Bertemu lagi dengan Dyta, Farel dan Agrif. Hasya Dyra dan lain-lainya di Fersi remaja
Di jodohkan? Sepertinya keturunan Alvina akan kembali di jodohkan
Follow IG author ya.
@chitanda_nnd
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasya dan Riki
''Riki belum sampai, Sya?'' tanya Rara kepada Hasya yang masih sibuk dengan telfonya.
Dia baru saja mendapatkan kabar, jika Dyra sudah ada di rumah. Hasya menyuruh Riki untuk menjemput dirinya untuk kerumah Kayla.
''Belum, Bun. Bentar lagi kak Riki sampai,'' jawab gadis itu.
Rara ingin menjenguk Dyra juga, namun niatnya langsung terhalang karna Frezan sedang tidak enak badan.
Pip…
Suara klakson dari luar membuat Hasya langsung menghampiri Rara.
''Bun...Hasya pergi dulu,'' pamit gadis itu mencium punggung tangan milik Rara.
''Hati-hati, Sya. Sebelum jam 11, kamu udah harus di rumah,'' ucap Rara dan dibalas anggukan kepala oleh Hasya.
Hasya melambaikan tanganya lalu keluar dari rumah.
Dia melihat Riki tengah berdiri di depan mobilnya, menunggu kedatangan Hasya.
''Kak Riki kenapa nggak bawa motor?'' tanya Hasya.
''Malam,'' jawabnya singkat membuat Hasya mengangguk kecil, lalu masuk kedalam mobil milik Riki.
Riki mulai menyalakan mesin mobilnya untuk segera kerumah Kayla menjenguk Dyra.
''Maaf, ya, kak. Aku udah repotin kak Riki buat antar aku ke rumah tante, Kayla,'' ungkap gadis itu.
''Iya,'' Riki hanya menjawab singkat membuat Hasya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
‘’Kalau sama kak Tegar, kak Riki nggak irit ngomong,'' ucap gadis itu, sehingga Riki meliriknya sejenak lalu kembali fokus membawa mobil. Tanpa berniat membalas ucapan Hasya barusan.
''Kak Riki,'' panggil Hasya.
''Ya,'' jawabnya, tanpa mengalihkan pandanganya dari depan.
''Makasih udah nolongin aku tadi,'' ucap Hasya dan dibalas anggukan kepala oleh Riki.
Hasya tidak tau, bagaimana caranya agar Riki tidak irit ngomong kepadanya. Karna Hasya merasa tidak enak, jika Riki menjaganya dia tidak akrab.
''Kak Riki tid—''
''Mau ngomong apa lagi?''
Jleb
''Nggak ada kok,'' balas Haysa seraya menggelengkan kepalnya.
Hening
Hingga Riki mengeluarkan suaranya, memecah keheningan diantara mereka berdua.
''Pulang jam berapa?'' tanya Riki melirik Hasya.
''Kata bunda, aku harus pulang sebelum jam sebelas malam,'' jawab gadis itu, dan dibalas anggukan kepala oleh Riki.
Tidak butuh waktu lama, Hasya dan Riki sudah sampai di rumah Kayla. Riki memasuki pekarangan rumah Kayla dan melihat ada motor saudara kembarnya di sini.
Pantas aja nggak pulang, ternyata ada di sini.
Hasya dan Riki keluar dari mobil, untuk segera masuk kedalam rumah Kayla.
Hasya membuka pintu utama rumah Kayla, di ruangan tamu dia melihat Raka dan Sigit sedang bermain game.
Suara pintu membuat Raka dan Sigit melihat kearah pintu, rupanya yang datang adalah Hasya dan Riki.
Riki ikut nimbrung bersama dengan saudara kembarnya dan Sigit.
'‘Udah jadian lo sama, Hasya?'' canda Raka kepada saudara kembarannya yang duduk di sampingnya.
Riki tidak membalas ucapan Raka, karna dia dekat dengan Hasya karna permintaan dari Tegar.
''Dyta,'' panggil Hasya kepada Dyta yang sedang di dapur, membuat minuman.
''Eh... Hasya. Lu kesini sama siapa?'' tanya Dyta.
''Sama kak Riki,'' jawab Hasya.
''Aku mau naik keatas dulu, mau jenguk Dyra,'' pamit Rara dan dibalas anggukan kepala oleh Dyta.
Ceklek
Hasya membuka pintu kamar Dyra, dia sudah melihat Dyra sedang mengobrol dengan Kayla.
''Sini, Sya,'' panggil Kayla.
Kayla langsung memanggil Hasya, untuk mendekat kearahnya.
Hasya mencium punggung tangan Kayla lebih dulu, lalu duduk diatas tempat tidur Dyra.
''Tan, bunda titip salam. Nggak sempat kesini, ayah lagi nggak enak badan,'' ungkap gadis itu dan dibalas anggukan kepala oleh Kayla.
Kayla pamit kepada Hasya dan juga Dyra, dia ingin keluar sebentar.
''Ra, gimana bisa kamu kekunci dalam kelas. Sigit nggak lihat di dalam kelas dulu? Baru kunci kelas?'' Rentetan pertanyaan di ajukan oleh Hasya untuk Dyra.
‘’Gue ketiduran, Sya,'' jawab Dyra.
''Jangan begadang, Ra. Jam sembilan kamu harus tidur. Agar nggak ngantuk,'' saran hasya kepada Dyra.
''Nggak bisa, Sya. Gue udah terbiasa tidur jam 1,'' jawab Dyra.
''Dan udah kebiasaan kamu juga tidur dalam kelas,'' jelas Hasya membuat Dyra tertawa kecil.
''Sya, lu udah tau kak Raka sama gue?'' tanya Dyra.
Hasya merupakan sepupu tempatnya berbagi cerita mengenai pacar barunya dan apapun itu.
Dia juga sering berbagi cerita dengan Dyta, namun Dyta selalu memberikanya nasehat agar berhenti menyakiti cowok.
Hasya meggelengkan kepalnya tanda tidak tau.
‘’Gue sama kak Raka pacaran,'' ungkap Dyra membuat Hasya melototkan matanya.
''Maksud kamu, kak Raka kembarannya kak Riki?'' tanya Hasya memastikan kepada sepupunya itu.
''Iya, kak Raka kembaranya kak Riki,'' ucap Dyra.
''Kamu simpan di mana kak Aldi, Ra?''
''Kamu tanya tuh sama kak Raka. Dia udah tau aku punya cowok, dia mau jadi yang kedua,'' tutur Dyra dengan bangganya.
''Kamu sih yang buat kak Raka nggak fokus main basket,'' ucap Hasya.
‘’Gue sengaja, Sya. Biar kak Lion menang,'' ucapnya dengan senyuman manis.
‘’Nanti kena karma,'' peringat Hasya.
Dyra hanya tertawa saja.
''Sya,'' panggil Dyra.
‘’Iya,'' jawab gadis itu.
‘’Beneran lo nggak punya perasaan sama kak, Zhar?'' tanya Dyra memastikan.
Bisa-bisanya Hasya tidak mempunyai perasaan sedikitpun kepada Zhar, padahal cowok itu tampan.
Saat Dyra masuk sekolah, dia memasukkan nama Zhar sebagai targetnya, untuk dia pacari. Tapi sayang, Zhar tidak melirik Dyra, malahan Zhar jatuh hati kepada Hasya.
Hasya menggeleng sebagai jawaban.
''Aduh, Sya. Lu mau cari cowok yang kayak gimana? Kurangnya kak Zhar apa, Sya?'' Dyra gemas kepada sepupunya sendiri.
''Kak Zhar itu pemaksa,'' terang Hasya. Dia masih mengingat kejadian tadi, dimana Zhar selalu memaksanya untuk menjadi kekasihnya.
Padahal sudah Hasya tugaskan, jika dia tidak mau pacaran. Terlalu cepat untuk dirinya.
''Lagian...Aku juga belum mau pacaran,'' lanjut Hasya membuat Dyra menoel pipih sepupunya itu.
''Kak Zhar cuman suka sama lu, Sya. Bukan sama gue. Sukur deh kalau dia suka sama lo. Dia nggak jatuh sama pesona gue. Kalau dia sampai jatuh, siap-siap jadi korban gue lagi,'' ucap Dyra dengan tertawa membuat Hasya ikutan tertawa.
‘’Andai dia mau sam gue, udah lama gue hembat,'' lanjut Dyra membuat Hasya menggelengkan kepalnya.
''Ingat... kamu punya dua pacar,'' ucap Hasya memperingati sepupunya itu.
''Diantara kak Aldi sama kak Raka, dua-duanya nggak ada gue seriusin,'' ucap gadis itu dengan santai.
''Lu pikir gue serius macarin lo?''
Hasya dan Dyra langsung melihat kearah pintu, rupanya itu adalah Raka, berada di depan pintu kamar Dyra seraya bersedekap dadah, menatap Dyra dengan tatapan pura-pura tidak suka.
''Yaudah...kenapa nggak putus sekarang!'' tantang Dyra kepada Raka.
''Udha gue bilang, gue bakalan jadi mantan lo yang beda dari mantan lu yang lain,'' jelas Raka masih bersedekap dadah.
Dyra hanya memanyunkan bibirnya.