NovelToon NovelToon
Mr. Costra

Mr. Costra

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 5
Nama Author: DIANAZ

Enrico Costra yang tampan dan kaya merasa hidupnya tidak lengkap. Melihat teman sekaligus rekan bisnisnya berbahagia bersama istri dan anak-anak, membuat ia merasa hidupnya kurang. Rasa sepinya bertambah ketika gadis perwaliannya dibawa pergi oleh suami yang menikahinya. Ia menyadari untuk pertama kalinya bahwa kata 'pernikahan' adalah hal yang menarik, lalu memutuskan ia juga menginginkan hal itu.


Vivianne Margue datang ke Mansion Costra mencari sepupunya yang bekerja sebagai asisten kepercayaan pemilik perkebunan Costra Land. Ia datang bersama neneknya, membawa masalah yang akan menentukan hidup Vivianne di masa depan.


Pertemuan pertama dengan Vivianne membuat Enrico terkesima ... gadis itu ... sama sekali tidak tertarik kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Secret Investigation

Frederic meletakkan koper yang ia tarik turun dari mobil beberapa menit yang lalu di lantai lobi bagian keberangkatan. Ia akan pergi dengan penerbangan beberapa saat lagi. Pergi mengurus surat utang paman dan bibinya pada bibi Helen.

Dengan menganggukkan kepala dan sedikit membungkukkan tubuh, Frederic memberi hormat pada tuannya dan juga Olivia yang telah mengantarkannya sampai ke bandara.

"Terima kasih sudah mengantarkan saya, Tuan. Seharusnya saya bisa pergi sendiri. Anda sudah merepotkan diri melakukan ini, "ucap Frederic sepenuh hati. Tuan Enrico dan bibinya Olivia berkeras mengantarkan ia ke bandara, membuat Frederic merasa sedikit tidak nyaman.

Olivia mengibaskan tangannya mendengar ucapan Frederic. "Jangan sungkan, Fred. Kami juga akan pergi ke mansion Sanchez. Jadi tidak merepotkan sama sekali, kita satu arah."

Frederic tersenyum. "Tetap saja, Nyonya. Saya berterima kasih. Tuan ... saya pergi," ucap Frederic pada Enrico.

Enrico menatap Frederic dari balik kacamata hitamnya sambil menganggukkan kepala.

"Hati-hati Fred. Hubungi aku ketika kau sudah tiba, juga jika kau butuh bantuan atau menemukan masalah."

"Terima kasih, Tuan. Sementara ini, saya titip nenek saya dan Vivi. Saya akan mengurus tempat tinggal mereka secepatnya."

Olivia mendecakkan lidah mendengar ucapan Frederic. "Uruslah masalahmu sampai selesai, Fred. Jangan khawatirkan nenek dan sepupumu. Mereka lebih aman tinggal di Mansion Costra."

"Saya tahu, Nyonya. Hanya saja ... tidak nyaman bila memikirkan saya merepotkan Tuan dengan meninggalkan dua kerabat yang menumpang di sana."

"Dengarkan ucapan Bibiku, Fred. Jangan pusingkan masalah tempat tinggal Arabella dan Vivi. Urus dulu masalahmu.Telepon aku jika kau mengalami kendala." Nada ucapan Enrico terdengar sedikit tajam dan gusar. Membuat Frederic mengembuskan napas lalu segera membungkukkan badannya lagi meminta maaf.

"Maafkan saya, Tuan. Sekali lagi terima kasih."

Enrico mengangguk, lalu menepuk bahu Frederic sambil lalu. "Aku sungguh-sungguh. Ketika mereka mempersulitmu, hubungi aku."

Frederic tersenyum berterima kasih sambil mengangguk. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada kedua orang yang mengantarnya itu, ia berbalik dan melangkah sambil menyeret kopernya.

Enrico mengeluarkan ponselnya beberapa saat setelah Frederic terlihat menjauh diantara kerumunan orang-orang di bandara. Sementara Olivia menunggu sambil bersedekap menatap apa yang akan dilakukan keponakannya.

Segera setelah seseorang yang ia hubungi tersambung, Enrico mengucapkan permintaaannya.

"Tugasmu sudah dimulai ...."

"Ah, halo Tuan Besar! Masih saja tidak sopan seperti biasa. Bagaimana kabar Anda?"

"Kau sudah menerima emailku beberapa hari yang lalu. Sekarang orang yang kusebutkan di email itu sudah berangkat menuju kota Broken Bridge. Lakukan seperti yang aku minta."

"Oh, saya baik-baik saja, Tuan. Saya juga senang Anda baik-baik saja," ucap lawan bicara Enrico di seberang sana, seolah tidak menggubris apapun ucapan Enrico.

Seringai geli muncul di bibir Enrico. Sesaat kemudian ia terkekeh.

"Senang bisa membuatmu tertawa, Tuan Besar!"

Tawa Enrico makin kencang, ia melirik bibinya yang sekarang menaikkan alis melihat ia tertawa.

"Apa kabarmu, Erick? Temanku yang tampan dan licik."

"Ck! Aku baik-baik saja. Ya, emailmu sudah kuterima dan maaf, aku tidak lagi menjalankan bisnis itu, Tuan Besar."

"Ah, aku memang sudah mendengar bahwa bisnis restoranmu berjalan lancar. Seorang koki handal membantumu bukan?"

"Senang sekali kau mengetahui bagaimana keadaanku sekarang Tuan Costra. Nah, seperti kau ketahui, aku tidak lagi bekerja sebagai penguntit orang lain saat ini. Restoranku memberikan penghasilan yang sangat bagus."

"Aku lebih suka menyebutmu sebagai informan yang sangat bagus, Erick. Baiklah jika kau tidak mau. Pantas saja kau tidak membalas email dariku. Padahal aku sudah menyiapkan dananya. Kudengar dari sumber terpercaya, kau ingin cincin berlian terbaik di Rubens Jewelry, ingin melamar kokimu ya? Dan jika kau mendapatkan jawaban ya, aula resort dan pesta pernikahan yang koki itu idamkan akan terlaksana segera. Tapi sepertinya kau lebih suka menyendiri hingga saat ini ...."

"Tu--tunggu ... darimana kau tahu aku mau melamarnya?"

Enrico terkekeh. "Kokimu adalah mantan koki di restoran hotelku, Erick. Kau pikir kenapa dia datang ke sana. Kau kira aku akan melepas salah satu koki terbaikku begitu saja?"

"Ck! ... hufhhhh ...." Terdengar suara berdecak dan keluhan dari seberang.

"Pergi sekarang, Erick. Frederic sudah berangkat ke sana!"

"Baiklah ... tambahkan dana cincinnya ...."

"Aku sudah menduga. Aku tunggu informasinya dalam beberapa hari!" perintah Enrico.

Enrico mendengar temannya menarik napas panjang.

"Tuan Costra. Aku sudah berada di Broken Bridge sejak beberapa hari yang lalu. Informasi untukmu beberapa bahkan sudah ada di mejaku. Isinya sangat menarik. Aku yakin kau harus membayarku lebih dari harga sebuah cincin."

Tawa Enrico menggema, ia menyeringai sambil memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan.

"Kau bajingaan licik! Kirimkan padaku segera dan ingat perkataanku. Awasi Frederic."

"Tangan kananmu sepertinya akan mudah menghadapi mereka jika berkas yang ada di mejaku ini di perlihatkan pada mereka."

"Kirimkan dulu padaku, Erick. Biarkan berjalan sesuai rencana awal. Awasi saja ... dan jika mereka tidak menyelesaikannya dengan cara yang bagus, aku baru akan campur tangan. Saat ini aku bukan siapa-siapa."

"Aku juga bertanya-tanya. Kenapa persoalan keluarga ini jadi perhatianmu. Apa kali ini kau juga jadi wali mereka?" Enrico mendengar tawa kencang dari ponselnya, hingga ia terpaksa menjauhkan sedikit benda itu dari telinganya.

"Tawamu mengerikan, Erick. Aku bukan wali mereka. Fred asistenku, tangan kananku. Hanya itu yang perlu kau ketahui. Lakukan saja yang kuminta padamu lalu bawa hasilnya padaku."

"Ya, ya, ya. Baiklah Tuan Besar. Sesuai keinginanmu."

Enrico mendengar suara terputus dari ponselnya, menandakan Erick telah mematikan sambungan.

"Kau mengikuti Frederic?" Olivia menatap dengan sorot tertarik.

"Aku hanya mencari informasi tentang orang-orang yang akan Frederic temui, Bibi. Itu saja."

Olivia menerima jawaban itu untuk saat ini, meski hatinya berkata keponakannya melakukan lebih dari itu. Ia mengikuti ketika Enrico menggandeng lengannya dan mengajaknya melangkah, pergi menuju mobil mereka untuk berkunjung ke rumah keluarga Sanchez.

**********

From Author,

Selamat membaca semuanya.

Yuk, dukung lagi author dengan tekan like, bintang lima dan favorite. Berikan juga komentar kalian ya. Yang punya poin bantu Vote juga ya, biar rank Mr. Costra terus naik ... ngarep. com. Hahahha

Terima kasih My Readers, Luv you ...

Salam hangat, DIANAZ.

1
MoonChild7
entah kebarapa kali baca Mr.Costra dan selalu jatuh cinta sm playboy yg satu ini 😍😍😍
Tikus Tikus
engga bosen bacanya...sudah berulang kali bacanya ...
MPit Mpit MPit
aku mau seneng novel kaya ginih sat set sat set gak belibed..tp maniiiiis ih dr awal
MPit Mpit MPit
manissss ih
MPit Mpit MPit
kok maniiiis amat yah bab inih 😄
destiana
Luar biasa
Puspa Ayundari
hhhhhhh gue suka gaya loe ,tuan rico...
Ran Aulia
Luar biasa, te o pe banged kak , berasa nonton film romance ❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih ya kak Diana 😍😍😍😍
Kios Flio
omo omo...😅🤣🤣🤣🤣 ngakak thorr....
Qiao Jingjing
Dari banyaknya novel, menurutku novel ini sangat pantas diberi rating bintang ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Tata bahasa baku,rapi,lain dari pada yang lain.
YuWie
agak2 bingung dengan nama2nya
Besse Sulfiani
Kapan ada karya barunya kk. aku udh bolak balik bacanya. udh gk terhitung. jatuh cinta dengan semua ceritanya yang berlatar LN. semoga sehat, semangat dan dimudahkan rejekinya 🤲
posutara ramli ramli
Luar biasa
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
kk dianaz,kenapa karya ngak ada lagi,ada dilapak lainnya,ini udah kesekian kalinya aku baca yg ini kk,kayak nya udah lama aku ninggalin lapak ini,pertama buka maka nama dianaz di klik, berharap ada karya yang baru,tapi Taka ada😚😚😚
Yuli Yuliana
Kecewa
Ummu Shezan
Luar biasa
guest1053764442
udah baca yg k 2 kali 🤗🤗
🥑⃟вуυηgαяι
ah rsany blm pen brhenti baca 😩😩 ada kh sekuelny😅🙈
🥑⃟вуυηgαяι
ah manizzzz kek gula2
🥑⃟вуυηgαяι
asli bkin ngekek 😅😅🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!