Memilih hidup berpetualang karena ingin melupakan cinta masa lalunya yang kelam, justru membuat Grey Stone Robert menemukan cinta baru di sebuah penginapan yang bernama 'OZ INN' ketika dirinya ingin mendaki bersama teman temannya.
Bagaimana kisah cinta Grey Stone Robert dan seorang gadis bernama Ozira Olsen -- yang tak lain adalah pemilik penginapan OZ itu?
Yuuk simak ceritanya ...
FOLLOW INSTAGRAM @zarin.violetta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Oz inn 21
Malam itu ada keributan mengerikan di penginapan. Api tampak membumbung tinggi dan muncul dari arah dapur untuk pertama kalinya.
Ozira terbangun karena mencium bau asap tebal di kamarnya. Ozira terbatuk dan melihat asap sudah mengepung kamarnya. Wanita itu begitu terkejut dan panik dengan apa yang terjadi di penginapannya.
Ozira segera keluar dari kamarnya menuju pintu. Tapi ketika akan membuka pintu, ia merasakan handle pintu itu terasa panas hingga Ozira berteriak ketika tangannya sedikit terluka akibat panas.
Ozira memundurkan langkahnya dan berjalan ke arah pintu balkon. Ia membuka pintu balkon dan tampak di bawah hanya ada Maria dan Hendry serta Rob.
"NONAA!! MELOMPATLAH!!" teriak Hendry dari bawah.
Ozira masih terlihat panik dan ragu untuk melompat karena jaraknya cukup tinggi.
"NONA!! APINYA SEMAKIN MEMBESAR!!" teriak Rob dan Ozira melihat ke arah belakangnya.
Ozira tanpa sadar meneteskan air matanya karena ia merasa akan kehilangan apa yang selama ini diperjuangkannya.
"NONAAA!!! CEPATLAH!!" teriak Rob lagi dan akhirnya Ozira melompat.
Rob yang berbadan besar menangkapnya dari bawah. Kaki Ozira tertekuk keras dan ia merintih kesakitan karena sepertinya patah.
"Nona, aku akan membawamu ke klinik," ucap Hendry dan menggendong Ozira.
"Tunggu, di mana yang lainnya? Di mana Bibi Bianca dan Paman Marco?" tanya Ozira.
"Api sudah membesar di bagian dapur, Nona. Kami tak bisa menyelamatkan Bibi Bianca dan Paman Marco," sahut Hendry dan itu benar benar mengoyak hati Ozira hingga rasanya mau mati.
"Tidak, tidak mungkin. Coba kalian periksa lagi, mungkin mereka masih tertidur," ucap Ozira bersikeras dan turun dari gendongan Hendry meskipun kakinya sangat sakit.
"Bagian dapur sudah habis terbakar, Nona," ucap Maria dengan sedih.
Ozira menangis mendengar itu dan berusaha lari ke taman bagian samping yang berbatasan dengan dapur. Hendry mengikutinya dari belakang.
Ozira melihat bagian belakang penginapan sudah tak berbentuk lagi dan itu membuatnya shock seketika. Ozira jatuh terduduk di atas rumput yang dingin dengan udara panas di sekitarnya akibat api yang membumbung tinggi yang dengan cepat meluluh lantakkan penginapan yang berbahan dasar kayu.
Maria memeluk Ozira yang kini tampak menangis meraung. Bukan karena penginapannya yang terbakar habis, tapi ia kehilangan sosok yang begitu berharga bagi hidupnya yaitu Bianca dan Marco.
Hal itu membuat Ozira begitu terpuruh hingga akhirnya ia pingsan karena tak kuat menahan kesedihannya yang terlalu menyakiti hatinya itu.
Karena terletak jauh dari pemukiman, membuat insiden itu tak terselamatkan lagi. Hendry membawa Ozira ke klinik di pusat kota kecil itu, sedangkan Rob dan Maria menunggu polisi datang di penginapan.
Malam tragis itu adalah mimpi terburuk yang pernah dialami Ozira dan itu membuat dirinya shock. Luka batin karena ditinggalkan oleh Bianca dan Marco dengan cara tragis ini, membuat mentalnya down.
Polisi akan menyelidiki penyebab kebakaran itu lebih jauh dan Ozira masih berada di klinik dan kini Maria menunggunya di sana. Sedangkan Rob dan Hendry tampak mendatangi kediaman Sheldan di pagi harinya untuk meminta bantuan pada pengacara itu dalam menangani kasus kebakaran yang menimpa penginapan.
Ricky yang mengetahui hal itu, langsung menuju ke klinik untuk melihat keadaan Ozira yang masih shock.
Ricky melihat Ozira yang tampak kosong pandangannya. Sedangkan kakinya tampak di gips karena mengalami patah tulang.
"Kau jangan khawatir, Ozira. Ayahku sedang menangani masalah ini. Ada kemungkinan keterkaitan dengan keluarga Alfred," ucap Ricky yang kini berdiri di samping ranjang Ozira.
Ozira melihat ke arah Ricky.
"Jadi ini ulah mereka?" tanya Ozira dengan mata tajam penuh amarah.
"Ya, bisa jadi karena polisi mengatakan bahwa kebakaran itu tampak disengaja. Mereka menemukan drum minyak di dekat penginapan," jawab Ricky.
Kali ini Ozira benar benar marah dengan apa yang dilakukan oleh keluarga itu dan ia akan mengambil tindakan tegas pada satu keluarga itu tanpa terkecuali.