untuk membantunya berdiri.

Dalam sekejap senyum diwajah Jaysen langsung menghilang, tapi dengan cepat ekspresi wajahnya kembali seperti semula. Hanya saja, perubahan auranya tidak bisa disembunyikan.

Meskipun ada garis senyuman diwajah tampan itu tapi jelas ada hawa dingin yang menguar dan menakutkan. Dia menatap wajah pria paruh baya itu dengan tatapan tajam dan dingin.

“Tuan Maleakhi!” ucapnya dengan nada berbahaya, “Sepertinya saya tidak mendengarkan baik-baik ya? Apa tadi yang barusan anda katakan pada saya?”

Titus merangkul Emily dengan sebelah tangan sementara gadis itu merasa heran dengan sikap ayahnya. Selama ini Titus selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh padanya tapi sekarang dia berubah seolah peduli dan ingin melindunginya.

“Ayaahhhh….” rintih Emily dan membalas memeluk ayahnya. “Ayah, Emily mau pulang.”

“Yang ingin kukatakan tadi adalah, kami ingin membawa putriku pulang.” ulang Titus, perlahan menepuk-nepuk pundak emily seolah-olah ingin menenangkan putrinya.

“Katakan padaku, atas dasar apa aku akan mengizinkan kalian untuk membawanya?” balas Jaysen bertanya. Saat ini dia tidak lagi menampakkan senyum palsunya yang berganti menjadi wajah dingin.

“Kapan aku mengatakan kalau kalian boleh membawa Eleanor pergi? Aku tidak ingat mengatakan itu tadi. Atau ada angin lewat ya?” balas Jaysen dengan sinis.

Mendengar perkataan Jaysen membuat Naura dan titud terhenyak ditempat. Eleanor? Apa Jaysen taki mengatakan kalau ini adalah Eleanor?

Serentak mereka menoleh kearah Emily dan mengamatinya. Wajah Titus langsung mengeras sedangkan Naura terlihat lemas sewaktu mereka menyadari adanya luka lebam dan bekas cekikan dileher putrinya.

Ditambah lagi pergelangan tangan gadis itu yang dibalut dengan perban. Entah apa yang sudah dilakukan lelaki iblis itu pada putrinya hingga terluka parah seperti itu.

“Apa yang sudah kamu lakukan pada putriku?” tanya Titus dengan suara bergetar. Dia memeluk Emily semakin kuat sementara gadis itu terisak-isak. “Kenapa putriku sampai terluka separah ini?”

“Ahhhh itu ya. Kami memang sempat mengalami sedikit kesalahpahaman sehingga ada pertengkaran kecil. Tapi sekarang kami sudah baikan. Iyakan sayang?”

Tubuh Emily sontak gemetar dan menegang, ada rasa dingin dan kebas yang dirasakannya bersamaan. Sayang? Siapa yang dipanggilnya saya? Apakah aku? Cuihhhh….tak sudi aku dipanggil sayang oleh pria bajingan seperti dia.’ bisik Emily didalam hatinya.

“Sayang, kenapa kamu diam saja? Padahal tadi kamu terus-terusan mendesah dan meminta terus loh.”

1
Azlina85
Gian sdh jd Gio?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bingung si jaysen buta tp bisa tau si emily cuma diam ditempat tu dr mana? siapa tau emily sambil kayang kan wkwk
Agus Tina
aBagus ceri
Agus Tina
Thor sudah berganti tahin kenapa tidak up lagi?
Firdausy Dhewy
waooww keren2 visualnya thor 🤩🤩🤩
Maya Ellydarwina
di tunggu thor 🥰🥰🥰🥰🥰
Catur
kenapa lama Up nya tor
Agus Tina
/Casual//Casual/
Yunita Widiastuti
😊😊
Inah Ilham
eiitttt.... tunggu..tunggu...nih kayaknya ngga cuma emily deh yg dibohongi tp kita juga. jaysen sudah bisa melihat kan.?
Meta Janush IG@Meta_Janush: penasaran kan, ikuti terus ya ceritanya
total 1 replies
Yunita Widiastuti
weleh...
Inah Ilham
sekelas mafia pun ketika dia jatuh cinta....ternyata bisa melakukan tindakan bodoh dan konyol 😄😄😄
Maya Ellydarwina
lanjut Thor lanjut yang banyak dong thor sayang 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ajeng Sri Pramudya
akhirnya, jaysen tau juga bahwa wanita yang slalu di sakiti adalah emily bukan eleanor,
nyesel kan jaysen,
semoga akhrnya nanti bahagia
Agus Tina
kenapa lama upnya. semoga jay mau menerima emily stl tau kevenarannya
Nrlx3
jempol 10
Nrlx3
kakak ditunggu upnya. aku bolak balik cek ternyata belum up 😭
Nie Nie
bagus
Kris Wru
semangat thor..
Zian
kak lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!