Jamuan makan malam sudah selesai di hidangkan oleh Aisyah, Paman dan Bibi nya pun sudah ada disana dan hanya menunggu sang tamu.
Hingga tak berselang lama, datanglah tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi.
Namun siapa sangka, disanalah mulai petaka untuk Aisyah.
Aisyah harus menelan pil pahit bahwa dia akan di nikahkan oleh sang Paman dengah Pria tersebut.
Tak ada penolakan ataupun pertanyaan bersedia ataupun tidak untuk Aisyah.
Bagaimana Aisyah menghadapi nya? Apalagi Aisyah tidak tau bahwa dia di jadikan penebus hutang oleh sang Paman? Dan dia juga akan di jadikan ladang balas dendam oleh pria tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Penangkapan Lukman.
Sudah sejak lama Lukman menunggu anak buah nya, namun dia hanya datang dengan tangan kosong dan juga omong kosong.
Prok.
Prok.
"Bagaimana Paman? Apa kamu sudah selesai diskusi nya?"
"Rama"
Lukman menatap sang keponakan dengan tajam, dia kenapa bisa kecolongan dengan adanya Rama di Rumah pribadi nya ini.
"Apa kamu terkejut, Paman? Aku tau semua yang oranglain tidak tau tentangmu!"
"Begitupun dengan status Jelita yang akan di jadikan pemuas untukmu kelak"
Heh.
Ram terkekeh dengan wajah yang menyeramkan, dia sudah tidak bisa bermain-main lagi dengan Paman nya.
Lalu anak buah nya menangkap Lukman dengan segera, namun tidak gampang karena Lukman sangat licin.
Bruk.
"Kejar dan tangkap dia"
Rama menyuruh anak buah nya mengejar Rama dengan segera, dia tidak mau kehilangan jejak nya lagi yang sudah susah payah dia dapatkan.
Ya, Rama sudah mencari tempat persembunyiannya ini cukup lama dan teliti.
Karena tidak sembarang orang yang tau, dan untung nya saja Bunda Rama tau akan tempat ini.
Rama menunggu di dalam Rumah itu, dia menunggu dengan beberapa anak buah yang sedang menggeledah seluruh ruangan yang ada disana.
"Tuan, di kamar belakang ada beberapa box obat terlarang"
Huh.
"Berikan saja pada Polisi dan suruh mereka menggeledah disini dan kita pergi"
Mereka beranjak dari sana bersama Rama, setelah salah satu dari mereka melaporkan hal tersebut pada Polisi.
Tak lupa juga Rama memberitahu anak buah nya agar membawa Lukman ke markas biasanya dengan bernyawa ataupun sudah tidak bernyawa.
*
Hos.
Hos.
Lukman terus saja berlari ke arah Hutan yang memang dekat kediamananya. Dia menatap ke belakang dan bernafas lega saat tak ada yang mengejarnya.
Namun,
Saat dia menatap ke depan, dia di buat kaget karena beberapa orang sudah mengepung nya dan tak ada celah untuk dia kabur.
"Mau kemana kau"
'Sialan'
Lukman mengumpat dengan kesal, dia lalu menatap kesekelilingnya dan mencari celah.
Namun semua gagal karena tangannya sudah di genggam salah satu dari mereka.
Bugh.
"Keparat kalian"
Lukman bergumam sebelum pada akhir nya dia tergeletak tak berdaya setelah salah satu dari mereka memukul tengkuk nya dengan keras.
"Ikat dan bawa dia"
Mereka membawa Lukman sudah seperti membawa rongsokan yang tak berharga, karena mereka tidak mau membuat warga yang lain curiga dan menimbulkan gaduh.
Mobil yang membawa mereka langsung melaju ke markas utama, karena disana penjagaan ketat dan tak ada yang tau keberadaannya.
"Huh merepotkan sekali, udah tua juga masih aja serakah ya"
Mereka terus saja menggerutu kesal pada Lukman, karena dia juga sudah hampir membuat Nyonya Boss nya celaka oleh anak buah yang dia kirimkan.
Rama tidak jadi pergi, dia hanya mengutus Akmal agar mengawal Lukman supaya tidak kabur lagi.
Sedangkan dirinya sendiri menemani sang Bunda yang masih terlihat syok.
🐼
Ke esokan pagi nya, Rama menghampiri sang Bunda yang masih berdiam diri di dalam kamar.
Tok.
Tok.
Ceklek.
"Bunda"
Nyonya Sofia tersenyum kecil, dia kemudian melangkah mendekati Rama.
"Ayo sarapan bersama, Nak"
Rama menganggukan kepala nya dengan tersenyum, kemudian Bunda dan Putra nya melangkah keluar kamar dan langsung menuju ke ruang makan yang ada di lantai bawah.
"Bagaimana dengan pencarian Aisyah?"
Huh.
Gelengan kepala adalah jawaban yang bisa Rama berikan pada dang Bunda.
Dia sudah bahagia saat salah satu anak buah nya yang sudah menemukan jejak Aisyah, namun dia harus sabar kembali saat mereka menelusuri dan kehilangan jejaknya.
"Minggu lalu, aku mendapatkan info bahwa Aisyah dan Karin sempat menaiki Kereta Api dan tujuan mereka adalah Yogjakarta, namun dari sana mereka tidak menetap dan hanya singgah 1 jam saja dan selebihnya pergi lagi dan entah kemana tujuan nya"
Huh.
Nyonya Sofia menghela nafas kasar, dia duduk dengan sedikit gelisah karena belum juga ada kabar mengenai menantunya itu.
Rama kemudian memulai sarapan tersebut dengan segera, karena dia akan menemui Lukman yang sudah tiba di markas utama.
*
Rama berpamitan pada sang Bunda, dia akan pergi beberapa saat dan Bunda nya akan di temani oleh Bibi Ambar.
"Nak, jangan putus asa dalam mencari Aisyah"
Nyonya Sofia mewanti-wanti agar dia tidak menghentikan pencariannya.
"Aku tidak akan menghentikannya Bunda, kalau aku sudah tau dimana mereka berada baru aku akan hentikan prncarian"
Yakin.
Rama bergitu Yakin dengan apa yang dia ucapkan, dia yakin bahwa kelak akan bertemu kembali bersama dengan Aisyah.
Dan saat itu datang, dia akan meminta maaf dengan sangat dalam pada Aisyah.
Mobil melaju dengan cukup kencang, Rama menggunakan mobil yang siapapun tidak tau bahwa adalah mobil yang sudah lama mereka incar dan menyenangkan adalah milik Rama Alexandra.
*
Sedangkan di mansion, Nyonya Sofia memanggil Bibi Ambar agar bergabung dengan nya di halaman belakang mansion.
Mereka berdua akan berbincang dengan ditemani teh hangat buatan Bibi Ambar dan juga beberapa camilan yang sangat mengguggah.
"Nyonya"
Bibi Ambar datang dan langsung duduk di samping sang Nyonya, dia juga meletakan nampan yang dia bawa dari dapur.
"Bagaimana keadaan Aisyah dan Karin ya, Bi"
"Aku mengkhawatirkan mereka"
Bibi Ambar menatao sang Nyonya dengan sendu, dia juga sama mengkhawatirkan kedua wanita muda itu.
Namun apa daya, mereka tidak bisa bebuat apapun dan bahkan Rama belum juga menemukan keberadannya.
.
.
.
.
.
.
jangan2 yg kasih informasi waktu mau kabur keluar Negri itu si Akmal🤔
pokoknya Jangan biarin Rama ketemu sama Aisyah dulu thorr